
Sedangkan di benua Asia tepatnya di Indonesia, Billa sedang duduk termenung di balkon sebuah kamar mewah, memikirkan sang pemilik kamar, keputusan apa yang harus ia ambil,satu masalah sudah ia atasi walaupun belum bisa dikatakan selesai, karena Abrar yang mengatakan bahwa ia akan menunggu walaupun tidak tau sampai kapan
Sudah dua hari setelah kejadian malam itu, Billa masih menginap di rumah utama keluarga Alexander,ia ingin menunggu Aby untuk berbicara, walaupun belum sekalipun ia mendengar kabar pria tampan yang sudah menjadi pemilik kehormatan nya, keduanya memang tidak memiliki nomor kontak mereka, karena baik Billa maupun Aby tidak pernah saling menghubungi melalui benda pipih nan canggih tersebut
Akhirnya Billa memutuskan untuk kembali ke apartemen,kecewa..... itu yang ia rasakan,ia merasa bak seorang wanita yang hanya dijadikan wanita semalam oleh Aby ( one night stand), itulah kata yang tepat untuk dirinya, ditinggalkan setelah puas menghisap sari nya, setitik air mata membasahi pipi mulusnya, mengingat bagaimana Aby melakukan hal tersebut pada nya hingga beberapa kali, walaupun Aby melakukan nya dengan sangat lembut, Billa mengakui hal itu, dengan segera Billa menghapus air mata nya dan memaksakan sebuah senyuman untuk menguatkan dirinya sendiri
* Ikhlas Billa...itu hak dia sebagai suami dan kewajiban mu sebagai istri, walau bagaimanapun pernikahan kalian sah di mata Agama, dan sejak kamu menjadi istrinya dia selalu memenuhi tanggung jawabnya memenuhi semua kebutuhan mu" monolog Billa dalam hati nya
Dengan langkah sedikit berat, Billa melangkah meninggalkan kamar tersebut,kamar yang menjadi saksi bisu tangisnya beberapa malam yang lalu hingga hari ini, kamar yang menjadi saksi bisu berubahnya status dirinya, hilangnya sesuatu yang sangat berharga dalam dirinya, dan kamar yang menjadi tempat Aby menjadikan dirinya sebagai seorang istri seutuhnya
Mengusap Air matanya secara perlahan, Billa meraih tas sandang miliknya dan handphone,ia tersenyum tipis dan kembali melanjutkan langkahnya menuju pintu meraih handle pintu tersebut, membuka dan menutupnya kembali setelah ia keluar, perlahan menuruni tangga dengan langkah sedikit tergesa, tapi langkahnya terhenti seketika saat tak sengaja ia melihat sebuah berita di salah satu media sosial yang kebetulan tadi ia buka karena ia ingin melihat berita terbaru tentang fashion
Hati Billa seakan tercubit saat melihat wajah Aby yang sedang bersama wanita cantik yang Billa juga pernah beberapa kali melihat kebersamaan Aby dengan wanita tersebut,berita yang menunjukkan bahwa Aby sedang berada di suatu acara formal di pulau Dewata Bali,Aby berjalan beriringan dengan wanita tersebut, walaupun Aby tidak menunjukkan senyuman seperti wanita yang jalan berdampingan dengan nya, tapi di mata Billa melihat Aby sangat serasi dengan wanita yang Billa yakini adalah kekasih Aby
Dengan cepat Billa memaksakan senyum nya saat mendengar sapaan dari bik Atik yang mengatakan mobil dan sopir yang akan mengantarkan Billa ke apartemen sudah siap
" Mobil nya sudah siap non.."ucap bik Atik memberitahukan kepada sang nona muda
" Oh ia bik.. Billa pamit, terimakasih banyak, sampaikan juga pada yang lain,jaga kesehatan, dan kalau kak Aby pulang ke sini tolong katakan Billa tunggu di apartemen, karena besok pagi Billa masih harus ke sekolah untuk mengurus beberapa keperluan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi" ucap Billa sopan pada wanita paruh baya yang menjadi art kepercayaan keluarga Alexander
" Ia non pasti akan bibik sampaikan, tidak perlu berterimakasih pada bibik atau yang lainnya, karena itu sudah menjadi tanggung jawab kami sebagai orang yang di bayar untuk melayani keluarga ini" jawab bik Atik bijak
Billa hanya tersenyum dan meraih tangan bik Atik,mencium punggung tangan tersebut dengan sangat hikmat, seakan mereka lama tidak akan bertemu atau bahkan mungkin tidak akan pernah bertemu lagi,melihat hal tersebut membuat bik Atik sangat terharu dengan kesopanan sang nona muda
__ADS_1
" Assalamualaikum.." pamit Billa lirih pada art kepercayaan keluarga Alexander
" Waalaikum salam.. hati-hati ya non" jawab bik Atik sopan seraya ikut melangkah menuju pintu mengantarkan sang nona muda menuju mobil
Billa mengangguk dan tersenyum lembut saat sudah berada dalam mobi dan sedikit menurunkan kaca mobil tersebut, sesaat Billa menatap lekat bangunan mewah nan megah milik keluarga sang mertua, memejamkan matanya untuk menormalkan jantung nya yang tadi sempat berdetak kencang saat melihat berita tentang sang suami, tanpa Billa ketahui bahwa Vidio tersebut adalah Vidio lama saat Aby menghadiri salah satu acara fashion show di Bali dan sesil adalah salah satu model di acara tersebut, sedangkan Aby adalah sponsor terbesar dalam acara tersebut, hari ini sesil baru saja mendarat di bandara internasional Soekarno-Hatta,ia baru kembali dari Singapura sehingga banyak para pencari berita yang menanyakan tentang video yang sempat firal tersebut dan hal itu juga tidak di sia-siakan oleh sesil untuk mempublikasikan hubungan nya dengan Aby, walaupun pada kenyataannya hubungan mereka sudah berakhir
Mobil melaju meninggalkan area rumah mewah keluarga Alexander, Billa menghela nafasnya berat, beberapa hari ini ia seperti sangat terbebani dengan kejadian yang menimpa dirinya, mulai dari masalahnya dengan Abrar, Pernyataan hati Elang dan beberapa pertanyaan dari Dave yang mencurigai dirinya dan Aby, ditambah lagi dengan perlakuan Aby padanya dan kemarahan Aby saat Billa menyampaikan keinginannya untuk mempercepat proses perpisahan mereka, bukan ingin Billa meminta cerai bahkan Billa sangat takut dengan kata-kata tersebut, karena Billa tau itu adalah hal yang paling dibenci oleh Allah, tapi ia juga ga mau egois mengingat Aby sendiri yang mengatakan bahwa Billa telah mengganggu hidupnya, sehingga membuat sebuah kontrak tentang hubungan mereka, tapi kenapa Aby sangat marah malam itu? hal tersebut lah yang membuat Billa benar-benar bingung dalam menentukan keputusan nya untuk melanjutkan pendidikan nya
Sekitar hampir tiga puluh menit mobil yang membawa Billa berhenti tepat di depan lobby apartemen mewah tersebut, tempat ia tinggal untuk beberapa bulan yang lalu dan mungkin akan segera ia tinggalkan
" Terimakasih banyak ya pak, hati-hati saat kembali ,ini dari saya untuk bapak atau kalau cukup untuk keluarga juga" ucap Billa lembut seraya menyerahkan sebuah amplop yang berwarna coklat, yang berisi uang muilik nya yang Aby tinggalkan di atas nakas sebelum kepergiannya,uang itu adalah uang yang rutin Aby berikan untuk Billa yang katanya sebagai upah untuk Billa karena tidak mengizinkan Aby menyewa art di apartemen tempat tinggal Billa,tapi sayangnya Billa menganggap bahwa uang itu aby berikan sebagai bayaran untuk malam itu
" Tapi non ini apa? ini memang tugas saya sebagai seorang supir dan say sudah digaji oleh mertua non, bahkan gaji saya cukup besar non" ucap sang supir yang bingung saat menerima amplop tersebut yang beliau yakini berjumlah lumayan besar,tampak dari tebal dan beratnya
" Baiklah non, terimakasih banyak...semoga Allah kabulkan semua Doa yang nona muda panjatkan dan semoga langgeng rumah tangga nya serta diberikan keturunan yang Shaleh dan Sholeha, cantik dan tampan, seperti kedua orang tuanya" Doa pak Harto tulus
Billa mengangguk dan tersenyum tipis,ia tidak mengaminkan doa yang kedua dari pak Harto tentang hubungan nya dengan aby, karena bagi Billa itu adalah hal yang mustahil untuk terjadi padanya dan Aby, mengingat Aby memiliki tambatan hati dan akan segera mengakhiri hubungan mereka setelah sampai pada waktu yang dijanjikan di kontrak yang mereka tandatangani, mungkin malam itu Aby sedang banyak pikiran atau mungkin salah mengerti tentang apa yang Billa sampaikan atau cara Billa menyampaikan keinginannya salah, sehingga membuat Aby emosi dan berakhir dengan sesuatu yang tidak seharusnya terjadi bahkan belum pernah terpikirkan oleh Billa
Billa langsung memasuki lift menekan angka tujuannya yaitu lantai teratas gedung mewah tersebut, dalam lift Billa tidak sendiri ia bersama beberapa orang lain yang mungkin juga penghuni apartemen tersebut atau mungkin tamu, Billa memang tidak mengenal satupun dari penghuni lainnya di apartemen tersebut,ia berangkat pagi ke sekolah dan pulang malam hampir setiap hari, sehingga tidak pernah ia bertegur sapa dengan penghuni lainnya, terlebih ia tinggal di lantai paling atas tanpa tetangga karena memang lantai tersebut dikhususkan untuk sang pemilik gedung mewah tersebut
" Penghuni baru ya..? tanya seseorang pada Billa,membuat gadis cantik tersebut langsung mengangkat wajahnya melihat pada beberapa orang lainnya
" Ia kamu... penghuni baru ya?" tanya orang tersebut lagi saat melihat wajah cantik Billa yang seperti kebingungan
__ADS_1
" Oh i- ia Tante..tidak terlalu baru kok,sudah beberapa bulan yang lalu " jawab Billa sopan dengan senyuman lembut
" Oa...? di lantai berapa? kok tante ga pernah liat kamu? ya ampun kamu cantik banget sih sayang?" ucap wanita paruh baya tersebut
" Di lantai xx Tante.. hehehe Tante bisa aja..." jawab Billa sambil tersenyump, Billa memang tidak tau bahwa lantai tempat unit nya adalah lantai teratas
" Di panthouse? tanya wanita paruh baya tersebut pada Billa dengan wajah yang menunjukkan rasa terkejutnya, masalahnya wanita tersebut tau bahwa lantai yang Billa sebutkan adalah lantai teratas gedung mewah tersebut dan lantai yang tidak seorang pun di izinkan naik tanpa izin security dan itu atas perintah sang pemilik tempat
" Mungkin.." jawab Billa sopan dengan senyuman canggung, masalahnya ia juga tidak terlalu tau tentang tempt yang menjadi tempat tinggalnya beberapa bulan ini, baginya itu tidak penting selama tidak ada tanda-tanda aneh dari tempat tersebut, lagi pula ia bukan tinggal untuk selamanya di tempat tersebut
Orang-orang yang berada di dalam lift tersebut sangat terkejut dengan berbagai pertanyaan dalam hati mereka tentang siapa sebenarnya Billa nya, ingin bertanya tapi mereka merasa sangat enggan, akhirnya semuanya terdiam,hanya sesekali mereka mencuri pandang melihat wajah cantik Billa, sehingga satu per satu dari mereka keluar saat berada di lantai tujuan masing-masing
" Tante duluan ya..." ucap orang itu pada Billa sesaat sebelum beliau meninggalkan lift hai karena telah tiba di lantai tujuannya
" Oh ia Tante hati-hati ya" jawab Billa sopan dengan senyuman manis nya
Billa sendiri di dalam lift dan akhirnya lift berhenti di lantai tujuannya, Billa langsung keluar dari lift menuju pintu masuk,ia langsung menekan password sehingga tidak perlu menunggu lama akhirnya pintu terbuka dan menampilkan kesan mewah apartemen tersebut
Billa melangkah masuk,ia mengedarkan pandangannya dan menelisik apakah Aby pulang ke apartemen itu beberapa hari ini, tapi Billa yakin tidak, setelah ia melihatnya, karena Billa masih teringat jelas seperti apa keadaan terakhir saat ia meninggalkan tempat tersebut
Billa menarik nafas dalam-dalam, kembali merasakan sesak di dadanya, bingung itulah yang ia rasakan,sakit itu sudah pasti, lagi-lagi air matanya mengalir tanpa diminta dan tak bisa di cegah,saat ia mengingat kehidupannya setelah kepergian nenek dan ayah nya, ingin Billa mengeluh dan mungkin menangis sekuat mungkin agar hatinya tidak lagi sesak
Akhirnya Billa tertidur di sofa ruang tamu apartemen, tubuhnya mungkin memang tidak lelah, tapi hatinya sungguh Billa ingin menyerah, hanya saja ia tidak ingin membuat almarhum kedua orang tuanya dan sang nenek kecewa melihat ia yang menjadi makhluk yang terlalu lemah dan tidak sungguh-sungguh menjadi seseorang yang tegar
__ADS_1