Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
39


__ADS_3

Billa sudah bersiap,ia menggunakan sebuah dress branded yang sudah di sediakan oleh sang mertua di kamar pribadi Aby, Billa memutuskan menggunakan semua fasilitas yang sang mertua sediakan untuk nya, semua itu ia lakukan untuk menghargai pemberian mami Tamara



Billa menuruni tangga dengan langkah pelan, walaupun tidak sesakit saat terbangun tadi pagi, tapi rasa sakitnya masih belum hilang sepenuhnya, Billa langsung menuju dapur untuk menemui bik Atik,ia ingin mengatakan bahwa ia akan keluar sebentar dan meminta agar disiapkan mobil oleh supir


" Bik..bik Atik..maaf mengganggu Billa mau keluar sebentar apa bibik bisa tolong bilang ke pak Harto?" tanya Billa sopan


" Oh bisa non, sebentar bibik telfon pos satpam dulu ya non, nona mau pakai mobil yang mana?" tanya bik Atik


" Yang mana aja bik, yang penting bisa antarkan saya sebentar saja karena rencananya saya akan kembali dan nginap disini lagi untuk beberapa malam ini" jawab Billa yang memberitahukan keputusan nya pada bik Atik, membuat art paruh baya itu langsung tersenyum bahagia saat mendengar ucapan Billa


" Baik non, tunggu sebentar, akan langsung bibik telfon" jawab bik Atik sopan dan langsung meraih gagang telepon untuk menghubungi pos satpam rumah megah tersebut


Billa hanya mengangguk dan memutuskan untuk menunggu di ruang tamu, tubuhnya masih terasa lemah, sehingga membuat ia belum sanggup untuk berdiri terlalu lama, tapi apapun itu Billa tetap harus menemui Abrar untuk mengatakan keputusan nya pada pria tampan tersebut


Setelah 5 menit kemudian bik Atik mengatakan bahwa pak Harto sudah siap dan sudah menunggu di depan, Billa langsung menuju pintu keluar setelah mengucapkan terimakasih kepada bik Atik,ia menghampiri mobil yang sudah terparkir di depan pintu lengkap dengan sang supir


Billa langsung masuk karena pak Harto sudah membukakan pintu mobil tersebut untuk nya


" Terimakasih pak" ucap Billa sopan dan langsung duduk di kursi penumpang,pak Harto tersenyum dan mengangguk hormat


" Tolong antarkan saya ke taman di jalan xxxx ya pak" ucap Billa memerintahkan secara lembut pada pria paruh baya yang menjadi supir pribadi keluarga Alexander tersebut


" Ia non" jawab pak Harto dengan patuh dan langsung melajukan mobilnya menuju tempat yang sudah di sebutkan oleh sang nona muda nya


Sepanjang perjalanan hati Billa, gelisah bimbang tak menentu,apa yang harus ia katakan pada Abrar,ia menginginkan pria baik-baik seperti Abrar yang akan menjadi pendamping hidup nya kelak, tapi Billa merasa sangat tidak pantas untuk pria tampan tersebut, Billa menonaktifkan ponselnya agar para sahabatnya tidak menggangu nya saat berbicara dengan Abrar


20 menit kemudian mobil yang membawa Billa berhenti tepat di parkiran taman yang Billa tuju, Billa langsung turun setelah mengatakan pada pak Harto agar menunggunya karena ia akan kembali ke mansion utama


" Bapak bisa tolong tunggu di sini sebentar kan? sekitar satu jam,atau kalau bapak mau ke suatu tempat juga boleh, setelah satu jam lagi bapak kembali ke sini" ucap Billa sopan


" Bapak tunggu di sini aja non,udah non Billa langsung masuk aja dulu,saya minum kopi di cafe pinggir jalan itu" Jawab pak Harto seraya menunjuk ke sebuah cafe yang tak jauh dari taman,mana mungkin dia berani meninggalkan nona muda nya itu, sementara tadi pagi-pagi sekali asisten pribadi sang tuan muda sudah datang padanya untuk menyampaikan pesan Aby agar terus mengawasi Billa


Yang membuat ziko sang asisten pribadi Aby merasa bingung,siapa wanita yang bernama Billa,kenapa banyak sekali pesan untuk wanita tersebut yang harus di sampaikan pada kepala art, supir pribadi dan beberapa bodyguard keluarga Alexander,apa status wanita tersebut? sungguh pertanyaan tersebut menari di otak ziko, pasalnya ia belum pernah melihat Aby dengan wanita yang bernama Billa


Billa melangkah perlahan memasuki area taman dan menuju kolam kecil yang terdapat di tengah taman, dari jarak yang masih sedikit jauh billa sudah bisa melihat seseorang yang duduk di salah satu kursi dipinggir kolam kecil tersebut


Billa langsung menghampiri kursi tersebut dan mendudukkan tubuhnya di ujung kursi panjang tersebut, sedangkan orang yang Billa tuju masih belum menyadari kehadiran Billa di kursi yang sama dengan dirinya

__ADS_1


" Assalamualaikum...maaf lama nunggu" sapa Billa lembut seraya mengucapkan kata maaf


" Waalaikum salam.. gak kok,aku juga baru datang beberapa menit yang lalu" jawab Abrar yang baru tersadar dari lamunannya setelah mendengarkan suara indah milik gadis yang ia impikan untuk jadi pendamping hidup nya


" Sudah ada keputusan untuk kedepannya seperti apa?,semoga Allah kabulkan Doa ku dengan kabar baik dari ukhti" ucap Abrar bertanya karena sudah hampir sepuluh menit mereka saling diam dan tidak ada yang memulai untuk bicara


" Alhamdulillah sudah... Amin.. semoga Allah kabulkan semua Doa akhi dan Allah kasih yang terbaik untuk akhi" jawab Billa lembut


" Apa? " tanya Abrar penasaran dengan jawaban yang akan Billa sampaikan padanya


" Aku - A- aku mohon lupakan aku dan janji yang pernah kita buat dulu,maaf kalau aku tidak menepati janji,tapi kekecewaan dan ke khawatiran ayah akan sangat menyakitkan untuk ku" jawab Billa lirih


Abrar langsung memejamkan matanya saat mendengar keputusan dari Billa, hatinya bagai tertimpa batu besar,sesak ...itu yang ia rasakan saat ini, lidah nya kelu seakan tak mampu untuk mengucapkan satu kata pun, beberapa menit Abrar terdiam begitu pula dengan Billa, keduanya menatap lurus ke depan dengan pikiran kacau


Perlahan Abrar menatap wajah cantik Billa yang tepat di samping nya, dengan susah payah Abrar menarik sudut bibirnya untuk tersenyum pada Billa, menunjukkan seakan dirinya sedang baik-baik saja


" Baiklah jika itu keputusan mu..aku bisa apa?


Nanti jika kamu tidak mendengar tentang kabar ku lagi,itu artinya aku sudah pergi jauh dan aku minta maaf karena pernah mengharapkan mu sedalam ini, tentang perasaan ku untuk mu terimakasih,kamu tak pernah salah karena menolak ku, aku yang seharusnya paham bahwa pada kenyataannya langit tidak akan pernah bisa memeluk bumi" ucap Abrar sendu, membuat Billa langsung menunduk dalam


" Akhi salah... akulah yang seharusnya sadar dari awal dulu bahwa langit itu terlalu tinggi dan mustahil untuk ku gapai, sehingga kini membuatku berada diantara langit dan bumi, untuk naik terlalu tinggi, untuk turun aku tak memiliki tangga, yang bisa aku lakukan hanya melompat dengan resiko patah atau baik-baik saja " jawab Billa sendu dengan mata yang sudah berkaca-kaca


" Terimakasih karena pernah memberiku kesempatan untuk singgah di hati mu, meskipun pada akhirnya bukan aku yang menjadi tempat mu untuk pulang


Terimakasih karena pernah menempatkan ku diantara waktu-waktu mu, meski mungkin hanya disaat kamu sedang sepi atau mungkin hanya menganggap ku sebagai teman


Terimakasih dan maaf karena pernah terlalu berharap, harus nya aku tidak menggenggammu terlalu erat, sehingga saat kamu memilih pergi seperti ini aku tidak terlalu sakit " tambah Abrar , kata-katanya begitu menusuk relung hati Billa


"Akhi tau ?...saat ini aku sedang sangat bahagia karena ada seseorang yang menginginkan ku begitu dalam, walaupun terhalang oleh jarak,tapi hari ini hatiku juga hancur karena aku harus rela melepaskan orang itu, ingin sekali saja aku egois meminta agar orang itu menggenggam tangan ku erat dan membawaku bersama nya, tapi aku terlalu takut untuk berdiri disampingnya, karena aku tidak pantas menjadi pilihannya,satu yang ku pinta.. Tuhan bahagiakan lah ia selalu dan pertemukan ia dengan wanita yang terbaik " jawab Billa dengan tersenyum pahit


" Aku rasa pembicaraan kita sudah cukup...aku izin duluan ya " ucap Billa yang sudah berdiri bersiap untuk pergi


" Aku tau dengan siapa ukhti menikah.. "


Deg


" Earl Abiyasa Alexander..putra tunggal keluarga Alexander dan pewaris tunggal AXE group, walaupun aku belum tau pernikahan seperti apa yang sedang kalian jalankan saat ini,satu doa ku semoga kalian bahagia.." ucap Abrar dingin


" Da-dari mana akhi tau?" tanya Billa gagap,ia sangat terkejut dengan ucapan Abrar yang mengetahui tentang identitas Aby

__ADS_1


" Abi menjabat sebagai rektor di salah satu universitas milik keluarga Alexander, salah satu asisten kepercayaan keluarga mereka mendatangi abi dan memberi peringatan agar aku menjauhi nona muda keluarga mereka dan aku tidak pernah mendekati wanita manapun kecuali ukhti " jawab Abrar jujur


" Maa-maaf membuat akhi dan Abi Habib terlibat " ucap Billa lirih meminta maaf


" Ukhti tidak salah dan mereka juga tidak salah, pulang lah dan jadilah istri yang baik untuk suamimu terlepas seperti apa hubungan kalian,dia tetap lelaki halal mu" nasehat Abrar bijak


" Terimakasih... Assalamualaikum " jawab Billa singkat dan kembali melanjutkan langkahnya menuju parkiran


Sedangkan Abrar ia masih ingin berada di tempat tersebut, menguatkan hatinya yang hancur mendengar keputusan yang Billa ucapkan, harapan dan impian indah yang sudah ia susun harus musnah sebelum dimulai, cinta pertama yang ia harapkan menjadi cinta terakhir nya kini pergi meninggalkan dirinya dengan cerita sendu, wanita yang ia cintai harus menjalani hidup sebagai istri kontrak pria lain


Sakit ...itu yang Abrar rasakan, ingin ia mengatakan bahwa ia siap membawa Billa sejauh mungkin, tapi sayang.. wanita cantik itu bahkan tidak memberinya kesempatan, Billa lebih memilih untuk menghadapi semua nya seorang diri


"Aaaakh...." teriak Abrar seraya mengusap kasar wajahnya, seandainya bisa ia sangat ingin menemui tuan muda dari keluarga Alexander dan meminta agar melepaskan Billa untuk nya, tapi ia tidak mungkin melakukan itu, karena akan melibatkan keluarga nya


Dan ternyata disaat yang bersamaan tidak hanya Abrar yang merasakan kekecewaan itu,ada hati lain yang juga sakit,Dave... pemuda tampan itu baru tau bahwa Billa yang ia kenal dan kagumi ternyata gadis yang sama dengan yang sang Abang ceritakan adalah wanita yang dicintai oleh sahabat nya, Haikal menceritakan tentang hubungan Billa dan Abrar yang sudah sejak empat tahun lalu dan akan dijadikan sebagai istri oleh Abrar


Dave menelan ludahnya kasar saat mendengar cerita Haikal,ia sangat mengenal siapa Abrar, pria tampan yang sangat cerdas dan berkharisma, serta dari keluarga yang sangat religius, sesuai dengan karakter Billa yang juga merupakan gadis muslimah


Namun Dave juga sedikit bingung tentang kecurigaan nya antara Billa dan Aby,ia menjadi semakin kacau dan ia memutuskan untuk langsung bertemu dengan Billa dan menanyakan langsung kepada gadis cantik tersebut


" Tapi kemaren Abrar bilang mereka ada sedikit masalah" cerita Haikal pada Dave, keduanya sedang ngobrol di balkon kamar Haikal


" Masalah apa?" tanya Dave penasaran,ia memang belum mengatakan bahwa ia juga mengenal Billa, bahkan menaruh hati pada gadis cantik tersebut


" Katanya si Billa mutusin hubungan mereka,ya walaupun mereka ga pacaran sih,tapi pas ketemuan Minggu lalu Billa minta agar safe melupakan dia dan janji mereka " jawab Haikal


" Apa alasannya?" tanya Dave semakin penasaran


" kok Lo kayak semangat banget gitu?" tanya Haikal pada Dave


" Gak gitu...gue cuma penasaran aja, katanya mereka udah kenal sejak empat tahun lebih, pasti ada alasan dong, kasian juga kan mas Abrar " jawab Dave beralasan


" Ia si..gue aja ngerasa kasian banget sama Abrar,secara itu cinta pertamanya dan dia ga pernah mau kenal sama cewek lain,ya wajar sih, karena memang si Billa itu perfect,gue aja baru Minggu lalu list wujud nya, katanya sih dia sedang ada ikatan sama seseorang " jawab Haikal


" Dengan siapa emang nya? trus hubungan yang kayak gimana emang nya kok sampai dia tega ingkar janji" tanya Dave semakin penasaran


" Abrar belum bilang hubungan apa dan dengan siapa, yang jelas Abrar sakit banget pas tau itu semua " jawab Haikal apa adanya


Keduanya asyik ngobrol sambil ngopi bareng,Dave harapan nya semakin pupus, sedangkan Abrar benar-benar merasakan kehancuran yang luar biasa

__ADS_1


__ADS_2