Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
55


__ADS_3

Sekitar 30 menit perjalanan akhirnya mobil yang membawa Aby berhenti tepat di depan sebuah gerbang sederhana dan menampakkan sebuah rumah yang sangat sederhana dengan halaman yang terlihat sangat asri dan sejuk, hingga mampu menciptakan suasana tenang dan nyaman untuk setiap orang yang datang ke rumah tersebut


Aby masih terdiam menatap rumah sederhana tersebut,tampak seorang laki-laki remaja tengah asyik menyirami tanaman, hingga ia tidak menyadari ada sebuah mobil sport mewah yang sedang terparkir di depan gerbang rumah tersebut, sedangkan Miko sang asisten masih bingung dengan penuh tanda tanya, untuk apa tuan muda nya datang ke rumah tersebut? serta beberapa pertanyaan lainnya juga timbul dalam benaknya


" Saya akan turun, kalian tidak perlu ikut, cukup tunggu di sini" ucap Aby pada sang asisten pribadi dan supir yang langsung di angguki oleh pak Harto sang supir


" Tapi tuan muda... apakah tidak apa-apa jika Anda masuk ke rumah itu sendiri?" tanya Niko khawatir,ia tidak ingin terjadi sesuatu pada sang tuan muda,jika itu terjadi maka akan di pastikan ia akan mendapatkan hukuman yang sangat mengerikan dari sang tuan besar yang tak lain adalah tuan Lincoln sang papi dari tuan mudanya tersebut


" Tidak perlu khawatir..saya pasti akan aman,ini rumah saya juga"jawab Aby santai tanpa perduli dengan wajah khawatir Miko sang asisten


" Baik tuan muda" jawab Miko pasrah,ia langsung keluar dari mobil tersebut dan memutuskan untuk menunggu sang tuan muda di luar mobil,agar jika terjadi sesuatu ia akan lebih cepat untuk melakukan tindakan, sedangkan pak Harto tampak tenang-tenang saja,tidak seperti biasanya yang selalu waspada jika sang tuan muda sedang berada di luar perusahaan, mansion atau apartemen


Aby langsung menuju gerbang, membukanya secara perlahan dan kembali melanjutkan langkahnya menuju seseorang yang sedang asyik menyiram tanaman di halaman rumah sederhana tersebut


" Permisi..." sapa Aby singkat dan jangan lupakan wajah tampan nya yang selalu dingin dan cuek, membuat seseorang tersebut sedikit terkejut dan langsung membalikkan badannya menghadap asal suara


" Ia..ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya remaja tersebut,ia agak sedikit kikuk melihat wajah tampan Aby dan fashion yang Aby kenakan yang sangat jelas menunjukkan pakaian berkelas


" Saya ingin bertemu dengan Salsabila..kamu siapa? ini rumah almarhum tuan Ahmad kan?" tanya Aby beruntun


" Saya Budi..betul ini rumah nya almarhum tuan Ahmad dan mbak Billa,tapi mbak Billa nya ga ada ,saya dan ibu saya yang tinggal di rumah ini sejak hampir dua tahun lalu" jawab Budi sopan,ia bisa melihat bahwa Aby bukan orang sembarangan


" Apa kamu tau kemana Billa?" tanya Aby dingin


" Saya tidak tau, mungkin ibuk tau,jadi coba tanya ke ibuk aja " jawab Budi lagi


" Baiklah..dimana ibu kamu? saya ingin bertemu dan bicara " jawab Aby tegas


" kalau sekarang ibuk ga ada di rumah,ibuk sedang ke pasar,tapi ga lama lagi pasti udah pulang kok, mungkin sekitar beberapa menit saja lagi, kalau tuan mau nunggu silahkan duduk aja dulu di kursi itu" jawab Budi masih dengan nada sopan seraya menunjuk sebuah kursi panjang yang terbuat dari kayu yang terletak di teras


Aby mengangguk dan langsung melangkah menuju kursi yang di tunjuk oleh Budi, sedangkan Budi segera masuk ke dalam rumah berniat untuk mengambil segelas air putih untuk Aby,ia tau Aby pasti bukan orang sembarangan jadi ia cukup canggung dan bingung harus bersikap seperti apa, walaupun dengan jelas ia melihat Aby masih sangat muda, tapi Budi sangat mengagumi pria tampan tersebut


" Silahkan di minum tuan,maaf hanya air mineral" ucap Aby berusaha se sopan mungkin seraya meletakkan sebotol air mineral di atas meja kecil yang terdapat di samping kursi kayu tersebut


" Ya terimakasih" jawab Aby singkat masih setia dengan wajah dingin nya dan fokus pada handphone mahal miliknya

__ADS_1


Tak berselang lama benar saja yang dikatakan oleh Budi, terdengar ucapan salam dari seseorang


" Assalamualaikum..." ucap buk Susi pada keduanya, walaupun bingung dan bertanya-tanya tentang keberadaan aby dan mobil mewah di depan gerbang rumah tersebut serta adanya Miko dan pak Harto, tapi sebisa mungkin buk Susi untuk tetap bersikap tenang dan ramah


" Wassalamu'alaikum salam" jawab Budi dan Aby bersamaan,Budi langsung bangun dan meraih keranjang belanja sang ibu, sedangkan Aby masih terlihat serius dengan handphone nya


Buk Susi menatap Budi dengan wajah yang penuh tanda tanya dan langsung di mengerti oleh Budi tentang tatapan sang itu,ia menjawab dengan menggidikkan bahunya tapi ia juga langsung memberitahukan kepada sang ibu tentang tujuan Aby


" Bu.. tuan ini datang mau ketemu dengan kak Billa " ucap Budi to the point, karena memang itu yang tadi Aby katakan tanpa bertanya siapa Budi dan status nya


" Tuan ini ibuk saya" ucap Budi sopan pada Aby yang di jawab dengan anggukan kepala oleh Aby


" Maaf tuan ada yang bisa saya bantu?" tanya buk Susi sopan, beliau sangat segan pada Aby yang terlihat jelas berasal dari kalangan atas


" Saya mau tanya tentang Salsabila Aulia " jawab Aby to the point


" Maaf kalau tidak keberatan...kita bicara di dalam saja bisa?" tanya buk Susi yang sebenarnya merasa ragu Aby akan menerima tawaran beliau karena beliau yakin Aby bukan orang sembarangan


Aby tidak menjawab ia hanya mengangguk pelan, membuat buk Susi merasa sedikit lega,buk Susi memang pernah melihat Aby saat meninggalkannya ayah Billa dan di pemakaman ayah Billa,tapi beliau masih sedikit ragu apakah ini orang yang sama, yang buk Susi pikirkan Aby pasti kerabat Billa,maka sebab itu beliau berusaha sesopan dan seramah mungkin pada kerabat Billa, karena Billa sudah sangat baik dan tulus pada beliau


" Silahkan duduk tuan,mau minum apa? " tanya buk Susi canggung


" Apa ibuk tau dimana Salsabila sekarang? atau ibuk punya no handphone nya yang bisa di hubungi?" tanya Aby langsung pada intinya


" Maaf sebelumnya tuan ini siapanya nak Billa? sudah beberapa bulan ini Billa ga ada menghubungi ibuk,saat baru-baru sia pergi dia pernah menghubungi ibuk beberapa kali, katanya dia di negara...apa ya ibuk juga lupa tuan, tapi nomor yang digunakan selalu berbeda setiap kali menghubungi ibuk" jawab buk Susi jujur


" Negara Paris.maksud ibuk? Saya Earl Abiyasa Alexander... suami Salsabila Aulia,apa dia tidak pernah bilang kalau dia sudah menikah?" jawab Aby sekaligus bertanya ,membuat buk Susi langsung terdiam dengan wajah terkejutnya dan membekap mulutnya sendiri


" Anda tidak berbohong tuan?" tanya buk Susi seraya menggeleng seakan tak percaya dengan apa yang baru saja beliau dengar


Aby langsung mengeluarkan handphone nya dan menunjukkan sebuah foto di ponselnya,foto yang menampilkan wajah nya dan Billa saat ijab Kabul


" Kami menikah tepat di hari meninggalnya tuan Ahmad, ayah nya Salsabila tepatnya ayah mertua saya" jawab Aby singkat


" Kalau tuan suami nak Billa lalu kenapa ga tau keberadaan nya ? walaupun ibuk tidak terlalu mengenal nak Billa tapi ibuk yakin dan percaya kalau nak Billa itu sangat baik" jawab buk Susi apa adanya

__ADS_1


" Pernikahan kami terjadi sangat tiba-tiba, bahkan kami belum saling mengenal, kedua orang tua saya meminta saya menikahi Billa karena rasa tanggung jawabnya atas meninggalnya tuan Ahmad dikarenakan supir pribadi keluarga kami yang menabrak ayah Billa, oleh sebab itu kami masih sama-sama belum bisa menerima pernikahan itu " jawab Aby jujur


" Jadi saat nak Billa tidak lagi pernah menginap di rumah ini ternyata dia pulang ke rumah suaminya yaitu anda?" tanya buk Susi memastikan yang langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh Aby


" Ya.. tapi apakah sebelum kepergiannya dia singgah di rumah ini?" tanya Aby sedikit penasaran


" Nak Billa malah sempat menginap di rumah ini dua malam sebelum pagi-pagi sekali dia berangkat yang di antarkan oleh salah satu temannya, kalau tidak salah namanya mas Dave" jawab buk Susi jujur


" Boleh saya ke kamarnya sebentar?" tanya Aby dingin


" Oh ....tentu saja boleh, silahkan tuan..itu kamarnya nak Billa mungkin akan ada petunjuk nanti tentang keberadaan nya,seriap dua hari sekali ibuk selalu membersihkan nya, tapi ibuk tidak pernah menyentuh atau memindahkan barang-barang dalam kamar itu" ucap buk Susi jujur


Aby hanya mengangguk dan langsung menuju kamar yang baru saja di tunjuk oleh wanita paruh baya tersebut," silahkan lanjutkan pekerjaan ibuk,saya akan masuk" ucap Aby pada buk Susi sebelum ia membuka pintunya secara perlahan dan melihat sekeliling kamar itu,sebuah kamar sederhana yang terlihat sangat rapi dan bersih,aroma lembut khas Salsabila langsung tercium saat pertama kali Aby masuk


Aby menyingkap tirai jendela kamar sederhana tersebut yang langsung menghadap ke halaman belakang,tampak beberapa jenis pohon dan juga beberapa jenis sayuran,Aby menatap lurus dengan tatapan kosong, setelah beberapa menit ia mendudukkan dirinya di atas kasur sederhana milik Billa, tangannya mengusap lembut seprai yang bermotif kartun, sesaat Aby tersenyum saat menyadari bahwa kamar sang istri bak kamar gadis kecil dengan beberapa motif kartun


" Ternyata kamu masih sangat kekanakan ya... bagaimana bisa wanita yang sudah bersuami kamarnya dipenuhi dengan motif kartun lucu seperti ini, tapi kenapa saat di hadapan ku dan orang lain kamu bersikap sangat dewasa?" monolog Aby dalam hatinya


Aby membuka lemari pakaian minimalis milik Billa,ia melihat isinya yang masih terdapat beberapa helai pakaian milik Billa,ada sebuah meja belajar minimalis yang terlihat beberapa jenis buku tertata rapi,Aby mendekati sebuah nakas yang terletak di samping ranjang Billa,ia membukanya secara perlahan dan matanya langsung melihat sebuah buku kecil yang bertuliskan Diare di atasnya


Secara perlahan Aby meraih buku tersebut,dan membukanya helai demi helai,ia membaca setiap helai yang gadis cantik itu tuliskan,mulai dari awal ia masuk kelas 7, sesekali Aby tersenyum tipis saat membaca cerita Billa, sesekali ia terharu saat Billa mengungkapkan kerinduannya pada ayah dan ibu nya, sesekali Aby cemburu saat membaca tulisan Billa tentang beberapa pria yang mencoba mendekatinya


Dan disitu pula Aby tau kapan Billa dan Abrar kenal,ada rasa cemburu yang luar biasa saat membaca tulisan Billa tentang kekagumannya pada Abrar, sampai saat pertama kali gadis cantik tersebut datang ke Jakarta dan bertemu dengan Erick and the gank,disana Billa juga menuliskan kekecewaannya saat Aby mengatakan pada Billa tentang taruhan nya dengan Erick saat Billa kelas 9 dan Aby kelas 12,membuat Aby merasa bersalah


Tapi jantung Aby langsung berdetak kencang saat lembaran yang menuliskan " Hari pertama status ku berubah dan merubah segalanya"


DEG


Jantung Aby berdetak kencang saat tau bahwa tanggal yang Billa tulis adalah tanggal sehari setelah perginya sang ayah dan bersamaan dengan tanggal pernikahan mereka


**Hai sahabat terbaik ku... Diary... hari ini aku sedang tidak baik-baik saja..kamu tau kenapa? kemarin sore ayah menghembuskan nafas terakhirnya dan akan meninggalkan aku disini dengan seseorang yang seumur hidupku ingin aku hindari,Dia... orang yang menganggap ku seperti barang yang bisa dijadikan sebagai bahan taruhan..entah ia masih mengingat ku atau tidak, tapi pasti dia sudah melupakan semua itu..pada orang itulah ayah menitipkan aku...ya..aku menikah dengan nya kemarin.. beberapa menit sebelum kepergian ayah... kenapa..? kenapa harus padanya ayah menitipkan aku...jika ada pria lain yang mungkin lebih bisa menghargai aku.. kenapa ayah tidak mau menunggu kak Abrar yang datang menepati janjinya?


Tapi walau bagaimanapun aku berdoa semoga ini pernikahan pertama dan terakhir untuk ku, Ayah doakan yang terbaik untuk putri mu..maaf jika aku mengeluh dan kurang bersyukur, hanya saja putri mu terlalu takut menghadapi semua kenyataan ini, tapi ayah jangan khawatir...putri mu akan berusaha melakukan yang terbaik.. dan semoga Tuhan mengabulkan setiap Doa ayah


Selamat jalan ayah.. tenang lah disana dan putrimu disini akan baik-baik saja

__ADS_1


Selamat datang hidup baru.. status baru..semoga semuanya akan baik-baik saja*


Aby langsung mengingat kembali tentang kejadian beberapa tahun lalu dan ia juga mengingat seperti apa reaksi Billa saat pertama kali mereka bertemu di Bandara dan saat beberapa menit sebelum mereka menikah sampai saat beberapa bulan setelah mereka menikah hingga terjadi malam yang mungkin tidak akan pernah bisa Aby lupakan,tidak sedikitpun Billa menunjukkan bahwa gadis cantik itu masih mengingat tentang Aby,Billa bersikap seakan-akan di rumah sakit itu adalah hari pertama mereka kenal dan bertemu


__ADS_2