Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
69


__ADS_3

Hari berlalu tanpa menunggu dan semua orang tentunya punya kisah masing-masing dalam melalui hari-hari mereka, ada yang harus melewatinya dengan berbagai kesulitan,ada pula yang melewatinya dengan berbagai kebahagiaan, yang pasti setiap insan manusia akan merasakan yang namanya ujian kehidupan,susah dan senang nya tergantung bagaimana kita menyikapinya


Dan hal itu juga terjadi pada keempat gadis cantik yang diharuskan merasakan lelahnya menjalani koas, tidur mereka yang tidak lagi bisa teratur,makan yang terkadang harus melewati waktu nya dan mandi pun terkadang hanya satu kali dalam sehari, tapi itu memang konsekuensinya dan mereka harus ikhlas menerima, karena itu pilihan mereka dan tentunya juga akan ada hasil setelah nya nanti


" Dok... tolong ada pasien urgent di IGD" ucap seorang perawat pada Billa dan mona, keduanya sedang mengisi perut mereka di kantin,ya sudah hampir satu Minggu ini Billa dan Mona ditugaskan di Unit Gawat Darurat, sedangkan Mo dan kiki bertugas di poli


" Oh...ok kami akan langsung kesana" jawab Mona yang langsung berdiri seraya meraih handphone nya yang ia letakkan di atas meja,dan hal yang sama juga dilakukan oleh Billa, keduanya langsung berjalan dengan setengah berlari meninggalkan kantin dan menuju Unit Gawat Darurat yang ternyata sudah terlihat sangat ramai


" kok rame banget ya bill" ucap Mona sedikit terkejut saat melihat keadaan yang terlihat sangat ramai


" Ada kecelakaan beruntun Dok , katanya sih bus sekolah" jawab perawat yang menjemput mereka di kantin


" Ya Tuhan Mon" jawab Billa terlihat terkejut dan langsung menerobos masuk untuk membantu para korban, tapi tiba-tiba ia menghentikan langkahnya dan memilih sedikit menepi dan Mona menyadari itu, sehingga ia langsung melakukan tindakan untuk menolong rekan seprofesinya


Billa sedikit terhuyung ke belakang saat melihat banyaknya darah, untung ia berdiri tidak terlalu jauh dari sebuah tiang, sehingga dengan cepat ia memegang tembok tersebut untuk kembali menormalkan kondisi nya,Billa memang sedikit phobia jika melihat darah pada korban kecelakaan, sedangkan Mona sudah terlihat sigap menolong para korban yang tergeletak di bankar


" Kamu baik-baik saja Dear...?" tanya suara bariton seseorang yang tiba-tiba muncul di samping Billa dengan wajah terlihat sedikit khawatir


" Don't worry brother... I'm fine" jawab Billa yakin dengan senyuman tipis,ia berusaha menunjukkan bahwa dirinya baik-baik saja


" Jangan di paksakan kalau kamu belum siap, tenangkan dulu diri kamu" jawab Brayen lembut,ia tau gadis cantik yang sangat ia kagumi itu sedikit phobia dengan korban kecelakaan


" Yes... huffff" jawab Billa singkat seraya menghembuskan nafas panjang,ia mulai memajukan langkahnya mendekati para korban yang tergeletak dan terlihat sangat kesakitan,tak lupa hatinya terus merafalkan berbagai doa agar ia tetap kuat dan mampu mengalahkan phobia nya


Tanpa Billa sadari ada seseorang yang tengah memperhatikan dirinya, hitto terlihat tersenyum tipis saat melihat wajah cantik Billa yang terlihat sedikit pucat dengan bibir yang terlihat terus berkomat Kamit merafalkan berbagai doa dan pemandangan itu membuat Billa justru terlihat sangat lucu di mata hitto

__ADS_1


Ruang IGD yang terbilang sangat jarang sepi itu, benar-benar dipenuhi oleh para korban kecelakaan,Billa dan rekannya yang lain benar-benar dibuat kewalahan menghadapi mereka yang terus merintih kesakitan, belum lagi para keluarga atau kerabat mereka yang datang dan histeris dengan keadaan para korban


" Dear...kamu ikut aku ke ruang operasi ya,ada beberapa pasien kritis yang harus di operasi sekarang" ucap Brayen tiba-tiba di samping Billa


" Tapi aku belum pernah mengikuti operasi secara langsung dan ini pasien kritis" jawab Billa ragu


" Cukup menjadi pendamping ku dan perhatikan dengan seksama,aku yakin dan percaya kamu pasti bisa" jawab Brayen yakin


" Aku tunggu di ruang operasi...segera bersiap " ucap Brayen tegas sesaat setelah melihat Billa yang hanya terdiam dan Brayen langsung pergi meninggalkan unit gawat darurat,ia melangkah dengan tergesa menuju ruang operasi


Billa yang baru menyadari kepergian Brayen akhirnya juga langsung meninggalkan tempat tersebut setelah memberitahukan pada Mona dan rekan nya yang lain,dengan sedikit berlari Billa langsung menuju ruang operasi


Tampak Brayen yang sudah siap memasuki ruang steril tersebut,ia melirik sekilas ke arah datangnya Salsabila, dengan isyarat mata seakan ia mengatakan bahwa Billa harus cepat dan mereka tidak punya banyak waktu


Beberapa pasang mata melihat kedatangan Billa, ada yang menyambutnya ramah,ada pula yang melihatnya dengan tatapan sinis, khususnya para asisten yang perempuan,Billa hanya menunduk


Brayen tersenyum simpul di balik maskernya,ia merasa sangat lucu dan gemas melihat kelakuan Billa,ia bisa membayangkan wajah manyun Billa karena gadis cantik itu juga menggunakan masker, sehingga yang terlihat hanya mata nya saja


"pria bodoh mana yang mampu melepaskan wanita seperti kamu,andai aku mendapatkan kesempatan untuk menikahi kamu seperti pria itu,aku akan pastikan aku tidak akan pernah mengizinkan mu menjauh dari ku walau satu langkah sekalipun bahkan seandainya bisa takdirpun akan aku lawan jika itu demi kamu, hanya pada Tuhan aku berserah,semoga Tuhan mengizinkan ada satu nama lagi yang singgah di hati mu yaitu nama ku" batin Brayen


Sedangkan Billa ia langsung fokus pada operasi yang akan dimulai oleh Brayen,ini adalah pengalaman pertama untuk Billa,ia memfokuskan perhatian nya pada setiap gerakan yang Brayen lakukan,ia melihat betapa profesional nya seorang Brayen, tangan nya begitu lincah melakukan tindakan dan terlihat begitu tenang,membuat Billa tanpa sadar sesekali menatap wajah Brayen dengan tatapan kagum" pantas saja orang-orang menjulukinya sebagai Dokter bertangan malaikat,tenxata ia benar-benar hebat" batin Billa saat matanya menatap kagum pria tampan yang berada tepat di samping nya dan hal itu sangat disadari oleh Brayen


" Jangan fokus manatap ku,tapi fokuslah pada tanggung jawab yang berada di depan mu, apakah aku terlalu tampan sehingga membuat Salsabila Aulia Ahmad tidak mampu untuk berpaling dari mu?" bisik Brayen tepat di telinga Billa,membuat gadis cantik itu langsung menunduk malu dengan wajah yang merah seperti tomat


Billa langsung mengalihkan pandangannya pada pasien yang ternyata sudah hampir selesai,ia merutuki kebodohannya,tak hanya itu tiba-tiba saja ia sangat terkejut saat Brayen mengucapkan satu kata yang mampu membuat otak genius nya melambat

__ADS_1


" Dok Salsabila...jahit bagian ini" perintah Brayen tegas seraya sedikit memundurkan tubuhnya dari meja operasi, sedangkan Billa tercengang mendengar perintah dari Brayen, sungguh ini diluar dugaannya


Dengan sedikit gemetar Billa menggeser tubuhnya memposisikan diri senyaman mungkin dan ia mulai meraih alat medis untuk melakukan tugasnya,tapi fokusnya seakan langsung buyar saat tiba-tiba sebuah tangan kekar menuntun dan membimbing tangan nya untuk melakukan tugasnya, Brayen berdiri tepat di belakang tubuh Billa,kedua tangannya menuntun kedua tangan Billa untuk melakukan tugas yang ia berikan,tubuh keduanya nyaris menempel dan itu membuat Billa sangat terkejut sehingga tubuhnya terasa kaku


Otak genius Billa seakan blank dan tak berfungsi secara tiba-tiba, " Konsentrasi Dear" bisik Brayen tepat di telinga Billa membuat Billa langsung tersadar dari keterkejutannya,tak dipungkiri biar bagaimanapun ia seorang wanita dan Brayen seorang pria tampan dengan segudang prestasi,wanita mana yang tidak akan tertarik pada nya,tapi entah mengapa hati Billa selalu mampu menepis semua yang mencoba untuk menyentuh hati nya,hati billa seakan tertinggal dan terpenjara di negara kelahirannya,hanya roh yang masih bersama raganya yang berada di negara ini,tapi tidak dengan hatinya


Semua interaksi antara Brayen dan Billa tidak pernah lepas dari perhatian para rekan kerja mereka yang berada di ruangan operasi itu,ada yang merasa lucu ,gemas, bahkan ada yang baper,mengingat Brayen yang dijuluki pria dingin ternyata bisa sehangat itu pada Billa,ada juga yang melihat tak suka karena menganggap Billa sedang mencari muka untuk mendapatkan nilai bagus atau memanfaatkan Brayen untuk memudahkan nya selama menjadi dokter koas di rumah sakit tersebut


" Enak banget ya kalau jadi orang cantik,masih koas aja udah dapat kesempatan masuk ruang operasi dan melakukan praktek secara langsung" ucap salah satu asisten Brayen pada temannya saat Billa sedang mencuci tangan nya di westafel ruangan tersebut


Billa tidak menjawab ia hanya menundukkan kepalanya, bagaimanapun juga ia sedikit merasa minder berada diruangan yang sama dengan mereka, terlebih dengan kejadian tadi, karena banyak dokter muda yang terbilang sudah lumayan lama menjadi asisten di ruangan operasi


" Jangan di ambil hati, orang-orang julid seperti mereka memang selalu suka repot dengan urusan orang lain" ucap seorang wanita yang juga sedang mencuci tangan nya,ia tampak tersenyum ramah pada Billa dan di jawab dengan anggukan kepala oleh Billa


" Terimakasih... tapi antara saya dan dokter Brayen tidak memiliki hubungan khusus apapun,selain beliau kakak dari sahabat saya, sungguh..." ucap Billa menjelaskan dengan lembut


" Aku percaya... karena kalau kalian punya hubungan khusus maka ga akan mungkin tuan muda hitto berani mendekati kamu,biar bagaimanapun mereka adalah sahabat,terlepas dari status keluarga yang memang mereka adalah sepupuan" jawab wanita itu santai


Sementara Billa sedikit terkejut dan langsung menatap wajah wanita itu dengan tatapan tak percaya" anda bisa aja bercandanya dok,mana mungkin seorang Direktur utama sebuah rumah sakit besar seperti ini suka pada wanita biasa seperti saya dan lagi saya hanya warga asing yang datang ke negara ini untuk meraih ilmu " jawab Salsabila dipenuhi dengan rasa canggung, walaupun ia tau yang dikatakan wanita itu benar adanya, Salsabila belum lupa dengan kejadian beberapa bulan lalu saat hitto mengatakan menyukainya dan menawarkan sebuah hubungan,itu terjadi saat mereka belum sering bertemu dan ngobrol,berbeda dengan sekarang mereka sudah terbilang lumayan dekat atau bisa disebut sudah berteman


" Tapi setau ku bahwa cinta itu tidak pernah memandang kasta dan kedudukan orang yang mereka cintai, bahkan sebagian dari mereka rela mengorbankan keyakinannya demi meraih hati orang yang mereka cintai, tapi selama itu masih wajar dan tidak berdampak negatif bagi keduanya menurut aku sih itu bukan suatu masalah, hanya tergantung kita saja bagaimana cara kita menyikapinya,dan cinta juga tidak bisa ditebak kapan dan pada siapa ia akan datang" ucap wanita itu


" Dokter benar sekali,hanya saja kalau menurut saya, jangan pernah berfikir untuk menggadaikan sesuatu yang berharga hanya demi cinta, terlebih menggadaikan harga diri dan keimanan kita, karena sejatinya cinta manusia di dunia itu tidak abadi, yang abadi adalah cinta Tuhan untuk Umat Nya,maka percayalah jika Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk Umat Nya, karena rezeki itu sudah tertakar dan tidak akan tertukas,begitu pula dengan Jodoh ....itu sudah di atur maka yakinlah jika waktunya ia akan datang dengan cara yang terkadang tidak terduga dan saya percaya dengan semua itu,bahwa Takdir Tuhan adalah yang terbaik untuk saya" jawab Billa bijak


" Kamu tidak hanya cantik, tapi juga sangat bijak dan pintar,aku yang wanita saja langsung tertarik saat pertama melihat kamu, apalagi mereka yang laki-laki,wajar saja jika dokter kulkas itu sedikit menghangat saat bersama kamu " puji wanita tersebut

__ADS_1


" Dokter terlalu berlebih-lebihan, diluaran sana masih sangat banyak wanita lebih segalanya dari saya, kalau dokter Brayen dengan saya kami memang lumayan dekat karena biasanya saya juga bekerja part time di klinik keluarga mereka bersama dengan teman-teman saya yang lain dan juga Mo adik dari dokter Brayen " jawab Billa menjelang dan di angguki oleh dokter tersebut


Obrolan mereka berakhir setelah Billa dan dokter tersebut berpisah di lorong menuju tempat yang berbeda,Billa bertujuh menghampiri Mona di IGD sedangkan dokter itu ingin mencari minuman segar di kantin


__ADS_2