
Billa baru saja selesai mengisi cookies kesukaan sang mertua ke beberapa wadah dan melampirkan selembar surat untuk nyonya Tamara, rencananya akan ia kirim melalui ojek online, ia tau sang mertua akan tiba di Jakarta besok, asisten sang ayah mertuanya yang memberitahukan kabar tersebut
Setelah memastikan semua nya sudah beres,Billa langsung menuju kamar nya untuk mempersiapkan dirinya, beberapa barang kepentingan pribadi miliknya sudah ia kemas dalam koper miliknya,ia memang sudah menyiapkan semuanya malam tadi sebelum ia tidur
Billa memakai One set simple,hijab sederhana dan tas sandang miliknya,ia tinggal menunggu taksi pesanan nya datang menjemput dan mengantar nya ke Bandara,tak lupa ia kembali memeriksa segala persyaratan yang harus ia siapkan untuk perjalanan ke negara yang akan ia tuju, untuk persyaratan yang kampus ajukan semuanya sudah lengkap dari sekolah,Billa tinggal menemui. pihak terkait saat tiba di negara tersebut nantinya
Paris....negara yang terkenal dengan negara romantis tersebut lah menjadi tujuan nya untuk melanjutkan pendidikan nya di bidang fashion,negara yang memang diakui dunia adalah negara yang banyak melahirkan generasi fashion terbaik, bukan tanpa alasan Billa memilih negara tersebut,ia ingin menjadi seorang pengusaha muda yang bisa menyediakan lowongan pekerjaan untuk para pengangguran
📱-" Assalamualaikum... kalian udah pada siap?" tanya Billa pada kedua sahabatnya melalui telepon
📱-" Waalaikum salam...udah kok bill,ni lagi nunggu bokap ma nyokap siap-siap,Lo udah siap? Lo jadi di jemput kak Dave atau mau kita yang jemput? kita berangkat bareng " jawab Mona seraya
📱-" Atau mau bareng gue?" tanya Kiki, ketiganya melakukan panggilan melalui grup
📱-" Aku di jemput kak Dave, mungkin bentar lagi nyampe,barusan telfon katanya udah di jalan " jawab Billa apa adanya,ya Dave memang meminta agar dia yang mengantar Billa,ia tidak mengatakan kebenaran bahwa ia adalah adik Haikal sahabat dari Abrar
📱-" Oh ok...ia deh yang perpisahan..." ledek Mona, sedangkan Kiki tampak tersenyum tipis, hatinya sedih karena cinta nya tak terbalas oleh Dave
📱-" Apaan sih..eh udah ya...itu orangnya udah datang.. Assalamualaikum " ucap Billa pada kedua sahabatnya dan langsung mengakhiri panggilan mereka, karena ia sudah mendengar suara klakson mobil di halaman rumah nya
Billa langsung keluar dari kamar nya, begitu pula dengan buk Susi yang sejak tadi menunggu di kursi ruang tamu, walaupun beliau tidak ikut ke bandara, tapi beliau tidak ingin melewatkan untuk melihat keberangkatan Billa, gadis yang sudah beliua anggap sebagai putri beliau, yang entah kapan mereka akan kembali bertemu, yang pasti tidak dalam waktu dekat, karena Billa sudah berkata bahwa ia akan kembali setelah pendidikan nya selesai
"Assalamualaikum.. ucap Dave tepat di depan pintu rumah Billa
" Waalaikum salam.. kirain kakak ga jadi datang " jawab Billa
" Jadi dong.. gimana..udah siap? mau langsung berangkat?"tanya Dave yang tetap berusaha untuk terlihat ceria, walaupun dalam hati ia akan merasa kehilangan
" Kita langsung berangkat aja kak.. kebetulan Mona sama Kiki juga udah mau berangkat tadi katanya " jawab Billa
" Ok... kalau gitu ayo..buk..kami izin ya... ibuk ga ikut nganterin?" tanya Dave
" Ia den.. hati-hati di jalan ya..ibuk ga ikut..takut ga kuat liat nak Billa berangkat..malu kalau nangis di depan orang.." jawab buk Susi jujur
" Ibuk bisa aja,Billa pergi ya buk.. ingat ibuk tetap tinggal di sini, anggap ini rumah ibuk dan jangan lupa tolong sesekali jenguk makam nenek, ayah dan ibu Billa ya buk" ucap Billa haru
" insyaallah ibuk akan selalu tunggu kamu di rumah ini nak, dan ibu juga akan jenguk makam keluarga kamu, jadi kamu ga perlu terlalu memikirkan hal itu, fokus aja sama belajar nya ya" jawab buk Susi menyemangati Billa
" Ia buk terimakasih banyak...maaf merepotkan.. cuma ibuk yang Billa punya untuk saat ini buk" jawab Billa dengan mata berkaca-kaca
Dan di jawab dengan anggukan kepala oleh buk Susi, beliau ga bisa berkata-kata melihat Billa yang sudah menitikkan air matanya, walaupun Billa bukan siapa-siapa wanita paruh baya tersebut,tapi kebaikan Billa membuat buk Susi merasakan memiliki seorang anak perempuan
" Assalamualaikum " ucap Billa setelah mengurai pelukan hangat buk Susi
"Waalaikum salam.." jawab buk Susi
__ADS_1
Ketiga nya melangkah menuju mobil Dave yang terparkir di depan pagar rumah Billa, setelah memasukkan koper Billa kedalam bagasi mobil,Dave dan Billa langsung memasuki mobil dan segera meninggalkan rumah Billa,buk Susi melambaikan tangannya mengiringi kepergian Billa dan dibalas dengan senyuman serta lambaian tangan oleh Billa
Billa mengusap air matanya yang masih mengalir membasahi pipinya,ia sedih bukan semata-mata karena meninggalkan buk Susi dan negaranya,ia sedih mengingat beberapa masalah nya bahkan ada yang belum selesai, terutama tentang hubungan nya dengan Aby
Seandainya bisa ia mengundurkan keberangkatan nya maka ia akan menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu, ia ga mau seperti seorang pengecut yang seakan lari dari masalah,tapi is bisa apa? semua sudah di putuskan oleh pihak sekolah untuk keberangkatan mereka para peserta beasiswa yang mengambilnya keluar Indonesia
45 menit perjalanan dari rumah Billa ke bandara, dikarenakan keadaan sedikit macet membuat mereka cukup lama di perjalanan,tapi Billa masih memiliki lumayan cukup waktu dan tidak terburu-buru, karena memang mereka sudah memperkirakan dengan kejadian itu
Billa langsung melakukan Boarding pass dan menunjukkan segala sesuatunya, setelah nya ia kembali ke kursi tunggu untuk menunggu jadwal penerbangan nya dan kedua sahabatnya juga melakukan hal yang sama, keluarga mereka juga masih menunggu keberangkatan mereka
Dave melihat pergelangan tangannya yang terdapat jam mahal miliknya,ia melihat masih sekitar satu jam lagi waktu keberangkatan Billa, sehingga membuat ia memutuskan untuk berbicara sesuatu yang penting dengan Billa
" Bill bisa kita bicara sebentar?" tanya Dave sedikit ragu
" Boleh.. dimana?" tanya Billa yang memang sudah paham, karena sejak di mobil tadi Dave memang sudah menunjukkan seperti ada yang ingin ia bicarakan dengan Billa
" Di coffee shop itu... sekalian Lo temenin gue ngopi yang terakhir kalinya, karena pasti lama kita baru ketemu lagi" jawab Dave beralasan
" Oh Ok.." jawab Billa setuju dengan usulan Dave
Keduanya melangkah menuju tempat yang Dave tentukan setelah meminta izin pada kedua sahabat mereka dan keluarga mereka juga pastinya, terlebih keluarga Mona dan Kiki mengira Billa dan Dave memiliki hubungan khusus
" Mau pesan apa?" tanya Dave pada Billa setelah mereka duduk dan dihampiri oleh salah satu pramusaji
" Coffee latte" jawab Billa singkat
Setelah kepergian sang pramusaji Dave diam sesaat,ia memandang wajah cantik Billa yang sedang menatap layar ponselnya
" Bill... sebelum nya gue minta maaf" ucap Dave lirih
" Untuk?" tanya Billa terlihat bingung dengan permintaan maaf Dave yang terkesan aneh
" Sebenarnya... tentang yang temen-temen gue kasih ke Lo beberapa hari yang lalu di apartemen Aby...itu..." ucap Dave terhenti karena Billa langsung mengisyaratkan untuk Dave diam
" Aku tau itu untuk apa dan isinya apa...dan ga perlu di bahas lagi" ucap Billa lembut seraya tersenyum tipis
" Tapi bill..gue ga mau Lo salah sangka ke gue,ya gue emang juga salah karena ga bilang ke Lo,tapi...." ucapan Dave kembali terpotong
" Hussst...Udah.. I'm fine... okay.. please jangan ungkit lagi masalah itu..aku tau dan ngerti siapa aku..." jawab Billa sendu dengan senyuman miris
" Tapi bill... perjanjian itu udah dari...."
" Dari empat tahun yang lalu...? aku tau..." jawab Billa singkat, membuat Dave tersentak kaget
" Kakak tau apa alasan aku menghindar dari kalian semua? salah satunya itu...dan yang lainnya karena banyaknya perbedaan antara aku dan kalian..maaf" ucap Billa lirih
" Trus hubungan Lo sama Aby...? boleh gue tau?" tanya Dave ragu
__ADS_1
" Kakak mau tau hubungan aku dengan kak Aby..?" tanya Billa dan langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh Dave
" Kalau kakak mau tau, kakak tanya aja langsung sama orangnya,aku ga ada hak untuk jawab tentang hubungan kami.. seperti apa atau bagaimana, tapi tolong jangan pernah kasih tau sama siapapun tentang keberangkatan ku ini,aku percaya kakak bisa jaga rahasia" jawab Billa dengan wajah memohon
" Kenapa...? kenapa harus tanya ke Aby? kenapa ngak Lo aja yang jawab? dan kalau Lo udah tau masalah itu dari empat tahun yang lalu kenapa Lo mau sama dia? dan wajah Lo nunjukin kalau Lo itu ga sedang baik-baik aja dan gue bisa liat kesakitan dihati Lo hari itu" jawab Dave menjelaskan
" Kakak ga salah ...aku tau dua Minggu sebelum kelulusan kak Aby, masalah aku mau sama dia....maaf aku ga bisa jawab,cuma dia yang bisa kasih jawaban kenapa aku ada di apartemen itu...dan aku akan lupakan bahwa aku pernah berada di tempat tersebut dan mengenal kalian" jawab Billa final
" Okay gue ga maksa Lo dan gue pasti akan tanya ke Aby langsung " jawab Dave serius,Billa hanya mengangguk
" Thanks..." jawab Billa singkat
" Your welcome " jawab Dave, keduanya menghabiskan minuman mereka dan meninggalkan coffee shop tersebut,di perjalanan menuju kursi tunggu,Billa menghentikan langkahnya membuat Dave melakukan hal yang sama
" Kenapa?" tanya Dave bingung
" Kakak beneran ga ngerasa sesuatu untuk Kiki?" tanya Billa serius
" Maksud nya?" tanya Dave ga paham
" Kakak ga bisa liat tatapan Kiki yang berharap kakak tau akan perasaan nya? dia ada hati untuk kakak, tapi dia takut kakak akan menghindari nya dan berujung ga baik ke persahabatan kalian" jawab Billa jujur
" Lo becanda?" tanya Dave, membuat Billa langsung menggeleng dengan tersenyum
" Ga ada kata becanda untuk urusan hati.. tapi mungkin itu bisa terjadi untuk orang-orang seperti kalian...tapi coba kakak sedikit aja respect dengan Kiki, pasti Kaka akan sadar bahwa ada seseorang yang sedang mengharapkan balasan rasanya untuk kakak" jawab Billa sopan
" Ga semua nya seperti itu bill dan gue tau Aby pasti juga terpaksa Nerima taruhan itu, mereka semua terlanjur gengsi untuk mundur dari ide gila saat pertama kali kami liat Lo empat tahun lalu " jawab Dave jujur
" Dan berakhir dengan aku yang di anggap seperti wanita yang ga memiliki hati dan perasaan, yang terpaksa harus ikhlas saat harus kehilangan sesuatu yang aku jaga selama hampir delapan belas tahun.... sakit kak...itu yang aku rasakan " ungkap Billa yang sudah menitikkan air matanya
" Maaf..." hanya itu yang Dave ucap kan
" Sorry...aku harus segera berangkat...salam untuk mereka semua, semoga kalian semua sukses dan bahagia, serta mendapatkan wanita terbaik untuk pendamping hidup kalian dan semoga aku wanita terakhir yang dijadikan sebagai taruhan.. tapi it's okay.. apapun yang terjadi antara aku dan kak Aby..itu ga perlu kalian pikirkan, karena itu bukan suatu yang fatal atau perbuatan Dosa" ucap Billa lembut seraya tersenyum menatap wajah Dave
" Ok..Lo hati-hati ya, jangan lupa kabari gue dan untuk pembicaraan kita tentang Kiki... sorry gue belum bisa, karena sejatinya hati gue ada orang lain.. dan orang itu Lo.." jawab Dave serius, membuat Billa langsung tersenyum
" Bercanda kakak emang lucu ya.. assalamualaikum " jawab Billa singkat
" Gue gak pernah becanda untuk urusan hati,tapi Lo ga perlu mikir tentang itu, karena gue tau Lo pasti nolak gue,secara kak Abrar aja Lo tolak apalagi gue " jawab Dave to the point
" Dari mana kakak kenal kak Abrar?" tanya Billa terkejut
" Haikal sahabat Abrar itu kakak kandung gue dan gue tau setelah kepulangan mereka dari luar negeri sebulan yang lalu " jawab Dave apa adanya
Billa tidak menjawab lagi,ia hanya tersenyum tipis mendengar penjelasan dari Dave,dan Billa juga ga berniat untuk menjelaskan apapun tentang hubungannya dengan Abrar,juga tentang hubungannya dengan Aby,biar Aby atau mungkin waktu yang akan menjawab semuanya,Billa langsung melangkah meninggalkan Dave menuju jalur penerbangan nya, sedangkan Mona dan Kiki masih harus menunggu setengah jam lagi baru berangkat
Dave melihat kepergian Billa, hatinya sendu dan dipenuhi tanda tanya, jawaban yang Billa ucapkan ibarat sebuah teka-teki yang harus ia pecahkan, sekilas Dave menatap Kiki dan mona,ia mengucapkan selamat jalan untuk kedua wanita cantik tersebut dan dapat Dave lihat wajah sendu Kiki saat menatap nya, Dave hanya berdoa semoga Kiki mendapatkan pria yang baik atau mungkin suatu hari hatinya akan terpaut pada gadis cantik tersebut dan Dave berharap semoga ia tidak terlambat saat hatinya memilih kiki
__ADS_1