
Semua prosedur sudah di lakukan dan jenazah tuan Ahmad sudah akan segera di bawa pulang, Billa mengerjabkan matanya secara perlahan, pertama yang ia lihat adalah ruangan putih khas rumah sakit dan wajah tampan seorang Aby yang kini berstatus sebagai suaminya
Aby tidak bisa menolak saat sang mami memerintahkan dirinya untuk menjaga Billa di rumah sakit, karena nyonya Tamara dan tuan Lincoln serta yang lainnya harus mengurus jenazah tuan Ahmad yang akan segera di bawa pulang ke rumah
" Lo udah sadar..? gue panggil dokter" ucap Aby datar
" Apa yang terjadi ..? ayah dimana?" tanya Billa saat Aby akan melangkah keluar dari ruangan tersebut, sehingga menghentikan langkah nya
" Udah di bawa pulang" jawab Aby singkat dan kembali melanjutkan langkahnya
iissst... Billa mendesis pelan saat merasakan pusing di kepala nya,ia mencoba untuk bangkit dari tidurnya, tapi tertahan karena seorang dokter wanita masuk dan kembali memintanya berbaring agar segera dilakukan pemeriksaan, membuat Billa terpaksa harus tidur kembali
" Ok.. Nona sudah tidak apa apa lagi dan boleh pulang, sepertinya tubuh anda sangat kelelahan karena habis melakukan perjalanan jauh, banyak minum air putih dan jangan lupa makan walaupun sedikit" nasehat sang dokter dengan sangat hati-hati karena ia tau siapa wanita cantik yang kini ada di hadapannya, terlebih ia melihat mata Aby yang terus mengawasi nya
"Terimakasih banyak Dok, berarti saya sudah boleh pulang kan? saya harus melakukan tugas terakhir saya sebagai seorang anak,yaitu mengantarkan ayah ke tempat peristirahatan terakhirnya" ucap Billa lembut seraya memaksakan tersenyum pada dokter tersebut
" Anda sudah bisa pulang nona, tapi ingatlah untuk selalu menjaga kesehatan anda" jawab sang dokter dengan sangat lembut seraya tersenyum hangat dan menundukkan kepalanya menunjukkan rasa hormat kepada menantu dan putra dari pemilik rumah sakit tempat ia bekerja
Setelah dokter tersebut keluar Billa langsung bangkit dari tidurnya,ia meraih tas sandang miliknya yang terletak di atas nakas disamping bankar ia tidur,Aby terus memperhatikan gerakan Billa
" Terimakasih banyak sudah menjaga saya..semoga Tuhan membalas semua nya,saya akan langsung pulang" ucap Billa lirih pada Aby , sedangkan yang di ajak bicara tidak menjawab sepatah katapun, ia langsung berjalan keluar dari ruangan menyusuri lorong rumah sakit melewati koridor menuju ke arah parkiran
Sedangkan Billa berjalan di belakang nya sambil memesan taksi online melalui aplikasi, keduanya berjalan terpisah seakan-akan mereka adalah orang yang tidak saling mengenal,ya memang pada kenyataannya mereka belum saling mengenal, hanya status hubungan mereka pada kenyataannya terikat lebih dari kata mengenal, sesampainya di lobby ia memutuskan berdiri di lobby menunggu taksi pesanan nya
Tapi tiba-tiba sebuah mobil sport mewah berhenti tepat di depan nya, Billa diam melihat mobil tersebut yang berlahan kaca nya terbuka menampilkan wajah tampan Aby
" Masuk" ucap Aby dingin dengan wajah datarnya yang masih menatap lurus ke depan
" Tapi saya sudah pesan taksi online dan sebentar lagi akan datang" jawab Billa ragu, membuat Aby sangat geram
" Lo mau buat gue terlihat buruk di mata papi dan mami ya? jangan pernah lo buat gue dalam masalah" ucap Aby tetap dengan wajah datarnya
Billa tidak menjawab, ia segera membatalkan taksi pesanan nya dan melangkah menuju pintu mobil mewah yang berada di hadapannya,ia duduk dengan perasaan gelisah,ini pertama kalinya ia duduk di dalam mobil hanya berdua saja dengan seorang pria, terlebih pria tersebut adalah suaminya
Billa sangat gugup,ia terus menggenggam tali tas sandang miliknya, dengan sangat ragu ia mengatakan alamat rumah nya, terlihat Aby yang tidak berminat untuk berbicara dengan nya, membuat Billa juga terdiam dengan pikirannya sendiri
Tak butuh waktu lama akhirnya keduanya sampai di depan rumah sederhana milik Billa dan tuan Ahmad, kedatangan mobil mewah Aby sedikit mencuri perhatian para warga sekitar yang sudah meramaikan rumah sederhana tersebut, terlebih saat mereka melihat Billa juga keluar dari mobil tersebut bersama dengan seorang pria tampan
Beberapa warga sekitar mengucapkan belasungkawa pada Billa atas meninggalnya sang ayah, mereka juga memberikan support kepada gadis cantik tersebut agar tetap kuat menghadapi semua ujian yang sedang dan akan ia jalani, mereka meyakinkan bahwa Tuhan tidak akan pernah memberikan ujian melebihi batas kemampuan Umat Nya
__ADS_1
" Yang sabar ya Bill.. Tuhan tau apa yang terbaik untuk Umat Nya, ikhlaskan kepergian ayah mu,kamu tidak akan sendiri karena ada kami disini" ucap buk Susi yang sudah hampir dua tahun terakhir menggantikan tuan Ahmad berjualan
" Terimakasih buk" jawab Billa sambil terus berusaha tersenyum, karena bertepatan waktu yang sudah malam, sehingga pemakaman tuan Ahmad akan dilakukan esok hari,tampak kedua sahabat Billa dan juga Dave hadir di tempat tersebut, sedangkan Aby memutuskan pulang, dengan alasan ingin membersihkan dirinya, sehingga mendapatkan izin dari kedua orang tuanya yang juga harus pulang sebentar untuk mandi dan mengganti pakaian mereka, sehingga Aby tidak bertemu dengan Dave dan kedua sahabat Billa
" Bill..Lo sabar ya..Lo ga sendirian ada kita yang akan selalu siap buat Lo.. jangan pernah sungkan buat minta apapun ke kita" ucap Mona
" Thanks ya..kalian baik banget sama aku, sorry aku belum bisa balas semua kebaikan dari kalian,aku ga tau apa yang akan terjadi kalau aja ga ada kalian.." jawab Billa haru
" kami yang beruntung kenal Lo, karena Lo kita jadi lebih bisa menikmati hidup tanpa harus berfoya-foya dan ga ada yang perlu Lo bales dari kita, justru kita yang selalu repotin Lo dengan tugas-tugas sekolah kita" ucap Mona dan Kiki tulus
" Ingat pesan gue.. apapun yang Lo butuh telfon gue dan sorry banget besok mungkin gue ga bisa hadir di pemakaman bokap Lo, karena gue harus ngampus ada ujian di jam pagi " tambah Dave menjelaskan pada Salsabila
"Umm" jawab Billa seraya mengangguk
" Kami pulang ya udah malem,besok pagi kami balik lagi" ucap ketiga muda mudi yang menjadi sahabat Billa, yang di balas anggukan kepala oleh Billa
" Hati- hati ya, thanks udah datang " jawab Billa tulus
" Ingat pesan gue ya" ucap Dave lembut seraya mengusap kepala Billa penuh dengan kasih sayang,membuat Billa mendongak menatap wajah Dave, kedua sahabatnya juga sedikit terkejut dengan
tindakan Dave,ini pertama kalinya pemuda tampan tersebut menunjukkan perhatian nya secara langsung, sedangkan Dave tersenyum lembut menatap dua bola mata indah milik Billa
" Thanks kak dave" jawab Billa singkat dengan tersenyum tipis dan sedikit canggung,ia menatap wajah tampan dave yang terlihat berat untuk meninggalkan nya, tapi ketiga sahabat nya itu harus pulang walaupun waktu sudah menunjukkan hampir subuh, mereka harus membersihkan diri dan mengganti pakaian karena mereka akan ikut mengantarkan jenazah tuan Ahmad ke tempat peristirahatan terakhirnya
*Apakah terlalu besar rasaku untuk mu bill? sehingga aku sakit setiap kali melihat wajah cantik mu dibasahi oleh air mata,aku ingin menjadi orang yang selalu menghapus setiap tetes air mata yang ada di wajah mu,aku ingin menjadi seseorang yang selalu membuat mu tersenyum, sehingga tidak akan pernah lagi mata indah mu mengeluarkan air nya...I love you my friend* batin Dave mengerang pilu saat melihat wajah cantik Billa yang kini terlihat sendu
Ini adalah pertama bagi Dave, mengagumi seorang wanita sangat dalam sampai-sampai ia tak berani untuk mengungkapkan nya, karena takut akan penolakan dan juga takut jika sampai Billa menjauhinya,maka itu ia memutuskan untuk menjadi sahabat bagi Billa, asalkan ia bisa tetap dekat dengan gadis cantik tersebut
Dave dan kedua sahabat nya yaitu Mona dan Kiki meninggalkan rumah sederhana Billa menggunakan mobil Dave, kedua gadis cantik itu akan di antarkan oleh Dave ke rumah mereka masing-masing
" kak Dave...Lo suka ya sama Billa?, sorry kalau kita lancang" tanya Mona saat mereka sudah di dalam mobil Dave
" Siapa sih yang gak suka sama cewek secantik dan sebaik dia? " jawab Dave datar
" Ia sih kakak bener, cowok mana yang bisa nolak pesona seorang Salsabila ditambah dengan sikap lemah lembut nya" timpal Kiki, walaupun pada kenyataannya hatinya sakit saat mengatakan itu, pria yang ia kagumi ternyata benar memiliki rasa pada wanita lain dan wanita itu adalah sahabat nya sendiri
" Itu artinya gue masih sangat normal kan?" jawab Dave santai, membuat kedua wanita cantik yang berada di dalam mobilnya itu tertawa dengan ucapan jujur seorang Dave yang cool, tapi bersikap hangat
" Normal pake banget lagi kak,ada sih seseorang yang kayaknya gak tertarik sama Billa, tapi itu udah beberapa tahun lalu dan sekarang orang nya udah ga disini lagi" ucap Mona membuat dahi Dave berkerut karena penasaran, begitupun dengan Kiki
__ADS_1
" Siapa?" tanya Dave dan Kiki secara bersamaan
" Wow kompak nih..haha pasti pada kepo.." jawab Mona sambil tertawa geli melihat rasa penasaran kedua sahabatnya itu
" Siapa sih Mon?" tanya Kiki tak sabaran
" B ..aja kali" jawab Dave berusaha untuk menutupi rasa penasaran nya
" kak Aby.. Earl Abiyasa Alexander..Lo ingat gak Ki? gue ga pernah liat kak Aby ngeliat atau ngelirik Billa, kayak ga ada rasa tertarik sama sekali gitu,wajar sih secara dia cowok yang perfect,paket komplit, atau mungkin karena Billa anak tukang kebun di sekolah milik keluarga nya,ga sederajat banget dengan keluarga Alexander" ucap Mona seraya mengenang masa beberapa tahun yang lalu
Deg..
Jantung Dave berdetak lebih kencang saat mendengar ucapan Mona,ia kembali mengingat saat Erick dan aby menjadikan Billa objek taruhan mereka, yang pada akhirnya mereka lah yang berlumuran dalam kubangan itu sendiri tanpa tau jalan untuk keluar
" Ia Lo bener ..gue jadi inget , tapi kak Aby kan pernah ngajak Billa ngomong empat mata sebelum dia menghilang dari Jakarta, kira-kira apa ya yang mereka omongin? gue penasaran banget karena sampai sekarang Billa ga mau cerita" ucap Kiki
Lagi-lagi ucapan Kiki membuat hati Dave ga tenang, apakah mungkin Aby benar-benar melakukan taruhan nya dengan Erick dan mungkin Billa menerimanya dan menunggu nya, karena Billa ga tau bahwa dirinya hanya dijadikan sebagai bahan taruhan oleh Abi dan Erick, tapi yang ia tau taruhan itu tidak berjalan dengan mulus karena ia masih melihat motor milik Erick yang dijadikan sebagai taruhannya
Dave merasa sangat tidak ikhlas jika Aby benar-benar menaklukkan hati Billa sehingga membuat wanita cantik tersebut memutuskan untuk menunggu nya, sedangkan Aby hanya menjadikan Billa sebagai taruhan
Dave ga mungkin rela dan sanggup melihat wanita yang sangat ia sayangi tersakiti oleh seorang pria yang menjadikan dirinya sebagai taruhannya,Dave ingin melihat Salsabila nya selalu ceria dan bahagia,bagi Dave seorang Salsabila Aulia ibarat mentari pagi untuk nya,ia ingin selalu bisa melihat mentari nya bersinar cerah, sehingga dapat menghangatkan bumi, begitupun Billa yang akan menghangatkan hati setiap orang yang dekat dengan nya
" Thanks ya kak Dave" ucap Mona saat akan turun dari mobil Dave setelah mereka mengantarkan Kiki,Dave mengangguk sambil tersenyum tipis
" Saran gue.. kalau ada rasa sebaiknya diungkapkan jangan terus dipendam, sebelum terlambat karena kalau udah terlambat semuanya ga akan sama" nasehat Mona bijak, membuat Dave langsung melihat ke arah Mona, karena ia tau gadis cantik tersebut sedang berbicara pada nya
" Dia anggap gue sahabat Mon..gue ga mau persahabatan kami rusak karena keegoisan gue yang berujung gue ga bisa lagi Deket dengan dia" jawab Dave jujur
" Lo yakin kak gak bakalan nyesel nantinya? kakak yakin hati kakak akan kuat jika suatu saat nanti liat dia dengan cowok lain?" tanya Mona,Dave diam dengan wajah yang tertunduk lesu,ia masih belum tau apakah ia akan sanggup
" Kalau kakak gak mau ngungkapin perasaan kakak ke Billa maka bukanlah hati Lo untuk cewek lain,ada hati yang selalu sabar dan setia nunggu Lo sadar akan keberadaan nya" tambah Mona
" Maksud Lo?" tanya Dave heran
" Kiki suka sama Lo kak..tapi apa daya dia juga sama dengan Lo,takut Lo menghindari nya karena dia tau Lo suka sama Billa" jawab Mona
" Jadi saran gue Lo pertimbangkan semua nya,menurut gue belajar mencintai seseorang itu lebih mudah daripada mengharapkan balasan cinta dari orang lain karena itu sesuatu yang tidak pernah pasti bisa kita raih" ucap Mona
" Thanks.." jawab Dave singkat atas nasehat Mona
__ADS_1
" Your welcome, gue turun.. thanks udah nganterin" jawab Mona dengan senyuman manis dan keluar dari mobil Dave setelah mendapatkan anggukan kepala dari Dave
Dave melajukan mobilnya menuju apartemennya,Dave memutuskan tidak pulang ke rumah orangtuanya karena ia akan ada jadwal kuliah pagi dan jarak apartemen miliknya lebih dekat dengan kampusnya