
Kepergian Billa setelah mengucapkan kata-kata yang mampu membuat seorang Hitto terdiam tanpa bisa menjawab, lidah nya kelu, tidak ia sangka kecantikan dan kelembutan seorang Salsabila mampu memporak porandakan seluruh hatinya saat ini, hitto masih terduduk lemah dengan wajah menunduk, seakan ia enggan untuk meninggalkan kursi tersebut, sampai sebuah tangan kekar menepuk pelan pundaknya
Bugghh
" Udah puas? " tanya suara bariton yang sangat ia kenal
" Sakit bro..." jawab hitto serius seraya menggeleng lemah, Brayen tersenyum jahil melihat keterpurukan sahabat sekaligus sepupunya itu
" Makanya gue lebih milih untuk dekat sebagai teman dan ga akan mengungkapkan perasaan gue ke dia, karena gue takut sakit bro,gue cukup menikmati jadi teman dan bersabar menunggu waktu yang akan jawab semuanya " ucap Brayen serius
" Tapi gue yakin ada sesuatu yang membuat dia seakan ga perduli dengan seorang pria bahkan terkesan dingin, selain karena ketaatannya pada aturan keyakinannya, misalnya dia pernah trauma mungkin menjalin hubungan dengan seseorang " ucap hitto yakin,dan Brayen hanya menggidikkan bahunya,ia juga sependapat dengan sang sahabat dan bahkan ia lebih yakin karena sedikit banyak Mo pernah bercerita tentang kehidupan Billa di tanah air dan Brayen juga tau tentang fakta bahwa Billa pernah keguguran karena strees dengan pernikahannya dengan seseorang, tapi Brayen tidak mungkin menceritakan tentang semua itu pada hitto
" Mungkin dia punya masa lalu yang belum usai dan kita juga ga mungkin memaksanya untuk cerita karena ketiga sahabat nya aja ga tau , tapi gue yakin suatu saat kita akan tau semua nya" jelas Brayen
" Tapi masa ia ada hubungannya dengan masa lalu nya? sesakit apa emangnya masa lalunya? sampai - sampai ia harus membangun tembok begitu kokoh dihatinya, lagian dia masih sangat muda bahkan usia nya belum genap 20 tahun" jawab hitto tidak yakin
" kita liat aja bro..mana pangeran player terkenal seantero negeri ini? masa ia langsung down cuma karena di tolak satu orang wanita? " ledek Brayen membuat hitto memutar bola matanya jengah
" Trus apa bedanya dengan sang Casanova yang nekat tobat cuma gara-gara jatuh cinta diam-diam sama bocil yang malah ga berniat untuk ngungkapin? mending gue kemana-mana masih gantle berani terus terang walaupun...ya sakit banget... Shiiit " Ledek hitto balik seraya mengumpat dirinya sendiri
" Hahaha... Ok bro..udah cukup sakit sakitan nya,ayo bangkit dan cari lagi sasaran baru, masih banyak tuh .. yang pasti Nerima Lo bahkan dengan suka rela merangkak naik ke atas ranjang Lo" Ledek Brayen dengan wajah tengil nya
" Brengsxxx Lo..Lo pikir gue akan langsung nyerah gitu aja, jangan mimpi bro... gue akan mencoba mendekati dia dengan cara berteman seperti apa yang Lo bilang dan gue yakin gue akan tau alasan dibalik penolakannya " jawab hitto yakin
" Up to you... good luck bro...semoga misi Lo sukses dan ingat jangan lupa kuatkan dulu hati Lo, karena gue ga punya banyak waktu untuk bawa Lo konsultasi ke dokter psikiater kalau sampai Lo depresi karena penolakan yang kedua kalinya dari si bocil meresahkan itu" Ledek Brayen dengan wajah meledek
" Brengsxxx Lo pikir gue selemah itu? yang lebih mengkhawatirkan itu Lo, karena memendam rasa yang bisa aja suatu saat akan meledak, ingat jangan sampai Lo gagal menjalankan operasi gara-gara strees dan ngerusak reputasi rumah sakit gue" Ledek hitto seraya tersenyum meledek
Obrolan keduanya terhenti saat mendengar suara hampone di saku hitto berbunyi menandakan ada yang sedang ingin berbicara dengan nya, dengan cepat hitto meraih ponselnya dan melihat siapa yang menghubungi nya,dan ternyata itu adalah sang aunty sehingga membuat hitto langsung mengangkat panggilan tersebut
📱-" Yes aunty...ada yang bisa aku bantu?" tanya hitto setelah menjawab suara panggilan dari seberang
📱-"...………
📱-" Oh Ok Aunty tunggu sebentar ya akan aku kirim supir dari rumah sakit " jawab hitto serius
📱-" .......
__ADS_1
📱-" It's okay Aunty ku yang cantik...semoga misinya berhasil dan aku sangat mendukung" jawab hitto yakin dan ia langsung menghubungi seseorang setelah panggilan nya dengan sang Tante terputus
" Aunty Tamara?" tanya Brayen yang sudah tau siapa yang menelepon hitto
" Ya.. aunty sama uncle datang mau kasih kejutan untuk ultah Mauren beberapa hari lagi,jadi beliau minta gue kirim supir buat jemput mereka di Bandara " jawab hitto
" Ga terasa udah gadis aja ya tuh anak,dulu sering main bareng, sekarang semua udah ada kesibukan masing-masing,udah punya pacar atau kandidat calon suami dia?" tanya Brayen yang memang sedikit dekat dengan adik perempuan semata wayang hitto
" Kalau pacar gue belum pernah tau dia punya pacar atau ga, tapi kalau kandidat dari keluarga mungkin udah ada,ya seperti biasanya dan pasti paham, tapi Lo juga tau kalau Opa atau yang lainnya ga akan memaksa siapapun untuk menikah dengan pilihan mereka selama pilihan kami tidak memiliki catatan buruk atau bertentangan dengan mereka, contoh nya aja uncle yang jelas sebagai pewaris tahta kerajaan masih diizinkan menikah dengan pilihan nya bahkan berbeda keyakinan dan juga Earl yang juga seorang pewaris tahta kerajaan juga menikah dengan wanita yang berasal dari negara lain, walaupun itu terjadi karena keinginan aunty dan uncle karena merasa bersalah pada wanita tersebut yang harus kehilangan orang tuanya" jawab hitto
" Tapi bentar deh,kenapa Lo tiba-tiba nanya tentang pacar Mauren..? jangan bilang Lo naksir adik gue juga karena ga bisa dapetin bocil" tanya hitto tiba-tiba pada Brayen
" Dan kayaknya Lo bener kali ini, karena putus asa jadinya gue mutusin untuk moof on dan beralih ke adik Lo,toh Mauren juga ga kalah cantiknya " jawab Brayen dengan senyuman smirk nya
" Jangan coba-coba ya Lo deketin adek gue kalau cuma sebagai pelarian cinta terpendam Lo " jawab Hitto dengan wajah garang nya
" Slow donk bro...baru juga rencana belum ter realisasi udah marah aja Lo" Ledek Brayen seraya tersenyum simpul
Keduanya tertawa terbahak-bahak, membuat beberapa mata menatap kagum ketampanan dua pria muda itu,hal yang sangat langka bisa melihat dua pria dingin itu tertawa, sungguh suatu pemandangan indah, tapi sesaat kemudian mereka harus menelan kecewa karena pemandangan indah itu langsung hilang saat keduanya tersadar dari keasyikan mereka dan keduanya langsung kembali memasang wajah datar dan dingin
Hitto dan Brayen langsung melangkah menuju lift khusus petinggi rumah sakit tersebut, keduanya ingin menuju kantin yang berada di lantai tiga gedung mewah tersebut dan tidak perlu menunggu lama akhirnya lift berhenti tepat di lantai tujuan, dengan langkah tegap dan penuh wibawa keduanya melangkah memasuki kantin dan langsung memesan coffee pada salah satu pramusaji yang menghampiri meja mereka
" Mungkin bulan depan, katanya dia sedang menangani beberapa proyek besar di beberapa negara dan mungkin setelah nya baru dia singgah di sini" jawab Hitto apa adanya
" Gue akui dia memang hebat dan genius, umurnya beberapa tahun dibawah kita,tapi jam terbang nya jauh banget dari kita bahkan dia yang duluan nikah, sempurna banget ya hidupnya tuh anak" ucap Brayen menggeleng sedikit seraya membayangkan wajah orang yang menjadi topik pembicaraan mereka
" Lo bener bro.. terkadang gue aja iri liat semua yang ada pada dia,udahlah fisiknya nyaris sempurna , IQ nya juga diatas rata-rata dan kekayaan yang berlimpah dari kedua orang tuanya dan lagi udah nikah dengan gadis yang katanya memiliki wajah dan kepribadian yang juga nyaris sempurna,ada ngak ya yang ga dia miliki?" ucap hitto serius
" Gue juga penasaran banget seperti apa sih wanita yang jadi istrinya dan apa mungkin dia bisa menerima tuh cewek kalau mereka nikah karena sesuatu hal bukan karena saling mencintai, walaupun seperti yang Lo bilang kalau tu cewek nyaris sempurna " komentar Brayen dan hitto mengangguk membenarkan ucapan Brayen
" Ia sih.. bahkan setau gue sampe sekarang mereka belum punya momongan, sedangkan pernikahan mereka udah berjalan hampir tiga tahun" imbuh hitto yang juga sedikit ngerasa ada yang di tutupi dari pernikahan sang adik sepupu kesayangannya itu
Asyik ngobrol keduanya sampai tidak menyadari jam makan siang sudah terlewati hampir satu jam lebih dan Brayen yang baru saja mendapatkan panggilan dari pihak rumah sakit yang mengatakan ads pasien kritis yang harus segera di operasi akhirnya bergegas meninggalkan kantin dan langsung menuju ruangan steril memakai atribut operasi dan langsung menuju ruangan khusus tersebut
Tak jauh berbeda dengan Hitto yang juga meninggalkan kantin setelah melakukan pembayaran pada kasir, ia akan mengunjungi aunty dan uncle nya yang baru tiba di salah satu hotel milik keluarga mereka,ya pasangan paruh baya itu memutuskan untuk menginap di hotel terlebih dahulu sampai hari ulang tahun sang keponakan tiba dan siap memberikan sebuah surprise
Sedangkan ditempat lain tepatnya di sebuah mall yang cukup besar di negara tersebut,empat orang gadis cantik tengah asyik berkeliling sekedar menghilangkan jenuh dengan rutinitas sehari-hari yang cukup menyita kesabaran,waktu dan tenaga pastinya
__ADS_1
" Bill tadi bos tampan ngomong apa?" tanya Kiki tiba-tiba, sedangkan Mo dan mouren memilih diam menyimak pembicaraan dua sahabat mereka, karena mereka juga memiliki pertanyaan yang sama pada Billa
" Oh itu...mau tau banget atau mau tau aja? " tanya Billa terdengar jahil
" Seriusan Salsabila " jawab Kiki geram
" Kepo ya...? " jawab Billa lagi meledek
" Salsabila Aulia Ahmad..." tegas Kiki dengan wajah garang
" Hehehe...ia deh ia aku cerita, tapi cari tempat duduk donk,minimal ditraktir es krim gitu,masa ia sih cerita seru sambil jalan " jawab Billa santai, membuat ketiga sahabat nya geram
" Ok kita duduk di cafe itu,ada aneka menu es krim tuh dan ingat kamu harus cerita" Jawab Mo yang sudah sangat geram
" Siip Bos " jawab Billa santai sambil nyengir kuda
Keempat gadis cantik itu memutuskan memasuk sebuah cafe yang terlihat cukup nyaman dengan beberapa kursi yang bernuansakan out door dengan dilengkapi oleh payung diatasnya
" Ok... langsung aja ga usah ngeles lagi Lo" perintah Kiki sesaat setelah mereka duduk dan memesan beberapa jenis Es cream dengan aneka rasa,ya mereka tau bahwa gadis cantik itu sangat menggilai es cream, walaupun mereka juga tau setelah mengkonsumsi es cream yang berlebihan maka akan dipastikan gadis cantik itu aka langsung terserang flu bahkan sampai demam, maka dari itu mereka sangat sering membatasi Billa jika ingin makan makanan dingin dan manis itu, tapi untuk hari ini mereka tidak berniat untuk melarang karena mereka tau sahabat cantik mereka itu sedang dalam mood yang tidak baik
" Ok..tadi tuan Dirut ngajakin aku dinner atau lunc, katanya dia ingin mengenal aku lebih dekat lagi, jadi dia minta aku memberikan waktu dan kesempatan untuk nya" cerita Billa santai seakan tanpa beban, sedangkan ketiga sahabat nya menatapnya dengan mata melotot dan mulut menganga
" Kamu serius baby..?" tanya Mo masih dengan ekspresi terkejut nya
" I'm serious... very very seriously" jawab Billa mengangguk yakin,membuat ketiga sahabat nya lagi-lagi terkejut dan menutup mulut mereka agar tidak berteriak histeris
" Terus...Lo jawab apa?" tanya Mona yang sudah sangat penasaran
" Ya aku jawab ga bisa dan minta maaf,itu aja" jawab Billa santai dan sangat santai malah
" Baby...aku boleh minta sesuatu ga sama kamu?" tanya Mo tiba-tiba
" Yes... silahkan" jawab Billa santai
" kamu ikut aku yok ke dokter spesialis otak dan kita lakukan pemeriksaan scanning untuk melihat otak kamu itu ada yang geser ga dari posisi nya" jawab Mo geram
" Hah... untuk..?" tanya Billa cengo,ia masih belum loading dengan ucapan Mo, memang ya terkadang orang genius itu tidak selalu siap tanggap, sesekali mereka juga aka lelet
__ADS_1
" Hahaha 🤣😂😂😂" tawa Kiki dan mona pecah bersamaan, sehingga membuat mereka menjadi pusat perhatian para pengunjung lainnya
" Hust... diliatin orang tuh" ucap Billa santai,ia sedikit tersenyum canggung dan menangkupkan kedua tangannya di dada tanda meminta maaf atas ketidak nyamanan pengunjung lainnya