Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
35


__ADS_3

Billa tiba di sekolah tepat saat gerbang akan ditutup oleh satpam, andai saja tadi ia menolak ajakan Aby untuk berangkat bersama nyaska dipastikan ia akan terlambat,untung saja tadi ia bisa berfikir jernih agar tidak mementingkan egonya dan sedikit menurunkan gengsinya sehingga ia memutuskan untuk menyetujui ajakan Aby untuk pergi bersamanya, walaupun ia harus bersusah payah menyembunyikan rasa gugupnya


Huff


" Untung aja si es balok baik hati pagi ini, kalau ngak udah pasti aku bakalan kena hukuman nyapu lapangan atau bersihin kamar mandi deh, terimakasih ya Allah" oceh Billa sendiri sambil berjalan menyusuri koridor menuju ke kelas nya


Billa langsung memasuki kelas nya yang sudah ramai dan juga sudah terlihat kedua sahabatnya yang sudah datang dan sedang asyik ngobrol dengan teman-teman kelas mereka yang lain


" Tumben Lo telat? trus tu muka kenapa kusut gitu ? kayak cucian belum di setrika aja" tanya Mona saat melihat wajah cantik Billa yang cemberut


" Kesiangan gara-gara keasyikan baca buku" jawab Billa ketus


" Lah kalo kesiangan gara-gara keasyikan sendiri kenapa juga tuh muka di tekuk gitu? salah sendiri juga" protes Kiki pada Billa


" Ia udah kesiangan eh ketemu sama es balok lagi.. jadinya handphone aku gini deh jadinya " jawab Billa masih cemberut seraya menunjukkan handphone nya


" What... why? kok bisa jadi gini sih say...? trus siapa es balok itu?" tanya Kiki dan mona bersamaan karena terkejut melihat kondisi handphone dari sahabat mereka


" jatuh.. gara-gara nabrak si es balok " jawab Billa masih dengan mode kesel nya


" Ya udah deh..ntar kita cari handphone baru,gue ada kok uang nya,bujuk Mona berusaha berusaha agar sahabat nya kembali tersenyum


" Trus es balok yang Lo maksud siapa? bukan nya Lo udah ada si kulkas tuh yang paling demen perhatian sama Lo?" tanya Kiki jahil, karena yang ia tau sang ketua OSIS sekolah mereka yang mengagumi Billa dalam diam, tapi ia selalu memberikan perhatian khusus pada gadis cantik tersebut


" Oh anu itu.. tadi ga sengaja ketemu dan ketabrak cowok mukanya dingin kayak balok es" jawab Billa sedikit gugup, hampir saja ia keceplosan


" Oh.. kirain..Lo abis bermasalah sama si kulkas tampan itu " jawab Kiki yang tersenyum tipis, sedangkan Billa membulatkan matanya jengah


Obrolan mereka terhenti saat seorang guru memasuki kelas dan memulai materi pelajaran mereka yang lebih banyak membahas tentang ujian yang akan mereka ikuti dua bulan lagi


Kegiatan belajar mengajar mereka berjalan sangat lancar dan tidak ada kendala sedikit pun, Billa dan siswa yang lain juga sudah mulai mengikuti les khusus yang diwajibkan oleh pihak sekolah, sehingga membuat mereka lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah


Satu bulan sudah berlalu sejak kejadian Billa dan Aby di tangga, Billa sudah mengganti handphone nya dengan yang baru, beberapa hari lagi Abrar akan tiba di Indonesia dan ia meminta pada Billa untuk memberikan nya waktu untuk bertemu


Walaupun bingung harus bagaimana tapi Billa tetap menyetujui untuk bertemu dengan Abrar, apapun yang terjadi ia ga mungkin jika harus terus memberikan harapan pada Abrar,sebisa mungkin Billa akan meminta pada pria tampan tersebut untuk melupakan janjinya pada Billa dengan alasan Billa masih ingin melanjutkan beasiswa nya ke luar negeri


Hari ini tepat hari yang sudah dijanjikan oleh Billa untuk berjumpa dengan Abrar, setelah beberapa hari yang lalu Abrar memintanya untuk bertemu, tapi karena Billa masih dalam ujian kelulusan ia meminta waktu pada Abrar dan Abrar memaklumi hal tersebut


Selesai ujian Billa langsung menuju salah satu cafe yang cukup terkenal yang berjarak tidak terlalu jauh dari taman tempat biasa Billa berkumpul dengan para sahabat dan teman-teman kecilnya,ia datang masih lengkap dengan seragam sekolah nya


Billa melangkah memasuki cafe tersebut, beberapa pasang mata menatapnya kagum, termasuk beberapa pemuda yang duduk di pojokan tempat faforit mereka saat berada di cafe tersebut, tapi sayang Billa tidak menyadari keberadaan mereka


Billa memilih duduk di salah satu kursi yang dekat dengan dinding kaca yang memperlihatkan kesibukan jalanan kota, Billa fokus pada handphone nya setelah ia memesan segelas jus untuk dirinya,dan semua itu tidak luput dari perhatian para pemuda yang masih duduk di kursi mereka


" Assalamualaikum...maaf udah nunggu" ucap seorang pria tampan dengan tubuh atletis nya, kulitnya sawo matang dengan hidung mancung dan mata kecoklatan,serta rambut yang tersisir rapi,ia mengenakan setelan kemeja putih dan celana bahan dan jam tangan bermerk melingkar indah di tangan kekarnya

__ADS_1


" Waalaikum salam...Gak kok ..baru juga lima menit yang lalu.. silahkan duduk kak" jawab Billa sopan dengan senyuman ramah


Abrar mengangguk sambil tersenyum bahagia,tak bisa di pungkiri hatinya sangat senang saat kini ia benar-benar bisa melihat sosok cantik Salsabila dengan jarak yang sangat dekat


" Apa kabar..?" tanya Abrar sedikit canggung karena berada begitu dekat dengan gadis pujaannya


" Alhamdulillah baik..akhi apa kabar " jawab Billa sopan


" Alhamdulillah.. seperti yang ukhti lihat" jawab Abrar sopan, keduanya berhenti mengobrol saat salah seorang waiters datang ke meja mereka untuk menanyakan pesanan mereka


Karena bertepatan dengan waktunya makan siang, Abrar dan Billa memutuskan memesan menu lunch untuk mereka nikmati


" Mbak kami pesan paket lunch ya untuk dua orang " pinta Abrar pada waiters tersebut


" Mau menu nasi Padang atau mau western mas?" tanya sang waiters


" Nusantara aja mbak,gimana bill atau kamu mau pesan menu lain " jawab Abrar dan ia juga bertanya pada Billa


" Nusantara aja deh kayaknya enak" jawab Billa sopan dengan senyuman tipis


" Baik mbak,mas mohon ditunggu sebentar" ucap sang waiters sopan dan langsung meninggalkan meja tersebut setelah mendapatkan anggukan kepala dari Billa dan Abrar


Billa dan Abrar ngobrol santai,sekedar bercerita tentang kehidupan sehari-hari mereka,dan Billa juga bertanya pengalaman Abrar saat berada di Turki, keduanya tidak langsung berbicara serius, mereka akan berbicara setelah selesai makan siang


" Wow kira-kira siapa ya tuh cowok, baru kali ini gue lihat si bocah cantik itu sama cowok" ucap Amar


" iya ya.. cakep juga tuh cowok dan kayak nya juga bukan cowok sembarangan, keliatan tuh dari fashion nya barang branded semua, dan keliatan asing deh" tambah Jo berkomentar


Sedangkan Aby terus menatap lekat ke arah Billa sejak gadis itu masuk dan semakin intens saat melihat Abrar yang mendekati Billa,tanpa sadar rahangnya mengeras dan tangan nya terkepal erat,Aby dan para sahabatnya baru saja dari kampus sehingga mereka memutuskan untuk makan siang bersama, termasuk sesil ada bersama mereka


"Gimana ujian nya lancar?" tanya Abrar pada Billa di sela-sela makan mereka


" Alhamdulillah.. lumayan dan ini hari terakhir, Minggu depan pengumumannya" jawab Billa apa adanya


" Udah ada keputusan tentang yang ane tanya beberapa tahun lalu?" tanya Abrar to the point


" Maaf.." ucap Billa lirih seraya menundukkan kepalanya


" Why..? apa karena ukhti dapat beasiswa atau karena ada seseorang?" tanya Abrar penasaran


" Tolong lupakan Billa.. please.. carilah yang lebih baik dari Billa" jawab Billa sendu


" Kenapa..? kenapa harus yang lain? kalau hati dan pikiran aku ingin nya kamu.. please jawab jujur" Tekan Abrar penasaran, sedangkan di meja Aby and the gank mereka sangat penasaran tentang pembicaraan Billa


" Billa... Billa masih ingin melanjutkan pendidikan ke Paris, Billa ingin menjadi seorang desainer... jadi please lupakan Billa, kita udah ga mungkin bisa bersama " jawab Billa dengan wajah sendu dan mata berkaca-kaca

__ADS_1


" Kenapa.. karena kamu mau lanjut beasiswa ke Paris?ok.. aku akan tunggu, lima tahun lalu aku bisa nunggu kamu sampai hari ini dan aku akan sanggup untuk nunggu lima tahun lagi,kita juga masih muda" jawab Abrar tegas


jawaban Abrar sontak membuat Aby and the gank melongo dan mereka saling menatap karena terkejut, sedangkan Aby menunduk,ia menyembunyikan wajahnya yang pasti sudah merah karena menahan emosi*oh jadi ini orang yang mengirimnya pesan beberapa bulan lalu* monolog Aby dalam hatinya


Billa langsung menggeleng kuat,ia semakin dalam menundukkan kepalanya, tangan nya meremas ujung hijab nya " Bukan hanya karena itu.. tapi.. tapi Billa sudah terikat dengan seseorang..." jawab Billa lirih


Jawaban Billa membuat Aby sedikit terkejut dan tanpa ia sadari bibir nya sedikit terangkat menampilkan sebuah senyuman tipis tanpa ada yang tau


" Maksud kamu apa? kenapa Billa..? kamu bohong kan..? please jangan gini" ucap Abrar memohon


" Billa gak bohong... hari ayah menghembuskan nafas terakhirnya...ayah menitipkan Billa pada seseorang dan meminta mereka menjaga Billa, tapi... tapi.. mereka memutuskan untuk menjadikan Billa sebagai menantu mereka di hari itu juga.. maaf.." jawab Billa jujur


Lagi-lagi ucapan Billa membuat para teman-teman Aby shock.. bagaimana mungkin Billa sudah bersuami dan hal itu semakin membuat mereka penasaran


" Kenapa bill.. kenapa kamu ga telfon Abi dan ummi kalau memang ga memungkinkan buat nelfon aku..? trus kamu bahagia sekarang..? jawab jujur sama aku.. jika kamu gak bahagia izinkan aku menemui mereka untuk meminta izin membawa mu bersama ku" tanya Abrar penasaran


" Itu ga mungkin... jangan pernah terlibat dalam masalah Billa.. please.. mereka bukan keluarga sembarangan.." jawab Billa pasti


" Siapa pun mereka aku siap..dan please kasih aku kesempatan untuk nunggu kamu..aku yakin diantara kamu dan pria itu tidak saling mencintai.. katakan berapa lama waktunya untuk aku nunggu kamu memutuskan hubungan kalian?" tanya Abrar yakin


lagi-lagi ucapan Abrar membuat Aby emosi, ingin rasanya ia mendekati Abrar dan menghadiahkan sebuah Bogeman mentah di wajah pria yang menurutnya asing asing tersebut


" Jangan tunggu Billa.. apapun keputusan yang Billa ambil nanti.. status Billa ga memungkinkan untuk kita... please carilah wanita yang lebih baik dari Billa dan dengan status yang terhormat " jawab Billa memohon dengan linangan air mata


" Jangan nangis...aku ga sanggup liat air mata kamu.. status mu ga akan pernah menjadi penghalang untuk aku... jangan minta aku mencari yang lebih baik dari kamu.. karena sejak pertama aku liat kamu di pondok pesantren Abah hati aku mengatakan kamu yang terbaik diantara yang baik.." jawab Abrar tegas


" Pikirkan dengan hati tenang,aku tunggu jawaban nya seminggu lagi ,aku di indo 20 hari lagi dan ingat Abi dan ummi juga sangat menyayangi kamu dan berharap aku membawamu kerumah mereka sebagai keluarga bukan sebagai santri kesayangan Abah dan nenek " ucap Abrar tegas dan langsung berdiri saat melihat Haikal sang sahabat nya sudah datang


Sedangkan Aby langsung bangun meninggalkan para sahabatnya,ia beralasan ingin langsung ke kantor karena ada meeting dadakan


" Gue duluan.." ucap Aby dingin


" Buru-buru amat? gimana tentang pembicaraan kita" tanya Erick tiba-tiba ia semakin penasaran dengan pembicaraan Billa dengan Abrar dan ia ingin memastikan


"Kasih gue waktu satu Minggu dan jangan ada yang dekati dia " jawab Aby final


" Wow.. bakalan seru nih kayaknya ... tuan muda kita udah ada jawaban tiga tahun loh .. gak ada kepastian" ucap Jo dan Amar semangat


" Ok... apapun status nya, pacaran atau one night stand...apartment Alexander residents sama mobil" ucap Erick menyebutkan imbalannya


Aby tidak menjawab ia hanya tersenyum tipis seraya menggidikkan bahunya dan langsung melangkah meninggalkan tempat tersebut, hatinya panas mendengar pembicaraan Billa dengan Abrar, terlebih saat melihat Billa yang mengeluarkan air matanya karena menangisi pria lain,entah apa yang Aby rasakan yang jelas ia gak terima melihat wanita yang berstatus istrinya tersebut terlihat begitu akrab dengan pria lain


Egois memang, jika mengingat kembali tentang perjanjian mereka yang tidak saling mencampuri urusan pribadi masing-masing, Billa bisa membuktikan bahwa dirinya tidak pernah ikut campur apapun tentang Aby, sedangkan dirinya tidak terima saat melihat Billa dekat dengan seorang pria


Aby langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata, emosinya meledak-ledak,ia menuju sebuah tempat yang sering ia kunjungi saat hatinya sedang sangat gelisah, sayangnya ia tidak bisa berlama-lama di tempat tersebut karena asisten nya sudah mengatakan padanya ada beberapa meeting penting setelah makan siang dan Aby tidak ingin mengabaikan tanggung jawabnya

__ADS_1


__ADS_2