Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
72


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, tanpa Terasa satu Minggu sudah terlewati setelah malam perayaan anniversary klinik milik keluarga Brayen dan satu Minggu sudah Billa benar-benar disibukkan oleh kegiatan rumah sakit Alexander Hospital,entah itu kebetulan atau mungkin karma karena ia sedikit berbohong pada Hitto dengan beralasan sibuk saat pria tampan itu memintanya untuk mengunjungi Oma ratu


" Huffff....ya Tuhan...ini beneran lelah banget,tubuh aku rasanya remuk semua,mana besok harus masuk pagi dan sorenya harus menghadiri seminar lagi,ya Tuhan.... kasihanilah hamba mu ini" oceh Billa saat ia dan metiga sahabatnya tiba di apartemen,ya ini adalah Minggu terakhir mereka tugas malam dan mulai besok pagi mereka akan tugas pagi


" Kita langsung istirahat ya,biar ntar malem kita bisa hank out bareng sebentar,cuma buat ngilangin bosan" ucap Mo semangat dan juga di angguki semangat oleh yang lain nya, sedangkan Billa hanya menanggapi nya dengan tersenyum seraya menggeleng melihat tingkah ketiga sahabat nya


Akhirnya fajar menyingsing dan menampakkan langit berwarna jingga,tanda siang akan segera berganti dengan malam,Billa berdiri di balkon kamar nya, menatap senja yang selalu indah Dimata nya, untuk sesaat ia begitu menikmati keindahan lukisan langit yang Tuhan ciptakan, sampai akhirnya ia memutuskan untuk mandi dan berpakaian, mengikuti rencana jalan bareng ketiga sahabat nya


Billa memilih sepasang one set sederhana berwarna coklat senada dengan hijab nya, sedikit memoles wajah nya dengan makeup flowless dan lipserum tipis, membuat wajahnya terlihat lebih segar dan natural,Billa memutuskan untuk mengikuti saran dari Mona dan Kiki seminggu yang lalu untuk mencoba memulai menata kembali hidup nya



Billa langsung keluar dari kamar nya,ternyata ketiga sahabat nya sudah siap dan pastinya cantik, Billa langsung menghampiri mereka dengan sebuah senyuman cerah,senyuman yang sudah lama hilang dari dirinya sejak kepergian sang ayah untuk selamanya


" Ternyata udah pada siap,aku kirain lagi pada ngapain di sini" ucap Billa lembut dengan senyuman manis


" Udah donk..dari tadi malah, tinggal nunggu orang cantik aja yang siap nya lama" jawab ketiganya kompak, membuat Billa langsung memanyunkan bibirnya mendengar Ledekan tiga sahabat usil nya


" Ok....ladies let's go... ucap Mo dengan suara keras dan wajah sumringah nya,ia begitu bahagia saat melihat wajah Billa yang tersenyum ceria,ini pertama kalinya ia melihat Billa yang seperti diceritakan oleh Mona dan Kiki


" Kok wajahnya happy banget sih...abis jadian ya?" ledek Mona pada Billa


" Jadian sama siapa..?, jangan aneh-aneh deh" jawab Billa seraya menggeleng melihat Mona yang memang sangat suka menggoda


" Sama kak Brayen mungkin,atau...sama tuan Dirut..." ledek Mo bersemangat,ia terkekeh geli sambil menyetir mobilnya


" Emang kamu ga takut kalau aku jadi kakak ipar kamu..? atau aku jadi pacar tuan Dirut..?" ledek Billa santai


" Kalau kamu yang jadi pacar atau istri kak Brayen,mama,papa,aku dan yang lainnya pasti akan bahagia banget dan aku yakin klinik itu pasti akan langsung di serahkan untuk kalian sebagai hadiah " jawab Mo yakin, membuat wajah Billa merah karena malu


" Apaan sih...ga segitunya juga kali,emang brother mau kalau aku ajak tinggal di negara aku?,pasti mama sama papa juga yang lainnya ga bakal setuju" jawab Billa yakin


" Mereka pasti akan setuju,kamu lupa kakak aku juga ada yang tinggal di negara lain,di Korea Selatan sama keluarganya, apalagi kak Brayen dia laki-laki udah pasti dia dikasih kebebasan untuk menentukan pilihan hidupnya " jawab Mo yakin

__ADS_1


" Udah ah,kok jadi ngebahas tentang sesuatu yang ga pasti sih, mending kita bahas tentang tugas kita besok,dan ingat besok kita di tugaskan di IGD yang pastinya selalu rame dan melelahkan " ucap Billa mengalihkan pembicaraan mereka


" Mulai deh ngelantur ke yang lain,moof on bestie moof on,...bikin kita jadi tambah penasaran siapa sih dia sampe-sampe sahabat cantik aku ini ga bisa moof on walaupun udah dua tahun " Ledek Kiki jahil, membuat yang lain tertawa terbahak-bahak, sedangkan Billa hanya bisa pasrah dengan mulut manyun


" Apaan sih...udah moof on ini,liat aja ya, Minggu depan aku udah ada yang ngelamar " jawab Billa santai, membuat yang lain langsung melongo mendengar ucapan Billa


" Seriusan nih anak sekalinya moof on cuma butuh waktu satu Minggu langsung ada yang ngelamar..?, dikira cari jodoh itu kaya cari baju di mall apa,nyari baju aja terkadang sedikit melelahkan,bener-bener dah genser otak nih anak" batin ketiga sahabat nya yang hanya bisa menggeleng melihat keyakinan Billa untuk kembali seperti Salsabila tiga tahun lalu dan mereka tau Salsabila tidak akan begitu mudah menerima laki-laki masuk dalam kehidupan pribadi nya


Keempat gadis cantik itu terus ngobrol hal-hal konyol selama dalam perjalanan, selayaknya gadis seusia mereka yang memang sangat suka jalan, nongkrong, nonton, shopping dan ngegosip bareng,bertepatan dengan hari Minggu sore jadi mereka harus bersedia sedikit menghadapi kemacetan, karena banyak muda mudi yang jalan bareng sekedar ngedate mungkin atau nongkrong bareng temen atau keluarga ataupun pasangan masing-masing,tak jauh berbeda seperti mereka yang memilih menikmati akhir pekan bersama sahabat, walaupun Mona dan Kiki dicurigai sedang lumayan dekat dengan rean seprofesinya


Sekitar hampir satu jam, akhirnya keempat gadis cantik itu tiba di tempat tujuan mereka,sebuah mall elit di kota besar negara Australia,Mo langsung menuju parkiran untuk memarkirkan mobilnya, keempatnya begitu ceria saat menuruni mobil dan bersiap memulai petualangan mereka di sore ini


" Mau nonton atau mau ngafe..? atau ada yang mau shopping?" tanya Mo pada ketiga sahabat nya saat mereka mulai meninggalkan basement mall tersebut dan langsung melangkah menuju dalam


" Belanja dikit kayak nya ok juga sih dan lanjut dengan ngafe,aku males deh kayaknya nonton, tapi kalau kalian pada mau nonton sih ga masalah aku ikut kok" jawab Mona yang memang berniat ingin berbelanja keperluan pribadinya


" Ok kita belanja aja dulu dan lanjut ngafe,kalau mata kita masih kuat baru deh kita lanjut nonton bareng,gimana?.. soal nya aku juga ada yang harus aku beli, beberapa perlengkapan pribadi dan cemilan kita juga habis" jawab Mo bijak


" Aku sih setuju aja,dan aku juga harus belanja perawatan,udah pada habis" jawab Billa santai,ya Billa,Mona dan Kiki baru saja menerima uang saku dari beasiswa mereka yang di transfer langsung ke rekening mereka, walaupun mereka juga masih memiliki tabungan pribadi


" Billa ingat jangan ambil Es cream banyak-banyak...you know?" ucap Mo tegas, membuat Billa langsung tersenyum dengan menampakkan deretan gigi putihnya, sedangkan Mo sedang menatap nya dengan mata melotot sempurna, karena Billa sedang berdiri di depan kulkas Es cream


Bukan tanpa alasan ketiga sahabat nya melarang Billa makan Es cream dengan porsi yang banyak, karena pada dasarnya Billa alergi es jika berlebihan mengkonsumsi nya, terlebih jika cuaca sedang dingin


" Ia Mo ..ini tuh cuma lagi milih satu aja kok" jawab Billa


Billa ingin menikmati sedikit Es cream karena momen kali ini cukup membuat rasa rindu mereka pada negara asal sedikit terobati, mengingat Billa yang selalu beli Es cream jika sedang stress walaupun pada akhirnya ia harus meringkuk beberapa hari di kamar ternyaman nya, kamar yang jauh dari kata mewah, sangat berbeda dengan kamar nya yang disediakan oleh Aby di apartemen tempat mereka tinggal


Merasa sudah cukup Billa dan ketiga sahabat nya menuju kasir untuk membayar belanjaan mereka masing-masing, keempat gadis cantik itu berdiri berbaris dan Billa berada di barisan paling belakang,ia terlihat fokus dengan handphone nya yang sedang berbalas pesan dengan Widia sahabat nya saat di desa dulu, sampai -sampai ia tidak menyadari kehadiran seseorang yang sejak tadi memperhatikan nya


"Excuse me... are you not European? sorry if it bothers ( permisi .. apakah Anda bukan orang Eropa? maaf jika saya mengganggu)" sapa pria muda itu ramah


Billa yang merasa di sapa langsung mengangkat wajahnya melihat kearah suara yang ia yakini sedang mengajaknya berbicara

__ADS_1


"Oh, it doesn't bother me at all, yes sir, I'm not European, I'm from Southeast Asia, Indonesia to be precise ( oh tidak menggangu sama sekali,ya tuan benar saya bukan orang Eropa,saya dari Asia tenggara, tepatnya Indonesia)" Jawab Billa sopan dengan seutas senyum lembut


" Introducing me Love..I'm also from an Asian country, to be precise Brunei Darussalam, can we get acquainted right? (Perkenalkan saya kais....saya juga dari negara Asia, tepatnya Brunai Darussalam, boleh kita berkenalan bukan?)" ucap pria itu sopan


"Oh of course sir, I'm Salsabila ( Oh tentu saja tuan,saya Salsabila )" jawab Billa sopan seraya menyebutkan nama nya dan menangkupkan kedua tangannya di depan dada,membuat pria tersebut langsung menarik tangan nya yang tadi ia ulurkan ke hadapan Billa dengan senyuman tipis


"Nice to meet you, this is my business card, contact me if you are willing to make me one of your friends (Senang berkenalan dengan mu, ini kartu nama saya, hubungi saya jika memang berkenan menjadikan saya salah satu teman kamu)" ucap pria itu sopan seraya menyerahkan sebuah kartu nama miliknya pada Billa dan diterima oleh Billa dengan senyuman ramah


" is You work in the embassy sir? wow you are very great ( Apakah Anda bekerja di kedutaan tuan? wah anda sangat hebat)" puji Billa saat setelah ia membaca identitas pria tersebut


"yes i work in embassy, ​​how about you?( Ya saya bekerja di kedutaan, bagaimana dengan kamu?)" jawab pria yang bernama kais itu ramah dan juga bertanya kepada Billa


" I study here sir ( Saya kuliah di sini tuan) jawab Billa apa adanya


" A female student huh...I thought earlier you and your friends were models ( Seorang mahasiswi ya..saya kira tadi kamu dan teman-temanmu adalah seorang model)" jawab kais seraya tersenyum


Billa hanya menanggapi dengan senyuman tipis, ia kembali melanjutkan langkahnya menuju kasir yang sudah tiba giliran nya,begitu juga dengan pria muda nan tampan tersebut yang juga melangkah mengikuti Billa, karena secara kebetulan pria itu berdiri tepat di belakang Billa


" Use this card ladies and gentlemen with mine ( Gunakan kartu ini Nona, sekalian dengan punya saya)" ucap pria tampan tersebut seraya menyerahkan sebuah kartu kredit pada kasir dan juga menyerahkan belanjaan nya yang hanya beberapa jenis roti dan selai


Billa langsung melihat ke arah pria tampan tersebut,ia langsung menggeleng seraya menyerahkan kartu debit miliknya " Don't... I'll just use my own card sir and also my shopping is quite a lot, sorry I don't disrespect your gift, but we just met (Jangan...saya pakai kartu saya sendiri saja tuan dan juga belanjaan saya lumayan banyak,maaf bukan tidak menghargai pemberian anda, tapi kita baru saja kenal )" Tolak Billa lembut


" take this as a sign of our introduction and the beginning of our friendship and I really don't like rejection ( Anggap ini sebagai tanda perkenalan kita dan awal pertemanan kita dan saya sangat tidak suka dengan penolakan)" Ucap pria tersebut tegas


" but sir (Tapi tuan)" ucap Billa ingin membantah,namun terhenti oleh ucapan pria tersebut


"no words but unless you don't want to be friends with me ( Tidak ada kata tapi,kecuali kamu tidak mau berteman dengan saya)" potong pria itu ramah


Keduanya tanpa sadar asyik berdebat,membuat kasir yang berdiri di depan mereka menjadi bingung karena keduanya menyodorkan kartu " sorry sir miss which card should i take?( Maaf tuan.. Nona..kartu yang mana yang harus saya ambil? )" Tanya kasir tersebut dengan wajah bingung dan itu menyadarkan Billa dan kais


" this one ( yang ini saja)" ucap keduanya bersamaan, sehingga lagi-lagi membuat sang kasir kebingungan


" use this one ( Gunakan yang ini)" ucap kais tegas dan ia juga mendorong lembut kartu Billa yang masih gadis itu pegang, isyarat bahwa kais memerintahkan Billa untuk menyimpan kartu miliknya

__ADS_1


Akhirnya perdebatan itu berakhir yang dimenangkan oleh kais,dan mereka berpisah setelah Billa mengucapkan kata terimakasih dan mengenalkan pria muda itu pada ketiga sahabat nya, yang akhirnya membuat ketiga sahabat nya terus meledek Billa sekama hampir semalaman


__ADS_2