
Waktu menunjukkan hampir tengah malam..Aby memarkirkan mobilnya di garasi,ia melangkah memasuki kediaman keluarga nya, suasana tampak sunyi dan pencahayaan yang minim,semua lampu utama sudah di matikan sehingga menyisakan beberapa lampu yang terdapat di sudut ruangan
Aby melangkahkan kakinya menuju tangga,baru saja kakinya ingin menaiki anak tangga yang pertama, langkahnya terhenti karena tiba-tiba lampu di ruangan itu menyala disertai dengan sapaan dari sang mami
" Kamu baru pulang boy?" tanya mami Tamara lembut
" Ia mi.. Billa sudah di kamar kan? mami kok belum tidur?" tanya nya pada wanita yang sangat ia sayangi itu
" Billa sudah di kamar kalian sejak setelah makan malam tadi, bagaimana seorang ibu bisa tidur nak kalau ia tau putranya belum pulang,dan mungkin itu juga terjadi pada seorang istri, yang akan gelisah jika suaminya belum pulang hingga tengah malam " jawab mami Tamara sengaja sedikit menyindir putra nya
" Aku udah bilang kok mi ke Billa supaya gak nunggu aku,mami tenang aja.. menantu kesayangan mami itu patuh kok" jawab Aby menenangkan
" Semoga dia bisa ngertiin kamu boy dan selamanya seperti itu,dia masih sangat muda..mami takut kalau ia merasa kesepian maka akan ninggalin kamu dan mencari tempat Sandaran lain yang lebih nyaman" ucapan Mami Tamara ambigu
Deg
Ada rasa tidak nyaman disudut hati Aby saat mendengar ucapan sang ibu,rasa tak terima jika ada seorang wanita yang benar-benar meninggalkan nya , terlebih wanita yang sudah sah menjadi istrinya,ia yang notabenenya adalah seorang pria yang sangat digilai oleh para wanita di luaran sana,tapi di satu sisi ia juga tidak memungkiri kalau mungkin Billa akan melakukan hal tersebut,mengingat sikap cuek Billa padanya yang terlihat tidak ada rasa tertarik sedikit pun
" Mami ada-ada saja" jawab Aby singkat, menyembunyikan kegelisahan hatinya
" Kenapa ? kamu takut ya ditinggalkan oleh istri kamu? wajar sih secara dia wanita yang cantik,baik, sopan dan cerdas..pria mana yang tidak menginginkan nya? , keluarga mana yang tidak tertarik untuk menjadikan nya menantu,dan ingat boy..gak sampai dua bulan lagi ujian kelulusan nya.. jangan lupa pesanan mami" ucap nyonya Tamara dengan wajah jahilnya
" Pesanan..? emang mami pesan apa..?" tanya Aby bingung
" Cucu boy...kamu jangan pura-pura lupa ya..ingat boy dengan adanya anak maka kalian akan saling terikat" jawab mami Tamara seraya tersenyum simpul
Huuuft... terdengar suara helaan nafas panjang dan berat dari Aby, membuat sang mami sangat ingin tergelak,ia sedikit curiga dengan hubungan pasangan muda tersebut, dan entah mengapa hati kecilnya seakan mengatakan bahwa Aby belum menyentuh istrinya
Nyonya Tamara paham akan hal itu, mengingat pernikahan mereka yang mendadak dan tidak saling mengenal,maka dibutuhkan proses yang mungkin lumayan panjang untuk kedua nya merasakan kenyamanan dan bisa saling menerima,namun satu yang mami Tamara yakini bahwa sang putra sudah mulai tertarik pada istrinya, terlihat dari sikap nya yang mengizinkan Billa tidur di kamar pribadinya, karena Aby tidak pernah mengizinkan sembarangan orang memasuki kamar nya
" Sabar dong mi... emangnya bisa seperti buat kue apa, semua nya butuh proses dan kerja keras loh mi" jawab nya santai, seakan - akan ia sudah pernah melakukan nya
Sang mami tidak menjawab,beliau melangkah meninggalkan ruangan tersebut setelah mematikan kembali lampunya,begitu pula dengan Aby yang kembali melanjutkan langkahnya menaiki satu demi satu anak tangga menuju kamar miliknya
Aby menekan handle pintu dan membukanya secara perlahan agar tidak menggangu yang didalam,Aby mengedarkan pandangannya dan terlihat seorang wanita cantik yang sudah tertidur di sofa dengan posisi miring dan terlihat lelah
__ADS_1
Aby melangkah semakin mendekat, matanya menelisik setiap inci wajah Billa,tak bisa ia pungkiri kecantikan Billa nyata dan tanpa polesan, matanya bulat di hiasi bulu mata yang lentik, hidungnya mancung, bibir nya indah dengan warna pink alami, kulit nya terlihat putih bersih seputih salju dan sangat terawat, bohong jika Aby tak terpesona dengan kecantikan sang istri, tapi ia juga harus memastikan satu hal tentang perasaan nya
Perlahan aby mendekat dan mengecup singkat puncak kepala Billa yang tertutup hijab nya,Aby dapat merasakan jantungnya berdetak kencang saat bibir nya menyentuh puncak kepala sang istri,Aby masih bingung perasaan apa yang ia rasakan untuk Billa, tubuhnya seakan tegang saat berada dekat dengan Billa, hati dan tubuhnya seakan menginginkan melakukan lebih pada gadis cantik tersebut, tapi pikiran nya menolak dengan keras
Aby masih belum percaya dengan perasaan nya,mana mungkin ia memiliki rasa pada Billa, mungkin itu hanya hormonnya sebagai pria dewasa saja, sedangkan jumpa aja mereka sangat jarang dan juga tidak pernah ngobrol, mereka hanya berbicara singkat saat merasa ada yang perlu dibicarakan, tidak pernah terlibat pembicaraan santai atau sekedar duduk bareng di rumah
Shiiit...umpat nya kesal saat merasakan jantungnya berdetak lebih kencang hanya karena ia dekat dengan sang istri, sedangkan dengan sesil yang memiliki kedekatan lebih intim bahkan perempuan cantik nan seksi tersebut sering menggodanya, tapi tidak sedikit pun tubuhnya menunjukkan respon atau merasakan debaran jantungnya
Aby membalikkan tubuhnya meninggalkan sofa,ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan berendam air hangat agar tubuhnya lebih segar, beberapa puluh menit kemudian Aby keluar dengan baju santai dan celana bokser,siap untuk tidur
Sebelum merebahkan tubuhnya di ranjang Aby kembali melihat ke arah sofa yang terdapat sang istri masih tertidur dengan posisi yang sama,Aby menggelengkan kepalanya saat melihat wajah polos Billa bak seorang bayi * ga salah mami minta dibuatin cucu? masak ia sih gue ML sama bocah..?* monolog Aby
Aby mengakui tubuh dan kecantikan Billa nyaris sempurna dan mampu mengalihkan pandangan kaum Adam,tapi melihat ia saat tertidur pulas... wajah teduh nya benar-benar bak seorang bayi polos tanpa memiliki beban apapun dalam hidupnya, membuat Aby sedikit menyunggingkan senyumnya, entah mengapa malam ini ia seperti sangat menikmati saat memandang wajah cantik Billa, sesuatu yang belum pernah ia lakukan,apa mungkin karena ia baru saja mengakhiri hubungan nya dengan sesil? tapi itu tidak mungkin juga mengingat Aby yang memang tidak memiliki rasa apapun pada sesil
Akhirnya Aby tertidur setelah cukup lama bergelut dengan hati dan pikiran nya yang jauh melayang, mengingat tentang permintaan sang mami dan mengingat tentang perjanjian dalam kontrak pernikahan yang ia buat pada Billa,Aby benar-benar galau, terlebih ia juga merasa tidak memiliki rasa pada Billa dan ia juga mengira Billa memiliki hubungan khusus dengan Dave
Dan akhirnya kedua insan muda tersebut tertidur pulas, mengarungi mimpi mereka masing-masing, pasangan yang terikat karena sebuah insiden yang melibatkan kedua orang tua sehingga membuat keduanya tidak mampu untuk menolak karena takut mengecewakan orang yang sudah membesarkan mereka, seseorang yang paling berjasa dalam hidup keduanya
Sinar matahari dan suara kicauan burung mulai terdengar di telinga para penghuni bumi,tanda pagi menyapa setiap orang yang selalu menyambut pagi dengan suka cita,tak jauh berbeda dengan pasangan muda yang tidur dalam satu kamar namun tidak seranjang
" Maaf kak kalau selama ini aku pura-pura lupa bahwa beberapa tahun lalu kita pernah bertemu dan bicara... tapi sayang.. penawaran yang kakak tawarkan dalam pembicaraan terakhir kita meninggalkan rasa minder yang sangat besar dalam hati aku, kalian para anak orang terpandang ternyata terlalu memandang rendah aku .. sehingga menjadikan ku sebuah taruhan.. seolah -olah aku adalah sebuah barang sehingga membuat ku memutuskan untuk melupakan semua itu termasuk melupakan kenyataan bahwa kita pernah bertemu" batin Billa dalam hati nya yang masih sangat tidak terima dengan kenyataan bahwa dirinya dijadikan sebagai bahan taruhan oleh Abi dan Erick
Memang sejak setelah Billa tau bahwa dirinya sempat dijadikan sebagai bahan taruhan oleh Abi dan Erick, gadis cantik tersebut merasa sangat minder jika berhadapan dengan para anak orang kaya, terkecuali dengan dua sahabatnya dan yang terakhir dengan Dave karena pria tampan tersebut bisa membuktikan bahwa ia benar-benar tidak membedakan kasta antara dirinya dan Billa, bahkan kedua orang tua Dave sangat welcome setiap Dave mengajak Billa untuk berkunjung ke kediaman orang tuanya, walaupun pada kenyataannya Dave memiliki rasa yang lebih dari sekedar sahabat pada Billa
Billa langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya,tak lupa ia juga membawa pakaian nya untuk ia pakai setelah selesai mandi, Billa keluar lengkap dengan dress rumahan dan hijab instan nya,setelah beberapa menit berada dalam kamar mandi,sekilas Billa melirik ke arah ranjang yang terlihat Aby masih tertidur pulas, ingin ia membangunkan tapi ia tidak memiliki keberanian yang cukup untuk melakukan hal tersebut, akhirnya Billa memutuskan untuk langsung turun ke bawah dan meninggalkan Aby , tapi sebelumnya ia menyetel alarm di ponselnya agar saat berbunyi maka secara otomatis akan membangunkan Aby
Billa menuruni anak tangga satu demi satu,kaki jenjang nya menapaki secara perlahan tangga yang terlihat sangat indah di rumah nan megah milik keluarga Alexander,mata Billa tak pernah puas memandangi interior mewah khas Eropa pada setiap sudut istana sang mertua
Terkadang Billa merasakan bak tinggal di sebuah istana seperti yang ia lihat dalam cerita -cerita di negeri dongeng, seorang gadis miskin yang diperistri oleh seorang putra mahkota, membuat Billa sedikit tersenyum geli seraya menggeleng kan kepalanya,ia menertawakan dirinya sendiri yang menyamakan dirinya dengan kisah para gadis beruntung yang terdapat dalam dongeng
" Pagi semuanya.. assalamualaikum..." sapa Billa ramah pada semua art yang sedang sibuk dengan tugas mereka masing
-masing
__ADS_1
" Pagi nona muda Waalaikum salam...ada yang bisa kami bantu..atau nona membutuhkan sesuatu?" tanya bik Atik sopan saat melihat sang nona muda datang ke dapur
" Billa cuma mau buat coklat panas bik..bisa tolong tunjukkan ya bik" jawab Billa sopan dengan senyuman terbaik nya
" Biar bibik yang buatkan aja ya non,mau di tambah susu atau gula,atau original?" tanya bik Atik
" Gak usah bik.. Billa bisa buat sendiri kok,ga pa pa..bibik lanjutin aja kerjaan bibik" ucap Billa sopan karena merasa sungkan
" Jangan non..nanti tuan muda dan nyonya marah.. mereka udah berpesan kalau nona ga di izinkan ke dapur,takut terjadi sesuatu sama nona " jawab bik Atik cepat
" Oh gitu ya bik..? ya udah deh.. Billa mau yang original ya dan tunggu di sini aja ya " jawab Billa pasrah dan mendudukkan dirinya di salah satu kursi pantry yang terletak di dekat dapur
" Ia sebentar ya non" jawab bik Atik dengan senyuman dibibir nya, wanita paruh baya tersebut langsung menuju dapur untuk membuat secangkir coklat panas untuk sang nona muda
Billa mengangguk dan tersenyum lembut pada kepala art tersebut,ia duduk seraya asyik melihat para art yang terlihat sibuk dengan tugas mereka masing-masing,ia masih sangat penasaran berapa jumlah art di rumah megah tersebut, sampai-sampai ia tidak bisa menandai mereka, yang ia tanda hanya bik Atik, karena wanita paruh baya tersebut yang paling sering menemui nya
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya bik Atik menyerahkan secangkir coklat panas pada Billa dan diterima dengan sangat antusias oleh Billa, setelah mendapatkan minuman nya, akhirnya Billa memutuskan untuk mencari udara segar di gazebo taman belakang rumah megah tersebut
" Billa mau cari udara segar di taman belakang ya bik" ucap Billa memberitahukan kepada bik Atik
"ia non.."jawab bik Atik
"Terimakasih ya bik.." ucap Billa tulus
" Ia non..itu memang sudah menjadi tugas kami" jawab bik Atik sopan
Billa mengangguk dan tersenyum,ia meninggalkan ruangan tersebut dan melangkah menuju pintu samping yang mengarah ke area kolam renang dan taman belakang,Billa mendudukkan dirinya di gazebo, menatap indahnya bunga-bunga, sesaat hatinya terasa tenang, pelan-pelan ia menghirup minuman nya
Sedangkan di dalam kamar Aby baru saja terbangun karena mendengar suara alarm dari handphone milik Billa,Aby mengerjabkan matanya dan mengarahkan pandangannya ke sekeliling kamar,kosong...ia tidak melihat Billa di tempat itu,Aby memilih mandi dan bersiap untuk ke kantor, hari ini ia harus menemui seorang klien penting yang berasal dari Luar negeri
Selesai mandi dan bersiap,Aby mendengar dering telepon dari ponsel Billa,entah angin apa hati nya tergerak ingin mengetahui siapa yang menelfon istrinya pagi-pagi, perlahan Aby meraih benda pipih tersebut dan melihatnya,ternyata bukan panggilan melainkan sebuah pesan singkat yang masu
✉️-" Assalamualaikum Ukhti.. selamat pagi... bulan depan saya akan kembali ke Indonesia..saya harap kita bisa bertemu dan bicara.. terimakasih" itulah isi pesan singkat yang Abi baca dari pria yang berinisial Akhi di kontak ponsel Billa
Aby meletakkan kembali handphone tersebut, walaupun penasaran tapi ia tidak mungkin menanyakan hal tersebut pada Salsabila,tapi ia akan mencari tau siapa orang tersebut dan ada hubungan apa dengan istrinya
__ADS_1