Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
09


__ADS_3

Waktu bergulir begitu cepat , tanpa Terasa sudah satu bulan Salsabila berada di kota Jakarta, tidak ada yang spesial yang ia rasakan selama di kota tersebut, kecuali sedikit kejanggalan karena geng Erick yang terlihat gencar mendekatinya, tapi semua itu tidak ia respon


Hari ini ia sedang berada di kediaman ummah Aisyah Putri dari Umi Salamah yang tak lain adalah orang tua dari Abrar,pagi tadi beliau menjemputnya untuk berkunjung ke kediaman beliau


Tampak Salsabila sedang asyik ngobrol dengan filzah putri umah Aisya adik dari Abrar yang satu tahun lebih tua dari Salsabila, keduanya tampak akrab bersenda gurau di tepi kolam renang di kediaman keluarga Abi Habib Al-fahrizi


Rencananya satu Minggu lagi Salsabila dan sang nenek akan kembali ke kampung halamannya karena sekolah akan kembali normal seperti biasa nya


" Jadi kamu akan pulang Minggu depan bil?" tanya filzah pada Salsabila


" Ia mbak..dan Seninnya sudah mulai masuk sekolah seperti biasanya,aku ga bisa kebanyakan libur lagi mbak, karena udah kelas 9" terang Salsabila pada filzah


" Rencananya mau lanjutin kelas 10 dimana bill?" tanya filzah pada Salsabila


" Di kampung aja mbak..ga terlalu jauh kok,naik angkot 15 menitan gitu juga nyampe kok, kasihan nenek kalau aku sekolah di sini" jawab Salsabila apa adanya


" Ia juga sih.. padahal kalau kamu disini kita bisa sering ketemu,aku tiap bulan pulang dari pondok" ucap filzah


" insyaallah rencananya kalau kuliah nanti aku akan disini mbak.. itupun kalau dananya cukup .. hehehe " ucap Salsabila sambil tertawa kecil


" Kamu kan pinter, pasti bisa urus beasiswa di universitas yang Abi pimpin atau mungkin malah kamu langsung dapat beasiswa tanpa harus susah-susah ngurus kesana-kemari " ucap filzah memberikan semangat kepada Salsabila


" Semoga aja ya mbak..aku pengennya bisa masuk kedokteran mbak atau mungkin Farmasi gitu mbak" jawab Salsabila


Filzah tau bahwa Salsabila adalah gadis yang disukai oleh kakak laki-lakinya, karena hubungan antara Abrar dan filzah lumayan dekat,kedua kakak beradik tersebut sering berbagi cerita tentang pengalaman yang mereka lalui


Keasyikan mereka terganggu dengan suara ponsel Salsabila yang berada di dalam kantong dress yang ia pakai, Salsabila langsung mengangkat panggilan tersebut setelah melihat sang ayah lah yang menghubungi nya


" Assalamualaikum ayah.." jawab Salsabila didalam telfon


" Waalaikum salam...nak kamu dimana ? apakah masih di rumah ummah? nenek tiba-tiba jatuh dan sekarang sedang dirumah sakit xxxxx tempat ayah bekerja" ucap tuan Ahmad pada putrinya Salsabila


Bak disambar petir yang Salsabila rasakan, tubuhnya melemah seketika bak jelly,ia terdiam untuk beberapa saat sampai filzah menggoyang pundaknya nya menanyakan apa yang terjadi, Salsabila mengerjabkan matanya, tangan nya bergetar, lidahnya kelu, wajahnya di penuhi air mata


" Why...are you okay bill? " tanya filzah pada Salsabila seraya mengguncang pelan pundak Salsabila


" Nenek..jatuh dan sekarang sedang dirumah sakit mbak" jawab Salsabila dengan suara bergetar dan berusaha menghapus air matanya


" Kalau gitu tunggu apa lagi? ayok kita langsung kesana, sebentar ya aku bilang ke bunda dulu" ucap filzah pada Salsabila


" Ya... terimakasih banyak , tapi biar aku naik taksi aja,ga enak kalau harus ngerepotin kalian" ucap Salsabila ragu

__ADS_1


" Nga ada yang merasa di repotin ok,aku bilang ke supir agar siap-siap sekalian pamit ke bunda" ucap filzah, sedangkan Salsabila hanya bisa mengangguk lemah


Setelah berpamitan Salsabila dan filzah di antar oleh supir langsung menuju rumah sakit, filzah ikut dikarenakan bundanya tidak bisa langsung ikut, karena kebetulan para sahabat bunda Aisyah sedang berkunjung ke kediaman keluarga Habib Al-fahrizi


Diperjalanan Salsabila terlihat sangat gelisah dan air matanya seakan terus berlomba membasahi pipi mulusnya,filzah berusaha memberikan kekuatan dan mengingat kan bahwa Salsabila harus bisa menjaga air matanya dihadapan ayah nya


" Kamu yang tenang ya..aku yakin nenek kamu akan baik-baik saja dan kamu jangan nangis terus ntar ayah kamu semakin sedih" ucap filzah lembut


" Makasih ya Mbak udah mau antar aku dan aku janji aku akan kuat di hadapan ayah" jawab Salsabila yakin


" Nah gitu dong...." filzah terlihat senang dan Salsabila juga langsung menghapuskan air matanya dan mencoba untuk tersenyum saat mobil yang membawa mereka telah sampai di parkiran rumah sakit yang terlihat sangat mewah dan elite


" Wah rumah sakit nya sangat bagus dan terlihat sangat elite ya, kenapa ayah membawa nenek kesini ya? pasti biayanya cukup besar di sini" ucap Salsabila


" kamu benar,rumah sakit ini memang salah satu rumah sakit elite di Jakarta, ayah kamu kan kerjanya di rumah sakit ini, termasuk kampus yang abu aku pimpin juga satu yayasan dengan sekolah tempat ayah kamu kerja juga" jelas filjah


" Wah...hebat ya mbak pemiliknya.." jawab Salsabila kagum


" Ya gitu deh, mereka emang orang hebat,usaha mereka banyak banget tapi keluarga mereka sangat tertutup dan rahasia dan juga sangat jarang terlihat di publik, katanya sih mereka cuma punya satu anak laki-laki yang hampir seusiaku gitu " cerita filzah


" Jadi penasaran ya mbak.. pengen ketemu dengan orang hebat seperti mereka,semoga aja mereka ga cuma sukses di dunia tapi juga ingat akhirat kelak ya mbak " jawab Salsabila


" Katanya sih mereka termasuk orang yang sangat sering memberikan bantuan sosial pada masyarakat dan mereka juga selalu menjadi donatur beberapa panti asuhan, tapi katanya mereka itu keturunan luar negeri bukan asli Indonesia,ya bisa dibilang indo gitu deh " jawab filzah


" Ayah...maaf Billa sedikit telat, bagaimana nenek?" ucap Salsabila dengan wajah bersalah nya


" Ga apa nak..kamu tenang ya.. insyaallah nenek akan baik-baik aja.. dokter sedang memeriksa keadaan nenek" jawab tuan Ahmad, Salsabila mengangguk paham


" Assalamualaikum..maaf om telat nganterin Billa " ucap filzah sopan


" Waalaikum salam..gak kok nak.. kejadian ini tiba-tiba, jadi ga perlu minta maaf,lagi pula Billa juga baru sebentar di tempat kamu" jawab tuan Ahmad menenangkan filzah yang Marasa ga enak pada orang tua Salsabila


Filzah tersenyum dan ikut duduk di samping Salsabila di kursi tunggu tepat di depan IGD,tak berselang lama terdengar pintu ruang unit gawat darurat itu terbuka dan menampilkan seorang pria muda yang diyakini adalah seorang dokter, terlihat dari jubah putih yang ia pakai


" Keluarga ibuk Soimah?" tanya dokter tersebut menanyakan yang mana keluarga dari salah satu pasien yang baru selesai ia tangani


" Kami dok..saya anak nya.. bagaimana keadaan ibuk saya dok?" tanya tuan Ahmad seraya berdiri melangkah menghampiri dokter tersebut dan juga di ikuti oleh Salsabila juga filzah


" Keadaan beliau sudah lebih baik,kita tinggal menunggu beliau siuman saja dan beliau akan dipindahkan ke ruangan rawat inap" jawab dokter muda tersebut seraya matanya melirik sesaat kearah dua remaja cantik yang berdiri tepat di samping tuan Ahmad


" Baik dok.. terimakasih banyak" jawab tuan Ahmad tulus

__ADS_1


" Itu memang sudah tanggung jawab saya pak sebagai seorang dokter..baik saya permisi" ucap dokter tersebut dengan sedikit senyuman dan Anggukan kepala,ia meninggalkan ruangan tersebut


Tak berselang lama beberapa perawat keluar seraya mendorong bankar yang diatasnya terdapat nenek Soimah yang akan dipindahkan ke ruangan perawatan,melihat itu tuan Ahmad diikuti oleh Salsabila dan filzah langsung mengikuti para perawat tersebut


Sesampainya di ruangan dan merasa tugas mereka selesai,para perawat tersebut meninggalkan pasien dengan keluarganya setelah sedikit menjelaskan beberapa prosedur yang harus keluarga ketahui, perhatikan dan jalankan


Filzah juga meminta izin untuk pulang karena waktu sudah menunjukkan hampir sore dan ia juga harus kembali ke ponpes tempat ia menuntut ilmu, Salsabila mengantarkan nya sampai di lobby rumah sakit tersebut


" Aku pamit pulang ya Bill..kamu jaga kesehatan dan jangan lupa hubungi aku ya.. sekarang kita teman baik kan" ucap filzah seraya menggenggam tangan Salsabila


" Terimakasih banyak ya mbak..aku pasti akan sering chat mbak..mbak juga jaga kesehatan ya,salam buat ummah dan yang lainnya" jawab Salsabila seraya memeluk filzah dan dibalas hangat oleh filzah


" Untuk Abang Abrar ga titip salam?" tanya filzah menggoda Salsabila, sedangkan yang ia goda hanya menggeleng dan tersenyum lembut, filzah tau mungkin Salsabila belum memiliki rasa seperti apa yang Abrar rasakan untuk gadis cantik tersebut


Filzah memasuki mobilnya dan melambaikan tangannya saat mobil tersebut mulai melaju meninggalkan area rumah sakit, begitupun dengan Salsabila,ia melambaikan tangan nya dan tersenyum lembut pada filzah yang semakin jauh meninggalkan tempat tersebut


Salsabila membalikkan badannya melangkah meninggalkan lobby rumah sakit,ia kembali menuju ruang perawatan sang nenek, tapi sebelumnya ia ingin membeli beberapa makanan untuk nya dan sang ayah


Salsabila tiba di kantin rumah sakit,ia kembali takjub melihat kantin yang terlihat sangat lengkap layaknya super market dan Cafe nya juga sangat mewah dipenuhi rak makanan yang berjajar rapi dengan menyediakan beraneka menu


Salsabila membeli beberapa makanan dan minuman untuk nya dan sang ayah,merasa cukup dengan apa yang ia pilih ia langsung menuju kasir untuk melakukan pembayaran, Salsabila mengeluarkan satu lembar uang seratus ribuan dan menyerahkan pada kasir tersebut setelah tau berapa jumlah uang yang harus ia bayar dan saat sang kasir akan menerimanya tiba-tiba seseorang dibelakang Salsabila menyerahkan kartu kredit milik nya seraya mengatakan tagihan gadis cantik tersebut biar ia yang membayar nya


" Ini aja mbak...sekalian dengan ini minuman dan makanan milik saya" ucap dokter muda tersebut


" Oh baik dok" jawab kasir tersebut dan meraih kartu kredit yang diberikan oleh dokter muda yang mereka tau adalah salah satu dokter Koas di rumah sakit tersebut


" Tapi dok...saya ada uang nya kok" ucap Salsabila sedikit bingung dengan kebaikan sang dokter


" Gak masalah..kamu cucu ibuk Soimah yang baru saja dipindahkan ke ruangan perawatan kan?" tanya dokter tersebut


" Ya..." jawab Salsabila dan ia melangkah meninggalkan kasir diikuti oleh dokter tersebut dibelakang nya


" Terimakasih banyak ya dok..." ucap Salsabila tulus saat sang dokter sudah berada di dekatnya


" Kenan.. panggil nama saja biar lebih akrab" ucap dokter Kenan ramah


" aku salsa.. senang kenal dengan dokter Kenan..mana mungkin aku panggil nama,usia kita terpaut jauh dan itu akan membuat aku terlihat sangat tidak sopan pada yang lebih tua" jawab Salsabila sopan dengan senyuman manis


" Memang nya kamu sekolah kelas berapa ? aku loh masih dokter Koas...kuliah aja belum selesai, emang wajah aku tua banget ya?" tanya Kenan bercanda


" Ga kok..anda masih terlihat sangat muda..aku baru kelas 9 , apa akunya ya yang keliatan ketuaan?" tanya balik Salsabila

__ADS_1


" bukan wajah kamu yang ketuaan tapi postur tubuh kamu yang membuat orang lain mengira kamu itu sudah sekolah menengah atas,ternyata kamu masih bocil" ledek Kenan membuat Salsabila mencebikkan bibir nya


Keduanya berjalan beriringan memasuki lorong rumah sakit,entah mengapa keduanya terlihat langsung dekat dan saling merasa cocok untuk ngobrol, sampai saat di persimpangan keduanya berpisah, Salsabila menuju ruangan sang nenek, sedangkan Kenan menuju ruangan para dokter koas


__ADS_2