
Sedangkan di belahan dunia lain tepat nya di Indonesia, Billa baru saja terbangun dari tidur pulas nya, berlahan Billa mengerjabkan matanya menyesuaikan dengan cahaya lampu yang bercampur dengan cahaya matahari yang masuk dari celah gorden kamar nan megah tersebut
" Auhh " rintih Billa spontan saat ia menggeliat dan sedikit menggerakkan bagian bawah tubuhnya, nyeri dan perih itu yang Billa rasakan di bagian inti tubuhnya, membuat Billa langsung mendudukkan tubuhnya walaupun terasa sangat tidak nyaman
" Auhh..ya Allah sakit banget" rintih Billa saat ia berusaha untuk duduk,ia langsung melihat tubuhnya di balik selimut putih yang menutupi tubuh polosnya, dan hal tersebut membuat Billa sangat terkejut dan shock, hampir ia menjerit histeris
Billa langsung membekap mulutnya sendiri dengan kedua tangannya dan air matanya kembali membasahi pipi mulusnya, sekuat tenaga ia menahan diri untuk tidak menangis, tapi nyatanya ia tidak bisa membendung air matanya tersebut
Billa mencengkeram kuat seprai putih tersebut, ingin ia berteriak sekuat tenaga meluapkan emosi nya pada Aby atau mencakar wajah pria yang berstatus suami nya tersebut, karena telah merenggut kesuciannya secara paksa, dalam hatinya ingin sekali ia membenci pria tampan tersebut, melaporkan nya ke pihak berwajib karena telah merenggut kesuciannya secara paksa dan membuat seluruh tubuhnya terasa lemah seakan tak bertulang,Aby benar-benar melahap habis mangsanya
Tapi mana mungkin Billa melaporkan perbuatan Aby.. sedangkan status mereka suami istri, Billa benar-benar dilema, lamunan Billa terhenti saat mendengar suara deringan handphone nya yang terletak di atas meja sofa di kamar tersebut
Billa memaksakan diri untuk bangkit dari duduknya,ia membungkus tubuh nya dengan selimut putih Aby, dengan langkah gontai ia menuju dimana handphone nya berada, Billa meringis dengan air mata yang semakin deras,ia terus melangkah,meraih handphone nya, tanpa melihat ia langsung mengangkat panggilan tersebut
📱-" Ha-halo.. assalamualaikum.." ucap Billa lirih dengan suara serak khas bangun tidur dan sedikit berat karena ia harus menahan tangisnya
📱-" Waalaikum salam...Bill Lo dimana? kok belum nyampe? kita udah di sekolah ni,Lo ga lupa kan kita hari ini liat pengumuman hasil ujian kelulusan kita" ucap Mona langsung pada intinya
📱-" Ia aku ingat kok, tapi apa boleh aku minta tolong? tolong liatin nama aku juga ya.. sorry ngerepotin tapi aku sedang di suatu tempat dan ga bisa datang" jawab Billa dengan suara lirih, mati-matian ia membekap mulutnya agar tidak menangis sehingga membuat sahabatnya akan tau
📱-" Emang nya Lo dimana bill? kemaren kita masih ketemu dan Lo gak bilang apapun,Lo baik-baik aja kan beb? jangan ngefrank kita dan bikin kita khawatir deh" ucap Mona yang mulai terdengar khawatir
📱-" Lo nangis bill? ada apa hemm?" tanya Kiki yang sudah langsung merampas handphone dari tangan Mona karena melihat wajah Mona yang terlihat khawatir
📱-" I'm fine.. don't worry...aku cuma butuh waktu sendiri untuk beberapa hari aja.. please kalau ada kabar tentang keberangkatan atau beasiswa kita, tolong kabari aku.. udah dulu ya.. Assalamualaikum" jawab Billa yang langsung mematikan panggilan tersebut tanpa menunggu jawaban dari kedua sahabatnya
Billa langsung mendudukkan tubuhnya di sofa,ia kembali menangis saat mengingat bagaimana Aby melakukan hal tersebut pada nya sampai berulang kali dan sial nya tubuhnya juga menikmati setiap sentuhan Aby, bahkan Billa berulang kali merasakan kenikmatan yang seakan membawanya terbang ke nirwana dan ia juga dapat merasakan saat Aby mendapatkan pelepasannya dan cairan hangat yang memasuki rahim nya, membuat ia benci pada dirinya sendiri yang kalah dengan kebuasan Aby
__ADS_1
* ya Allah apa yang harus aku lakukan, keputusan seperti apa yang harus aku ambil? berdosakah jika aku meminta berpisah dengan nya, tapi melanjutkan ini semua juga tidak mungkin ya Allah,ia memiliki seseorang yang ia cintai dan aku ga mau menghancurkan hati wanita lain, tolong aku ya Allah* rintih Billa dalam hati nya yang kini benar-benar sedang tidak baik-baik saja
Akhirnya Billa memutuskan untuk mandi, membersihkan tubuhnya dari jejak Aby yang masih bisa ia rasakan bagaimana Aby melahapnya, walaupun Aby melakukan nya dengan sangat lembut dan tidak sedikitpun menunjukkan bahwa dirinya sedang marah pada gadis cantik tersebut
Billa mengisi buth up dengan air hangat,tak lupa menambahkan sabun aroma terapi,ia ingin berendam untuk menyamankan otot-otot nya yang terasa tegang,ia ga perduli sang pemilik kamar akan marah karena sudah lancang menggunakan semua itu,hal yang belum pernah ia lakukan, tapi ia juga berhak marah pada pria tampan tersebut karena sudah membuatnya menjadi sangat lelah
Billa langsung memasuki buth up tersebut dan merebahkan tubuhnya secara perlahan,ia memejamkan matanya menikmati kenyamanan dan ketenangan dari aromaterapi seraya mengusap lembut seluruh tubuhnya, lagi-lagi air matanya mengalir tanpa izin
Tanpa terasa 30 menit sudah Billa berendam dengan air hangat dan kini ia merasa sedikit lebih segar dan rasa nyeri pada inti tubuhnya juga sudah sedikit berkurang,Billa menuju shower untuk membilas tubuhnya, setelah merasa cukup ia langsung memakai jubah mandi dan melangkah pelan keluar dari kamar mandi tersebut
Billa mengambil satu pasang dress rumahan dan pakaian dalam nya,ia menuju cermin dan alangkah terkejutnya ia saat melihat tubuhnya yang dipenuhi oleh tanda merah keunguan yang diciptakan oleh Aby, lagi-lagi air matanya mengalir membasahi pipi mulusnya, dengan segera Billa memakai bajunya agar ia tidak lagi melihat semua itu, seandainya bisa ia ingin menghapus semua nya
Mengingat kejadian semalam membuat ia baru sadar kalau ia tidak melihat Aby di kamar tersebut dan ia juga tidak menemukan barang Aby seperti handphone dan laptop miliknya atau tas kerja nya, sejak terbangun dari tidurnya Billa tidak melihat pria tampan tersebut,hal itu membuat Billa kembali merasakan nyeri di dalam hatinya dan dengan terpaksa Billa memaksakan senyum nya
Billa merasa sangat terluka karena Aby hanya mengambil manis madu nya saja dan langsung meninggalkan nya setelah mendapatkan semua itu, bahkan Aby tidak mengucapkan kata maaf atas semua sakit yang Billa rasakan, Billa merasakan dirinya bagaikan tebu setelah habis manisnya maka sepah nya akan dibuang
Merasa sangat lapar Billa langsung melakukan panggilan melalui telepon yang tersedia di dalam kamar Aby yang memang dikhususkan untuk berbicara dengan para art rumah megah tersebut, Billa meminta agar diantarkan sarapan yang sudah sangat telat pada bik Atik, rasanya ia tidak sanggup jika harus berjalan lama
Tak berselang lama terdengar suara ketukan pintu pertanda pesanan nya datang, Billa langsung mempersilahkan bik Atik untuk masuk, karena peredam suara kamar tersebut sudah di nonaktifkan
"Masuk aja bik ga di kunci" ucap Billa dari dalam kamar,ia duduk di balkon kamar tersebut
"I- i- Ini non sarapan nya" ucap bik Atik gagap saat melihat Billa,beliau sangat terkejut melihat wujud wanita yang kini berada di hadapannya,ini pertama kali bik Atik melihat Billa tanpa hijab, walaupun mata Billa terlihat sembab tapi nyatanya tidak sedikitpun mengurangi kecantikan nya
* Ya Tuhan.. cantik nya ciptaan mu ini,nikmat mana yang engkau dustakan ya Tuhan,hamba melihat wanita yang berwujud manusia tapi berparas bidadari.. betapa beruntungnya tuan muda* batin bik Atik saat melihat Billa tanpa hijab dan rambut indahnya tergerai sampai ke batas pinggang
" Letakkan di sini aja bik, dan tolong sekalian ganti seprai ya bik,maaf merepotkan bibik, tapi Billa belum tau dimana letak penyimpanan seprei nya" ucap Billa lembut seraya tersenyum tipis, sebenarnya ia sangat enggan dan malu mengatakan semua itu pada bik Atik, tapi ia tidak punya pilihan lain
__ADS_1
Bik Atik langsung mengangguk patuh, beliau baru tersadar dari lamunannya karena suara lembut Billa, dengan tersenyum dan mengangguk bik Atik langsung menuju ke ruang ganti dan mengambil seprei serta langsung memasang nya di ranjang sang majikan, dalam hati wanita paruh baya itu tersenyum membayangkan sesuatu dan beliau mulai paham mengapa Aby memberikan pesan kepada sang asisten pribadi agar menyampaikan padanya untuk membiarkan Billa istirahat, terlebih setelah beliau melihat beberapa tanda merah di leher Billa, ternyata tuan muda nya baru menyempurnakan pernikahannya dengan sang istri, mengingat hal itu membuat pikiran bik Atik traveling ke mana-mana
" Sudah non..ada lagi yang perlu bibik bantu?" tanya bik Atik sopan setelah selesai dengan seprai nya
" untuk sementara udah itu aja bik.. makasih ya bik,maaf merepotkan " ucap Billa
" ini memang tugas kami non, tidak harus sungkan, kalau butuh apapun langsung bilang ke bibik atau yang lainnya " jawab bik Atik
" Ia bik terimakasih..." jawab Billa
" Ia non sama-sama,bibik tinggal ke bawah ya" ucap bik Atik dan ingin keluar, tapi langkahnya terhenti saat mendengar pertanyaan dari Billa
" Oh ia bik anu itu....kak Aby udah berangkat ke kantor ya?" tanya Billa gugup
Bik Atik langsung tersenyum simpul saat melihat wajah cantik Billa yang terlihat salah tingkah saat menanyakan sang tuan muda" Tuan muda pergi dini hari tadi dan bibik ga tau kemana tuan muda pergi, karena tuan muda tidak meninggalkan pesan, hanya asisten pribadi nya tadi datang mengatakan untuk membiarkan nona istirahat,maaf.." jawab bik Atik karena melihat wajah Billa yang terlihat sendu dan kecewa
" Oh ... makasih ya bik" jawab Billa singkat dan langsung di angguki oleh bik Atik,beliau tidak mengatakan apapun karena sudah tau bahwa perasaan nona muda nya sedang kurang baik, dan bik Atik harus bisa menjaga batasannya sebagai seorang art yang tidak mungkin menanyakan hal pribadi pada sang nona muda
Setelah kepergian sang art, Billa memutuskan untuk memakan beberapa makanan yang diantarkan oleh bik Atik, walaupun ia tidak berselera makan tapi ia harus memaksakan diri agar tidak sakit, Billa menghabiskan jus strawberry kesukaan nya, hanya itu yang terasa enak dimulutnya, setelah selesai dengan makan nya Billa menuju ranjang,ia ingin istirahat,tubuh nya benar-benar lemah
Billa menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang,ia mengambil sebuah buku yang selalu ia bawa dalam tas nya, Billa mulai menulis segala sesuatu yang ada dalam benak nya dan apa saja yang terjadi kedepannya,air matanya kembali membasahi pipi mulusnya, ingin Billa tidak menangis dan mengikhlaskan semuanya sehingga ia bisa belajar menjadi wanita kuat, tapi sayang nya ia gagal untuk membendung air matanya
Lelah menulis gadis cantik tersebut meraih handphone nya dan melihat beberapa pesan masuk dari beberapa orang, Billa langsung membuka pesan yang Mona kirimkan,yaitu sebuah foto yang menampilkan hasil ujian kelulusan mereka yang ternyata Billa berada di urutan pertama,Kiki dan mona berada dibawahnya
" Alhamdulillah ya Allah aku masih sanggup mempertahankan nilai ku" ucap Billa setelah membaca postingan Mona, sesaat hatinya merasa terhibur
Namun hatinya kembali gelisah saat melihat pesan dari Abrar yang mengingatkan nya tentang janji pertemuan mereka, Billa menarik nafas dalam-dalam,ia kembali teringat dengan kemarahan Aby semalam yang berakhir dengan sesuatu yang tidak pernah Billa bayangkan akan terjadi di usianya yang masih sangat muda
__ADS_1
Billa menghembuskan nafasnya berat dan mulai mengetikkan sesuatu untuk membalas pesan dari Abrar, akhirnya Billa memutuskan untuk menemui Abrar sore nanti di taman kota,ia ingin menyelesaikan semua masalahnya sesegera mungkin,agar tidak terlalu berlarut-larut,agar menghindari kesalah pahaman seperti semalam