
Dan kini keempatnya sudah berada di tempat tujuan mereka yaitu Unit Gawat Darurat,tempat Billa dan ketiga sahabatnya yang juga bertugas di ruang tersebut untuk waktu satu Minggu, kedatangan mereka sedikit menegangkan, karena mereka tau siapa Aby, walaupun tidak mengurangi kehebohan,tapi mereka harus bisa menahan diri agar tidak berteriak histeris melihat seorang putra mahkota kerajaan kini sedang berada di hadapan mereka
Hal yang sama juga terjadi pada tiga gadis cantik yang kini tengah melihat ke arah kedatangan keempat pria tampan tersebut,Mona dan Kiki sangat terkejut melihat keberadaan Aby dan Zidan yang tak lain adalah senior mereka di AHS Indonesia, sedangkan Mo seakan bermimpi melihat pria yang sangat ia kagumi berada di hadapannya
"Ki mata gue ga salah kan liat mereka?" tanya Mona pada Kiki
" Gue juga Liat Mon,kak Earl sama kak Zidan kan? mereka temennya kak Dave, apa mungkin mereka cuma mirip ya mon" jawab Kiki tak kalah terkejutnya,tapi mereka tidak berani menyapa mengingat bahwa mereka tidak terlalu dekat dengan pria tampan tersebut, terlebih Aby yang nyaris hampir tidak pernah berbicara dengan mereka
Sedangkan Mo ia hanya terdiam tanpa mengucapkan sepatah katapun,sebisa mungkin ia menutupi kegugupannya, untuk terkejut ia memang tidak terlalu, karena ia memang tau siapa Aby sebenarnya, yang membuat ia sedikit terkejut karena kemunculan Aby yang tiba-tiba setelah hampir tiga tahun lebih ia tidak melihat pria yang sangat ia kagumi tersebut
Sedangkan Billa ia sama sekali tidak menyadari kehadiran mereka, posisinya sedang membelakangi semuanya,ia sedang sangat serius mengerjakan rekam medis pasien yang tadi ia tangani,sampai sebuah suara menyapanya
" Dokter Aulia...bisa kita bicara sebentar?" tanya Brayen pada Billa
" Sebentar Dok" jawab Billa singkat dengan suara lembut khas dirinya,ia benar-benar sedang fokus dengan pekerjaannya yang sudah hampir selesai, suaranya membuat jantung seseorang langsung berdetak kencang
" Suara itu...tidak mungkin dia disini" batin Aby dan Zidan bersamaan
" Dear..." panggil Brayen lagi karena ia merasa tidak enak dengan Aby jika lama menunggu dan hal itu berhasil membuat Billa tersadar bahwa ada seseorang yang memanggil dirinya,dan dengan bersamaan ia juga merasakan Indra penciuman nya mencium aroma khas yang sangat ia kenal, aroma seseorang yang sangat ingin ia lupakan
" Wangi ini...ya... Tuhan...bantu hanba melupakan dia" batin Billa pilu
"Yes Bro-ther" jawab Billa gugup saat ia sudah membalikkan tubuhnya
DEG
Billa langsung terdiam sejenak, tangan nya sedikit meraba meja yang berada di belakangnya, tubuhnya sedikit terhuyung, jantung nya seakan berhenti berdetak saat melihat wajah seseorang yang nyata kini berada di hadapannya,sebisa mungkin dan sekuat tenaga Billa langsung menormalkan kembali dirinya,untung ia memakai masker, sehingga dapat menutupi wajah terkejut nya
" Tuhan...nyatakah ini? " batin Billa terkejut
" Mata ini...dia kah ini?" batin Aby tak kalah terkejutnya
" Bocil ..tapi...apa ia???" batin Zidan juga terkejut"
Hal yang sama juga terjadi pada Aby, tenggorokan nya tercekat dengan jantung yang berdetak kencang, matanya menatap intens wajah cantik dihadapan nya, tapi dengan segera ia bisa menormalkan dirinya dan ia masih belum yakin bahwa wanita yang di hadapannya itu adalah wanita yang tengah ia cari, wanita yang berhasil memporak porandakan seluruh akal sehat nya, menjungkirbalikkan hidupnya dan menguasai seluruh hatinya, tapi Aby berusaha menyangkalnya
Ada sedikit perbedaan menurut Aby, wanitanya.., wanita yang sangat ia rindukan tidak pernah ia lihat memakai makeup.. sedangkan wanita yang didepannya kini terlihat sedikit memoles wajah nya walaupun sangat tipis dan ya kecantikan nya terlihat lebih dan juga tampak sedikit lebih dewasa
Sedangkan Zidan ia tak kalah terkejutnya dengan dua orang dihadapan nya kini,ia seakan tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya, sampai-sampai mulutnya secara spontan mengucapkan julukan khas nya untuk Salsabila " Bocil" , matanya menatap sekilas Aby dan Billa, tapi ia langsung menormalkan kembali wajah nya setelah menyadari bahwa kedua orang tersebut seakan tidak saling mengenal
" Ada yang bisa saya bantu Dok?" tanya Billa sopan dengan suara lembut, setelah ia menormalkan kembali dirinya,ia langsung menundukkan wajahnya menatap lantai,sebisa mungkin ia akan mencoba bersikap normal sesuai dengan janjinya untuk tidak saling mengenal jika suatu saat mereka akan bertemu
__ADS_1
" Begini Aulia...Oma berpesan agar kamu mengunjunginya walaupun sekali saja lagi" ucap hitto serius, sedangkan Brayen hanya mengangguk, berbeda dengan Aby yang terus menatap intens wajah Billa dengan pandangan yang sulit diartikan dan hal tersebut tidak luput dari perhatian Brayen dan hitto
" mengapa aku merasa ada yang janggal dengan ekspresi mereka" batin Brayen dan hitto bersamaan
" Maaf Tuan muda...akan saya usahakan secepatnya" jawab Billa sopan masih dengan wajah menunduk
" Baik..kami tunggu,maaf juga sudah merepotkan kamu" ucap hitto lembut dan langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh Billa
Tanpa berbica apapun lagi keempat pria tampan itu membalikkan badan dan melangkah meninggalkan ruangan tersebut,Aby yang terus merasa gelisah, ingin ia langsung menarik Billa dalam dekapan hangat nya,menghadiahi wanita itu dengan ciumannya, tapi ia juga sangat geram karena Billa bersikap seakan-akan mereka tidak pernah saling kenal
Tak berapa lama William yang menjadi orang kepercayaan Aby di perusahaan nya di negara itu hadir,ia memang diminta oleh Aby untuk datang ke rumah sakit karena ada beberapa berkas yang harus Aby tandatangani, William sedikit menundukkan kepalanya dihadapan hitto dan Brayen sebagai tanda menghormati
" Mana berkas yang perlu saya tandatangani?" tanya Aby to the point saat William sudah berada di hadapannya
" Ini Tuan muda" jawab William cepat,seraya menyerahkan berkas yang tadi ia pegang
Hitto, Brayen dan Zidan sedikit ngobrol seraya menunggu Aby yang sedang memeriksa beberapa berkas yang diserahkan oleh William, walaupun Zidan berperan sebagai asisten pribadi Aby tapi ia tidak akan ikut campur bila bukan Aby yang memintanya, terlebih jika menyangkut tentang pekerjaan, terkecuali tentang masalah pribadi maka ia akan kembali menjadi sahabat, karena pada dasarnya mereka memang sahabat
William terus berdiri tepat di samping Aby dengan tubuh tegapnya, wajahnya yang tak kalah tampan juga menjadi daya tarik para pengunjung dan tenaga medis yang berada di rumah sakit tersebut,tapi pria yang tiga tahun lebih tua dari Aby itu tidak sedikitpun tertarik dengan tatapan memuja para wanita itu,ia memiliki sifat yang bahkan lebih dingin dari Aby dan juga sangat profesional
" Cari informasi tentang wanita itu,saya mau besok pagi kamu sudah meletakkan nya di meja kerja saya,saya mau secara detail jangan ada yang tertinggal dari dua tahun yang lalu" perintah Aby tegas pada William yang membuat pria dingin itu langsung menatap ke arah mata Aby memandang
" Tuhan yang benar saja dia mau aku mencari informasi tentang seorang wanita hanya diberi waktu 18 jam..oh Tuhan sungguh luar biasa bos ku ini" batin William menggerutu
" yang menggunakan penutup kepala" jawab Aby singkat padat dan jelas
" Baik tuan muda" jawab William patuh ,hanya kata-kata ajaib itulah yang mampu ia ucapkan pada bos mudanya itu, sejujurnya ia sangat penasaran siapa wanita itu dan seperti apa wajah di balik maskernya itu
" Siapa sebenarnya wanita itu..? ah bodoh amat yang penting jalankan perintah dulu, nanti juga tau siapa dan seperti apa wajah nya" batin William, setelah matanya sekilas menatap Billa yang terlihat sedang asyik ngobrol dengan teman-teman nya seraya tertawa di balik maskernya
" Kamu disini tertawa begitu bahagia dengan teman-teman mu, sementara aku...kau pergi dan membawa seluruh hati aku,jika itu kamu maka akan aku pastikan mulai besok hanya aku yang boleh melihat tawamu dan semua yang ada pada diri kamu " batin Aby geram saat melihat Billa yang terlihat biasa saja dengan pertemuan pertama mereka setelah sekian tahun menghilang
Sedangkan Zidan berusaha untuk tidak mengatakan apapun tentang apa yang ia pikirkan, jika memang benar wanita itu Salsabila yang ia kenal dan yang kata sahabat nya adalah istrinya,maka ia akan mencoba menyatukan pasangan muda itu,terlepas apapun permasalahan mereka, yang ia tau karena taruhan yang mereka buat, bagaimana pun caranya ia akan mencoba untuk menjelaskan pada Billa tentang yang sebenarnya
" Thanks atas bantuannya...lain waktu kita nongkrong di tempat biasa, sorry gue sedikit sibuk dalam beberapa bulan ini, atau kalau Lo ada waktu datang lah ke istana, tapi gue lebih sering di apartemen" Ucap Aby tulus pada Brayen sang dokter genius
" It's okay bro...gue paham, kapan Lo ada waktu telf gue dan tenang aja gue belum ganti no handphone" ucap Brayen sedikit bercanda
" Dia memang selalu repot sekarang bro... kalau dulu banyak pacar tapi ga perlu di kasih perhatian yang penting credit card,lah kalau sekarang udah beda.... Istri bro jadi harus ekstra perhatian kalau ga mau distop jatah malam nya" Ledek hitto ambigu dengan senyuman jahil nya
" Paham gue,ya walaupun gue belum punya istri" jawab Brayen singkat
__ADS_1
" Carilah bro.. emang Aby sampai istri ga perlu nyari, udah di sediain sama uncle and aunty " ledek hitto lagi
" Udah nemu sih, tapi susah banget di taklukin" jawab Brayen santai seraya matanya menatap kearah Salsabila
" Itu.... ingat ya perjanjian kita,bersaing secara sehat " ucap hitto serius, membuat Brayen langsung tertawa seraya mengangguk
" Yang mana?" tanya Zidan penasaran
" Itu... yang paling beda sendiri " jawab hitto dan Brayen bersamaan sehingga membuat Aby dan Zidan juga mengikuti arah mata mereka memandang
DEG
Jantung Aby berdetak kencang dan terasa panas serasa akan membakar seluruh tubuhnya,saat ia tau dua sahabat nya mengagumi sosok wanita yang ia yakini adalah istrinya,dan Juga tak kalah terkejut, ia sangat terkejut saat melihat Brayen dan hitto menatap ke arah Billa
" Ya Tuhan...apa lagi ini,jika benar wanita itu si bocil... akan ada perang hebat,bocil sungguh hebat kamu bisa mendatangkan perang pada perkumpulan orang-orang hebat ini" monolog Zidan dalam hati nya , sekilas ia menatap wajah Aby yang tampak tegang dan memerah ,hal yang sama juga dilakukan oleh William,ia langsung menatap wajah bos muda nya setelah melihat ke arah yang menjadi tokoh yang mereka tuju
" Sepertinya akan sangat menarik,satu wanita di sebutkan beberapa pria tampan dan hebat, tapi bukankah gosipnya tuan muda sudah menikah beberapa tahun lalu ya, tapi mungkin kah,ia tidak pernah mengajak istrinya berkunjung ke negara kelahirannya dan negara asal papinya?" monolog William dalam hati
Sedangkan Brayen dan hitto tidak menyadari sedikitpun tentang perubahan Aby, mereka asyik ngobrol dan berdebat kecil mengenai gadis cantik tersebut, membuat Zidan menggeleng melihat tingkah mereka
" Siapa nama wanita itu?" tanya Aby tiba-tiba, membuat Brayen dan hitto langsung tersadar dari perdebatan mereka
" Namanya sa....." ucap hitto dan Brayen bersamaan tapi belum selesai nama itu mereka sebutkan sebuah suara menghentikan mereka
" Dokter pasien ICU no 3 kritis" ucap seorang perawat pria dengan nafas memburu membuat Brayen langsung meninggalkan Aby dan yang lainnya
" Sorry gue tinggal ada pasien kritis,neks time ketemu lagi" ucap Brayen cepat seraya berlari mengikuti perawat pria itu,Aby langsung mengangguk paham
" Siapa?" tanya Aby pada Hitto
" Mana? pasien yang kritis itu?" tanya hitto yang sudah lupa
" Namanya" jawab Aby singkat seraya melirik ke arah Billa
" Oh itu salsa...." lagi-lagi ucapan hitto terhenti karena tiba-tiba handphone nya berbunyi dan saat ia lihat sang mama yang menelfon
" Sebentar mama telfon" ucap hitto seraya mengusap tanda hijau di layar ponselnya
" Ok gue duluan ke kampus,dua jam lagi seminar akan dimulai dan gue harus menemui rektor nya ada beberapa berkas yang harus gue tandatangani,Opa ga bisa hadir" ucap Aby pada hitto dan di jawab dengan anggukan kepala oleh hitto tanda ia paham dan setuju
" Gue akan langsung nyusul setelah ini" jawab hitto pasti dan di angguki oleh Aby
__ADS_1
Akhirnya Aby dan Zidan langsung meninggalkan rumah sakit tersebut dan menuju kampus milik keluarga Alexander, sedangkan William sudah pergi lebih dulu, banyak meeting dengan klien yang harus ia hadiri,ditambah lagi dengan tugas dadakan dari Aby,bos nya itu memang sangat ajaib