Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
10


__ADS_3

Hari ini adalah hari ke tiga nenek Soimah dirawat di RS,dua hari yang lalu kedua orang tua Abrar juga menjenguk ke rumah sakit,tuan Ahmad memutuskan untuk libur berjualan, karena merasa kasihan pada sang putri jika harus menjaga nenek nya sendiri


Sejak pagi sampai sore Salsabila akan menemani nenek nya, karena tuan Ahmad harus menjalankan tugas nya sebagai tukang kebun di sekolah dan dilanjutkan dirumah sakit tersebut saat siang sampai sore, Salsabila akan pulang setelah sang ayah datang untuk menggantikan dirinya, pertemanan nya dengan Kenan juga semakin dekat, keduanya sudah saling bertukar no ponsel, Salsabila merasa seperti memiliki seorang kakak laki-laki


Kenan yang merupakan anak tunggal juga sangat bahagia mengenal Salsabila yang menurutnya sosok gadis yang sangat sopan, lemah lembut dan sangat cantik,ia mengangumi Salsabila sejak pertama melihat gadis cantik tersebut, terlebih Salsabila memakai hijab,entah mengapa menurutnya Salsabila itu berbeda dengan gadis - gadis modern yang ia kenal


Sore ini Salsabila pulang ke rumah lebih cepat, karena sang ayah tidak terlalu banyak pekerjaan dan cepat datang ke RS untuk menggantikan dirinya, Salsabila berjalan pelan menyusuri trotoar jalan,ia selalu bersemangat bila jalan di waktu sore atau pagi, karena ia bisa melihat keramaian jalanan yang terlihat berbagai jenis kendaraan berlalu lalang, jarak rumah yang tidak terlalu jauh dari rumah sakit membuat ia memutuskan untuk jalan kaki


Saat sedang asyik menikmati perjalanan nya yang sudah memasuki kawasan yang tidak terlalu ramai, tiba-tiba dari arah depan nya terdengar suara tabrakan yang sangat keras, Salsabila melihat dengan jelas sebuah motor sport bertabrakan dengan sebuah mobil box pengantar makanan, untung saja mobil tersebut sigap menghentikan laju mobilnya sehingga hanya pengendara motor sport tersebut yang menabrak cap depan mobil tersebut


Braaaaakkkkk


Kejadian tersebut membuat sang pengendara motor terjatuh ke arah trotoar karena ia juga terlihat ingin menghindari mobil tersebut,diduga pengendara motor tersebut mabuk atau mengantuk


Karena jalanan tampak sepi membuat Salsabila langsung berlari menuju tempat kejadian,ia dengan sangat khawatir menghampiri pengendara motor yang terlihat sangat kesakitan karena sebelah kakinya tertimpa body motor miliknya


" Astaghfirullah...ya Allah...anda masih bisa bangun atau mungkin butuh bantuan? maaf saya tidak bisa membantu Anda menyingkirkan motor anda,ini terlalu berat" ucap Salsabila tulus dengan wajah panik dan suara bergetar


Sang pengendara motor tidak menjawab atau membuka helm full face nya,ia hanya menggeleng pelan, matanya menatap wajah wanita yang berada tepat di hadapannya,satu kata yang keluar dari dalam benaknya " cantik" dan seterusnya ia langsung merasa gelap dan tak sadarkan diri


Melihat itu Salsabila langsung panik, beruntung saat ia sedang panik beberapa orang datang untuk menolong dan membantu memanggil taksi untuk mengantarkan orang tersebut ke rumah sakit, mereka yang mengira Salsabila adalah teman dari pengendara motor tersebut akhirnya meminta agar ia yang menemani ke rumah sakit


Saat taksi sudah datang dengan sedikit terpaksa dan ragu akhirnya Salsabila memasuki taksi dan merelakan pahanya dijadikan sebagai alas kepala korban kecelakaan tersebut


Tak butuh waktu lama akhirnya mereka tiba di rumah sakit yang sama dengan rumah sakit tempat nenek nya Salsabila dirawat,sampai di IGD para tim medis langsung menangani pasien setelah membuka helm yang ia pakai, mereka menyerahkan handphone korban tersebut pada Salsabila dan ia menunggu di kursi tunggu didepan unit gawat darurat


Derrrrt derrrt


Tiba-tiba handphone di tangan Salsabila bergetar, Salsabila menatap handphone yang ia yakini keluaran terbaru dengan merek terkenal dan dipastikan dengan harga yang fantastis,ia ragu untuk mengangkatnya, sampai berulang kali handphone itu berdering dengan nama yang berbeda - beda


Akhirnya saat handphone tersebut kembali berdering dengan nama Zidan yang Salsabila yakin adalah salah satu teman atau mungkin keluarga nya, dengan tangan sedikit bergetar dan jantung berdebar Salsabila mencoba mengangkat panggilan tersebut walaupun sedikit ragu


📱- " Heh bro Lo dimana sih lama banget? merangkak Lo ya? anak-anak udah pada nungguin nih" ucap seseorang dari sebrang


📱-" Ha-halo..." ucap Salsabila gugup


📱-" wih..gila ni bocah masih sore juga udah sibuk sama konde Lo, udah ga tahan nunggu malem kayak nya" cerocos orang di sebrang


📱-" ma- maaf tuan..apa anda kenal dengan pemilik ponsel ini? pemilik nya mengalami kecelakaan dan sekarang sedang dirumah sakit Alexander Medika, bisakah anda tolong hubungi keluarganya?" tanya Salsabila sopan dengan suara lembut


📱-"Oh i- ia pasti bisa,saya akan menghubungi asisten keluarga nya dan tolong anda tetap disitu" ucap Zidan pada Salsabila


Sekitar 15 menit tampak seorang pria paruh baya berpakaian formal lengkap dengan jas nya datang dengan langkah tergesa, dan tampak para petugas rumah sakit tersebut menunduk hormat, Salsabila diam tanpa kata


Dan saat bersamaan seorang dokter keluar dari ruangan unit gawat darurat


" Keluarga pasien kecelakaan?" tanya dokter tersebut


" Saya dokter... bagaimana keadaannya" jawab Salsabila dan pria paruh baya tersebut secara bersamaan, sedangkan dokter tersebut langsung menunduk hormat saat melihat siapa pria paruh baya tersebut

__ADS_1


" Tuan max... apakah anda keluarga pasien?" tanya dokter tersebut yang tidak mengetahui bahwa pasien nya adalah putra tunggal dari pemilik rumah sakit tersebut,itu karena keluarga Alexander belum pernah mempublikasikan identitas putranya


" Benar dok.. bagaimana keadaan tuan muda?" tanya max lagi


" Oh..tuan muda baik dan sudah siuman,tidak ada cidera yang serius, karena tuan muda juga menggunakan helm standar jadi hanya sedikit lecet-lecet saja dan setelah dibersihkan boleh langsung dibawa pulang" jelas dokter tersebut


" lakukan yang terbaik dan tolong rahasiakan identitas nya" jawab max tegas


" Baik tuan " jawab dokter tersebut


Sedangkan Salsabila hanya bisa diam mendengarkan pembicaraan kedua orang dewasa tersebut,ia merasa lega karena pasien tidak luka serius dan juga keluarga nya sudah datang, sedangkan max terlihat sedang berbicara serius dengan seseorang di balik telfon,ia masih belum menyadari keberadaan Salsabila di tempat tersebut


"Maaf tuan... apakah anda keluarga pemilik handphone ini?" tanya Salsabila sopan seraya menunjukkan benda pipih yang ia pegang


" Oh ia..maaf saya melupakan keberadaan nona... apakah nona yang menolong dan membawa tuan muda saya ke sini ?" tanya max


" Bukan hanya saya yang menolong,ada beberapa orang lainnya tapi karena mereka tidak bisa mengantarkan kerumah sakit maka dari itu saya yang mengantarkan kesini" jawab Salsabila sopan


" Terimakasih banyak nona.. boleh saya tau nama anda?" tanya max


" Ia sama- sama tuan..saya Salsa..oh ia ini handphone nya, tadi dokter yang menyerahkan pada saya" ucap Salsabila seraya menyerahkan handphone mahal tersebut


" Oh ia.. sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas pertolongan nya,ini untuk nona,maaf tidak bermaksud apapun ini hanya untuk ongkos nona pulang " ucap max sopan seraya menyerahkan beberapa lembar uang seratus ribuan ke tangan Salsabila


" Oh tidak perlu tuan,saya ikhlas kok nolong nya dan kebetulan tadi saya juga mau jenguk nenek di rumah sakit ini,rumah saya juga tidak jauh kok dari sini, ya sudah tuan saya permisi ya.. Assalamualaikum " ucap Salsabila sopan


" Oh tidak perlu tuan, sampaikan salam saya saja dan semoga cepat sembuh..permisi" ucap Salsabila sambil kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan max


Max hanya bisa mengangguk dan tersenyum lembut melihat kepergian gadis cantik tersebut, ia mengagumi sosok Salsabila yang tidak hanya cantik parasnya tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan berpakaian yang sangat sopan


*andai saja ia mau rasanya aku ingin menjadikan nya menantu, tapi sayang aku bahkan lupa bertanya dimana alamat nya*


Batin max,..max memiliki dua orang putra yang berusia 20 tahun dan 16 tahun, kedua putranya menempuh pendidikan di yayasan milik keluarga Alexander


Salsabila kembali melanjutkan niat awalnya untuk pulang ke rumah, karena sudah sangat sore dan hampir menjelang waktu Maghrib, akhirnya Salsabila memilih memesan ojek online agar ia tidak Maghrib dijalan


Sedangkan max ia langsung masuk ke ruang dimana tuan mudanya sedang menjalani serangkaian perawatan untuk luka lecet pada tubuh nya


" Anda sudah lebih baik tuan muda?" tanya max terlihat khawatir


" Gue baik paman..dari mana paman tau gue disini?" tanya Earl pada max, ya pemuda yang kecelakaan tersebut adalah si tampan Earl Abiyasa Alexander,putra tunggal keluarga Lincoln Alexander dan nyonya Tamara Alexander


" Tuan Zidan yang hubungi saya.. katanya seseorang mengangkat telfonnya di handphone anda dan mengatakan bahwa anda mengalami kecelakaan,ini handphone anda" jawab max menceritakan


" Trus kemana sekarang wanita itu?" tanya Earl


" Nona salsa sudah pulang tuan,saya memberinya imbalan tapi ia menolaknya dan berkata ia ikhlas memberikan pertolongan,dia juga titip salam untuk tuan, katanya semoga cepat sembuh " ucap max pada Earl


Sedangkan Earl hanya mengangguk tanpa menjawab apapun, pikirannya sedang berkelana mengingat wajah Salsabila yang ia ingat bahwa gadis tersebut adalah gadis yang ia dan teman-temannya jadikan taruhan

__ADS_1


*Gue yakin gue ga salah liat,tuh cewek beneran sicewek nasi goreng, tapi kenapa udah beberapa hari ini dia ga jualan ya,bukannya Erick bilang udah pulang ke kampung nya*


Batin Earl mengingat bahwa gadis yang bernama salsa adalah gadis yang sama bahkan namanya juga sama, saat sedang asyik dengan dengan lamunannya ruangan tersebut dihebohkan dengan kedatangan ketiga sahabat nya yang langsung nyelonong masuk tanpa bisa di cegah oleh para dokter karena mereka tau siapa para anak muda tersebut yang tak lain ialah para anak pengusaha dan pejabat tinggi negara ini


"Bro ...Lo ga pa pa kan..? gue kaget banget tau pas denger Lo kecelakaan dari orang yang angkat telfon gue di handphone Lo" cerocos Zidan saat berada di hadapan Earl


" Ia kita juga shock banget tau gak.. gimana ceritanya coba Lo bisa kecelakaan?" tanya kedua sahabatnya lagi


" Berisik " jawab Earl singkat membuat ketiga sahabat nya menggeram kesal


" Setan nih bocah.. orang khawatir dia malah bilang berisik" ucap Zidan geram


" Minggir mau pulang gue..Om urus motor gue" ucap Earl pada sahabat dan asisten pribadi keluarga nya


" Baik tuan muda..saya akan telfon supir buat jemput tuan muda" jawab max


" Nga perlu Om,gue pulang bareng mereka aja" jawab Earl singkat


Ketiga sahabatnya dibuat melongo dengan tingkah arogan Earl, mereka langsung mengikutinya dari belakang menuju parkiran,Earl langsung menuju mobil Zidan diikuti yang lain nya menuju ke mobil mereka


Zidan melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit, Earl menyandarkan kepalanya yang masih terasa sedikit pusing di sandaran mobil dan memejamkan matanya,ia sedikit memijat pelipisnya


" Lo Ok..?" tanya Zidan


" Heeem" jawab Earl singkat


" Tapi cewek yang tadi ngangkat telfon gue kemana?" tanya Zidan


" Pulang" jawab Earl


" Lo sempat ketemu gak? gue penasaran banget deh gimana orang nya, suaranya terdengar lembut banget dan gue yakin masih muda juga" ucap Zidan


" Gak" jawab Earl


" Oh.. padahal gue penasaran banget" ulang Zidan lagi


" Dia cewek taruhan Erick,anak penjual nasi goreng didekat tongkrongan geng Erick" jawab Earl


" kok Lo tau? Tadi Lo bilang ga ketemu" tanya Zidan


" Gue liat pas ditempat kejadian sebelum gue pingsan, dan tadi Om max bilang namanya salsa" jawab Earl


" Oh..dan dia tau tadi itu Lo?" tanya lagi Zidan


" Kayaknya gak sih,kata om Zidan pas ditawari buat ketemu gue sebelum dia pulang dia ga mau dan cuma nitip salam doang" jawab Earl


" Emang unik tuh cewek ya,gue yakin pasti tuh cewek ada sesuatu makanya selalu menghindar sama laki-laki" ucap Zidan pada Earl yang dibalas hanya dengan menggidikkan bahunya


Mereka melanjutkan perjalanan menuju kediaman keluarga Alexander, Earl jarang pulang ke apartemennya karena mami nya akan sangat marah jika tau ia jarang pulang ke rumah utama, walaupun saat ini kedua orang tuanya sedang berada di luar negeri tapi tadi sang asisten sudah mengatakan bahwa maminya akan tiba di Jakarta malam ini

__ADS_1


__ADS_2