Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
19


__ADS_3

Sekitar 20 menit akhirnya tuan Lincoln dan nyonya Tamara tiba di rumah sakit, keduanya langsung menuju ruangan ICU dengan langkah tergesa dan dengan wajah yang sangat panik, mereka tidak perduli dengan tatapan orang-orang yang mengetahui siapa mereka,sang pemilik tempat tersebut


Keduanya langsung merubah wajah mereka agar terlihat lebih tenang saat melihat Billa yang sedang terduduk di kursi tunggu dengan kepala tertunduk ke bawah dan pundak nya bergetar, menunjukkan bahwa gadis cantik tersebut sedang menangis dan tidak baik-baik saja


nyonya Tamara dengan langkah pasti langsung mendekati Billa,duduk di sebelah nya seraya meraih tubuh mungil itu dan membawanya ke dalam pelukan nya


" Sayang..maaf ya kalo mami lama..,kamu kuat ya... semua nya pasti akan baik-baik saja" ucap nya lembut sambil mengelus kepala Billa yang tertutup hijab


" Insyaallah mi.." jawab Billa masih dalam dekapan hangat nyonya Tamara


Sedangkan di lobby rumah sakit kembali sedikit riuh karena kehadiran seorang pria tampan dengan wajah bak dewa dan tubuh nyaris sempurna dan menguarkan aroma parfum khas kalangan atas dengan merk yang pasti ternama dan limited edition


Banyak dari mereka yang tidak tau siapa pemuda tampan tersebut, hanya melihat ketampanan nya saja, orang-orang sudah kagum dan berfantasi liar karena tubuh atletis pria muda tersebut,entah apa jadinya jika mereka tau pemuda yang nyaris sempurna itu adalah sang pewaris tunggal keluarga Alexander,pemilik tahta kerajaan di negara xxxx dan berkuasa penuh atas negara tersebut dan penguasa tahta kerajaan bisnis di beberapa negara


Aby melangkah dengan pasti menuju dimana kedua orang tuanya berada, dan jangan lupakan keberadaan Salsabila,sigadis belia nan cantik yang akan menikah dengan nya, dari jarak yang tidak terlalu jauh ia bisa melihat sang mami yang sedang mendekap tubuh seorang wanita berhijab yang sedang menangis


Aby menghembuskan nafasnya berat dan kembali melanjutkan langkahnya mendekati ketiga orang tersebut,ia ingin sekali lagi berusaha pada kedua orang tuanya agar membatalkan rencana mereka


" Pi.. please..aku beneran belum siap pi,dia benar-benar bukan tipe aku" mohon nya dengan wajah memelas


" Ayo ikut papi masuk" bukan nya menjawab sang papi malah membawanya masuk ke ruangan tersebut, sampai di dalam ia bisa melihat tubuh lemah tak berdaya tuan Ahmad


" Tuan...saya rasa saatnya sudah tiba..saya mohon tolong jaga Putri saya..dia segalanya bagi saya..jika sudah waktunya tolong Carikan dia pendamping yang terbaik untuk nya" pinta tuan Ahmad dengan suara lirih


" Saya akan menjaga putri Anda.. karena dia akan menjadi menantu di keluarga Alexander,jadi anda tidak perlu khawatir" jawab tuan Lincoln jelas


" Maksud anda?" tanya tuan Ahmad sedikit bingung


" Sekarang juga saya ingin anda menikahkan putri anda dengan putra saya" jawab tuan Lincoln yakin


" Tapi Tuan... putri saya masih sangat muda dan juga masih sekolah, lagipula bagaimana mungkin putri saya menikah dengan putra anda? terlalu jauh perbedaan kasta kita tuan, anda tidak perlu melakukan itu..saya sudah mengatakan kejadian sebenarnya pada Billa dan dia tidak menyalahkan siapapun, baginya ini adalah ujian dari Allah dan dia akan berusaha untuk ikhlas" ucap tuan Ahmad tulus


" kami tidak pernah membedakan kasta seseorang, ketulusan hati dan kebaikan putri andalah yang membuat kami memutuskan semua ini,masalah sekolah anda tidak perlu khawatir, semua akan baik-baik saja.." jawab tuan Lincoln


" Boleh kah saya bicara empat mata dengan putra anda?" tanya tuan Ahmad dengan suara yang semakin terlihat lemah


" Oh tentu..silahkan " jawab tuan Lincoln, beliau memundurkan tubuhnya dan sedikit berbisik pada Aby" ingat boy.. jangan sampai kamu mengatakan kata-kata yang menyakiti perasaan nya" bisik tuan Lincoln dengan nada sedikit mengancam,Aby tidak menjawab ia hanya mengepalkan tangannya di kedua sisi tubuhnya


" Maaf jika keputusan tuan besar menyulitkan tuan muda, tapi tolong apapun yang terjadi kedepannya saya minta jangan pernah sakiti putri saya..dia satu-satunya harta berharga saya, belahan jiwa saya, jika nanti anda benar-benar tidak menginginkan nya.. TOLONG.. lepaskan dia dengan baik-baik,dia gadis yang sangat tegar dan ceria di hadapan orang, tapi hatinya sangat lemah dan rapuh..anda tidak perlu memaksakan diri untuk menerima nya sebagai pendamping hidup, cukup jadikan dia teman atau saudara mungkin..dia seorang wanita yang sangat asyik untuk dijadikan teman dan dia cukup mandiri,semoga dia tidak akan merepotkan Anda kedepannya " pinta tuan Ahmad pada Aby

__ADS_1


Sedangkan Aby tidak menjawab, ia hanya tersenyum tipis dan mengangguk, hatinya begitu penasaran seperti apa sosok putri dari pria yang kini tengah berada di hadapannya,mengapa seakan-akan pria tersebut sangat bangga pada putrinya dan sangat yakin bahwa putrinya tidak akan menyulitkan siapa pun


Setelah berbicara dengan dokter tentang keputusan mereka,Tuan Lincoln langsung memanggil max yang sudah membawa seorang penghulu serta Billa dan nyonya Tamara, semuanya sudah berada di dalam ruangan tersebut,max juga sudah memberikan kertas yang bertuliskan nama lengkap Billa dan sang ayah untuk Aby ucapkan saat ijab qobul


Billa sedikit bingung saat melihat Aby yang duduk di sisi tuan Ahmad, didampingi oleh seseorang yang Billa tidak tau siapa,serta beberapa dokter yang berdiri di dekat mereka, pernikahan tersebut memang sangat dirahasiakan dari publik, oleh karena itu hanya dokter kepercayaan yang dihadirkan sebagai saksi untuk pernikahan tersebut


Dan betapa terkejutnya lagi Billa saat ditanya tentang mahar apa yang ia inginkan


" Billa sayang apa mahar yang kamu inginkan dari calon suami kamu?" tanya nyonya Tamara pada Billa


" Mahar...? maksudnya apa ya mi? siapa yang akan menikah dan dengan siapa?" tanya Billa bingung


" Kalian yang akan menikah,kamu dengan Aby.. putra kami.. katakan saja apa mahar yang kamu inginkan?" jawab tuan Lincoln tegas namun masih dengan suara lembut


" Sa-saya...? de-dengan kakak itu..? maaf putra mami? tapi kenapa mendadak? bahkan kami tidak saling mengenal" jawab Billa heran, sedangkan Aby sangat geram sehingga mengepalkan tangannya di bawah,ia tidak menyangka jika Billa sudah tidak mengenalinya lagi, sedangkan mereka pernah berbicara serius dua tahun lalu


" Ia nak .. katakan, waktu kita tidak banyak" jawab nyonya Tamara dengan sangat lembut


" Maaf sebelumnya.. bukan nya saya tidak sopan dan tidak menghargai keputusan dari yang lebih tua,saya memang sudah tau tentang fakta yang terjadi pada ayah saya...jika papi dan mami melakukan ini untuk menebus semua nya..itu tidak perlu... karena demi Tuhan saya..sudah ikhlas.. dengan papi dan mami mau menjadikan saya putri angkat saja saya sudah sangat tersentuh dan bahagia,jadi pleaseee kalian tidak perlu melakukan ini semua, kakak itu juga punya masa depan dan pastinya ia ingin menikah sekali seumur hidup dengan wanita pilihan nya dan wanita yang ia cintai" ucap Billa


" Kamu tidak perlu ragu,ayah kamu sudah menyetujui semua ini,Ayo sebutkan mahar apa yang kamu inginkan?" tanya ulang nyonya Tamara


Billa langsung menatap wajah sang ayah dengan mata yang berkaca-kaca dan tubuh yang sedikit lemah, dengan bibir bergetar ia mencoba tetap tersenyum


" Kamu akan lebih baik bersama mereka nak,ayah yakin itu.. insyaallah, katakan saja apa mahar yang kamu inginkan? " jawab tuan Ahmad lirih


" Baiklah jika itu keputusan ayah,ayah lebih tau mana dan apa yang terbaik untuk Billa.. termasuk tentang mahar Billa, semuanya Billa serahkan kepada ayah" jawab Billa tegas


" Kalau gitu.. minta lah mahar sesuai dengan keihklasan mereka" jawab tuan Ahmad lirih dan Billa mengangguk setuju


Billa menolehkan kepalanya ke arah Aby dan kedua orang tuanya ,sejenak mata keduanya beradu membuat Billa langsung menunduk beberapa saat kemudian ia kembali mengangkat wajahnya


" Billa tidak menentukan nya,berilah apapun sesuai dengan ke ikhlaskan" jawab Billa lirih, jawaban nya membuat Aby dan keluarganya sangat terkejut, tapi nyonya Tamara tersenyum lembut,beliau sangat bahagia dan bangga dengan keputusan Billa


Max sang asisten pribadi keluarga Alexander langsung mengeluarkan sebuah kotak kecil yang berisikan sepasang cin-cin pernikahan yang sangat indah dan sederhana,itu semua adalah pesan dari nyonya Tamara


Setelah semua dirasa sudah siap,penghulu langsung membimbing Aby untuk berjabat tangan dengan tuan Ahmad wali dari Billa dan ijab qobul akhirnya dimulai dengan mengucapkan Basmalah dan selesai dengan lancar,suara lantang dan tegas Aby mengucapkan ijab qobul, kata-kata sakral yang akan merubah status nya dan Billa mulai detik itu juga


SAH SAH SAH

__ADS_1


Tiga kali terdengar seruan tersebut di dalam ruangan ICU rumah sakit keluarga Alexander, ruangan yang menjadi saksi bisu berlangsung nya ikatan suci antara dua insan asing yang belum saling mengenal, tapi sudah saling terikat satu sama lain dengan hubungan yang sakral


" Ayo pasangkan cincin pernikahan kalian,untuk istri cium tangan suaminya dan untuk suami cium kening istrinya, selebihnya nanti dilanjutkan di rumah ya" ucap penggulu tersebut sedikit bercanda


Mak dan yang lainnya tersenyum bahagia dengan pernikahan tersebut, tapi tidak dengan sang pasangan pengantin baru tersebut, tuan Ahmad langsung meraih tangan putrinya dan menatap nya dalam, seakan ingin mengukirkan wajah sang putri di dalam hati nya


" Nak ...putri ayah.. mulai dari sekarang kamu adalah tanggung jawab suami mu, kedepannya apapun yang ingin kamu lakukan harus dengan sepengetahuan nya, seizin nya,ingat jangan pernah kecewakan ayah...cukup patuhlah pada suami mu itu sudah menunjukkan bakti mu pada kedua orang tua mu,dan jangan lupakan kewajiban mu sebagai Umat Nya, Doa danRestu ayah bersamamu" ucap sang ayah dengan suara yang semakin terbata dan lirih, senyuman selalu ia sunggingkan


Billa tidak menjawab sepatah katapun,ia langsung mengangguk patuh di hadapan sang ayah,ia meraih dan mencium punggung tangan yang sudah terlihat lemah tersebut , Air matanya mengalir membasahi pipi mulusnya, sekuat tenaga ia tidak ingin menangis tapi pertahanan nya runtuh juga, dengan lembut dan berlahan tangan tuan Ahmad mengusap kepala sang putri yang masih terbungkus hijab tersebut


Billa sangat menikmati usapan tangan lembut sang ayah di puncak kepala nya, tangan yang selalu melindunginya, beberapa saat kemudian Billa merasakan tangan tersebut terdiam dan terjatuh tepat di samping wajah Billa, membuat seisi ruangan langsung panik saat melihat alat detak jantungnya sudah menunjukkan garis lurus


Tiiiiiiiiiittttttt


Suara itu membuat semua tersadar dan sang dokter langsung melakukan tindakan pemeriksaan,sesaat setelah nya akhirnya dokter mengatakan bahwa tuan Ahmad sudah pergi untuk selamanya


Innalilahi wa innailaihi Raji'un


Kata-kata itulah yang membuat Billa tersadar bahwa sang ayah telah pergi untuk selamanya, Billa merasa dunianya seakan berhenti bersama dengan nafasnya, otot nya terasa lemah tak berdaya,ia mencium dan memeluk sang ayah dengan tubuh bergetar,tak satupun kata terucap dari bibir indah nya,hanya Air matanya yang menunjukkan bahwa dirinya sedang tidak baik-baik saja


Nyonya Tamara yang melihat itu semua langsung memeluk Billa dan mengajaknya duduk, karena para tim medis akan melakukan tindakan seperti biasanya


" Sabar sayang...mami yakin kamu kuat nak, kamu tidak sendiri ada mami,ada papi dan ingat ada suami kamu juga" ucap nyonya Tamara lembut seraya mengusap punggung nya


Billa terus terisak dalam dekapan hangat nyonya Tamara, satu katapun tidak keluar dari mulut nya, ia seakan kehilangan arah dan tujuan hidupnya, yang ia pikirkan apa yang harus ia lakukan setelah ini dengan kesendirian nya,ia bahkan lupa dengan statusnya yang kini telah menikah, menjadi istri seorang Earl Abiyasa Alexander


" Insyaallah Billa akan baik-baik saja mi" ucap Billa lirih, kepala nya terasa berat dan pandangan nya semakin terasa menggelap


Bruk


" Sayang...ya Tuhan" ucap nyonya Tamara sangat terkejut saat melihat Billa pingsan sehingga terlepas dari pelukannya dan terjatuh ke lantai


" Boy... angkat istri kamu" ucap nyonya Tamara dengan sangat paniknya,Abi tidak menjawab ia langsung mengangkat tubuh ramping Billa dan menidurkan nya dan salah satu bankar kosong di ruangan tersebut, salah satu dokter langsung menangani gadis cantik itu


DEG


Tiba-tiba jantung nya berdetak kencang saat ia meletakkan Billa membuat wajah keduanya sangat dekat dan ia mencium aroma lembut bunga lili di tubuh Billa, seakan membangkitkan sesuatu dalam tubuhnya, dengan cepat Aby menyadarkan dirinya kembali


" Sayang.. Billa.. bangun nak" ucap nyonya Tamara seraya mengecup kening Billa dan mengusap lembut kepala serta wajah cantik Billa, sedangkan Aby memandangi intens wajah cantik sang istri

__ADS_1


* Ya Tuhan Pi ...mi.. apakah ini nyata? gue nikah sama anak sekolah, lihatlah bagaimana bisa dia ngurusin gue? kalau dirinya aja masih diurus oleh orang lain dan apa kata mereka kalau tau gue nikah sama dia* batin Aby yang merasa kini hidupnya akan sangat kacau


Aby lebih memikirkan bagaimana dengan reaksi para teman dan sahabatnya saat tau dia menikah terlebih dengan Billa, gadis cantik yang mereka jadikan taruhan dan sampai saat ini masih belum usai setelah tiga tahun berlalu,ia sama sekali tidak memikirkan bagaimana reaksi sesil wanita cantik nan seksi yang kini berstatus sebagai kekasihnya


__ADS_2