Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
42


__ADS_3

Tanpa terasa ini sudah hari ketiga Billa di apartemen,ia sudah menemukan jawaban kegundahan hatinya, walaupun ia tidak terlalu yakin, tapi Billa tetap harus memutuskan semuanya dan keputusan yang diambil adalah melanjutkan rencana awalnya seperti apa yang ia katakan pada Aby beberapa hari lalu, dan rencananya hari ini Billa akan menemui kepala sekolah sesuai dengan permintaan pihak sekolah


Billa sudah selesai dengan dandanan sederhana ala dirinya sendiri,pagi ini seluruh anak kelas 12 akan mengadakan acara perpisahan di sekolah, sebagai kenangan terakhir Billa juga tidak ingin melewatkan waktu indah tersebut, bagaimana pun sekolah itu meninggalkan banyak kenangan selama empat tahun ia berada di sekolah ternama tersebut, sejak ia kelas 9 sekolah menengah pertama hingga kelas 12 menengah atas


Billa sudah sampai di sekolah nya,ia langsung menuju aula sekolah tempat acara di langsungkan,ia langsung disambut heboh oleh kedua sahabatnya yang memang sudah hampir satu Minggu mereka tidak berjumpa, sejak Setelah kejadian dengan Aby malam itu, Billa memang belum pernah bertemu dengan kedua sahabatnya,ia juga belum pernah pulang ke rumah peninggalan ayahnya dan rencananya besok ia akan meninggalkan apartemen dan kembali tinggal di rumah sederhana milik sang ayah


Rangkaian acara satu persatu berjalan dengan lancar, Billa mendapatkan nilai terbaik di tahun kelulusan ini,ia sudah tampil di depan untuk menyampaikan beberapa patah kata dan ucapan terimakasih nya pada orang -orang yang sangat berjasa dalam hidup nya dan juga mengungkapkan selamat pada semua teman-temannya yang lain


Walaupun ia merasa sangat sedih karena tidak ada keluarga yang mendampingi nya saat bahagia seperti ini, layaknya teman-temannya yang lain yang tertawa bahagia bersama keluarga yang mendampingi mereka, sedangkan Billa hanya di dampingi oleh buk Susi dan putranya serta tuan max sang asisten pribadi tuan Lincoln mertua Billa


" Selamat ya nona muda..anda sangat membanggakan, tuan dan nyonya mengucapkan selamat atas prestasi dan kelulusan anda, beliau meminta maaf tidak bisa hadir, tapi beliau sangat bangga atas apa yang anda capai" ucap tuan max sopan


" Terimakasih Om.. Billa ngerti kok papi dan mami memang sedang tidak berada di tempat, yang terpenting untuk Billa adalah doa tulus dari keduanya" jawab Billa sopan


" Nak Billa selamat ya.." ucap buk Susi bahagia dan dibalas anggukan kepala oleh Billa


" Terimakasih banyak ya buk" jawab Billa lembut


" Billa sayang....selamat ya atas pencapaiannya..you is the best besty..." ucap kedua sahabatnya Mona dan Kiki dengan wajah bahagia bercampur haru, keduanya langsung berhambur memeluk Billa dan dibalas hangat oleh gadis cantik tersebut


" Thanks...your my best friend...I love you so much" ucap Billa lirih dalam pelukan hangat kedua sahabatnya


Semua murid saling berbagi kebahagiaan, berfoto-foto sebagai kenangan yang kelak bisa mereka lihat,begitu pula dengan Billa dan kedua sahabatnya yang juga melakukan hal yang sama,Dave hadir dengan seikat bunga di tangan nya dan Ia berikan untuk Billa


" Congratulations to you Salsabila... semoga sukses dan sehat selalu" ucap Dave seraya menyerahkan ikatan bunga di tangan nya pada Billa


" Thanks.. Amiiiin" jawab Billa dengan sebuah senyuman untuk Dave


Dan akhirnya Billa memutuskan untuk langsung pulang setelah berfoto bersama yang lain termasuk kedua sahabatnya dan juga Dave


Dinegara lain Aby baru saja selesai dengan meeting nya bersama beberapa petinggi perusahaan,membahas mengenai kekacauan yang terjadi beberapa waktu lalu dan sukurnya Aby mampu menyelesaikan sedikit demi sedikit Malasah tersebut walaupun belum normal seutuhnya


Aby memasuki ruangan nya dan langsung duduk di kursi kebesarannya,ia memijat pelipisnya dan merenggangkan otot nya,tubuh dan pikirannya benar-benar lelah,ingin rasanya ia segera kembali ke Indonesia untuk menemui seseorang, menghilangkan semua kegelisahan dalam hati nya, tapi ia tidak mungkin meninggalkan pekerjaannya yang belum tuntas


Bibir Aby tersenyum tanpa disadari saat ia melihat foto Billa yang dikirimkan oleh orang suruhannya,Aby merasa sedikit lega karena melihat Billa yang tidak terlihat sedih di foto tersebut, tapi setelahnya emosi Aby kembali naik saat melihat foto Billa yang menerima seikat bunga dari Dave dengan senyuman lembut, lagi-lagi Aby tersulut emosi dan mengumpat kasar

__ADS_1


" Shiiit...apa yang ada dalam pikiran nya? kenapa semua pria yang mendekati nya ia sambut dengan sangat baik.. kenapa sama gue dia cuek banget?apa dia lupa dengan statusnya?" ucap Aby dingin dan langsung mencampakkan foto-foto tersebut di atas meja kerja nya



Dan emosi Aby kembali tersulut saat tanpa sengaja ia melihat status Dave di akun sosmed milik nya yang menampilkan foto Billa, walaupun Dave tidak menunjukkan wajah Billa seluruh nya



Dave mengunggah kegalauan hatinya di akun sosmed milik nya, kata-kata yang ia kutip dari salah satu pencetus kata bijak, walaupun kata-kata tersebut bukan hasil karya Dave, tapi itu mempu menyulut emosi Aby, karena Aby tau itulah suara hati Dave saat ini untuk Billa


Akhirnya walaupun terpaksa Aby harus kembali melanjutkan pekerjaannya,ia seorang pengusaha yang masih sangat muda dan banyak menimbulkan persepsi rendah dari para kliennya yang sudah terbiasa bekerja sama dengan tuan Lincoln sang pembisnis terkenal yang keahlian sudah tidak diragukan lagi


Semua itu menuntut Aby untuk bekerja lebih keras dan sungguh-sungguh,ia harus bisa mematahkan keraguan mereka, dan memang tak perlu diragukan bila mengingat seperti apa Aby, pemuda tampan yang sangat cerdas dan berkharisma serta memiliki sikap tenang dan bertanggung jawab,Aby memang sangat sulit untuk di tebak, tapi beberapa klien nya sudah mulai mengakui kemampuan penerus tuan Lincoln tersebut, bahkan beberapa dari mereka mengatakan bahwa Aby lebih kejam dan dingin dari sang papi, keputusan nya sering tidak terduga


Di Indonesia tepatnya di kota Jakarta, Billa baru saja tiba di apartemen,ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan berganti pakaian, setelah selesai dengan ritualnya ia langsung melakukan kewajiban empat rakaat nya dan tak lupa beberapa doa ia panjatkan kepada Tuhan, setelah selesai Billa memutuskan untuk memasak makanan karena perutnya yang terasa lapar


Dengan dress rumahan Billa menuruni tangga menuju dapur, tapi langkahnya terhenti saat mendengar suara bel pintu apartemen nya, walaupun sedikit ragu Billa langsung menuju pintu mengingat mungkin seseorang yang diperintahkan oleh Aby atau dari mansion utama, karena tidak mungkin ada orang asing yang datang mengingat di lantai tersebut selalu ada dua bodyguard yang ditempatkan tak jauh dari pintu masuk


Billa langsung membuka pintu dan alangkah terkejutnya saat melihat wajah para sahabat Aby yang berdiri di depan pintu tersebut dan di dampingi oleh dua bodyguard dari keluarga Alexander di belakang mereka, mereka juga menunjukkan wajah yang tak kalah terkejutnya dari Billa, terlebih saat melihat penampilan Billa yang hanya memakai dress rumahan serta hijab instan


" Hai.. cantik..ternyata Lo yang tinggal di sini,kita kira siapa " sapa Jo ramah, sementara Erick,Dave,elang dan Amar diam membisu tanpa mengucapkan sepatah katapun,berbeda lagi dengan dua teman wanita mereka yang malah tersenyum saat melihat wajah terkejut Billa, walaupun pada kenyataannya mereka juga sangat terkejut, terlebih Zidan yang notabenenya paling dekat dengan aby


" I-iya saya yang tinggal di sini sementara, maaf ada apa ya?" tanya Billa yang masih gugup,ia bahkan sampai lupa mempersilahkan tamunya masuk


" Kami ngak di persilahkan masuk nih?" tanya Jo menggoda Billa


" Maaf saya tidak menyuruh kalian semua masuk, karena pemilik nya sedang tidak ada" jawab Billa sopan, Billa memang tidak pernah menerima tamu di apartemen tersebut, jika supir yang menjemputnya datang pun ia hanya mempersilahkan mereka duduk di kursi depan pintu, terkecuali art perempuan atau sang mami Tamara yang pernah beberapa kali berkunjung


" Oh ok ga masalah,kami datang cuma mau ngantar ini,Aby yang meminta kami untuk menyerahkan ini pada seseorang yang ada di apartemen ini" ucap Erick dingin seraya menyerahkan sebuah map berwarna coklat pada Billa


" Oh ia akan saya sampaikan kalau orang nya datang " jawab Billa sopan


Akhirnya mereka memutuskan untuk langsung pulang,Dave menatap Billa sesaat dan mengucapkan sesuatu " Lo hutang penjelasan sama gue" ucap Dave pada Billa yang di tanggapi dengan sebuah senyuman tipis penuh keterpaksaan oleh Billa


Berbeda dengan elang, setelah yang lain pergi ia menghampiri Billa, berdiri tepat di depan gadis cantik tersebut," Ternyata gue salah..gue kira Lo beda, nyatanya sama ... ternyata ini alasan Lo nolak gue dari beberapa tahun lalu? target Lo lebih segalanya dari gue" ucap dingin Elang dengan wajah yang menunjukkan kekecewaan pada Billa

__ADS_1


Billa tidak bisa menjawab, lidah nya terasa kelu mendengar ucapan elang yang mengatakan bahwa dirinya perempuan materialistis,tanpa mereka tau tentang fakta nya, yang Billa lakukan hanya menundukkan wajahnya dan hal itu membuat elang semakin percaya dan yakin bahwa foto yang Aby kirim ke mereka dan mengatakan bahwa ia lah pemenang taruhan mereka adalah benar


Ya Aby mengirimkan sebuah foto yang menampilkan wajah Billa yang tertidur di dalam kamar mewah yang mereka semua tau bahwa kamar tersebut adalah kamar utama milik Aby di kediaman keluarga Alexander, dan kini mereka juga melihat keberadaan Billa di panthouse apartemen milik keluarga Alexander serta dijaga ketat oleh beberapa bodyguard


Walaupun mereka belum tau hubungan seperti apa antara Aby dan Billa, tapi mereka percaya bahwa Aby telah menaklukkan gadis cantik yang menjadi target taruhan mereka,terlepas kedepannya seperti apa itu bukanlah urusan mereka, yang pastinya untuk saat ini mereka semua harus mengakui kemenangan Aby dan menerima kekalahan mereka


Setelah mengucapkan kata-kata yang menyakiti hati Billa, elang langsung meninggalkan tempat tersebut menyusul para sahabatnya, Billa masih terpaku melihat kepergian elang , kata-kata elang sungguh membuat Billa seakan sangat rendah sebagai seorang wanita, terlebih ia yang dari kalangan rendah,di anggap seperti itu sungguh membuat hati Billa malu


Belum selesai rasa terkejutnya dengan kedatangan para sahabat Aby, Billa kembali dikejutkan dengan munculnya sesil di hadapan nya, yang Billa tau wanita cantik tersebut adalah kekasih dari sang suami,sesil berdiri tepat di depan Billa dengan penampilan elegan dan mewah, menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang wanita yang berasal dari kalangan atas


" Oh jadi Lo perempuan yang mau rebut Earl dari gue? Lo tau siapa gue dan siapa Lo bagi Earl?" tanya sesil dengan wajah judesnya


" Maaf maksud mbak apa ya? saya nggak paham " jawab Billa sopan,sebisa mungkin ia ingin menutupi tentang kenyataan bahwa dirinya adalah istri dari Aby


" Lo itu cuma anak kecil yang mau jadi PELAKOR, Earl itu pacar gue,Lo sadar? Lo itu cuma dijadiin bahan taruhan sama Earl dan temen-temen nya barusan,oh atau mungkin itu gak masalah buat Lo karena Lo udah biasa tidur Sama banyak laki-laki" ucap sesil terdengar sangat menyakitkan untuk Billa


" Ma-ma-maksud mbak apa? aku bukan PELAKOR,aku juga bukan pelacur yang tidur dengan banyak pria,aku tau mbak pacarnya kak Aby....dan aku juga tau siapa aku bagi kak Aby.. tapi please jangan tuduh aku sehina itu.." ucap Billa lirih seraya memohon dengan deraian air mata


" Kalau Lo bukan PELAKOR..dan perempuan murahan,lalu sebutan apa yang pantas untuk Lo setelah gue liat foto ini" jawab sesil emosi seraya menunjukkan sebuah foto di layar ponselnya,foto yang sama dengan yang Aby kirim ke Zidan dan sesil mengambil foto tersebut dari ponsel Zidan saat ia meminjam ponsel Zidan dengan alasan untuk menghubungi sutradara nya karena ponselnya kehabisan daya,foto tersebut Aby ambil beberapa Minggu lalu sebelum kejadian malam itu,saat Aby pulang ia melihat Billa yang tertidur pulas di sofa kamarnya dan masih menggunakan hijab, sebelum kejadian malam itu Aby memang belum pernah melihat Billa tanpa hijab, karena Billa tidak pernah melepas hijab nya saat di mansion utama terlebih saat ada Aby,walaupun saat tidur


DUARR


Bak di sambar petir di siang hari, itulah yang Billa rasakan,Billa langsung membekap mulutnya sendiri,air matanya semakin deras mengalir membasahi pipinya,ia sangat shock dengan kenyataan bahwa dirinya kembali menjadi bahan taruhan Aby dan para sahabat nya,tubuh Billa terasa lemah tak berdaya setelah mendengar kenyataan yang sangat menyakitkan


Sesil tersenyum smirk saat melihat wajah sendu Billa dan keterpurukan gadis cantik tersebut " Dan apa Lo tau apa isi dari amplop yang Lo pegang itu?" tanya sesil pada Billa yang di jawab dengan gelengan kepala oleh Billa,bibir indah Billa tak sanggup lagi untuk sekedar menjawab pertanyaan sesil


" Isinya adalah hadiah untuk kemenangan Earl dari mereka tadi,kalo Lo ga percaya buka aja, isinya kunci mobil mewah dan sertifikat satu unit apartemen di sini yang terletak di lantai xx,Lo tau kenapa disini? karena apartemen ini adalah apartemen termewah Dan termahal di kota ini " ucap sesil


DEG


Lagi-lagi Billa jantung Billa terkejut seakan berhenti berdetak, Billa hanya bisa menggelengkan kepalanya disertai dengan Air mata yang semakin deras tanpa sanggup ia cegah, dadanya terasa sesak sehingga untuk bernafas pun ia seakan tak mampu


" Cu--cukup mbak please cukup...aku mohon hentikan,..maaf jika kehadiran ku mengacaukan hubungan kalian, tapi aku ga seperti yang kalian lihat,ada kenyataan yang ga bisa aku ungkapkan pada kalian dan untuk mbak jangan khawatir, karena aku akan pergi jauh dari kak aby, maaf..maaf.. please tinggalkan aku sekarang " ucap Billa lembut seraya mengatupkan kedua tangannya di depan dada dengan wajah memohon


Sesil tersenyum dan langsung meninggalkan Billa,ia tersenyum bahagia saat melihat kehancuran Billa, sedangkan Billa langsung terduduk di balik pintu setelah ia masuk dan menutup pintu

__ADS_1


__ADS_2