
Billa turun di sebuah minimarket,ia tidak mungkin lagi belanja ke pasar, karena waktu sudah lumayan sore, sesampainya di dalam Billa langsung mengambil troli dan memilih belanjaan yang ia butuhkan,ia juga berencana membuat cookies untuk mami Tamara, sebagai salam perpisahan, untuk bertemu langsung Billa terlalu takut untuk melihat wajah kecewa beliau karena keputusan Billa
Billa juga membeli begitu banyak Es cream dengan aneka rasa,ia ingin melupakan semua yang terjadi beberapa hari ini dengan cara memakan Es cream sebanyak yang ia mau yang pastinya ia akan minta ditemani oleh putra buk Susi yang sudah ia anggap sebagai adik nya
Merasa sudah cukup Billa mengakhiri belanjanya dengan cara langsung menuju kasir untuk membayar semuanya,ia meminta tolong kepada salah satu petugas market untuk mengantarkan belanjaan nya sampai ke taksi online pesanan nya yang sudah berada di depan market tersebut, setelah mengucapkan terimakasih dan memberikan sedikit tips Billa langsung memasuki taksi dan meminta agar langsung mengantarnya ke alamat yang sudah ia sebutkan
Sekitar 15 menit akhirnya Billa sampai di depan rumah nya,sang sopir taksi langsung membantu Billa menurunkan barang belanjaan nya dan meletakkan nya di depan pintu masuk,Billa memberikan ongkos sesuai yang tertera tak lupa ucapan terimakasih dan tips karena sudah membantunya menurunkan barang nya, sopir taksi tersebut langsung meninggalkan kediaman Billa setelah mengucapkan terimakasih kembali pada Billa
Buk Susi sangat terkejut melihat belanjaan Billa yang menurut beliau sangat banyak
" Kenapa banyak sekali belanjanya nak? bukan nya besok malam kemu sudah berangkat?" tanya buk Susi
" Ga pa-pa dong buk,kan kita malam ini akan makan besar dan berpesta, sisanya kan bisa buat stok belanja ibuk di kulkas" jawab Billa dengan cengiran lucu nya yang mampu membuat gemas yang melihat nya
" Ya sudah deh terserah kamu aja,ibuk cuma khawatir nanti kamu akan kekurangan biaya hidup saat dinegara orang,ibuk takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sama kamu " jawab buk Susi tulus
" Insyaallah tabungan Billa masih cukup kok buk kalau cuma untuk biaya hidup,kan kuliah nya gratis selama Billa masih sanggup mempertahankan nilai Billa, kalau untuk shopping setiap satu tahun sekali Billa juga dapat uang saku dari beasiswa itu buk, makanya Billa minta Doa ibuk semoga Billa baik-baik aja dan bisa terus berprestasi " jawab Billa semangat
" Pasti nak..ibu selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu,bagi ibuk kamu juga putri ibuk yang tebaik" jawab buk Susi dengan sangat tulus dan seutas senyum untuk Billa
" Terimakasih buk ...Billa bahagia banget punya ibuk dan adik,Billa merasa memiliki keluarga lagi " ucap Billa dengan penuh haru, tanpa terasa air matanya mengalir membasahi pipi mulusnya,ia memeluk tubuh buk Susi, menyalurkan kegalauan hatinya
Tanpa terasa akhirnya malam menjelang, setelah selesai Shalat Isya Billa dan buk Susi serta putra beliau langsung memulai acara perpisahan sederhana mereka di halaman belakang rumah sederhana milik Billa, mereka menata semua menu yang sudah dimasak oleh buk Susi dan Billa sebagai pengacau nya karena ingin belajar masak katanya, yang pada kenyataannya hanya sebagai perusuh saja
Rumah sederhana peninggalan ayah Billa memang memiliki halaman belakang yang lumayan luas,bahkan juga memiliki lahan untuk perkebunan mini dibelakangnya,saat ayah Billa masih hidup beliau selalu menanam beberapa jenis sayuran sehingga mereka hampir tidak pernah membeli sayur dan sampai sekarang buk Susi juga melanjutkan kebun tersebut
" Ternyata kemewahan ga bisa buat kita merasa bahagia ya buk" ucap Billa saat mereka sedang asyik menikmati makan malam seraya memandangi indahnya cahaya bulan
" Kebahagiaan memang tidak pernah bisa kita ukur dengan uang atau harta yang berlimpah nak, kebahagiaan hanya membutuhkan kebersamaan dan kehangatan keluarga,atau kasih sayang seseorang yang kita harapkan" jawab buk Susi bijak
" Ibuk benar, kemewahan tanpa kasih sayang yang tulus tidak akan bisa membuat kita merasakan kebahagiaan,malah sebaliknya kita akan merasa kesepian dan Billa sangat takut hidup seperti itu buk" ucap Billa lirih
" Kamu tidak akan pernah hidup seperti itu nak, jangan pernah berfikir kamu hidup sebatang kara,ada ibuk dan adik,ada mbak Mona dan mbak Kiki sahabat kamu,ada juga mas Dave yang sepertinya sayang banget sama kamu dan ibuk yakin mas Dave punya rasa sama kamu " jawab buk Susi memberikan semangat
__ADS_1
" Billa tau buk, tapi Billa ga mau ngasih harapan pada kak Dave dan Billa juga ga mau berharap lebih dari teman sama dia buk, mereka orang-orang yang berada jauh diatas kita buk,Billa takut sakit kalau sampai terjatuh" jawab Billa dengan tersenyum tipis
" Jodoh ga ada yang bisa nolak atau tebak nak, siapapun kita kalau sudah ditakdirkan berjodoh dengan pria yang berstatus jauh diatas kita bahkan sangat jauh pun kita diharuskan untuk menerima nya, apalagi kamu cantik,baik,soleha dan pintar,wajar kalau kamu berjodoh dengan pria terpandang " jawab buk Susi jujur
" Tapi Billa takut bik,takut hanya dijadikan wanita semalam atau wanita mainan mereka,Billa takut mereka memanfaatkan ketidak berdayaan Billa buk" jawab Billa
" Boleh ibuk tanya sesuatu nak?" tanya buk Susi pada Billa
" Boleh dong buk, emangnya ibuk mau tanya apa?" tanya Billa
" Selama ini setiap hari kamu pulang ke rumah kerabat, boleh ibuk tau dimana dan siapa mereka?, jangan dijawab kalau itu memberatkan kamu"ucap buk Susi yang melihat raut wajah gelisah Billa
" Maaf buk Billa belum bisa cerita ke ibuk, belum izin ke mereka, yang pastinya mereka adalah orang yang dipesan oleh Ayah untuk menjaga Billa dan ibuk ga perlu khawatir insyaallah Billa ga berbuat yang tidak-tidak kok,Billa selalu pulang ke apartemen yang mereka sediakan, lagian Billa ga mungkin macem-macem buk,Billa sudah terikat dengan orang itu" jawab Billa tidak sepenuhnya berbohong
" Ia nak ibuk ngerti kok, Alhamdulillah kalau kamu bisa jaga diri dan tidak terpengaruh oleh zaman,maaf kalau ibuk sempat berfikir yang tidak-tidak untuk kamu,ibuk hanya takut kamu akan terpengaruh oleh kerasnya kehidupan kota besar nak" jawab buk Susi jujur
" Alhamdulillah Billa masih sanggup buk untuk menghindari itu semua dan semoga akan selamanya seperti ini buk,bantu Doa nya ya buk" jawab Billa sopan
" Amiiiin...nak pasti akan ibuk Doa kan" jawab buk Susi
Tanpa terasa malam semakin larut dan mereka memutuskan untuk mengakhiri acara sederhana mereka dan memutuskan untuk langsung istirahat setelah selesai membereskan sisa acara tersebut
Billa memasuki kamar sederhana milik nya,ia pandangi kamar yang menjadi tempat ternyaman nya setelah kamar nya yang di desa dulu, kamar yang sudah ia huni selama sekitar empat tahun,baru beberapa bulan ini ia tidak lagi tidur malam di kamar tersebut,Billa tidak tau apakah ditempat barunya nanti ia akan bisa senyaman di tempat nya sekarang, terlebih itu di negara asing
Billa mengeluarkan buku Dairy nya ,tempat ia mencurahkan isi hatinya,ia menuliskan apa saja yang ia rasakan hari ini, bahagia,sedih, bingung, kecewa dan takut itu semua ia rasakan secara bersamaan,lama Billa tenggelam dengan teman bisunya,Billa menyimpan buku itu kedalam laci meja belajarnya,ia langsung merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya setengah melafalkan beberapa ayat pendek dan doa tidur, akhirnya gadis cantik yang terpaksa harus menghadapi masalah di usianya yang masih sangat muda itu tertidur pulas
Di negara Eropa Aby baru saja selesai menemani sang kakek yang melakukan peninjauan ke beberapa daerah terpencil negara tersebut, kegiatan rutin yang dilakukan oleh penguasa negara tersebut,sang kakek yang memaksa Aby untuk ikut dan itu akan berlangsung hingga beberapa hari, membuat Aby harus tinggal lebih lama lagi di negara tersebut
" Kenapa ga ajak kak hitto aja si kek? pekerjaan dia ga terlalu banyak" komentar Aby pada sang kakek
" Dia bukan penerus tahta,atau kamu sudah siap jika kakek menjemput istri kamu dan tinggal di negara ini menjadi seorang Ratu di usianya yang bahkan baru memasuki 18 tahun? silahkan kamu pilih" jawab sang kakek santai
" Kek... jangan pernah sentuh atau ganggu istri aku kek,dia pasti belum siap menghadapi semua ini sekarang,beri dia waktu,ada saatnya dia tau siapa dirinya di negara ini" Jawab Aby tegas
__ADS_1
" Wow wow wow sepertinya kamu sangat menyayangi istri kamu ya? atau itu hanya obsesi karena dari fotonya kakek lihat dia gadis yang sangat cantik" goda sang kakek pada Aby
" Apasih kek" elak Aby yang terlihat jelas ia sedang malu karena tertangkap basah oleh sang kakek tentang kekhawatiran nya untuk Billa,tapi sayangnya Aby belum menyadari itu dan bahkan tidak berniat untuk mengakuinya, egois memang
Menceritakan Billa entah mengapa ia merasakan sangat ingin melihat wajah cantik dan polos gadis berhijab tersebut, sehingga membuat pikiran Aby melayang jauh mengingat gadis cantik yang telah ia jadikan miliknya, membayangkan wajah cantik Billa saat tertidur pulas dalam dekapan nya, jantung Aby berdetak lebih kencang
Tapi lamunannya buyar saat sang kakek menepuk pundak nya,Aby memalingkan wajahnya ke arah sang kakek melihat wajah tua sang kakek yang menampilkan sebuah senyuman menyeringai padanya
Bugh
" Kalau kangen tu di telfon,Vidio call,atau di jemput ajak kesini,kamu kira dia nga bakal kesepian apa" ucap sang kakek
" Ga mungkin dia ngerasa kesepian kek? kalau bosen dia bisa shopping bareng temen-teman nya, toh dia juga pegang Blac card aku,aku udah pastiin hidup dia ga akan kekurangan " Jawaban Aby santai
" Kamu kira dia akan bahagia hanya dengan uang dari kamu? menurut kakek dia itu gadis yang sempurna dari segi wajah,apa kamu ga takut kalau dia di ambil orang? terlebih pernikahan kalian belum di ketahui publik " sengaja sang kakek membuat Aby gelisah
" Kakek ngomong apa sih " Bantah Aby yang tidak suka dengan ucapan sang kakek
" Kamu lupa? pernikahan kalian itu tergolong dalam pernikahan yang rumit karena berbeda negara, sehingga ga akan sulit untuk nya meninggalkan kamu karena sepertinya dia belum menandatangani berkasnya" ucap sang kakek menakuti Aby
"Aku ngak lupa kek, semuanya sudah beres di urus asisten aku dan tanda tangan dia juga sudah lengkap semuanya, bahkan pihak pengacara ku udah mengantongi buku nikah kami,jadi kakek ga perlu cemas
" Oh ya? gerak cepat juga kamu ya" ledek sang kakek
" Om max asisten pribadi papi yang bertanggung jawab untuk semua itu kek" Jawab Aby apa adanya
" kamu yang menikmati enaknya... orang lain yang repot mengurus nya" cemooh sang kakek, pria renta yang memiliki kekuasaan penuh atas negara nya tersebut
" Memang semua itu terjadi karena keinginan mereka " jawab Aby cuek
" Kalau begitu lepaskan dia, sebelum kamu lepas kontrol dan menyentuh nya" jawab kakek tegas
Aby tidak menjawab, ia hanya terdiam dan kembali ke mode dingin dan cuek, kakek yang melihat itu hanya mencebikkan bibir nya dari dari belakang
__ADS_1
Kedua kakek dah sang cucu langsung menuju kediaman keluarga sang kakek