
Aby membuka secara perlahan surat di tangan nya,ia duduk di tepi ranjang, jantungnya berdetak lebih kencang saat melihat surat tersebut ,surat yang berasal dari sang istri
Assalamualaikum kak...maaf jika keputusan ku mungkin terkesan tidak dewasa karena bukan diriku sendiri yang bicara tapi secarik kertas...melalui kertas ini aku meminta izin untuk pergi....pergi ke tempat yang seharusnya aku berada, keputusan ku beberapa bulan lalu mungkin sangat salah sehingga membuat dua hati sakit karena permintaan ayah ku, status kita membuat hati wanita lain hancur dan juga membuat kakak seakan berada dalam sebuah penjara
Disisi kakak ternyata tidak pantas untuk seorang Salsabila Aulia yang hanya putri dari seorang tukang kebun, berdampingan dengan kakak mungkin itu adalah hal yang mustahil untuk ku, bukan niatku menghancurkan hubungan kakak dengan dia.. sumpah demi apapun aku tidak pernah ingin menjadi penghalang untuk hubungan siapa pun
Terimakasih untuk semua fasilitas yang kakak berikan untuk ku beberapa bulan ini, sungguh itu sangat cukup untuk ku dan kini ku kembali kan pada kakak , berikanlah kepada wanita yang seharusnya menjadi pemilik semua itu
Terimakasih telah memberikan ku kesempatan untuk memenuhi kewajiban ku sebagai seorang istri dengan memberikan hak suami...maaf jika malam itu aku menolak... itu karena aku takut ...takut akan melukai hati wanita lain sehingga membuat aku lupa diri ,siapa aku yang boleh menggunakan fasilitas mewah,uang berlimpah jika itu tanpa memberikan imbalan
Aku adalah orang asing yang tidak sengaja bertemu dengan mu dan kedua orang tua mu, masuk dalam kehidupan mu sehingga tanpa kusadari menghancurkan kehidupan mu dan hati wanita lain
Maaf jika selama ini dengan sangat percaya diri aku berharap agar ini pernikahan pertama dan terakhir untuk ku,maaf karena membuat kakak terganggu dengan kehadiran ku
Terimakasih pernah menjadi bagian dari hidup ku, terimakasih karena keputusan kakak dan keluarga telah membuat ayah tenang saat nafas terakhirnya
Apapun itu... yang terjadi antara aku dan kakak...aku berjanji akan melupakan semua nya, hanya satu yang aku minta... jika suatu saat aku bertemu dengan kedua orang tuamu,aku mohon tetap izinkan aku memanggil mereka papi dan mami.... bukan sebagai seorang menantu tapi sebagai seorang anak pada orang tuanya , sehingga saat aku bertemu seseorag yang akan menjadi imam ku nanti ada keluarga yang akan aku kenalkan pada nya
Terimakasih karena sudah pernah menjadi imam untuk ku ,meski pada akhirnya bukan aku yang menjadi tempat kakak untuk pulang
Terimakasih karena pernah mengizinkan aku berada di waktu-waktu berharga kakak,meski hanya untuk merepotkan kakak dan sebagai wanita TARUHAN
DEG...
jantung Aby seakan berhenti berdetak saat membaca kata taruhan dalam surat tersebut
Aku ingin menepati janjiku untuk pergi jauh dari hidup kakak, tapi sayang nya sebelum kepergian ku kakak memberikan ku sebuah kejutan beserta hadiah yang sangat indah... kejutan yang mampu membuat ku terkejut sekaligus sakit.... kenyataan bahwa suamiku mengambil kehormatan ku untuk memenangkan sebuah taruhan, kenyataan yang membuktikan bahwa aku bukanlah siapa-siapa untuk kalian , melainkan hanya seorang wanita yang hanya pantas dijadikan sebagai bahan taruhan
Hadiah sebuah apartemen dan mobil mewah ini terlalu mahal untuk wanita miskin seperti ku, aku kembalikan pada kakak dan tolong kembalikan pada mereka, untuk biaya hidup dan pendidikan ku... Alhamdulillah aku masih memiliki rezeki halal dari almarhum ayah
Aku rasa cukup untuk surat ini yang mewakili aku bicara pada kakak, hari ini saat aku menulis surat ini aku masih berstatus istri.. jadi maafkan aku pergi sebelum meminta izin pada kakak sebagai suami... semoga jika suatu saat secara sengaja ataupun tidak kita bertemu , jika berkenan maka sapa lah aku sebagai orang yang pernah kakak kenal dan kakak tidak perlu khawatir karena aku akan berusaha menepati janjiku untuk tidak mengatakan apapun dan pada siapapun bahwa kita pernah menikah
Wassalamu'alaikum... Salsabila Aulia Ahmad
__ADS_1
Tubuh Aby merosot ke lantai saat membaca tulisan dari sang istri,ia meremas kuat kertas tersebut dan merobeknya hingga menjadi beberapa bagian,Aby mengusap wajahnya kasar,ia termenung menatap lurus ke luar jendela kamar nya, hatinya kacau dan marah merasa Billa terlalu sombong meninggalkan pria sepertinya, pria yang diluar sana sangat digilai wanita
" Kamu pikir siapa kamu..? begitu sombong meninggalkan aku,aku pastikan kamu akan menyesal Salsabila Aulia Abiyasa Alexander...aku berjanji akan menghukum mu saat kita bertemu karena berani menolak ku" monolog Aby dalam hatinya
" Aaaakh... brengsek...awas kalian bajin- gan" teriak Aby saat mengingat Billa mengetahui tentang taruhan nya bersama para sahabatnya
Aby langsung mengeluarkan handphone nya dari saku celananya,ia menghubungi seseorang
📱-" Cari wanita yang fotonya sudah aku kirim ke handphone mu.. segera kabari aku jika sudah tau dimana keberadaannya " perintah Aby pada seseorang yang langsung di jawab ya oleh orang tersebut
Aby meraih amplop coklat yang Billa letakkan di atas nakas,ia membuka dan melihat sebuah buku ke pemilikan satu unit mobil mewah dan satu unit apartemen, Aby memasukkan kembali berkas tersebut,ia kembali melihat satu buah black card yang pernah ia berikan pada Billa,serta selembar kertas yang kedua orang tuanya berikan sebagai bukti bahwa mereka sudah menikah, karena saat itu Aby belum mengurus pernikahan mereka di negara
Aby tersenyum tipis saat melihat surat bukti pernikahan mereka,Billa mengira pernikahan mereka masih berstatus siri,tanpa Billa ketahui bahwa Aby sudah mendaftarkan pernikahan mereka ke negara dan Aby juga sudah diberikan kedua buku nikah mereka oleh pihak yang berwenang
Aby memutuskan untuk tidur sejenak, tubuhnya terasa sangat lelah karena memang kegiatannya di negara Singapura sangat padat, terlebih sejak semalam ia tidak bisa tidur nyenyak dan tak butuh waktu lama akhirnya Aby tertidur pulas setelah mengganti pakaiannya dengan baju kaos putih dan celana boxer selutut
Disebuah cafe di Jakarta Dave dan para teman serta sahabat nya sedang nongkrong bareng, mereka menggunakan hari libur untuk sekedar santai bareng, karena memang semenjak kuliah mereka semua harus bertanggung jawab di perusahaan atau usaha orang tua mereka
" Bro gue perhatiin sejak kita ke Alexander residents dan ketemu sama bocil cantik...kok keduanya ga pernah keliatan lagi ya? ngerasa aneh ga?" tanya Jo si tampan kocak tersebut
" Salsa maksud kalian? dia ke LN sekitar dua Minggu setelah kejadian itu, dia dapat beasiswa sampai S2 untuk ngelanjutin pendidikan nya" jawab Dave santai pada yang lain
" Wih...hebat ya tuh bocil... jangan-jangan dia sekongkol lagi sama Earl tentang taruhan itu" ucap Amar tiba-tiba
" Ga yakin gue " jawab Erick dan Elang bersamaan
" Ya ...gue juga ga yakin mereka sekongkol, yang gue sedikit yakin diantara mereka ada hubungan, tapi entah apa status nya " timpal Dave menjawab kecurigaan Amar
" Kemana? Australia?" tanya elang tiba-tiba
" Ga.. dari yang gue tau sih Paris.." jawab Dave apa adanya
" Tau dari siapa Lo?" tanya Erick penasaran
__ADS_1
" Dari kedua sahabatnya dan bang Abrar sahabat bang Haikal " jawab Dave jujur sesuai yang ia tau
Mereka terus ngobrol dengan saling tertawa dan bercanda, walaupun dalam hati mereka semuanya memiliki beban pikiran masing-masing, namun saat bersama untuk sejenak mereka sangat ingin melupakan semua itu
Sedangkan di mansion mewah keluarga Alexander,sang tuan besar tampak sedang sangat serius berbicara dengan seseorang di balik telfon nya,Ia memerintahkan pada semua orang suruhannya untuk mencari dimana sang menantu dan kemana ia melanjutkan pendidikannya
📱-" Secepatnya kalian cari dimana keberadaannya dan langsung kabari saya" perintah tuan Lincoln tegas
📱-" Siap tuan besar" jawab orang tersebut
📱-" Bagus...dan jangan lupakan bandara dan sekolah lamanya,disana pasti akan tercantum alamat atau mungkin negara yang ia tuju" ucap tuan Lincoln mengingatkan sang anak buahnya
📱-" Baik tuan besar, kami akan berusaha melakukan semua itu tanpa cacat sedikitpun " jawab mereka meyakinkan sang majikan, karena mereka tau jika mereka berhasil maka sang majikan akan memberikan imbalan yang tidak main-main
Setelah selesai dengan pembicaraan seriusnya tuan Lincoln memutuskan untuk kembali ke kamarnya untuk mengecek kondisi sang istri yang sangat terlihat terpuruk dengan perginya sang menantu, walaupun beliau sendiri juga merasa sangat bersalah atas kepergian Billa, karena mereka yang memaksa pasangan muda tersebut untuk menikah, hingga pada akhirnya membuat seorang gadis muda harus menghadapi semua nya seorang diri,jika saja saat itu ia menerima penolakan dari tuan Ahmad dan billa, mungkin hal seperti itu tidak akan terjadi pada gadis cantik tersebut
" Mami udah mandi ya..? tanya tuan Lincoln saat memasuki kamar dan melihat sang istri yang sudah terlihat lebih segar dan sudah berganti pakaian
" Udah...papi udah selesai nelfon nya? kapan kira-kira mereka akan menemukan dan membawa kembali menantu kita Pi?" tanya nyonya Tamara dengan wajah sendu
" Papi berikan waktu satu bulan mi..jika sampai waktu yang ditentukan mereka tidak bisa menemukan putri kita maka papi akan menyewa detektif handal.jawab tuan Lincoln sehingga membuat sang istri merasa sedikit lebih baik
" Semoga secepatnya kita dapat kabar baiknya Pi" jawab nyonya Tamara lirih sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami
" Kita tunggu saja mi...semoga seperti apa yang kita harapkan, entah apa yang terjadi antara mereka,papi kira tidak butuh waktu lama untuk mereka saling jatuh cinta, mengingat keduanya memiliki wajah yang cukup menunjang, tapi ternyata malah seperti ini kejadiannya,papi semakin merasa sangat bersalah pada Almarhum tuan Ahmad" ucap tuan Lincoln meluapkan isi hatinya
" Mami yang salah Pi,mami yang sangat memaksakan kehendak kepada mereka yang seharusnya masih menggunakan waktu mereka untuk menikmati masa muda, bukan untuk memikirkan tentang rumah tangga, seandainya waktu itu mami mendengar ucapan papi dan menuruti perkataan Aby untuk menjadikan Billa putri kita,maka hal ini dipastikan tidak akan pernah terjadi Pi" ungkap nyonya Tamara merasa sangat menyesal dengan semuanya
" Tapi sebagai sesama lelaki..dari yang papi lihat putra kita sudah mulai ada rasa untuk istrinya, hanya saja mungkin dia masih Malu atau terlalu gengsi untuk mengakui dan menunjukkannya " jawab tuan Lincoln yakin
" Mami juga berfikir sama seperti apa yang papi pikirkan,jelas banget dia ga terima waktu mami minta agar dia ceraikan istri nya" jawab nyonya Tamara sama yakin nya dengan sang suami
Keduanya ngobrol sesaat sebelum tidur malam,tuan Lincoln terus meyakinkan sang istri bahwa Salsabila sang menantu akan baik-baik saja dan pasti akan segera di temukan dan dibawa kembali ke hadapan mereka, apapun keputusan yang akan di ambil pasangan muda tersebut nantinya mereka sebagai orang tua akan berusaha mendukung, yang terpenting bagi mereka Billa tetap bersama mereka sebagai putri mereka,dan akan terus berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk gadis muda tersebut
__ADS_1
Untuk sang putra mereka akan memintanya untuk kembali ke negara sang papi melanjutkan tanggung jawabnya sebagai seorang pewaris tahta dari keluarga Alexander, dengan begitu maka antara Aby dan Billa tidak akan sering bertemu,demi kenyamanan keduanya, itulah yang mereka pikirkan saat ini, terlebih sampai malam Aby belum menunjukkan batang hidungnya ke mansion kedua orang tuanya