
Tak tak tak
Suara langkah kaki seorang gadis cantik yang menyusuri lorong di dalam rumah sakit Alexander Medika,dipenihi dengan air mata yang membasahi pipi mulusnya, dengan tubuh bergetar ia terus berlari menuju ruang perawatan sang nenek
Salsabila menerima telepon dari ayahnya bahwa nenek nya telah meninggalkan mereka sesaat setelah remaja cantik tersebut selesai melaksanakan Shalat Maghrib nya di rumah,ia baru saja pulang dari rumah sakit, karena memang sang ayah tidak pernah mengizinkan putri nya menginap di rumah sakit,beliau khawatir dengan kesehatan sang putri yang memang tidak terbiasa begadang
Salsabila merasakan seakan-akan dunia nya berhenti, nenek yang merawatnya dengan kasih sayang sejak ia bayi kini pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya,ia masih teringat percakapan nya dengan sang nenek Beberapa hari ini dan nenek nya juga terlihat sudah lebih baik
*Billa kamu sayang ayah kamu kan? tanya sang nenek dan langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh Salsabila - kalau kamu sayang kamu sekolah nya pindah ke sini aja ya nak, kasihan ayah kamu sendirian terus dan nenek juga maunya kita ga usah pulang lagi ke kampung, sepertinya disini lebih nyaman dan kalau disini kamu pasti bisa melanjutkan pendidikan kamu sampai ke perguruan tinggi sesuai dengan apa yang kamu harapkan*
Ucap sang nenek kala keduanya sedang asyik ngobrol, Salsabila hanya tersenyum menanggapi ucapan nenek nya,ia tidak langsung membantah karena mengingat keadaan nenek nya yang sedang kurang sehat dan ia juga membenarkan omongan sang nenek tentang ayah nya,maka itu ia berfikir akan mempertimbangkan ucapan nenek nya tersebut, terlebih sang nenek mengatakan bahwa beliau tidak keberatan untuk tinggal di Jakarta,malah merasa senang
Salsabila berfikir mungkin nenek nya tersebut ingin menikmati masa tuanya bersama sang putra yang tak lain adalah ayah nya,bagi Salsabila tinggal dan sekolah dimana pun tidak masalah selama itu bersama neneknya, terlebih ada sang ayah juga, karena menurutnya sangat tidak mungkin jika ia harus meninggalkan nenek nya yang sudah renta tinggal seorang diri tanpa dirinya atau ayah nya
Sayang nya untuk sang nenek sangat besar,melebihi sayang nya untuk dirinya sendiri, baginya yang tidak pernah mengenal ibunya menjadikan sang nenek lah sosok pengganti ibunya, terlebih kasih sayang yang nenek nya berikan tidak pernah kurang dari seorang ibu
" Ayah... nenek yah.." ucap Salsabila dengan suara bergetar seraya memeluk ayahnya dan membenamkan wajahnya di dada sang ayah, tempat ternyaman untuk nya menumpahkan air matanya
" Sabar sayang...kita harus ikhlas nak, ingat nenek tidak akan tenang kalau kita tidak ikhlas" ucap sang ayah lembut seraya mengusap punggung nya
" ia ayah.. Billa akan coba belajar ikhlas" jawab nya
Semua prosedur sudah di lakukan dan jenazah sudah di izinkan untuk di bawa pulang ke kediaman keluarga pasien, dengan menggunakan ambulans mereka tiba di rumah dan terlihat sudah ada beberapa tetangga mereka yang menunggu dan menyiapkan segala sesuatunya
Waktu berjalan cepat,pagi menjelang dan proses pemakaman pun berjalan lancar, nenek Soimah dimakamkan di pemakaman yang sama dengan ibunya Billa dan berjarak tidak jauh, Salsabila masih terdiam menatap gundukan tanah yang kini memisahkan diri nya sang nenek
"Sayang...udah yok kita pulang,kita juga harus menyiapkan beberapa persiapan untuk acara tahlilan nanti malam" bujuk tuan Ahmad pada putrinya
Salsabila mengangguk patuh saat sang ayah mengangkat bahunya untuk membantu nya berdiri, keduanya meninggalkan tempat peristirahatan terakhir nenek Soimah
Sesampainya di rumah mereka mulai disibukkan dengan berbagai persiapan, beberapa teman tuan Ahmad juga tampak hadir memberikan ucapan belasungkawa, mereka yang memang tidak memiliki saudara di kota tersebut harus melakukan semua nya sendiri,sang ibu yang hanya anak tunggal dan sang ayah yang seorang perantau,membuat mereka tidak memiliki saudara di kota Jakarta
Para tetangga yang selalu menolong segala sesuatu nya sesuai dengan kemampuan mereka, mengingat mereka juga memiliki kesibukan masing-masing membuat Salsabila dan tuan Ahmad lebih memilih untuk menyiapkan nya sendiri
Hari-hari Salsabila terasa hampa karena kepergian sang nenek, terlebih ia juga belum mulai masuk sekolah karena pengurusan dokumen kepindahannya belum selesai, orang dikampung nya sudah tau tentang berita duka mereka dan hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk semua nya
Kepindahan Salsabila diurus oleh kerabat sang ayah yang tinggal di kampung halaman mereka, Widia merasa sangat kehilangan dengan kepindahan Salsabila sang sahabat, tapi ia juga tidak bisa berbuat apa-apa,ia hanya berharap agar bisa melanjutkan kuliahnya ke kota besar tersebut,agar bisa bersama lagi dengan sang sahabat
📱-" Billa kamu hati-hati ya tinggal di Jakarta dan janji ya ga akan lupa sama aku" ucap Widia
📱-" Ia widia sayang...aku akan hati-hati dan ga mungkin aku akan lupain kamu" jawab Salsabila sendu
__ADS_1
Mereka rutin saling memberikan kabar lewat telepon,Vc atau sekedar mengirimkan pesan singkat melalui WhatsApp
Salsabila akan bersekolah di sekolah elit tempat ayah nya bekerja, pihak yayasan memberikan nya beasiswa prestasi, terlebih ia adalah putri dari salah satu pekerja di yayasan mereka
Awalnya Salsabila menolak mengingat yang bersekolah di tempat tersebut pasti anak-anak orang kaya,ia meminta bersekolah di sekolah negeri biasa saja, tapi sang ayah bersikeras ingin agar ia bersekolah di tempat tersebut, ayah nya berharap Salsabila bisa terus mempertahankan prestasi nya sehingga ia akan terus mendapatkan beasiswa sampai ke perguruan tinggi nantinya
Hal itu membuat Salsabila akhirnya menerima saran dari sang ayah, karena dari yang ia dengar dari para tetangga nya bahwa sekolah tersebut memang selalu memberikan beasiswa sampai ke luar negeri kepada pelajar yang berprestasi
Salsabila dan sang ayah kembali melanjutkan aktivitas mereka seperti biasanya, tapi sang ayah sudah jarang mengizinkan Billa ikut berjualan, ayah nya memintanya untuk lebih giat lagi belajar dan Salsabila juga tidak membantah semua ucapan yang ayah nya katakan
Ia tidak mau membuat ayahnya kecewa,saat ini hanya ayah nya lah keluarga yang ia punya dan ia bertekad untuk berusaha belajar membahagiakan sang ayah,maka itu ia berjanji akan terus mempertahankan prestasi nya dan akan terus berusaha untuk menjadi lebih baik lagi dari apa yang kini ia capai
Satu bulan sudah setelah kepergian sang nenek dan berkas kepindahannya juga baru selesai beberapa hari yang lalu,pagi ini Salsabila akan memulai sekolah nya disekolah yang baru sebagai siswa kelas 9
Pagi-pagi sekali Salsabila sudah siap dengan seragam salah satu sekolah bergengsi di Jakarta Alexander High school, lengkap dengan segala atributnya dan juga almamater, Salsabila tampak cantik dengan seragam mewah milik sekolah tersebut,sang ayah tersenyum melihat putrinya memakai seragam sekolah tempat ia bekerja
" Kamu sudah siap nak? kita harus berangkat sekarang" ucap tuan Ahmad pada putrinya
" Insyaallah sudah yah.." jawab Salsabila dengan senyuman manis nya seraya memakai tas punggung nya
Keduanya langsung menaiki motor matic setelah memakai helm dan memastikan semua nya sudah beres, Salsabila yang duduk di boncengan Ayah merasa sangat bahagia,ini adalah pertama kalinya ia sekolah diantarkan oleh sang ayah, karena jarak yang memisahkan mereka sehingga ia tidak pernah merasakan sekolah di antarkan oleh ayahnya seperti teman-teman nya yang lain
Tampak begitu banyak mobil mewah terparkir di parkiran sekolah yang masih satu lingkungan dengan gedung sekolah nya,dan terlihat begitu banyak mobil mewah yang mengantarkan para pelajar disekolah tersebut
" Nak kamu langsung masuk ya.. ayah dari gerbang samping masuk nya,ingat hanya hari ini ayah bisa bareng kamu,besok dan seterusnya ayah harus datang lebih awal" ucap tuan Ahmad
" Ia ayah.. tapi Billa gak keberatan kok kalau besok juga berangkat nya lebih awal biar bisa bareng ayah" jawab Salsabila
" ya sudah kalau kamu tidak keberatan, sudah masuk sana dan ingat kamu harus ke ruang kepala sekolah terlebih dahulu sebelum masuk ke kelas kamu" ucap tuan Ahmad mengingat kan
" Ia yah.. Billa masuk sekarang ya.. Assalamualaikum" ucap Salsabila sambil tersenyum dan meraih dan mengecup punggung tangan ayah nya
Salsabila mulai melangkah memasuki gerbang sekolah tersebut,ia melewati parkiran memasuki lobby utama dan menyusuri lorong sekolah, mengikuti petunjuk yang menunjukkan arah ruang yang terdapat di sekolah tersebut
Beberapa mata melirik kearah nya,ada yang mengagumi kecantikan nya,ada juga yang menatap tak suka,melihat penampilan nya yang sederhana membuat beberapa dari mereka mencibir nya, Salsabila tidak perduli ia terus melangkah menuju ruang kepala sekolah mengikuti petunjuk yang ada
Tok tok tok.. Salsabila mengetuk pintu
" Masuk" terdengar suara perintah dari dalam
" Selamat pagi pak..maaf mengganggu saya Salsabila murid baru pindahan dari kota xxxxx" ucap Salsabila sopan dengan menundukkan wajahnya
__ADS_1
" Oh..ia silahkan duduk nak,kamu putri nya pak Ahmad ya?" tanya sang kepala sekolah
" Ia pak " jawab Salsabila
" Saya sudah baca tentang profil kamudan prestasi apa saja yang sudah kamu raih,saya sangat berharap kamu bisa terus mempertahankan itu semua agar kedepannya kami dapat mengajukan beasiswa kamu lebih lanjut ke yayasan " ucap sang kepala sekolah
" Insyaallah saya akan terus berusaha yang terbaik pak dan saya juga mohon dukungannya dari bapak dan para guru serta teman-teman disini nantinya " jawab Salsabila bijak
" Saya yakin kamu pasti bisa, jadi tolong jangan pernah kecewakan saya" pinta sang kepala sekolah, Salsabila mengangguk sopan
Kepala sekolah tersebut memanggil salah satu guru yang berstatus sebagai wali kelas di kelas yang akan Salsabila tempati, Salsabila ditempatkan di kelas inti yaitu kelas 9 A,tapi ia harus menunggu sampai upacara selesai barulah ia akan diantar ke kelas nya
" Mari nak kita ke kelas, kebetulan hari ini jam pertama mapel ibuk" ucap buk vika sebagai wali kelasnya
" Ia buk.." jawab Salsabila patuh
Melewati beberapa kelas akhirnya Salsabila dan sang guru tiba di sebuah kelas yang mereka tuju,buk vika langsung masuk setelah mengucapkan selamat pagi pada para penghuni kelas tersebut
" Pagi anak-anak.." sapa buk vika
" Pagi buk.." jawab mereka kompak
" Anak-anak kita kedatangan teman baru hari ini, sebentar ya ibuk panggil, silahkan masuk nak" ucap buk vika dan Salsabila langsung melangkah memasuki kelas tersebut dengan sedikit menundukkan wajahnya
Huhuhuhuuuuuu sorak mereka kompak
" Sudah..stop..stop...Ayo perkenalkan diri kamu" ucap buk vika dan mereka langsung terdiam, terlebih saat melihat wajah teman baru mereka, Salsabila mengangguk patuh dan mulai mengangkat wajahnya
" Selamat pagi semua...nama saya Salsabila Aulia..saya pindahan dari kota xxxxx, semoga kita bisa berteman dan mohon bantuannya.. terimakasih " ucap Salsabila dengan suara lembut dan sangat sopan
" Ok Salsabila silahkan duduk di bangku kosong,itu di sebelah Kirana..Kirana tolong tunjuk tangan " ucap buk vika
" Baik buk" jawab Salsabila
Murid yang bernama Kirana langsung menunjukkan tangan nya dan Salsabila langsung melangkah menuju tempat duduk tersebut ,ia tersenyum saat Salsabila sudah berada di hadapannya dan Salsabila juga melakukan hal yang sama
" Gue Kirana Larasati.. panggil aja Kiki" ucap nya ramah sambil mengulurkan tangannya
" Aku Salsabila.. terserah kamu mau panggil apa, gimana enaknya kamu aja" jawab Salsabila seraya menerima uluran tangan teman sebangkunya tersebut
Dan merekapun segera mulai mengikuti pelajaran yang diberikan oleh sang guru dihadapan mereka, yang kebetulan hari itu dimulai dengan mapel MTK
__ADS_1