Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
08


__ADS_3

" Gitu dong kan lebih enak ngobrol nya kalau bisa lihat wajah teman ngobrol secara live dan Lo beneran beautiful women" ucap Erick memuji dengan wajah memuja


" Manis banget sih kak ngomong nya? jadi takut terkena diabetes nanti akunya" canda Salsabila


" Serius.. gimana kalau gue bilang gue suka sama Lo dan pengen banget Lo mau jadi pacar gue" tanya Erick dengan memasang wajah se serius mungkin


" Jangan deh kak... Menurut aku kakak itu terlalu Starbuck untuk aku yang copycup” jawab Salsabila dengan senyuman menghiasi wajah cantiknya, Erick melihat wajah cantik Salsabila intens dan sedikit mengerutkan keningnya, sedangkan yang di tatap hanya tersenyum tanpa beban


Deg


Tiba-tiba saja jantung Erick terasa berdetak sedikit lebih kencang dan entah benar atau salah Erick merasakan ada sesuatu yang beda yang ia rasakan saat gadis cantik tersebut menolak nya,tapi dengan cepat ia tepis dan meyakinkan dirinya bahwa itu hanya rasa tidak terima aja kalau Salsabila menolak nya, karena selama ini ia hampir tidak pernah ditolak oleh wanita manapun yang ia tembak,malah merekalah yang mengejar-ngejar nya


" Perfect" satu kata itu yang terucap dari hati seorang Erick sang Playboy , tapi dengan segera ia menggeleng pelan dan kembali menyadarkan dirinya bahwa dirinya tidak mungkin beneran tertarik pada Salsabila, melainkan hanya sebagai taruhannya


" Maksudnya?" tanya Erick pada Salsabila, karena menurutnya jawab gadis itu sedikit ambigu..antara menolak dan juga ingin menerima tapi terhalang sesuatu


" Kaka itu terlalu sempurna untuk aku yang orang pinggiran, terkesan lebih seperti pepatah * pungguk merindukan bulan* nantinya" jawab Salsabila terdengar sangat santai


" Kenapa gitu.. bukan nya mengagumi seseorang itu tidak bisa ditentukan pada siapa kita akan merasa nyaman dan kagum?" tanya Erick semakin penasaran


" Ia sih.. yang kakak bilang ga salah... tapi justru aku yang akan terlihat salah kalau ga sadar diri...dan aku yakin diluar sana pasti banyak banget cewek yang setara dan sesuai kriteria kakak yang mengharapkan kakak..jadi sama mereka aja ya.." jawab Salsabila seraya sedikit bercanda


" Tapi aku maunya kamu, gimana dong? dan aku akan tunggu sampai kamu mau terima aku" jawab Erick sedikit menekan kata-katanya,kata yang baru ia ucapkan itu hanya untuk melancarkan aksinya, tapi entah mengapa ada yang beda dengan hatinya yang merasakan seakan-akan ia ingin mengatakan bahwa kata itu serius,tapi kembali lagi ia menolak perasaan tersebut


" Hehehe macem ia aja kakak ini, aku itu masih terlalu muda untuk bahas tentang cinta..jangan pernah menunggu sesuatu yang tidak pernah pasti dan jangan pernah berharap lebih pada sesama manusia, berharap lah pada Tuhan..karena hanya Tuhan lah yang Maha segalanya..maaf bukannya aku menggurui.. tapi aku sendiri saja tidak tau kapan akan bisa menerima seseorang.. yang pastinya saat aku merasa sudah sangat siap untuk memiliki seorang kekasih.. tapi.... kekasih halal " jawab Salsabila sopan tapi jelas dengan penuh ketegasan

__ADS_1


Erick diam seribu bahasa, lidahnya seakan kelu untuk sekedar menjawab ucapan Salsabila dan otak nya terasa blank untuk berfikir, yang ia rasakan saat ini hanya Insecure dengan semua kata- kata bijak yang keluar dari mulut remaja cantik tersebut dan seperti ada rasa kecewa


Erick merogoh saku celananya dan menekan tombol pada sebuah benda yang ada di dalam sakunya tersebut, menurutnya sudah cukup obrolan mereka untuk malam ini, walaupun belum ada hasilnya,ya Erick memang merekam semua pembicaraan mereka tadi agar dapat di dengar oleh yang lain dan lawan taruhannya, karena itu adalah syarat mutlak dari pertaruhan yang mereka sepakati bersama


Dan Erick kembali melanjutkan obrolan yang lain bersama Salsabila karena memang gadis cantik tersebut sudah mengalihkan pembicaraan mereka ke topik yang lain, Salsabila bertanya tentang sekolah pemuda tampan tersebut,dan Erick menyadari bahwa Salsabila sengaja mengalihkan pembicaraan mereka tapi ia tetap menjawab pertanyaan dari Salsabila agar mereka bisa lebih cepat dekat.


Sedangkan Salsabila merasa sedikit aneh aja dan kurang nyaman dengan ungkapan dari Erick pada nya, menurutnya cara bergaul Erick dan teman-temannya sedikit menganut budaya barat,hanya saja Salsabila belum pernah melihat mereka nge Drunk..tapi Salsabila juga pernah mendengar mereka suka ke klab malam dan itu cukup membuat Salsabila tidak sama sekali tertarik untuk berteman atau kenal mereka lebih dari sekedar pelanggan ayah nya


Sementara para teman Erick yang lainnya sudah sangat penasaran tentang pembicaraan yang Erick lakukan dengan gadis taruhannya, mereka mengira Erick akan segera berhasil atau mungkin malah sudah berhasil,melihat dari cara mereka ngobrol dan dari wajah keduanya yang terlihat serius dan sesekali tersenyum,tanpa mereka tau bahwa Erick baru saja di tolak secara nyata oleh gadis yang mereka anggap masih bocah dan labil dan hanya gadis dari desa yang pastinya sangat cupu dan lugu, walaupun mereka mengakui penampilan Salsabila selalu tampak elegan,tidak sedikit pun menunjukkan bahwa ia hanya gadis dari kampung


Mereka yakin untuk taruhan ini Erick lah yang akan menjadi pemenang nya, itu karena sudah berjalan satu Minggu Earl si pemuda sejuta pesona itu sama sekali belum terlihat melakukan pendekatan pada mangsanya,hanya beberapa kali pemuda tampan itu berinteraksi dengan Salsabila, itupun sekedar mendatangi gadis cantik itu untuk memesan nasi goreng, Earl malah terlihat lebih cuek dan seperti kurang berminat


Entah apa yang Earl pikirkan, mungkin karena gadis tersebut gadis berhijab yang pastinya bukan tipe nya, walaupun mereka semua mengakui kecantikan gadis taruhan mereka tersebut cantik alami bahkan nyaris sempurna, layaknya seorang super model kelas dunia dan terkadang para temen Erick yang wanita merasa Insecure melihat kecantikan alami Salsabila yang tanpa polesan make up sedikit pun


Selesai ngobrol dan menghabiskan nasi goreng miliknya, Erick berpamitan pada Salsabila dan langsung di angguki setuju oleh Salsabila, Erick melangkah menuju teman-teman nya dan kedatangan nya langsung di sambut heboh oleh semua teman nya, mereka langsung meminta pada Erick untuk memutar rekaman milik nya karena terlalu penasaran


" Wah...ternyata ini cewek termasuk Medan yang tangguh ni sepertinya,ngeles nya ngena banget" ucap mereka kompak


" lumayan tangguh sih kayaknya" jawab Erick yakin juga mengakui bahwa gadis cantik itu memiliki beribu cara untuk menolak


" Tapi Earl kok kayak kurang minat gitu dengan taruhan ini" ucap salah satu dari mereka, karena memang tuan muda dari keluarga Alexander itu tidak sedikit pun menunjukkan keseriusan dalam taruhan mereka tersebut


" Gue udah bilang kan kalau tu cewek beda.. dan ga semua cewek tu akan langsung tergoda dengan kemewahan, hati-hati loh gue malah khawatir diantara kalian malah bakal ada yang jatuh cinta beneran ma tuh cewek" ucap Dave yang sejak tadi hanya diam


Tak berselang lama orang yang sedang mereka bicarakan muncul dengan mobil Bugatti edisi khusus,ia bersama kedua sahabat nya tampak melah menuju tongkrongan Erick dan teman-temannya, kedatangan pemuda tampan itu selalu saja dapat mengalihkan perhatian semua orang,baik dengan rupanya atau pun barang- barang mewah milik nya

__ADS_1


" Wih.....mobil baru lagi bro..? " tanya Jo heboh


" Hadiah ultah dari Opa" jawab Earl apa adanya


" Enak banget ya hidup si tuan muda ini, tinggal di negara nyokap nya jadi tuan muda..balik ke negara bokap nya jadi Sultan" ledek Amar pada pemuda tampan yang akrab di sapa Earl


" Gimana ga enak coba...wajah tampan,tajir dan digilai wanita cantik, tapi sayang nya dingin kayak kutub" ucap Jo meledek


Yang diledek malah terlihat cuek dan dingin,sesaat ia melirik ke arah Salsabila yang terlihat sedang asyik membantu ayahnya menuutup gerobaknya, entah kenapa ia merasa sangat tidak nyaman dengan taruhan mereka pada gadis cantik tersebut


"Gimana bro.. tentang perjanjian kita? mau di lanjut atau berhenti? gue ga maksa kok kalau Lo mau mundur atau gimana kalau waktunya kita tambah sampai tuh cewek balik ke kampung halamannya?" tanya Erick pada Earl yang tampak diam


" Terserah Lo" jawab Earl singkat


" Dari awal gue udah bilang kan.. taruhan yang lain aja jangan tu cewek,hati gue bilang banyak banget yang beda dari tuh cewek dibandingkan dengan cewek-cewek yang biasa kita kenal atau kita jadiin taruhan " suara Dave tiba-tiba menyampaikan pendapatnya


" Lo bener banget Dave...gue juga punya pemikiran yang sama dengan Lo, feeling gue bilang bakal ada sesuatu yang rumit antara kita dan dia, tapi gue juga penasaran banget sama tuh cewek dan gue bakal coba deketin dia sebagai temen "jawab Zidan sahabat Earl


Sedangkan kedua sahabat Earl yang lain tampak tersenyum tipis seraya menggidikkan bahunya, walaupun juga penasaran tapi mereka lebih tertarik dengan wanita yang berpenampilan seksi dan dipastikan akan sangat mudah untuk dijadikan sebagai penghangat ranjang nya


Gaya hidup para anak konglomerat itu memang terbilang cukup bebas,keluar masuk clab atau hotel berbintang itu sudah menjadi hal yang biasa buat mereka, kesibukan para orang tua membuat anak-anak mereka hidup bebas dan berpedoman pada kata * hidup itu hanya sekali dan harus dinikmati *


Salsabila dan sang ayah melangkah menjauh meninggalkan lapak dagangan mereka setelah menitipkan gerobak dagangan nya pada tempat yang memang sudah tersedia tak jauh dari tempat mereka menjajakan dagangannya, Salsabila membantu sang ayah membawa beberapa barang mereka menuju sebuah becak yang selalu sang ayah gunakan untuk mengangkut barang dagangan mereka dan untuk berbelanja ke pasar


Setelah selesai semua nya mereka langsung meninggalkan tempat tersebut saat Salsabila sudah duduk manis di belakang sang ayah,semua yang mereka lakukan tidak lepas dari perhatian para anak muda yang sedang nongkrong di tempat tersebut dan Salsabila tidak perduli dengan semua itu

__ADS_1


Earl dan ketiga sahabat nya memilih meninggalkan tempat tersebut, begitupun dengan Erick dan beberapa teman nya yang juga menuju tempat tujuan masing-masing dengan menggandeng para wanita yang siap menjadi teman ranjang mereka walaupun untuk satu malam saja


Begitulah yang terjadi dengan keseharian mereka, status sebagai seorang pelajar tingkat menjadi penghalang untuk mereka menikmati kehidupan dunia malam, merengkuh manisnya madu percintaan walaupun tanpa ikatan halal,dan saat pagi menjelang mereka akan kembali menjadi seorang pelajar yang masih berseragam putih abu-abu


__ADS_2