Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
07


__ADS_3

" wah ... salah sasaran nih kayaknya, atau....tipe jual mahal? seinget gue ni ya belum ada cewek yang bisa nolak kita...apalagi sang ketua..jadi makin penasaran gue" ucap Amar dan disetujui oleh Jo


Yang lain sibuk dengan perbincangan mereka yang masih mengagumi paras cantik yang menjadi pemandangan indah untuk mereka malam ini,berbeda dengan Erick,ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan benda pipih persegi idaman seribu umat


" Dimana Lo..? gue punya taruhan menarik untuk bos lo.. gue tunggu di tempat biasa" ucap Erick pada seseorang dibalik telfonnya, matanya terus menatap ke arah dimana Salsabila terlihat tengah asyik membantu ayahnya


" Mau taruhan apa Lo? apa bayaran nya?" tanya Dave terdengar serius,ia merasa Erick punya rencana sesuatu dan akan melibatkan gadis cantik yang sedang hangat dibicarakan oleh para teman-teman mereka, dan entah mengapa Dave seperti merasa tidak setuju jika itu benar terjadi


Erick melirik Dave sekilas,dan ia kembali menatap ke arah gerobak nasi goreng seraya tersenyum simpul


" Gue mau ngajak Bos mereka Taruhan buat dapetin tuh cewek..dan taruhannya motor terbaru gue" jawab Erick serius dengan wajah dingin nya


" Lo gila... emang ga ada lain apa yang bisa Lo jadiin taruhan? selain tu cewek? dan lo ga liat jelas- jelas tu cewek berhijab...ga cocok Lo jadiin taruhan " protes Dave


" Justru itu gue makin penasaran,sekuat apa tuh cewek sama godaan, cewek manasih yang ga tertarik dengan uang? apalagi untuk orang seperti mereka, ini tantangan baru dan pastinya seru..Lo kalau mau ikutan boleh " jawab Erick serius


" Gue ga ikutan,gue masih takut sama yang namanya karma dan gue ingetin... jangan pernah nyesel belakangan, karena penyesalan itu datangnya belakangan.." jawab Dave bijak


" Ya iyalah..kalau datang nya di awal itu mah namanya PENDAFTARAN " jawab mereka kocak,Dave hanya tersenyum tipis seraya menggidikkan bahunya, entah mengapa ia merasa akan ada yang sakit dengan taruhan yang akan Erick buat jika itu juga di setujui oleh lawan taruhannya tersebut


Tak berselang lama terdengar suara berisik dari beberapa motor sport mewah khas para anak Sultan yangterlihat melaju menuju tempat mereka,Erick tersenyum puas saat melihat lawan taruhannya datang, mereka memang kerap kali taruhan,tapi bukan berarti mereka bermusuhan, bahkan mereka tidak pernah saling baku hantam,hanya saja... geng, sekolah dan tongkrongan mereka yang beda


" Dateng juga Lo Tuan muda Alexander...Earl Abiyasa Alexander..." ledek Erick saat melihat seorang pemuda tampan yang tengah berjalan kearah nya dengan mata Elangnya


" Banyak Omong Lo...mau taruhan apa Lo? cepetan gue sibuk" jawab pemuda yang akrab disapa Earl itu


" Sibuk apaan Lo? palingan juga sibuk sama konde( perempuan)" ledek Erick tengil


" Emang nya Lo.. penjahat kelamin" jawab Earl tak kalah tengil


" Lo liat tuh cewek yang di gerobak nasgor.." ucap Erick seraya menunjuk ke arah gerobak nasi goreng tuan Ahmad


" Cewek berhijab itu?" tanya Earl dengan mata sedikit menyipit dan kembali memandang Erick, sedangkan Erick mengangguk sambil tersenyum


" Lo mau gue apain tuh cewek? jangan bilang Lo mau suruh gue cabuli anak orang" tuduh Earl dengan wajah dingin nya, sedangkan yang lain langsung tertawa terbahak-bahak


" Gue mau kita taruhan buat dapetin tuh cewek,ga macem-macem... cukup buat dia Nerima salah satu dari kita untuk jadi pacarnya, gimana?" ucap Erick


" Terus kalau dia udah terima?" tanya Earl


" Ya terserah..mau dilanjutin atau putus,kita cuma perlu dengar rekaman atau Vidio aslinya pas dia lagi kasih jawaban ia nya aja" jawab Erick yakin


" Apa taruhan nya?" tanya Earl


" Motor gue yang baru semalam nyampe buat Lo kalo Lo menang dan Lo mau taruhan apa?" tanya Erick pada Earl


" Ferrary terbaru gue.. berapa lama waktunya?" tanya Earl yakin, membuat yang lain menganga mendengar jawaban pria tampan tersebut, mereka tau betapa fantastis nya harga mobil sport yang pemuda tersebut jadikan taruhan

__ADS_1


" wow..yakin Lo mau nyerahin tu mobil ke gue? Satu bulan, soalnya kayak nya tuh cewek ga tinggal di Jakarta, mungkin karena ini liburan makanya disini tempat orang tuanya " jawab Erick menjelaskan


" Oke Deal ya..Lo semua jadi saksi " jawab Earl pasti dan yang lainnya mengangguk,Jo hanya mengangguk lesu sedangkan Dave diam tanpa kata,hati kecilnya sangat menentang keras semua itu


Saat mereka sedang asyik ngobrol,terlihat Salsabila berjalan kearah mereka,dan yang membuat mereka menelan saliva karena melihat gadis cantik tersebut tanpa masker diwajah cantik nya


" Maaf kak..piring nya sudahkah? kami sudah tutup dan akan segera pulang.." tanya Salsabila sopan dengan suara lembut nya, wajahnya menunduk


" O-Oh su-sudah kok,berapa semuanya?" tanya Amar sedikit gugup


" Nasi goreng nya xxxxx,jus nya xxxxx,dan minuman botolnya xxxxx, atau kalau jus dan minuman botolnya kakak mau langsung bayar ke pemiliknya boleh juga,mau sekalian ke saya juga boleh " jawab Salsabila sopan dengan masih menunduk


" Bayar ke Lo aja deh.." jawab Amar tanpa menolehkan wajahnya dari gadis cantik dihadapan nya tersebut dan Salsabila hanya mengangguk setuju,ia menunggu pembayaran


" Lo sekolah dimana dan kelas berapa?" tanya salah satu cewek yang bernama Sisil


" Sekolah di daerah xxxxxx,baru naik kelas 9" jawab Salsabila jujur,tanpa ia tau jawabannya tersebut membuat mereka semua shock, masalahnya tubuh gadis itu nyaris sempurna, walaupun wajahnya terlihat jelas masih seorang remaja


" Oh..gue kira Lo udah Menengah atas, berarti Lo ga tinggal di Jakarta dong?" ucap salah satu wanita dari mereka sambil kembali bertanya


" Ia saya tinggal di daerah xxxxxx, kebetulan ini lagi liburan makanya disini " jawab Salsabila


" Nih uang nya,Lo hitung dulu...cukup ngak" ucap Jo dan langsung di angguki oleh Salsabila


" Makasih banyak ya kak, sebentar saya ambilkan kembaliannya " jawab Salsabila lembut


" Makasih kak..permisi" jawab Salsabila dan ia langsung meninggalkan mereka seraya membawa piring milik ayahnya


" Wih.... ternyata masih bocil bro..ABG labil tuh.. hati-hati kalian jangan sampai anak orang bunuh diri ntar gegara putus cinta pas tau cuma di jadiin taruhan" ucap salah satu sahabat Earl yang bernama Zidan


"Bener tuh" timpal yang lain nya


Sedangkan Erick dan Earl tampak cuek dengan ucapan yang lain nya, keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing dan mengatur cara untuk mendekati wanita yang menjadi bahan taruhan mereka


Sedangkan yang menjadi perbincangan terlihat sangat bahagia berjalan bersama sang ayah seraya mendorong gerobak dagangan mereka menuju ke rumah sederhana yang tak terlalu jauh dari tempat tersebut


Salsabila dan sang ayah sampai di rumah sekitar pukul sebelas lewat, karena waktu menunjukkan hampir tengah malam keduanya langsung masuk untuk membersihkan diri dan istirahat, sehingga mereka tidak menyadari seseorang mengikuti mereka


Malam pun berganti pagi, begitupun sebaliknya, sudah sekitar satu Minggu Salsabila rutin tiap malam membantu ayahnya berjualan,ia tidak tega membiarkan ayah nya berjualan seorang diri, mengingat paginya sang ayah juga harus melakukan tugasnya sebagai tukang kebun di salah satu sekolah swasta elite dan akan berlanjut ke rumah sakit sampai pukul empat sore dan lebih sore


Kedua pemuda yang bertaruhan sudah memulai aksi mereka, tapi belum satu orangpun yang berhasil ngobrol panjang lebar dengan wanita cantik tersebut,hanya sesekali berbicara singkat dan baru mereka tau ternyata Salsabila adalah sosok remaja pendiam dan juga sangat selektif dalam memilih teman


" Hai... bisa tolong siapkan satu porsi nasi goreng untuk gue?" Tanya seorang pemuda tampan pada Salsabila


Salsabila yang tengah membungkus nasi untuk beberapa pelanggan pun memalingkan wajahnya ke arah suara untuk melihat siapa yang berdiri di sampingnya tersebut, Salsabila sedikit tersentak ketika melihat Erick yang tiba-tiba muncul di sampingnya dan berbicara dengan nya membuat Salsabila langsung mengangguk


" Bisa kok..tapi apa kakak bisa tolong tunggu sementara? saya masih harus menyiapkan beberapa bungkus lagi untuk mereka " jawab Salsabila apa adanya

__ADS_1


" Ok.. boleh saya nunggunya di sini aja?" tanya Erick lagi seraya menunjuk pada dua buah kursi plastik yang biasanya di duduki oleh Salsabila dan sang ayah


" Silahkan aja,tapi sepertinya disana akan lebih nyaman untuk kakak duduk dan makan" jawab Salsabila seraya menunjuk ke arah beberapa kursi plastik yang dilengkapi dengan mejanya


" Ga apa di sini aja,biar bisa sekalian ngobrol sama Lo..,Lo ga ngerasa terganggu kan kalau gue ajak ngobrol ?" tanya Erick seraya menatap wajah Salsabila yang tampak tersenyum di balik maskernya seraya menggeleng pelan


Salsabila masih terus melanjutkan melayani beberapa pembeli yang memang lebih dulu memesan dibandingkan dengan Erick, sedangkan Erick tersenyum puas saat melihat Salsabila tidak menolak permintaan nya untuk mengajaknya mengobrol,ia merasa Salsabila sudah mulai sedikit tertarik pada nya, karena gadis cantik tersebut terlihat tersenyum


Sedangkan Salsabila tidak merasakan keanehan apapun,dan perasaannya juga biasa saja,ia hanya mengakui Erick memiliki wajah yang cukup tampan dan juga tubuh atletis,menurut Salsabila Erick termasuk laki-laki yang nyaris sempurna


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya yang ditunggu oleh Erick pun tiba,nasi goreng dengan dendeng balado diatasnya dan sebuah air mineral, Salsabila menarik kursi satunya agak sedikit menjauh dari pemuda tampan nan mempesona tersebut, Erick hanya tersenyum tipis melihat sikap Salsabila


"Kok Lo sendiri..? Bokap Lo kemana..?" Tanya Erick pada Salsabila karena melihat gadis cantik itu hanya sendiri malam ini


" Ga sendiri kok...Ayah ada,hanya belum kembali masih di masjid,ada sedikit acara di masjid malam ini,mungkin sebentar lagi juga selesai" jawab Salsabila sopan dan diangguki oleh Erick


" Lo ga tinggal di Jakarta ya? kok biasanya bokap Lo jualan disini sendiri aja? " tanya Erick memancing obrolan yang lebih dekat dengan gadis cantik di sampingnya


" Ia..aku tinggal di daerah xxxxxx dan sekolah disana, kesini hanya saat liburan saja, itupun kalau ayah ga bisa mudik ke kampung halaman nya,tapi lebih sering ayah yang mengunjungi kami" jawab Salsabila apa adanya, dan lagi-lagi Erick mengangguk sambil terus menyantap nasi goreng miliknya


" Lo udah punya pacar ? pasti udah dong ya,ga mungkin kan cewek secantik Lo jomblo " tanya Erick dan ia juga menjawab nya sendiri


Pertanyaan Erick membuat Salsabila tersenyum geli bahkan ingin tertawa, tapi sekuat tenaga ia tahan dan ia hanya menggeleng pelan


" Cantik itu relatif.. tergantung pada siapa yang melihatnya, tidak semua pandangan mata orang itu sama, seseorang akan terlihat sangat cantik atau tampan dan bahkan sangat sempurna apabila yang melihatnya adalah orang yang sangat mengagumi seseorang tersebut,begitu pula sebaliknya... secantik atau setampan bahkan sesempurna apapun seseorang tidak akan ada apa- apanya jika yang melihatnya adalah orang yang tidak memiliki rasa apapun pada seseorang tersebut ,itusih kalau menurut aku.. tapi menurut orang lain mungkin beda" jawab Salsabila lembut


" Berarti gue termasuk orang yang mengagumi Lo..? karena Dimata gue Lo itu sempurna.. terserah Lo mau percaya atau nggak " ucap Erick memulai aksinya


" Kalau kata guru ngaji aku...Jangan pernah mengagumi seseorang atau manusia lain berlebihan,kecuali pada Nabi dan para sahabat Beliau.. karena jika nanti seseorang tersebut berbuat tidak sesuai dengan yang kita inginkan maka kita akan merasa sangat kecewa" jawab Salsabila


Erick tercekat mendengar jawaban gadis cantik yang hanya dari desa dan mereka anggap masih bocah tersebut, ia tidak menyangka gadis yang ia tau masih duduk di bangku SMP itu ternyata memiliki wawasan yang luas dan banyak kelebihan juga terlihat sangat dewasa dalam menyikapi sesuatu


" Tapi gue beneran kagum banget sama Lo,dan Lo belum jawab pertanyaan gue yang tadi" jawab Erick


" Yang mana..? maaf mungkin lupa,atau mungkin emang ga harus aku jawab" tanya Salsabila lagi


" Lo udah punya pacar?" tanya Erick mengulangi salah satu pertanyaan nya pada remaja cantik tersebut


" Oh itu ya...?" tanya Salsabila dan di angguki oleh Erick


" Kalau yang itu.. untuk saat ini bisa dikatakan aku belum kepikiran sih.. atau mungkin karena emang belum ada yang minta aku untuk jadi pacarnya kali ya... hehehe " jawab Salsabila iseng sambil sedikit tertawa


Bak mendapatkan Jack pot dan lampu hijau, Erick langsung tersenyum smirk,ia merasa hanya perlu satu langkah lagi maka ia akan memenangkan pertaruhan nya dengan si tuan muda Alexander,sekilas ia menatap wajah cantik Salsabila yang terlihat tertawa dibalik masker nya


" Lo kenapa sih harus selalu nutupin wajah Lo pakai masker? kita lagi ngobrol loh..serasa kayak lagi di rumah sakit aja gue" ucap Erick sedikit bertanya tapi juga bernada protes


" Nyaman aja.. sorry deh aku lupa" jawab Salsabila sambil menurunkan masker yang menutupi hampir seluruh wajah nya, untuk sesaat Erick tertengun melihat wajah cantik Salsabila dari jarak yang lumayan dekat dan di bawah lampu yang sangat terang

__ADS_1


Erick mengakui remaja di depan nya itu memiliki wajah yang sangat cantik alami, tanpa polesan make up sedikit pun, yang tercium hanya aroma segar khas bayi, tapi entah mengapa terasa sangat menenangkan


__ADS_2