
Tepat setelah 40 menit akhirnya mobil yang membawa Aby beserta beberapa pengawal tiba di mansion mewah milik keluarga Alexander,Aby langsung turun tanpa menunggu sang supir atau orang lain membukakan pintu untuk nya,terlihat beberapa art yang menyambutnya di depan pintu utama
" Tuan muda sudah sampai...Tuan dan nyonya besar sedang menunggu anda di kamar beliau" ucap bik Atik sopan seraya menundukkan kepalanya sebagai tanda menghormati putra dari sang majikan
" Ada apa sebenarnya bik? kenapa mendadak kondisi mami jadi kurang fit? apa terjadi sesuatu? bukankah papi sama mami juga baru tadi pagi tiba di Jakarta?" tanya Aby beruntun pada wanita tua yang sudah mengabdikan dirinya selama hampir dua puluh tahun pada keluarga nan terpandang tersebut,bik Atik adalah art pertama yang mami Tamara minta dari keluarga nya saat pertama kali ia dan suami memutuskan untuk menetap di Indonesia,saat itu Aby berusia sekitar lima tahun
Awalnya bik Atik adalah art di kediaman keluarga mami Tamara, karena mami Tamara tidak mau putranya diasuh oleh art baru yang belum ia kenal, oleh karena itu ia meminta salah satu art dari kediaman kedua orang tuanya, yang langsung merekomendasikan bik Atik untuk mengasuh cucu semata wayang mereka, karena bik Atik dan sang suami adalah art kepercayaan keluarga mami Tamara ,saat itu suami bik Atik masih bertugas sebagai supir keluarga nyonya Tamara dan beralih menjadi supir pribadi Aby saat masih sekolah di taman kanak-kanak dan sekolah dasar,kini setelah beliau semakin tua akhirnya nyonya Tamara dan suami meminta agar suami bik Atik bertugas mengawasi para pekerja di mansion
" Bibik juga ga tau den...tadi saat sampai nyonya langsung bertanya tentang nona muda" jawab bik Atik sopan
" Emang nya Billa kenapa bik? apa selama aku ga ada dia ga pernah datang ke mansion?" tanya Aby pada bik Atik
" Terakhir nona muda menginap saat bersama den Aby,dan nona muda menginap sampai beberapa malam disini,tapi setelah nona muda izin balik ke apartemen....nona belum pernah datang lagi sampai hari ini" jawab bik Atik apa adanya
Jawaban bik Atik sedikit mengusik hati Aby, apalagi tadi bik Atik bilang bahwa sang mami langsung kurang fit setelah bertanya tentang Billa, apakah terjadi sesuatu pada wanita cantik tersebut?" itu pertanyaan yang keluar dari benak Aby
"Ya sudah bik ..aku langsung ke kamar mami ya" jawab Aby singkat dan ia kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar kedua orang tuanya
Aby mengetuk pelan pintu kamar utama yang terletak di lantai bawah, walaupun ia belum tau apa yang terjadi, tapi ia harus tau terlebih hak tersebut menyangkut kedua orang tuanya
Tok tok tok tok
" Mi..ini Aby..apa boleh Aby masuk mi..Pi..?" Tanya Aby pada sang pemilik kamar dari balik pintu
Ceklek
"Kamu sudah sampai boy..?" tanya tuan Lincoln tegas setelah membuka pintu dan melihat ternyata sang putra yang mengetuk pintu kamar nya
" Baru saja Pi..ada apa dengan mami kata nya mami kurang sehat? tanya Aby pada sang papi,sedangkan sang mami hanya diam berdiri di depan jendela kamar seraya menatap keluar rumah
__ADS_1
" Mi...your fine? " tanya Aby pada sang mami karena tuan Lincoln tidak menjawab saat ia bertanya tentang sang mami
" how can mom be good...? if you make son-in-law mami it's not okay (Bagaimana mami bisa baik...? jika kamu yang membuat menantu mami tidak baik-baik saja)" jawab nyonya Tamara dingin membuat Aby sedikit terhenyak mendengar ucapan sang mami
" Maksud mami apa?..ada apa dengan menantu mami? Aby gak melakukan apapun pada istri Aby... bahkan udah satu bulan kami ga ketemu..." jawab Aby jujur sekaligus bingung
" Kalau kamu ga ngelakuin apapun yang membuat Billa terluka...laku kenapa tiba-tiba dia ninggalin mami.... kenapa boy...? jawab mami.." tanya mami geram
" it means...? (Maksudnya...?) " Tanya Aby semakin bingung dengan jantung yang berdetak lebih kencang
" Salsabila pergi ...dia menitipkan ini untuk mami kamu " jawab tuan Lincoln seraya menyerahkan selembar kertas pada Aby, karena sang istri tidak menjawab pertanyaan putra mereka
Dengan penuh tanda tanya Aby meraih kertas yang sang ayah sodorkan padanya,ia langsung membuka dan membacanya berulang-ulang kali, hatinya tidak mempercayai surat tersebut, karena menurut para bodyguard yang menjaga apartemen nya Billa berada di dalam
" Siapa yang kasih ini ke mami?" tanya Aby pada sang papi seraya mengangkat kertas tersebut
" Mana sempat dia menghubungi istri pilihan kita Pi...dia punya pilihan sendiri,apa papi lupa kalau putra kita tidak menginginkan Billa dan pernikahan mereka..? mungkin lebih baik dia pergi daripada dia harus terluka jika terus menjadi menantu kita,dan mami sadar mami salah telah memaksa mereka untuk menikah " ucap nyonya Tamara tegas, membuat Aby langsung menggeleng kuat, sedangkan tuan Lincoln hanya diam
Greeep
Aby langsung memeluk sang mami erat,ia bisa melihat betapa sang mami kecewa karena kepergian sang menantu dan Aby bisa merasakan pundak sang mami yang bergetar karena menangis
" Mami tidak pernah salah mi.. walaupun awalnya Aby menolak pernikahan kami, tapi itu hanya saat awalnya saja dan Aby ga punya pilihan sendiri,Aby memang tidak pernah menghubungi Billa saat di Australia,itu karena Aby...Aby memang tidak memiliki nomor kontak Billa mi...maaf.." jawab Aby lirih seraya memeluk tubuh wanita yang sangat ia sayangi tersebut
" Kamu tidak perlu minta maaf.. cukup bawa putri mami kembali pada mami dan ceraikan dia, agar dia tidak terikat dan tetap menjadi Putri mami, mungkin kalian memang lebih pantas menjadi saudara seperti apa yang kamu katakan " jawab nyonya Tamara tegas, bagaimana pun beliau tidak mungkin mampu untuk marah pada putra semata wayangnya
Tapi dengan cepat Aby langsung menggelengkan kepalanya sebagai tanda ia menolak permintaan sang ibu
"Aby janji Aby akan bawa menantu mami kembali ke mansion ini,tapi Aby tidak akan pernah menceraikan istri Aby...maaf karena tidak akan pernah ada nona muda lain di mansion ini dan tidak akan ada menantu lain di kehidupan mami...serta tidak akan ada calon Ratu yang lainnya di kerajaan yang akan Aby pimpin, walaupun nantinya Aby akan membawanya hidup seperti mami yang terbebas dari kehidupan yang penuh dengan aturan tersebut " jawab Aby tegas
__ADS_1
" Kamu ga harus memaksakan diri untuk membahagiakan kami boy...jika memang kamu punya pilihan sendiri,maka bawalah dia kehadapan kami dan ceraikan Billa,benar seperti apa yang mami mu katakan,dari pada kalian sama-sama terluka, lebih baik pisah sekarang sebelum hubungan kalian terlanjur lebih rumit, bukankah kamu belum menyentuh nya kan?" jawab sang papi mendukung sang istri,mata beliau menelisik jawaban sang putra tentang pertanyaan yang beliau lontarkan
" Ga ada wanita lain Pi..mi.., saat baru-baru ia Aby masih menjalin hubungan dengan seseorang,itu karena pernikahan kami tiba-tiba dan ga mungkin Aby langsung mutusin hubungan dengan seseorang secara tiba-tiba, jangan pernah minta agar Aby menceraikan istri Aby Pi..mi.. karena sampai Aby matipun itu tidak akan pernah terjadi dan satu lagi.. Salsabila Aulia itu sudah menjadi istri Earl Abiyasa Alexander secara UTUH... Aby lah pemilik KEHORMATAN nya dan akan terus seperti itu, tidak akan ada pria lain yang berhak memiliki nya" jawab Aby tegas dan menekan kata bahwa Billa sudah menjadi miliknya, Aby langsung pergi meninggalkan kamar kedua orang tuanya, membuat tuan Lincoln tersenyum simpul,beliau sudah tau apa jawabannya
" Ternyata dugaan mu salah honey...putra mu sudah memiliki putri mu secara utuh,dia sudah mengambil haknya sebagai seorang suami pada istrinya, pantas saja dia terlihat begitu gelisah saat di Australia,ternyata dia mengingat tempat nya pulang " ucap tuan Lincoln pada sang istri
" Tapi Pi..apa yang membuat Billa memutuskan untuk pergi meninggalkan kita? jika mereka sudah menyatukan diri mereka, seharusnya dia mempertahankan suaminya bukan malah meng ikhlaskan suaminya untuk wanita lain dan mami khawatir bagaimana jika dia hamil Pi..?" ucap nyonya Tamara khawatir
Sedangkan di luar mansion Aby memasuki mobilnya dan melesat meninggalkan mansion menuju apartemen yang biasa Billa tinggali,tadi saat keluar dari kamar kedua orang tuanya Aby menuju kamar nya,saat membuka pintu ia langsung menghirup aroma lembut khas parfum sang istri, pikiran nya langsung terbayang tentang kejadian sekitar satu bulan yang lalu, kejadian saat ia menjadikan Billa sebagai istrinya seutuhnya, bahkan Aby masih mengingat tangisan dan desa-han Billa saat penyatuan mereka, membuat Aby langsung mengusap kasar wajahnya, mengingat mungkin ia telah sangat menyakiti wanita cantik tersebut
Dengan kecepatan diatas rata-rata akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Aby sendiri langsung berhenti tepat di depan lobby apartemen mewah tersebut,Aby melempar kunci mobilnya pada sang security agar memindahkan mobilnya, dengan langkah tergesa ia langsung menuju lift khusus untuk menuju pant house milik nya
Para pengawal yang berjaga di depan pintu masuk apartemen tersebut langsung menunduk hormat saat melihat sang tuan muda datang, tidak satupun dari mereka yang berani menyapa sang tuan muda setelah melihat wajah tegang Aby serta langkah nya yang jelas terlihat bahwa ia sedang terburu-buru dan tidak baik-baik saja, yang mereka yakini pasti akan terjadi keributan antara sang tuan muda dan nona muda mereka
Klik
Suara pintu terbuka setelah Aby menekan password pintunya,hal pertama yang tercium adalah aroma lembut khas sang istri, membuat Aby langsung memejamkan matanya menikmati aroma yang entah mengapa membuat Aby selalu merasakan ketenangan saat menghirup aroma khas Salsabila
Setelah merasa sedikit lebih tenang,Aby kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar Billa,kamar yang belum pernah ia masuki setelah pertama kali saat melakukan pemeriksaan tempat tersebut,mata Aby memindai kamar yang terlihat sangat rapi tapi tidak terlihat sang istri di kamar tersebut
"Billa...Bill... Salsabila..." panggil Aby seraya melangkah keluar dari kamar yang biasa Billa tempati selama mereka tinggal di tempat tersebut
Aby kembali melanjutkan langkahnya menuju ruang kerjanya tapi juga tidak tampak Billa disana,Aby juga turun ke dapur mencari Billa dan ke beberapa ruangan yang lain, tapi lagi-lagi ia ga melihat sang istri, terakhir kakinya menuju kamar miliknya, perlahan membuka pintu dan masuk ke dalam, berharap sang istri sedang berada di tempat tersebut,tapi lagi-lagi ia harus kecewa dengan kenyataan bahwa sang istri tidak berada di apartemen tersebut
Aby menyingkap tirai jendela kamar mewah miliknya,ia mengedarkan pandangannya melihat kamarnya yang tertata rapi dan terlihat jelas bahwa setiap sudut apartemen tersebut tidak menunjukkan adanya penghuni
Aby langsung menuju nakas disamping ranjang nya,ia langsung meraih sebuah map berwarna coklat yang terletak di atas nakas,juga sebuah amplop putih yang diyakini adalah sebuah surat,Aby membolak-balikkan map tersenyum dan membukanya, matanya membola saat melihat ternyata isinya adalah surat kepemilikan mobil dan apartemen yang di janjikan oleh para sahabatnya untuk pemenang taruhan yang mereka buat
Bukankah Aby sudah berpesan pada para sahabatnya untuk menyerahkan pada Billa agar menyimpan nya,mata Aby kembali melihat amplop putih yang di tangan nya, karena penasaran Aby langsung mengoyak map tersebut yang ternyata isinya adalah sepucuk surat dari Billa
__ADS_1