
Waktu berjalan begitu cepat, tanpa Terasa bel istirahat sudah berbunyi menandakan waktu istirahat sudah tiba ,dan waktu itulah waktu yang paling dinanti oleh para siswa karena mereka akan mengisi perut mereka dengan makanan dan minuman favorit mereka
Setelah selesai acara perkenalan dengan beberapa dari teman kelasnya akhirnya mereka menuju kantin, Salsabila senang karena tidak semua teman kelasnya bersikap sombong karena perbedaan kasta mereka
" Kantin yuk bill laper nih" ajak Kiki dan mona
" Ya udah Ayuk" jawab Salsabila
" Bill kita ke kantin ujung aja yok.." ajak Kiki dan di angguki oleh mona
" Terserah kamu aja.. emang disini ada banyak tempat kantin,ngak di satu tempat gitu?" tanya Salsabila
" Kalau kantin anak junior di sebelah sana dekat dengan lapangan badminton" jawab Kiki
" trus yang kita tuju kantin untuk siapa?" tanya Salsabila bingung
" Untuk kakak senior kelas 10 sampai 12 , tapi Lo tenang.. karena ga ada larangan untuk junior makan di kantin itu" terang Kiki
" kenapa gak ke kantin kita aja?" tanya Salsabila bingung
" Udah Lo ikut aja ntar juga Lo bakal tau dan dijamin ga bakal nyesel deh" jawab kiki dan langsung di angguki oleh Mona
Salsabila tidak bertanya lagi,ia hanya mengangguk dan mengikuti kedua teman barunya tersebut yang juga sudah meng klaim ia sebagai sahabat mereka, sesampainya di kantin tersebut Salsabila dibuat bengong melihat betapa padatnya tempat tersebut
Dan beberapa pasang mata tampak melihat kearah mereka dan saling berbisik, Salsabila sedikit risih tapi ia coba tetap terlihat tenang, sedang Mona dan Kiki hanya tersenyum melihat tingkah para pelajar lain yang melihat teman baru mereka
" Mon Lo cari tempat duduk bareng Billa ya,biar gue pesan makanan,kalian mau makan apa?" tanya Kiki
" Gue bakso aja sama lemon tea,Lo bill?" jawab Mona seraya bertanya pada Billa
" Bakso sama air mineral aja ya" jawab Salsabila
" Ok" Jawab Kiki
Nona langsung menarik tangan Salsabila untuk mencari tempat duduk yang kosong dan nyaman, mereka mendapatkan meja yang agak sedikit ke ujung dan terasa nyaman, keduanya langsung duduk menunggu Kiki datang
Tak berselang lama Kiki datang diikuti seorang pramusaji yang terlihat membawa nampan berisi pesanan mereka dan langsung meletakkan nya di atas meja setelah Kiki menunjukkan mejanya dan ia juga langsung duduk di samping Mona yang duduk menghadap ke arah pintu masuk
Ketiga nya mulai menikmati pesanan mereka sambil mengobrol, mereka bertanya tentang identitas Salsabila dan Salsabila menjawab apa adanya tanpa menutupinya dari mereka,Kiki dan mona tidak mempermasalahkan dari kalangan mana Salsabila, terlebih Kiki yang hanya dari keluarga sederhana, orang tuanya hanya pegawai negeri sipil biasa,ia juga mendapatkan beasiswa sehingga bisa sekolah di tempat tersebut
Berbeda dengan Mona yang memang dari keluarga terpandang,ia anak dari salah satu pengusaha tekstil terkenal di Jakarta dan ibunya juga seorang desainer ternama yang memiliki butik yang selalu dikunjungi oleh para selebriti dan pengusaha ternama, tapi walaupun begitu ia tidak pernah membedakan kasta seseorang untuk menjadi teman, baginya semua orang sama saja selagi orang itu baik dan tulus berteman dengan nya
Saat sedang asyik ngobrol sambil menikmati pesanan mereka, tiba-tiba suasana menjadi sangat heboh dengan teriakan para murid perempuan,membuat Salsabila sangat terkejut
" Astaghfirullah..ada apa..kok tiba-tiba berisik?" tanya Salsabila pada Mona dan Kiki, sedangkan kedua sahabat tersebut hanya menanggapinya dengan santai dan tersenyum
" Nah itulah alasan kami suka makan disini dan ngajakin Lo kesini,Lo liat deh kebelakang" jawab Mona dan Kiki juga mengangguk
Salsabila langsung menoleh kan kepalanya kebelakang, dengan jelas ia melihat empat orang pemuda tampan sedang berjalan menuju salah satu kursi kosong yang tak jauh dari mereka,ia mengerutkan keningnya karena melihat sorakan heboh para siswa perempuan
" mereka siapa kok pada heboh gitu?" tanya Salsabila heran dengan wajah biasa aja
" Mereka itu cowok paling populer di Alexander High school ini, yang paling tengah anak pemilik ni sekolah plus ketua OSIS di senior Alexander High school, yang sebelah kanan dan kirinya itu jago basket dan yang belakang itu kapten tim basket mereka, tapi jangan kira yang tengah itu ga jago basket, mereka semua bintang nya di tim basket senior kita" jelas Mona
__ADS_1
" Oh.." jawab Salsabila dan kembali melanjutkan makannya
Mona dan Kiki melongo dan menepuk kening mereka saat melihat reaksi dari Salsabila yang terlihat sama sekali tidak terpana pada keempat pemuda tampan yang menjadi Most Wanted sekolah tersebut, sedangkan para siswi lain selalu histeris setiap kali melihat mereka walaupun sudah setiap hari bertemu dengan mereka
" Lo gak terpana gitu liat salah satu dari mereka? apalagi kak Abi..uhh...wajah nya sempurna, body nya sispax trus kalau deket wanginya itu... maskulin banget tau gak" ucap Mona
" Biasa aja... mungkin karena aku baru pertama liat aja ya" jawab Salsabila
" Fix..Lo pasti punya kelainan nih,atau mata Lo ga normal atau Lo ga suka cowok ya?" tanya Mona dan di angguki oleh Kiki
" Astaghfirullah..aku normal kali,banget malah.. Haha ya kali aku belok, tapi untuk sekarang bagi aku pria paling tampan itu cuma ayah aku" jawab Salsabila sambil tersenyum cantik
" Ia deh untuk ukuran cewek secantik Lo emang ga akan susah buat dapetin cowok cakep, tapi nih ya Lo juga harus hati-hati jangan sampai berurusan dengan mereka, apalagi kak Abi.. orang nya dingin banget dan ya arogan gitu" ucap Kiki
Salsabila hanya mengangguk patuh dan melihat ke belakang sebentar, ia sama sekali tidak mengingat bahwa mereka adalah para anak muda yang juga sesekali nongkrong bareng Erick di dekat lapak dagangan ayah nya , bahkan Earl sudah beberapa kali bertemu sapa dengan nya
Dan tak berselang lama kembali terdengar suara kehebohan lagi dan lagi-lagi Salsabila dibuat bengong melihat kehebohan tersebut
" Itu ada apa lagi?" tanya Salsabila seraya kembali memalingkan kepalanya melihat ke belakang dan yang ia lihat hanya beberapa gadis cantik dengan penampilan serba branded mereka dan menunjukkan bahwa mereka dari kalangan atas
" Itu tu quenn nya Alexander yang paling tengah dan yang dibelakangnya itu para dayang -dayang nya, mereka itu para cewek yang gak mau kalah dengan cewek lain dan mereka juga mengatakan bahwa cuma mereka yang pantas dengan kak Abi and the gank" jawab Mona dan Kiki
" Oh ...gitu..cocok sih,kan mereka emang cantik,aku kira tadi model" jawab Salsabila
" Kak Vony yang diklaim sebagai Quinn itu emang berprofesi sebagai model, papanya seorang sutradara terkenal dan memiliki stasiun televisi swasta " jawab Kiki
" Dan satu lagi.. jangan pernah terlibat masalah apapun dengan mereka terlebih menyangkut para cowok idola itu, bakal panjang urusannya " ucap Mona
Salsabila mengangguk paham dan ia juga menggidikkan bahunya merasa seram membayangkan jika harus berurusan dengan orang -orang berpengaruh seperti mereka
" Ya itu karena Lo paling cantik,pinter juga, pasti nya ga ada yang berani nunjukin persaingan dengan Lo,dan gue yakin sebentar lagi disini Lo juga bakal jadi pusat perhatian mereka, tadi aja udah pada mulai nyinyir mulut netizen, hanya karena Lo berhijab jadinya mereka terlihat sedikit lebih enggan berkomentar banyak tentang Lo" jawab Mona
" Hah..masak sih... jangan ngasal deh kalian berdua?" bantah Salsabila
" Lo tu yang ga percaya di bilangin..Lo ga nyadar apa? Lo itu cantik pake banget malah,body Lo perfect, kulit Lo putih dan poin plus Lo lagi Lo itu tanpa polesan make up sedikit pun,wajah Lo itu sempurna dan kayak bayi tau ngak sih? gue takutnya kak Vony itu bakal nganggap Lo saingan berat mereka,apa lagi Lo juga jenius" ucap Mona dan Kiki gemas
" MasyaAllah.. kalian ini,ga sampai segitunya juga kali ...aku itu biasa aja..cuma anak tukang kebun di sekolah ini,apa coba yang
bisa buat mereka nganggap aku itu saingan? ga ada apa-apanya dibandingkan dengan cewek-cewek sempurna seperti mereka " jawab Salsabila
" Tapi Lo itu sempurna bill...kita berdua serius loh" jawab Mona dan Kiki
" Ga ada manusia yang sempurna kecuali Nabi..kita itu hanya patung Tuhan, jadi jangan pernah lupa diri,secantik apapun kita itu tidak akan pernah kekal abadi karena kita hidup di dunia ini hanya sementara,jadi coba pikirkan apa yang harus kita sombong kan dan banggakan?" nasehat Salsabila
" Kok gue jadi kayak ustadzah sih ceramah gini" tambah Salsabila
" Lo emang hebat bill,kita salut sama apa yang ada di Lo, Lo itu ga cuma cantik tapi juga sangat cerdas, jangan pernah bosen ya buat nasehatin kami dan jangan pernah berubah ya" ucap Mona dan Kiki tulus
" Aku ga sehebat itu kok,aku hanya mengatakan apa yang pernah aku dengar dari pada ustadz dan ustadzah di tempat aku mengaji di kampung halaman ku" jelas Salsabila
" Duh makin sayang deh sama Lo.. boleh gak ya kalo gue jatuh cinta nya ke Lo aja jangan ke mereka " ucap Mona aneh
" Duh kok aku jadi khawatir ya nat kamu jadi mesum sama aku" balas Salsabila asal
__ADS_1
" Billa...Lo itu ya..iseng banget tau gak" teriak Mona histeris membuat beberapa mata tertuju pada ketiga remaja cantik tersebut
Hahahaha 😂😂😂😂😂
Tawa Kiki pecah, sedangkan Salsabila tertawa geli seraya menutup telinga nya dengan kedua tangannya, kehebohan Kiki dan mona sedikit menjadi pusat perhatian seisi kantin, terlebih beberapa dari mereka baru menyadari ada yang beda dengan dua remaja cantik tersebut,yaitu dengan kehadiran seorang gadis cantik dan berhijab
Dan itu semua juga tak lepas dari perhatian Zidan dan kedua temannya yang lain, sedangkan Earl atau yang lebih dikenal Abi sama sekali tidak perduli dengan sekitarnya,ia lebih asyik dengan ponselnya,Mona dan Kiki termasuk salah satu siswi faforit di sekolah tersebut, tapi karena mereka yang sedikit cuek dan galak,membuat yang lain tidak terlalu sering mendekati mereka
Selesai makan ketiganya memutuskan meninggalkan kantin, Salsabila bangun dari duduknya dan membalikkan badannya dan pada saat itulah mereka melihat dengan jelas wajah Salsabila yang membuat mereka terdiam sesaat dan hal yang sama juga terjadi pada Zidan serta kedua sahabat nya
Melihat orang-orang yang menatap ke arah nya membuat Salsabila tidak nyaman dan sedikit kikuk,ia tersenyum canggung, membuat Mona dan Kiki ingin tertawa karena reaksi dari orang-orang yang ada di dalam kantin
Vony dan ketiga sahabat nya sangat tidak suka melihat semua itu, mereka mengepalkan tangannya geram, terlebih saat melihat reaksi Zidan dan kedua sahabatnya,ia langsung merasa sangat tersaingi
*Gila woy cantik banget tuh cewek
Anak baru deh kayaknya, perfect banget sih
kok gue kayak ngeliat bidadari ya
Gue ga lagi mimpi kan liat cewek secantik itu
Bisa jatuh posisi Quinn nih ma tuh anak baru
Cantik nya ga ada obat
Itu beneran manusia? jangan -jangan manekin lagi
Cantik nya ga kaleng-kaleng ya*
Begitulah kira-kira suara bisikan orang -orang,membuat Salsabila semakin merasa sangat tidak nyaman, sedangkan Zidan langsung menyenggol lengan Abi dengan sikunya
" Bi..Abi.." panggil Zidan pelan
" Pa an sih Lo? berisik tau gak sih..Shiiit kalah kan gue, ****** Lo" omel Earl pada Zidan
" Ya elah pake ngomel lagi,Lo liat tuh " ucap Zidan
" Paan sih..berisik banget deh Lo" tanya Earl seraya mengangkat wajahnya melihat Zidan
" Bukan liat gue begok, noh di sebelah kanan" ucap Zidan
" Paan?" tanya Earl lagi dan ia juga mengarahkan pandangannya ke arah yang Zidan tuju, untuk sesaat ia terpaku pada sosok cantik yang kini ia lihat,namun setelahnya ia langsung memalingkan wajahnya ke arah Zidan
" gue kirain apaan" ucap nya santai
" Bukan nya karanya tu cewek ga tinggal dan sekolah di Jakarta ya?" tanya Zidan
" Ia kan katanya doi dari luar daerah" komentar kedua temannya itu
" Ya mana gue tau, emang gueEmak nya" jawab Earl singkat dan kembali melanjutkan tatapan nya ke layar ponselnya
" Tau gue Lo bukan emak nya,kalo Lo emaknya udah gue cium punggung tangan Lo biar gue bisa dapet restu buat jadi mantunya, masalah nya tu cewek taruhan Erick kan? kesempatan besar buat Lo deketin nya" ucap Zidan
__ADS_1
" Ia juga ya tu cewek yang sama ya, ternyata emang beneran cantik ya tu bocah dilihat dari sudut manapun tetep aja perfect,andai aja gue ga bajingan udah gue Pepet tuh cewek, sayang nya gue ga pe de buat deketin cewek sesempurna itu " ucap Niko dan langsung di angguki setuju oleh Elang
" Gue setuju dengan yang Lo bilang barusan,gue cuma berani mengagumi nya aja, tapi ga punya cukup keberanian untuk deketin lebih dari sekedar teman, Insecure gue ma tuh cewek " tambah Elang