Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
04


__ADS_3

Malam nya Salsabila benar-benar menghubungi Abrar melalui pesan WhatsApp,sesuai dengan apa yang ia bicarakan siang tadi dengan Widia sang sahabat, Salsabila juga memberikan keputusan sesuai seperti apa yang sudah di ajarkan oleh Widia dan beberapa kata yang memang sudah ia rangkai sejak siang tadi


Walaupun awalnya ia sangat gugup, sampai kedua tangannya berkeringat dengan jantung yang berdetak kencang,tapi akhirnya ia berhasil menghubungi pemuda tampan tersebut dan akhirnya kecanggungan dari keduanya sedikit berkurang dan mereka mengobrol kan beberapa hal tentang pendidikan dan keseharian mereka


Walau kedua nya ngobrol dengan cara saling berbalas pesan dan memang keduanya belum berani melakukan panggilan telepon atau video call, tapi obrolan mereka terbilang cukup baik dan bermanfaat bagi keduanya


Abrar si pemuda tampan tersebut cukup bahagia saat ia menerima pesan chat dari Salsabila,ia sampai meyakinkan dirinya bahwa jawaban dari remaja cantik tersebut nyata dan bukanlah mimpi,ia smpai meminta kepada sahabatnya yang satu kamar dengan nya untuk membaca kembali isi pesan dari Salsabila


" Haikal... gue ga lagi mimpi kan? atau kena Frank kan? dia beneran ngecat gue dan Nerima gue kan kal?" tanya Abrar pada sang sahabat yang sudah menjadi sahabatnya sejak mereka kelas 7


" Ya elah Abrar...mimpi apaan tidur juga belum, heran deh gue.. kemaren - kemaren Lo galau karena belum ada jawaban, giliran udah di jawab Lo malah ga yakin gini.. emang siapa yang iseng ngefrank Lo.. heran gue" omel Haikal pada sang sahabat


" Lo sih ga tau aja gimana dia... this is special women bro.... Bunga desa... pinter.. muslimah dan yang paling penting baik,lembut, pokoknya idaman banget tau gak.." jawab Abrar antusias


" Astaghfirullah....ya Allah sadarkan lah sahabat gue.. Muhammad Abrar Habib Al-fahrizi.. ampunilah dosanya... karena sudah sangat mengagumi seorang wanita yang belum halal untuk nya... sadarkanlah dia ya Allah..hamba takut ia akan bertindak lebih jauh lagi dan akan melupakan larangan mu" ucap Haikal seraya menengadahkan kedua tangannya mendramatisir seakan ia sedang berdoa untuk sahabatnya yang menuju ke arah kesesatan


" He ******....Asem banget ya doa Lo untuk gue..Lo pikir gue udah lupa ingatan dan menuju kesesatan apa...? horor banget doa Lo..." omel Abrar yang tak terima dengan ledekan dari Haikal sang sahabat sejatinya tersebut


" Ya secara gue itu sahabat Lo...gue ga mau ya Lo sampe jadi Bucin sama yang belum halal dan berakhir ngelupain tanggung jawab Lo sebagai umat,anak,pekajar dan sahabat dan Lo sibuk dengan urusan wanita serta duniawi,gue juga khawatir Lo ga bisa serius saat ngelanjutin pendidikan Lo di negara xxxxx" jawab Haikal terdengar sedikit lebih serius


" Insyaallah gue akan tetap jaga semuanya dan akan terus berusaha untuk tidak terlalu jauh dari jalurnya...Lo tenang aja, karena gue yakin cewek yang gue taksir juga bukan cewek murahan yang suka tebar pesona sana sini... insyaallah " jawab Abrar serius


" Amin.... semoga tu cewek beneran bisa jaga hati dan kehormatannya untuk Lo,dan sumpah gue penasaran banget gimana wajah nya,Lo kan udah ada no nya dan tau namanya..cobadeh Lo cari sosmed kali aja ada gitu fotonya " ucap Haikal penasaran


"Amin...ga ada kal..ni juga gue lagi searching akun sosmed dia,tapi ga ada foto yang menampilkan wajah nya, semuanya di sensor dan kebanyakan berisikan kata-kata bijak" jawab Abrar menjelaskan pada Haikal

__ADS_1


" kalau gitu gue juga mau deh buat pertemanan ma tu cewek" ucap Haikal seraya meraih handphone nya dan di angguki oleh Abrar


Kedua pemuda tampan tersebut melanjutkan ngobrol mereka tentang berbagai hal layaknya pemuda seumuran mereka, Abrar dan Haikal akan melanjutkan pendidikan mereka di berbeda negara, karena Haikal harus mengikuti permintaan orang tuanya untuk melanjutkan pendidikan di bidang bisnis dinegara xxxxx, membuat kedua sahabat terbaik tersebut harus berpisah


Haikal yang memang berasal dari keluarga pengusaha dan ia juga anak laki-laki tertua,ia memiliki seorang kakak perempuan yang empat tahun lebih tua darinya dan seorang adik laki-laki yang terpaut usia hanya dua tahun dibawah nya,jika Haikal merasa nyaman berada di ponpes,berbeda dengan sang adik yang tidak mau bersekolah atau tinggal di ponpes


Adik Haikal yang bernama Devan memilih bersekolah di salah satu sekolah terbaik dan bergengsi di Jakarta,ia juga aktif di beberapa cabang olahraga di sekolah nya, sehingga keluarga Haikal tidak bisa memaksa Devan untuk mengikuti Jejak sang Abang yang mondok di pesantren


Sedangkan Abrar ia anak pertama dan laki-laki satu-satunya, karena kedua adiknya perempuan , Abrar termasuk anak yang penurut dan tidak pernah membuat masalah untuk orang disekitarnya,baik itu di rumah, sekolah ataupun di luar


Jika Abrar sedang sangat bahagia karena merasa perasaannya terbalaskan oleh gadis yang menjadi cinta pertamanya dan juga cinta pada pandangan pertama,berbeda halnya dengan sicantik Salsabila, sesaat setelah selesai berbalas chat dengan Abrar,sang ayah menghubungi nya dan mengatakan bahwa tiket untuk keberangkatan nya dan sang nenek sudah di pesan dan tanggal nya juga sudah di tentukan


Entah mengapa tiba-tiba saja remaja cantik tersebut merasa tidak sebahagia biasanya saat sang ayah memintanya untuk mengunjungi kota kelahiran nya dan kota asal sang ibu, Salsabila seperti merasakan akan meninggalkan desa kesayangannya itu,desa yang memberikan banyak kenangan untuknya,desa tempat ia dibesarkan dan melewati masa - masa indah dengan teman-teman terbaik nya


Salsabila merasakan galau...satu sisi ia sangat berat jika harus menjalankan bulan ramadhan di kota Jakarta,tapi disisi lain ia juga sangat merindukan sang ayah dan ia juga ga mungkin tega menolak permintaan dari ayahnya yang sangat menyayangi nya tersebut


Terdengar helaan nafas panjang dari remaja cantik tersebut sesaat setelah mengakhiri pembicaraan melalui telepon dengan sang ayah, Salsabila bangun dari tempat tidur nya dan melangkah keluar menuju kamar sang nenek,ia ingin mengatakan bahwa ayahnya sudah menentukan tanggal keberangkatan mereka


" Nenek udah tidur..?" tanya Salsabila lembut saat sudah berada di depan pintu kamar sederhana milik nenek nya, ia tidak mau menganggu sang nenek jika memang sudah tertidur


" Baru juga selesai Shalat Isya..." jawab sang nenek seraya melipat perlengkapan shalat nya


" Kirain nenek udah tidur.." ucap Salsabila yang sudah berada dalam kamar sang nenek dan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang sederhana neneknya tersebut


" Memang nya ada apa?" tanya sang nenek yang duduk di tepi ranjang

__ADS_1


" Ayah udah beli tiketnya dan kita akan berangkat di awal bulan ramadhan, karena kata ayah kalau semakin dekat dengan lebaran tiketnya akan semakin mahal, berarti kita akan tinggal di sana sekitar hampir dua bulanan nek" ucap Salsabila memberitahukan kepada nenek nya dan suaranya terdengar lesu


" Ya sudah...itu lebih baik dong... berarti kamu bisa lama ketemu sama ayah kamu,tapi kenapa lesu dan kayak ga semangat gitu,atau kamu udah ada seseorang ya yang bikin kamu gak sanggup lama - lama buat ninggalin desa ini?" ledek sang nenek


" Apaan sih nenek...mana ada gitu,bila seneng banget kok mau jumpa ayah...tapi disana itu ga seseru disini nek saat Ramadan,disana Billa ga ada temennya, temen-temen Billa semuanya disini dan kalau disini kami bisa main di sungai setiap hari, jadi puasanya itu ga kerasa udah sore aja" jawab Salsabila apa adanya


" Ya disana kamu juga bisa cari kesibukan..kan bisa ikut ayah kamu jualan sore, apalagi tempat ayah kamu jualan itukan rame.. tempatnya para anak muda ngumpul kalau sore Ampe malem" jawab nenek pada Salsabila


" Ia tau.. tapi untuk apa juga rame nek.. mereka ga akan mau temenan sama orang kayak kita... yang nongkrong di tempat itu kebanyakan para anak orang kaya...anak Sultan istilahnya, mereka itu cuma hambur- hamburin uang orang tua mereka dengan cara balapan liar dan taruhan " jawab Salsabila


" Ya kan belum tentu... mereka seperti yang kamu bilang semuanya,pasti ada juga yang baik, mungkin mereka nongkrong di situ karena dirumah mereka merasa kesepian, karena orang tua mereka sibuk sendiri dengan pekerjaan mereka dan anak-anaknya di urus oleh Asisten rumah tangga " jawab nenek menjelaskan pada Salsabila agar sang cucu tidak langsung ber negatif tingking terhadap apa yang ia lihat tanpa terlebih dahulu tau alasannya


" Ia juga sih... tapi Billa rasanya ga tertarik deh untuk berteman atau dekat dengan orang-orang kaya seperti mereka, kalau bisa menghindar lebih baik menghindar, enakan temenan dengan yang ga jauh beda dengan kita gini nek" jawab Salsabila, membuat sang nenek tersenyum mendengar ucapan cucu kesayangannya itu


" Itu memang lebih baik nak... dari pada dipandang matre atau malah takutnya dikira kita manfaatin mereka, menghindar memagang lebih baik " jawab nenek bijak


"Ya udah deh nek... Billa mau sholat isya dulu,tadi belum shalat,nenek langsung istirahat aja,biar ga kambuh lagi demamnya" ucap Salsabila lembut pada sang nenek


" Ya udah.. nenek istirahat duluan ya,ingat langsung shalat tu..udah malam juga" ucap sang nenek mengingatkan


Setiap malam Sabtu dan Minggu Salsabila memang tidur di rumah, karena pondok meliburkan belajar mengajar setiap dua hari dalam seminggu yaitu malam Sabtu dan malam Minggu,dan waktu itu sering mereka gunakan untuk keluarga atau kumpul bareng temen di masjid desa tersebut untuk sekedar bercengkrama dari sebelum Maghrib sampai selesai isya biasanya


Didesa tersebut memang sangat jarang ditemui muda mudi yang nongkrong di sembarangan tempat atau tempat sepi misalnya,desa yang lumayan terkenal dengan desa santri tersebut sangat berusaha menjaga image baik mereka,maka itu para orang tua di desa tersebut sangat melarang putra putri mereka nongkrong di tempat sembarangan


Mereka lebih disarankan untuk nongkrong di surau,masjid atau tempat lain yang tidak sepi,dan karena desa tersebut termasuk sedikit terpencil dan hanya sebuah desa kecil,jadi lumayan bisa di kendalikan, walaupun ada juga sebagian yang melanggar,dan kebanyakan pemuda ataupun pemudi didesa tersebut merantau ke luar daerah jika sudah lulus sekolah, karena sangat jarang dari mereka yang melanjutkan pendidikan nya sampai ke perguruan tinggi, mengingat perekonomian warga desa tersebut kebanyakan hanya kelas menengah ke bawah

__ADS_1


Hanya beberapa saja dari mereka yang kehidupan perekonomiannya lumayan sehingga bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau yang mendapatkan beasiswa,itupun terkadang hanya di kota yang tak jauh dari desa tersebut,bukan ke kota besarnya atau ke luar negeri selayaknya orang- orang yang bersekolah di kota atau siswa dan siswi yang mendapatkan beasiswa dari sekolah populer


Tidak sedikit dari warga desa tersebut yang memilih menjadi TKI ke luar negeri,bagi mereka mencari uang selagi muda itu memang lebih penting,agar di masa tua nanti mereka tidak harus bekerja terlalu keras,maka dari itu kebanyakan dari mereka yang memiliki sedikit uang mereka akan membeli lahan untuk perkebunan,atau sawah,itu adalah salah satu cara mereka menyimpan aset untuk masa depan mereka kelak


__ADS_2