Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
70


__ADS_3

" Hubungi William dan pastikan keadaan aman dan gue ga mau ada para pencari berita " perintah Aby tegas pada sang asisten pribadi


" Udah Bos" jawab Zidan tegas


" Ini bukan sedang kerja, ga perlu terlalu formal " dengus Aby pada sang asisten sekaligus sahabat


" Sensi banget sih?, gimana kalau nanti malam kita keluar, happy - happy and cari cewe cantik,seru tuh pasti kayaknya "oceh Zidan


" Gue kesini mau jenguk Oma ....begok, bukan mau ngelakuin hal yang ga jelas kayak gitu,masih banyak banget masalah yang belum gue selesaikan" jawab Aby pada Zidan


" Tapi senang- senang itu juga harus bro, masih muda loh kita ini, serius aja bawaan Lo,mana Earl Abiyasa Alexander si tuan muda yang terkenal playboy dan Gonta ganti pacar?" Ledek Zidan yang terkadang merasa ga habis pikir dengan sahabat nya yang dulu terkenal dengan sikap play boy plus bad boy,tapi semuanya berubah setelah kehadiran Salsabila,malah pertemanan mereka dengan Genk Erick terbilang ga sedekat dulu lagi, walaupun diantara mereka tidak pernah terjadi keributan


Aby tidak menjawab semua yang Zidan ucapkan,ia kembali memejamkan matanya karena pesawat yang membawa mereka baru akan mendarat sekitar 30 menit lagi,dan Aby merasa tubuhnya sangat lelah, bagaimana tidak... hampir satu bulan ia terus berpindah dari satu negara ke negara lain,itu semua dikarenakan sang ayah yang masih berada di negara kelahirannya dan tidak tega untuk meninggalkan sang Oma yang sedang sakit, dan kedatangan Aby ke negara itu juga atas permintaan sang Oma yang katanya sudah sangat merindukan nya


" Moof on bro... moof on..sampai kapan Lo mau nunggu tu bocil? " ledek Zidan lagi karena melihat Aby yang tidak merespon ucapan nya


" Bisa diam gak Lo? mau gue turunkan di sini Lo?" tanya Aby geram


" Ya kali gue turun duluan, sedangkan pesawatnya aja belum mendarat,Lo kira gue atlit terjun payung apa" omel Zidan


"Jadi asisten Lo aja gue udah cukup pusing,ogah gue kalo tambah profesi jadi atlit terjun payung " omel Zidan bergumam dan ternyata masih terdengar oleh Aby


" Kalo pusing kenapa ga ngajuin pengunduran diri aja Lo? " jawab Aby santai,ia masih memejamkan matanya yang hanya dijawab dengan cengiran oleh Zidan, walaupun ia tau sahabat sekaligus Bos nya itu ga melihat nya,dan akhirnya bos dan asisten tampan itu terdiam dengan pikiran masing-masing


Sampai pada akhirnya terdengar pemberitahuan dari awak pesawat yang mengatakan penerbangan mereka akan segera sampai, Aby memang selalu melakukan penerbangan dengan pesawat pribadi , terlebih untuk penerbangan jauh,ia harus memiliki fasilitas yang sangat lengkap,agar ia merasa nyaman dan bisa beristirahat dengan tenang selama dalam perjalanan


pesawat mendarat tepat pukul lima sore waktu setempat,ia beserta Zidan dan beberapa bodyguard mulai menuruni tangga pesawat dan menuju jalur khusus, beberapa mobil jemputan lengkap dengan para pengawal sudah terlihat,Aby langsung menuju salah satu dari mobil tersebut,mobil yang memang dikhususkan untuk dirinya


Mobil melaju meninggalkan Bandara,Aby duduk di bangku penumpang bagian belakang, sedangkan Zidan didepan tepat di samping supir,Aby fokus dengan handphone nya, sedangkan Zidan fokus dengan beberapa email dari orang kepercayaan Aby yang bertugas di masing-masing perusahaan yang memang tidak diawasi langsung oleh Aby atau sang papi, tapi dengan menempatkan orang kepercayaan tentunya

__ADS_1


Mobil yang membawa Aby dan Zidan sudah mulai memasuki gerbang megah khas kerajaan, ia mulai merubah posisi duduknya menjadi tegsk, menarik nafas dalam-dalam serta menghembuskan nya secara perlahan,dua tahun sudah ia tidak berkunjung ke negara kelahirannya dan juga negara asal sang papi


Aby langsung turun dari mobil setelah beberapa bodyguard membukakan pintu untuk nya,di ikuti oleh Zidan yang menenteng tas kerja miliknya yang berisikan berkas penting, laptop serta alat tempurnya saat bekerja


Sedangkan Aby hanya menenteng sebuah hand bag pria yang hanya berisi note book miliknya yang ia gunakan untuk bekerja, dibelakang mereka sang supir terlihat mengekor seraya menyeret dua buah koper kecil milik Aby dan Zidan


" Sayang kamu sudah sampai nak..? Duh anak mami,mami kangen banget sama kamu sayang" Ucap mami Tamara menyambut sang putra kesayangan,anak semata wayangnya dengan sebuah pelukan hangat


" Mami apa kabar? dimana yang lain nya?" tanya Aby seraya membalas pelukan hangat wanita kesayangan nya tersebut


" Mami baik sayang, yang lain ada di taman belakang sedang minum teh bersama" jawab mami Tamara seraya merangkul erat lengan sang putra tampan nya


" Zidan..kamu kalau lelah dan mau langsung istirahat boleh langsung ke kamar ya, akan ada pelayan yang mengantar mu, kalau mau ikut minum teh bersama juga lebih baik lagi" ucap nyonya Tamara lembut pada Zidan


" Saya ikut ke taman belakang saja dulu mi, sekalian mau nyapa yang lain nya" jawab Zidan yang merasa sangat tidak sopan jika ia tidak menyapa yang lain nya, sedangkan ia adalah seorang tamu di kerajaan megah tersebut


" Oh ok...itu lebih baik,mari sayang kita ke belakang,biar barang kalian di antar ke kamar oleh pelayan" Jawab mami Tamara dengan tersenyum cerah


Rasa sejuk langsung terasa ditubuh kita dan harum aroma bunga langsung menyeruak masuk dalam indera penciuman setiap orang yang menginjakkan kakinya ke taman megah tersebut, Zidan menatap kagum keindahan taman tersebut yang juga terdapat beberapa kolam ikan dengan aneka jenis ikan hias, sungguh suatu pemandangan yang membuat betah setiap orang yang datang


" Wah... pangeran kabur akhirnya datang juga" Ledek Mauren saat melihat kedatangan Aby, membuat yang lain langsung melihat ke arah pandangan gadis cantik tersebut


" Kamu sudah datang sayang, duh tampan nya anak aunty.. tapi kok kamu kurusan sih sayang, jangan terlalu lelah bekerja" ucap wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik, yang tak lain adalah kakak perempuan dari ayahnya


Aby tidak menjawab ia hanya tersenyum tipis, seraya langsung menghampiri sang Oma setelah terlepas dari pelukan hangat sang aunty yang memang sangat menyayangi nya bak maminya juga


" Oma..Opa apa kabar....?" sapa Aby sopan seraya meraih dan mencium punggung tangan yang sudah terlihat beberapa kerutan,hal itu membuat yang lain langsung tersenyum haru atas perubahan sikap Aby yang berubah,sang pangeran mereka ternyata sudah berubah dan itu semua tidak ia sadari


" Wih keren.. selama udah nikah jadi sopan banget ya Lo,salut gue" Ledek hitto seraya tersenyum jahil, sedangkan Aby ia terlihat sama sekali tidak berniat untuk menjawab atau membantah Ledekan sang Abang sepupu

__ADS_1


" Hidup lo sungguh berlimpah dengan harta dan kasih sayang keluarga, siapa pun yang melihatnya akan merasa sangat iri atas semua yang lo miliki, tapi kenapa kisah cinta lo begitu menyesakkan..? gue yang melihat kehancuran hati lo aja merasa berat banget, gimana dengan lo..? Bocil ... dimana sih Lo..? tuan muda Lo butuh pawang nya ini" batin Zidan saat melihat semua kemewahan itu dan kasih sayang para keluarga, tapi sang pangeran malah terlihat biasa saja, seakan ia tidak merasakan semua yang ada di hadapannya


Semuanya terlihat sangat bahagia dan menikmati kebersamaan mereka dalam rutinitas yang memang sudah menjadi kebiasaan, setiap sore akan ada acara minum teh bersama, kecuali semuanya sedang sangat sibuk diluar istana yang sangat tidak memungkinkan bagi mereka untuk meninggalkan kesibukan tersebut, tapi walaupun begitu acara minum teh sore tetap ada walaupun hanya sang raja dan ratu tanpa putra putri dan keluarga lainnya


" Bagaimana keadaan mu boy?" tanya tuan Lincoln pada sang putra,beliau melihat sekilas wajah tak bersemangat sang putra, wajah yang sangat terlihat jelas bahwa ia sedang tidak baik-baik saja, tubuhnya memang berada di hadapan mereka para keluarga, tapi hatinya tidak, hatinya seakan sedang berkelana mencari tempat pulang nya


" Seperti yang papi lihat" jawab Aby singkat,ia juga menatap sekilas wajah sang papi yang terus menatap ikan-ikan yang terlihat sangat bahagia berenang kesana kemari


" Sudah ada kabar dari orang mu?" tanya tuan Lincoln tanpa melihat wajah lawan bicaranya


" Belum" jawab Aby lirih seraya menundukkan dan menggelengkan kepalanya


" Lupakan dia boy... carilah wanita lain yang menurut mu cocok dan kami akan merestui pilihan mu" ucap tuan Lincoln menasehati sang putra, bagaimana pun beliau tidak tega melihat keterpurukan Aby dan beliau ingin putra semata wayangnya hidup bahagia


" Ga akan Pi... cukup papi dan mami hanya merestui ku dengan dia, bukan dengan yang lain,dia sudah membawa seluruh hati dan cintaku Pi, yang ada di depan papi ini hanyalah raga yang kosong tanpa jiwa Pi" jawab Aby lirih


Ucapan nya itu sungguh membuat sang papi terdiam, sedangkan sang mami yang ga sengaja mendengar itu, langsung memeluk sang putra dari samping dan mengusap lembut punggung nya


" Kamu kuat sayang,mami yakin kalian akan bertemu lagi dan akan kembali bersama,dia jodoh mu sayang,dia rumah tempat kamu pulang,yakin lah itu..., anggap saja rumah itu belum selesai dan belum siap untuk dihuni, Mami selalu mendoakan agar kalian kembali bersama " ucap nyonya Tamara pada sang putra


" Aby akan selalu nunggu dia Pi,mi...dia pergi karena kesalahan Aby..,dan Aby janji saat Aby menemukan dia Aby ga akan pernah lepasin dia lagi" jawab Aby tegas


Kedua orang tuanya hanya mengangguk tanpa berkata sepatah katapun, pasangan paruh baya itu hanya bisa tersenyum pasrah mendengar ucapan putra mereka yang mereka yakini bukan main-main, mereka ga tau apa yang akan terjadi saat pasangan muda itu bertemu,ada sedikit rasa khawatir kalau sampai sang putra menyakiti menantu kesayangan mereka dan ada pula rasa geli membayangkan wajah cantik nan polos Billa yang berhadapan dengan putra mereka yang selalu berwajah dingin


Pasangan paruh baya itu hanya bisa berharap semoga cina putra mereka tidak akan menyakiti menantu kesayangan mereka,semoga wanita muda nan cantik itu mesih sama seperti saat mereka bertemu dengan nya dua tahun lalu,masih gadis cantik yang lemah lembut,baik,sopan,pintar dan sangat penyayang, sangat bertolak belakang dengan karakter putra mereka, walaupun keduanya memiliki kepintaran yang sama dan juga sama-sama memiliki fisik yang nyaris sempurna,membayangkan nya saja nyonya Tamara langsung tersenyum bahagia


" Tuhan....hamba mohon... pertemukan putra saya dengan istrinya,hamba harap mereka berjodoh dunia akhirat, jika memang mereka tidak berjodoh maka jauhkanlah dan hilangkan lah nama mereka dihati keduanya,hamba sakit melihat putra hamba yang hidup seperti mayat, pertemukan lah mereka secepatnya Tuhan,hamba mohon " doa nyonya Tamara dalam hati,seraya memeluk tubuh atletis sang putra


" Istirahatlah dahulu son...kamu pasti sangat lelah, nanti malam setelah makan malam kita ngobrol " perintah sang Opa tiba-tiba dengan wajah serius

__ADS_1


" Baik yang mulia...mi Pi aku istirahat dulu ya" ucap Aby setelah mengiyakan perintah orang no satu di negeri itu


" Baiklah.. istirahatlah sayang " jawab nyonya Tamara dan juga di angguki oleh tuan Lincoln dan yang lainnya juga melakukan hal yang sama setelah Aby meminta izin untuk undur diri karena ia ingin istirahat dan akhirnya Aby dan Zidan meninggalkan taman indah itu untuk beristirahat, setelah Zidan juga melakukan hal yang sama


__ADS_2