Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
60


__ADS_3

Duarrr.....


Suara petir menyambar bersahutan, menandakan langit akan menurunkan hujan,air suci dan murni yang Tuhan turunkan ke bumi, sebagai suatu Rahmat untuk setiap Umat Nya


Salsabila...wanita cantik.. dengan status yang bagaikan kapal tanpa nakodah, terombang ambing tanpa ada yang mampu untuk menjelaskan,bahkan dirinya saja tidak tau seperti apa status nya saat ini,ia pergi dengan masih berstatus sebagai seorang istri,tapi sayangnya status itu tak diinginkan oleh pria yang menjadi suaminya,pria yang mengikatnya dengan ikatan suci dunia akhirat


Salsabila masih terduduk di sebuah cafe... matanya terus menatap sebuah jendela kaca yang sangat besar, jendela yang menampakkan turunnya rintik hujan, cuaca dingin sedingin hati gadis cantik tersebut dan langit mendukung semendung perasaannya yang merasakan sebuah kerinduan..tapi ia tak pernah tau untuk siapa rindu itu, yang ia tau hatinya hampa bagaikan ruangan kosong tanpa terisi oleh apapun,sebuah earphone terpasang indah ditelinga nya yang tertutup hijab,Billa memutar beberapa lagu dan shalawat untuk ia dengar berharap dapat mengusir kehampaan hati nya


Billa mengusap lembut air matanya yang membasahi pipinya dengan punggung tangannya, beberapa bulan lagi genap sudah dua tahun ia meninggalkan tanah air,negara kelahiran nya dan mungkin hanya tinggal sekitar 8 atau 10 bulan lagi ia akan lulus dan menyandang gelar sebagai seorang Dokter muda, dengan kepintarannya Billa bisa menyelesaikan pendidikan nya lebih cepat dari waktu yang ditentukan,dan Billa akan langsung melanjutkan Koas di salah satu rumah sakit yang cukup terkenal dan besar,sebuah rumah sakit milik keluarga paling berkuasa di negara tersebut dan pemilik saham terbesar di yayasan universitas tempatnya menuntut ilmu


Billa meraba lembut dinding kaca tersebut, seakan ia sedang merasakan iar hujan yang sedang turun ke bumi


" Kalau kamu sangat ingin bermain hujan.. kenapa ga keluar dari tempat ini" suara bariton seseorang membuyarkan lamunan Billa, membuat gadis cantik itu tersenyum seraya menggeleng pelan kepalanya


" Hujan memang sangat menyejukkan dan aku adalah seseorang yang sangat menyukai hujan..tapi sayang...aku juga seseorang yang tidak pernah bisa menikmati hujan itu secara langsung seperti para pecinta hujan lainnya" jawab Billa dengan sebuah senyuman tipis


" Kenapa...? kamu alergi air hujan atau akan demam jika terkena hujan?" tanya pria tampan yang kini sudah duduk manis di hadapannya, tatapannya lekat memandang kecantikan Billa,gadis yang ia kagumi dan cintai saat pertama kali ia melihat nya dan disaaat itu juga harapan nya pupus akan status gadis cantik tersebut,tapi sayangnya rasa itu belum sanggup untuk ia Lupakan


" Hemmm...aku alergi hujan...jika terkena air hujan kulit ku akan langsung terdapat ruam-ruam merah seperti terkena ulat bulu dan itu sejak aku kecil" jawab Billa jujur


Brayen tersenyum dan mengangguk tanda ia paham dengan apa yang dijelaskan oleh Billa


" Sayang sekali.. awalnya aku ingin mengajakmu ke tempat paling indah untuk bermain hujan dan aku yakin kamu pasti akan sangat menyukai tempat tersebut" Ucap Brayn seraya menggoda Billa


" Oh ya...? dimana tempat itu? kenapa harus saat hujan? " tanya Billa antusias


" Disebuah danau kecil yang terdapat taman bunga, dan di tempat itu disediakan tempat untuk bermain oleh para anggota keluarga kerajaan dan akan sangat indah saat turun hujan.. terlebih jika aku datang dengan seorang wanita cantik seperti mu...kamu tau kenapa?" jawab Brayen seraya menggoda Billa


" Kenapa...?" tanya Billa penasaran, walaupun ia tau pria tampan tersebut sangat suka menggoda nya


" Karena kamu indah seperti pelangi... bukankah biasanya setiap setelah turun hujan maka akan ada pelangi?.. tapi aku lebih suka melihat keindahan kamu..." jawab Brayen dengan gombalan nya yang menurut Billa semua itu hanya gombalan biasa, walaupun sesungguhnya ia tau bahwa Brayen menyukainya

__ADS_1


" Gombal banget sih brother...? meleleh loh akunya....jadi penasaran berapa banyak sih cewek yang udah jadi korban gombalan maut anda dokter Brayen...?" jawab Billa dengan sebuah candaan dan senyuman lembut khas nya


" Cuma kamu yang ga pernah mempan dengan gombalan aku...atau mungkin perlu aku melakukan bedah untuk menuliskan nama aku di hati kamu...agar ada nama aku disana? atau kita melakukan pencangkokan jantung agar setiap detak jantungku akan kamu rasakan juga...?" jawab Brayen dengan tatapan mata yang serius, tapi hal itu tidak membuat seorang Salsabila akan terbuai atau terhipnotis dengan wajah tampan dan mulut manisnya, karena Billa masih sama.. seorang wanita cantik yang masih sangat membatasi dirinya dengan lawan jenisnya


" Apaan sih...aku masih pengen hidup lebih lama lagi ya... masih banyak banget impian yang belum bisa aku capai... mentang-mentang menyandang gelar sebagai dokter bedah terbaik mau seenaknya aja main bedah -bedah aku segala..." jawab Billa dengan memanyunkan bibirnya


Hahaha...tawa Brayen pecah mendengar komentar yang Billa layangkan untuk nya , membuat Billa semskin geram dan menatap wajah tampan itu dengan tatapan horor


" Sebenarnya ada apa sih ngajakin ketemuan di sini? kenapa ga ntar sore aja di klinik mama? Moana pasti kebingungan deh nyariin aku yang kabur dan belum balik ke apartemen " omel Billa pada Brayen,sejak setahun terakhir kedua orang tua Brayen dan Moana memang meminta agar Salsabila memanggil mereka mama dan papa sama seperti putra putri mereka dan mereka juga berharap Billa menjadi bagian dari keluarga mereka, karena mereka tau sang putra sangat mengagumi gadis cantik tersebut


Ya hari ini Brayen menghubungi Billa dan mengajaknya ketemuan di salah satu cafe yang tak jauh dari rumah sakit tempat Brayen Bekerja dan mengabdikan dirinya menjadi dokter bedah terbaik di negara tersebut dan Billa sangat mengagumi keahlian pria tampan tersebut, entah apa rencana nya meminta Billa menemuinya dan tidak boleh di ketahui oleh Moana adik perempuan kesayangannya


" Pengen aja gitu ngerasain kencan sama cewek secantik kamu... kalau mo tau pastinya dia ga akan biarin kita kencan dengan tenang " jawab Brayen Santai seraya tersenyum simpul


" What....??? kencan..???? beneran ya ..konyol banget tau ga sih...sebel ah...aku kira ada sesuatu yang serius banget gitu..ternyata hanya kencan...? ya Tuhan...ada apasih dengan otak dokter satu ini?" omel Billa geram, sedangkan yang diomelin hanya mengangguk dan tersenyum tanpa dosa


" Kalau aku serius bilang kencan dengan kamu adalah suatu impian untuk ku saat ini gimana?" tanya Brayen serius dengan tatapan dalam pada Billa


Selama hampir dua tahun Brayen mengenal Billa dari sang adik, belum pernah sekalipun ia melihat atau mendengar hal-hal negatif tentang gadis cantik tersebut,baik itu di kampus, klinik milik keluarga nya atau di luaran, jikapun ada itu ia dengar dari para wanita yang merasa tidak suka dengan segala sesuatu yang Billa miliki, seorang wanita yang memiliki paras cantik, dengan tubuh proporsional dan jenius, sungguh wanita yang nyaris sempurna


" Mona dan Kiki tau kan kalau kamu pulang telat hari ini?" tanya Brayen


" Hemm... mereka tau karena tadi aku meminta agar mereka menggantikan aku di klinik sampai sore, Kenapa...?" jawab Billa seraya mengangguk dan balik bertanya pada Brayen


" Tadi Kiki nanya apa bener aku ngajakin kamu untuk lunch, karena mo tidak tau katanya " jawab Brayen jujur


" Oh...tapi aku udah laper banget.. boleh ga kalau pesan makan?" tanya Billa iseng menggoda Brayen


" Wah....wah...sejak kapan adik cantik aku ini mau pesan makan minta izin dulu?" Ledek Brayen menjawab pertanyaan Billa, membuat Billa langsung tersenyum menunjukkan deretan gigi putihnya dan hal itu membuat Brayen sangat gemas melihat wajah imut Billa


" Jangan pasang wajah seperti itu...aku gemas dan aku takut khilaf...nanti,dan satu lagi jangan pernah pasang wajah seperti itu di depan orang lain..." ucap Brayen posesif sekaligus mengingatkan gadis cantik tersebut

__ADS_1


" Paan sih..lebay banget,aku mau makan ini,ini dan ini,trus minum nya ini" ucap Billa Santai seraya menunjukkan beberapa jenis makanan dan minuman yang ia inginkan, membuat Brayen langsung melotot sempurna saat melihat pesanan gadis cantik tersebut,tidak biasanya Billa makan sebanyak itu kecuali saat ia sedang dalam mood yang buruk dan Brayen tau pasti gadis cantik itu sedang dalam mood yang tidak baik-baik saja hari ini


" Kamu yakin mau makan itu semua?" tanya Brayen sekedar untuk memastikan dan ia tidak akan bertanya tentang mood wanita cantik yang kini berada di hadapannya, mungkin setelah selesai makan ia akan mencoba untuk bertanya tentang kegundahan hati Billa


" Hem...yakin pake banget" jawab Billa dengan anggukan yang sangat yakin, Brayen tersenyum melihat Billa yang terkadang bersikap seperti anak kecil,tapi juga akan bersikap sangat dewasa jika pada orang asing, bahkan terkesan sangat pendiam dengan orang-orang yang baru ia kenal


" Tolong bawa semua pesanan nona ini ya ...dan saya mau steak daging sapi dan nasi serta satu botol air mineral" ucap Brayen pada sang pelayan yang menghampiri meja mereka untuk menanyakan pesanan keduanya


" Baik Tuan.. Nona... silahkan ditunggu sebentar,kalau tidak ada lagi yang ingin di pesan saya permisi.." jawab pelayan tersebut seraya menunduk sopan


" Ya silahkan" jawab Billa sopan, sedangkan Brayen hanya mengangguk pelan


" Bagaimana apa kamu sudah menentukan pilihan rumah sakit mana untuk menjalani koas...?atau mau aku yang memilihkan nya..?" tanya Brayen serius untuk memecahkan keheningan karena pesanan mereka belum datang


" Aku sih belum menentukan pilihan yang pasti,tapi pihak kampus merekomendasikan beberapa rumah sakit, termasuk rumah sakit tempat mama dan kamu praktek dan kata teman-teman itu adalah rumah sakit terbaik di negara ini,menurut mu yang mana yang harus aku pilih " jawab Billa serius


" Alexander Hospital itu yang terbaik,selain karena aku dan mama berada di sana,mo juga pasti akan mengambil kias disana sesuai dengan keinginan mama,dan rumah sakit itu adalah yang terbaik di negara ini, karena milik keluarga kerajaan dan akan sangat besar kemungkinan kamu akan mendapatkan peluang kerja di Alexander Hospital setelah kamu lulus nanti, tapi itu semua terserah kamu karena mungkin saja kamu akan langsung kembali ke negara kamu saat pendidikan mu di negara ini sudah selesai " ucap Brayen menjelaskan dan menyerahkan kembali keputusan ke tangan Billa


" Ok...aku pilih Alexander Hospital sepertinya dan untuk kembali ke negara ku.. dalam waktu beberapa tahun ini mungkin tidak akan aku lakukan, disini masih sangat nyaman untuk ku tinggal dan bekerja " Jawab Billa apa adanya, karena ia masih belum bisa melupakan semua kenangan buruknya di negara asalnya


" Kenapa..? kamu takut jumpa lagi dengan seseorang di masa lalu kamu? masalah bukan untuk dihindari..tapi hadapi agar kamu tidak terus menerus berkubang dalam lumpur yang sama,jika memang tidak mungkin untuk kamu menghadapi maka belajarlah untuk melupakan.. cobalah buka hatimu kembali, karena tidak semua orang itu sana" jawab Brayen menasehati Billa


" Bukan... bukan takut...tapi aku yakin ..luka yang ia torehkan dihati aku..belum kering,aku takut luka itu kembali berdarah dan itu terlalu sakit untuk ku yang hanya hidup sebatang kara " jawab Billa sendu


Obrolan mereka terhenti saat dua orang pelayan datang dengan membawa nampan yang berisi beberapa menu pesanan mereka


" Pesanan nya Tuan... Nona.. silahkan dinikmati,semoga tidak ada yang kurang" ucap pelayan tersebut


" Ya terimakasih banyak..." jawab Billa sopan, sedangkan Brayen hanya mengangguk tanpa melihat wajah para pelayan tersebut


Keduanya langsung memulai makan dengan tenang,tak ada obrolan yang terdengar dari mulut keduanya,hanya suara sendok yang bersentuhan dengan piring yang sesekali terdengar,Billa menikmati makan nya seraya menatap derasnya hujan, sedangkan Brayen makan dengan serius

__ADS_1


__ADS_2