Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
32


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 11 siang, setelah mengantarkan sang mertua ke Bandara, Billa memutuskan untuk langsung menuju lokasi yang sudah ia dan kedua sahabatnya janjikan, Billa menyebutkan alamat yang ia tuju pada sang supir, sekitar 30 menit akhirnya Billa tiba di sebuah taman di pusat kota, setelah mengucapkan terimakasih dan mempersilahkan sang supir pulang Billa langsung turun dan memasuki lokasi taman


Ya hari ini Billa dan kedua sahabatnya serta beberapa anak jalanan berencana mengadakan penggalangan dana untuk mereka sumbangkan ke sebuah panti asuhan, dengan cara mereka menjajakan dagangan yaitu menawarkan berbagai pilihan jenis bunga segar yang mereka ambil dari toko bunga tempat Billa bekerja dan sudah mendapatkan izin dari sang pemilik toko serta beliau juga sangat mendukung


Syifa mendudukkan dirinya di salah satu kursi yang ada di taman tersebut,ia datang lebih awal dari jadwal yang mereka janjikan, jadinya ia harus menunggu yang lain sampai, Billa menengadahkan wajahnya ke atas, melihat langit yang begitu cerah, tapi tidak dengan hatinya, setelah mendengar ucapan Aby di meja makan tadi membuat Billa semakin ingin cepat mengakhiri hubungan mereka


* jangan ge er lo dengan sikap gue di meja makan tadi,itu cuma menyempurnakan sandiwara yang Lo buat lebih dulu, karena ga mungkin gue bercinta dengan cewek yang masih bocil kayak Lo* bisik Abi di depan pintu saat Billa mengantarkan keberangkatan nya ke kantor


Sakit...tentu sakit yang Billa rasakan, bukan maksud ia bersandiwara.. hanya saja ia ingin meninggalkan kesan baik pada sang ibu mertua saat ia akan benar-benar pergi nantinya, tapi ucapan Aby seakan menunjukkan bahwa dirinya tidak butuh kebaikan Billa walaupun hanya untuk menyenangkan hati orang tuanya


*Tuhan... kenapa sih harus ketemu dia lagi dan harus ada ikatan suci ini? kenapa sih harus selalu orang yang sama yang bikin hati dan harga diri aku seakan di rendahkan terus* batin Billa merasa sangat sedih karena ia merasa bahwa Aby selalu menganggap rendah dirinya


Dor....


Tepukan lembut di pundak nya membuat Billa tersadar dari lamunannya, secepatnya ia menghapus air matanya dan menormalkan kembali raut wajahnya,agar kedua sahabatnya tidak melihat keterpurukan nya


"Kalian udah Dateng?" tanya Billa pada kedua sahabatnya


" Lo nangis..? whay..? " tanya Mona khawatir dan juga Kiki langsung menggenggam lembut tangan Billa saat Mona bertanya pada Billa


" Lo kenapa beb? ada masalah? cerita ke kita" tanya Kiki yang sama khawatir nya dengan Mona


" Gak kok.. masalah apa? kayak orang dewasa aja banyak masalah,aku cuma kangen ayah dan nenek aja..kok, tapi it's okay.. I'm fine.. kalian ga perlu khawatir " jawab Billa seraya berusaha untuk tersenyum agar kedua sahabatnya tidak terlalu khawatir


" Lo yakin..? serious..?" tanya kedua sahabatnya


" Yes..I seriously.." jawab Billa pasti


"Okay kita percaya.. tapi awas aja kalau Lo bohongi kita.. ingat kita itu ga cuma sahabat.. tapi kita itu keluarga Lo sekarang.." ucap Mona mencoba untuk percaya pada sahabat cantik nya tersebut


" Mona bener..kita itu besty dan ga akan ada yang bisa misahin kita, walaupun entar kita bakal ngelanjutin pendidikan kita di beda negara, tapi itu ga akan buat persahabatan kita bubar" timpal Kiki yakin


" Amin.. makasih ya kalian terbaik buat aku" jawab Billa seraya memeluk kedua sahabatnya dan di angguki oleh kedua sahabatnya serta langsung membalas pelukan hangat Billa dengan sama hangat nya


" Kok pelukan ga ngajakin kami..curang nih kakak - kakak cantik.." omel beberapa anak jalanan yang menjadi murid mereka, membuat ketiga gadis cantik tersebut langsung tersadar dari suasana melow mereka dan dengan segera melepaskan pelukan hangat mereka


" Ayo dong siapa yang mau dipeluk...udah ready loh ini" ucap Billa kocak dengan senyuman terhangat nya, membuat beberapa anak jalanan yang perempuan langsung berhambur kedalam pelukan gadis cantik tersebut


" Terus kami..?" tanya beberapa anak jalanan yang laki-laki dengan wajah jahil mereka

__ADS_1


" Emang mau kakak peluk..? " goda Kiki dan mona bersamaan, karena mereka tau para anak laki-laki itu ga akan mau mereka peluk, kecuali dengan Dave karena sesama pria, berbeda dengan yang masih kecil


" Oh no... bisa-bisa kita kena sembur buk ustazah..ga liat tu gimana cantik nya bidadari kami?" jawab mereka kompak seraya menunjuk ke arah Billa,sontak semua tertawa dan mengangguk setuju, gurauan mereka mampu mengalihkan kegundahan hati Billa dan mengubah suasana yang tadinya melow kini menjadi riang gembira


" Ya udah yok kita langsung ke Dona florist, pasti buk Dona udah nungguin kita" ajak Billa pada yang lain


" Ayok.. let's go.." ucap mereka kompak


Mereka semua berjalan bersama menuju toko bunga nyonya Dona.. yang hanya berjarak seratus meter dari taman kota, sesampainya di Dona florist mereka sudah melihat berbagai jenis bunga segar yang sudah di siapkan oleh nyonya Dona dalam beberapa keranjang cantik,ada yang pertangkai ada pula yang sudah dirangkai menjadi buket indah


" Ok.. semuanya.. sebelum kita berpencar dan memulai semuanya alangkah baiknya jika kita Berdoa dulu, seperti biasanya sebelum kita melakukan kegiatan..setuju..?" ucap Billa semangat


" Setuju..." jawab mereka kompak


" Ok.. Berdoa dimulai sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing" instruksi Billa.. karena memang yang menjadi muridnya di tempat belajar terbuka tersebut tidak semuanya beragama muslim, karena Billa dan kedua sahabatnya tidak memberikan batasan bagi siapa saja yang mau belajar dengan mereka selama bisa mengikuti beberapa aturan yang mereka buat maka di izinkan ikut oleh para gadis cantik tersebut


Lima menit waktu yang Billa berikan untuk berdoa akhirnya selesai, semuanya langsung mulai mengambil keranjang yang akan mereka bawa,satu keranjang untuk dua orang dan mereka terbagi menjadi delapan keranjang, karena yang masih sangat kecil tidak di ikut sertakan dalam acara tersebut, hanya yang berusia delapan tahun keatas yang di perbolehkan


" Alhamdulillah...doa sudah selesai.. berarti sekarang sudah waktunya kita berpencar dan ingat jika ingin menawarkan pada pelanggan di suatu tempat seperti cafe maka harus minta izin terlebih dahulu pada pemilik atau penjaga tempat tersebut" ucap Billa kembali mengingatkan pada yang lain


Para anak jalanan tersebut mengenakan baju seragam berbahan kaos,serangan tersebut hadih dari billa karena sudah sangat baik menjalankan setiap tugas mereka, billa membelikan seranganm tersebut dengan uang gajinya yang ia dapat kan dari Aby, karena ia yang membersihkan apartemen nan megah tersenyum


Semuanya berpencar untuk menjajakan dagangan mereka, beberapa dari mereka ada yang sudah mulai mendapatkan beberapa pembeli, berhubung hari Minggu membuat mereka lebih mudah mendapatkan pembeli, karena setiap Minggu area terse akan ramai dikunjungi oleh para muda-mudi, terlebih di daerah taman


Dari ujung taman Billa dan dua orang adik didik nya menyeberangi jalan dan menuju sebuah cafe elite yang terlihat sangat ramai oleh pengunjung yang didominasi oleh kaum muda-mudi, karena cafe tersebut sedang booming di kalangan para anak Sultan,maka dari itu Billa berencana akan meminta izin pada ouner cafe tersebut untuk menawarkan Bunga nya


" Permisi mbak..maaf mengganggu apakah boleh saya jumpa dengan ouner cafe ini..?" tanya Billa sopan pada salah seorang kasir cafe tersebut, Billa masuk seorang diri tanpa membawa keranjang bunga nya


" Ada perlu apa ya? sudah buat janji? " tanya kasir tersebut dengan gaya sedikit jutek


" Saya hanya mau minta izin menawarkan beberapa tangkai bunga pada pelanggan di cafe ini, apakah boleh saya bertemu dengan beliau?" jawab Billa sopan dan kembali bertanya pada kasir tersebut


Tanpa keduanya sadari dibalik sebuah ruangan yang berdinding kaca, seorang pria tampan sedang memperhatikan mereka, hatinya begitu bahagia dan juga berdebar kencang saat melihat gadis yang hampir setiap hari ia pandangi dari balkon cafe tersebut


" Bos kami sangat sibuk, kalau mau ketemu harus buat janji terlebih dahulu " jawab jutek sang kasir


" Oh gitu ya mbak.. kalau begitu saya permisi, maaf sudah mengganggu waktu nya.. terimakasih banyak " jawab Billa sopan dengan senyuman manis, walaupun dalam hati ia sedikit kecewa


Billa langsung membalikkan badannya dan melangkah menuju pintu keluar, tapi belum sempat tangan nya menyentuh handle pintu utama cafe mewah tersebut, sebuah suara bariton seseorang menghentikan langkah nya dan membuat nya membalikkan badannya.

__ADS_1


" Ada apa..? kenapa nona itu pergi?" tanya seorang pemuda tampan pada sang kasir


" Itu tuan..anu .. nona itu ingin bertemu dengan anda, karena tidak membuat janji jadi saya tidak berani mengizinkan" jelas sang kasir


" Tunggu" ucap pria tampan tersebut memanggil Billa


" Ia tuan..?" jawab Billa sopan setelah membalikkan badannya menghadap orang tersebut


" Ada yang bisa saya bantu nona... atau mungkin anda ada keperluan dengan saya?" tanya pemuda tampan tersebut dengan tatapan yang tertuju intens pada wajah cantik Billa


" Maaf tuan apakah saya tidak akan mengganggu waktu anda? saya hanya ingin meminta izin pada ouner cafe ini untuk menawarkan beberapa tangkai bunga" jawab Billa sopan dengan wajah yang sedikit menunduk


" Aldo... panggil saja saya Aldo...oh jadi kamu mau menawarkan beberapa tangkai bunga? tentu saja akan saya izinkan.. tapi mana bunga nya nona...?" tanya Aldo lembut dengan tetap menatap wajah Billa dengan tatapan memuja nya


"Salsa tuan..nama saya salsa..mana mungkin saya memanggil anda hanya dengan nama, sepertinya anda lebih tua dari saya... kalau tidak keberatan saya panggil mas saja.." jawab Billa sopan dengan senyuman lembut


" Salsa...ok tidak buruk .. bahkan terdengar lebih akrab dengan panggilan mas.. hehehehe.. lalu mana Bunga nya?" tanya Aldo lagi


" Oh itu mas ...ada di luar bersama adik-adik itu, mereka salah satu teman -teman cilik saya..kami sedang mengadakan penggalangan dana untuk panti asuhan.. tapi mas tenang saja..kami ga akan meminta sumbangan dari pelanggan disini,kami hanya akan menawarkan berbagai macam jenis bunga, jika mereka mau membeli maka keuntungan dari penjualan tersebut lah yang akan kami sumbang kan" jawab Billa sedikit menjelaskan pada Aldo


Penjelasan dari Billa semakin membuat Aldo mengagumi gadis cantik yang kini berada di hadapannya, dijaman sekarang masih ada gadis muda dan cantik yang rela meluangkan waktunya untuk melakukan hal tersebut, sementara di luaran sana para gadis lain sibuk dengan urusan mereka yang terkadang tidak sedikit pun bermanfaat, jangan kan untuk orang lain, untuk dirinya sendiri saja tidak ada untungnya, tapi Billa si gadis cantik tersebut rela melakukan semua itu * sungguh perwujudan wanita yang nyaris sempurna, betapa beruntungnya laki-laki yang bisa memiliki mu,ya Tuhan...beri aku kesempatan untuk bisa meraih hatinya... Amiiiin* monolog Aldo dalam hati nya


" Baiklah silahkan ambil bunga kamu, daya akan ke panggung untuk sedikit memberikan pengumuman pada pelanggan..agar mereka tidak merasa aneh dan beralasan Marasa terganggu " jawab Aldo pada Billa


" Baik mas.. terimakasih banyak,maaf merepotkan Anda, saya akan ambil bunga nya" jawab Billa sopan dengan senyuman diwajah nya,ia sangat senang mendapatkan respon baik dari sang pemilik tempat tersebut


Dengan langkah semangat Billa langsung menuju kedua adik didik nya, sedangkan Aldo menatap kepergiannya dengan tatapan kagum dan senyuman kebahagiaan, tanpa mereka sadari dari salah satu sudut meja, beberapa Padang mata tengah memperhatikan interaksi mereka sejak Billa masuk tadi, mereka penasaran apa yang lakukan Billa di cafe tersebut, karena belum pernah mereka melihat Billa memasuki cafe mewah dari sejak mereka sering mengikuti kegiatan gadis cantik tersebut


Setelah lima menit, Billa dan kedua adik didik nya dan kini bertambah dengan Mona, mereka memasuki cafe tersebut dan mulai menawarkan bunga -bunga yang mereka bawa, satu persatu meja pengunjung mereka datangi


" Bunganya mas.. mbak..." sapa Billa ramah menawarkan bunga nya pada sepasang muda-mudi yang tengah asyik mengobrol


" Wow .. cantik sekali bunga nya.. sama seperti yang menjual nya" Ucap sang pria muda yang duduk di kursi yang kini mereka datangi, matanya menatap smirk wajah Mona dan terlihat memindai seluruh tubuh indah Mona


" Yang namanya bunga tentunya cantik tuan... jadi bagaimana apakah anda ingin membelinya..ini sangat cocok jika diberikan untuk pasangan" jawab Billa sopan, sedangkan Mona berusaha ikut tersenyum smirk, dalam hati Mona tertawa karena orang -orang itu belum melihat wajah cantik Billa, karena Billa memakai masker


" Saya akan membelinya dengan syarat berikan saya nomor telepon teman kamu yang cantik itu" jawab pria tadi masih dengan tatapan lapar nya pada Mona, membuat kedua gadis cantik tersebut merasa sangat risih


Billa langsung tersenyum dibalik masker nya,ia memundurkan tubuhnya beberapa langkah dari meja tersebut, dengan perlahan ia menundukkan wajahnya sebagai tanda menghormati seraya berucap " Maaf tuan..kami disini menawarkan bunga.. bukan sedang bernegosiasi untuk menawarkan diri kami.. permisi" ucap Billa lantang tapi tetap dengan suara lembut nya

__ADS_1


Hampir semua orang di cafe tersebut mendengar ucapan Billa, mereka tampak sedikit tersentak dan kagum akan keberanian dan kesopanan Billa, tapi tak sedikit dari mereka yang mencemooh gadis cantik tersebut, sedangkan Aldo tersenyum lebar saat mendengar ucapan penolakan dari Billa,berbeda dengan pria tadi ia tampak mengeraskan rahangnya dan mengepalkan tangannya, wajah nya merah karena menahan emosi,berbeda lagi dengan beberapa pemuda yang duduk di kursi paling pojok, mereka malah tertawa terbahak-bahak melihat kejadian tersebut


" Memang gak salah ya..tuh bocil kalau diibaratkan dengan bulan dilangit.. cantik dan bercahaya, semua mata bisa memandang dan Menikmati keindahan nya, tapi tak seorangpun bisa meraih nya" ucap Erick lantang dan dengan jelas di dengar oleh Zidan, elang,Jo dan Amar, mereka nongkrong di tempat tersebut karena memang sekaligus nunggu Aby yang sedang meeting di ruangan VVIP di cafe tersebut, karena rencananya mereka akan nongkrong bareng


__ADS_2