Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
26


__ADS_3

Waktu menunjukkan hampir tengah malam, Billa dan seluruh penghuni mansion mewah milik keluarga Alexander sepertinya sudah terlelap di kamar mereka masing-masing, hanya tinggal beberapa art yang memang bertugas membereskan segala sesuatunya di dapur, seperti merapikan sisa makan malam keluarga sang majikan atau merapikan ruang keluarga setelah para majikan meninggalkan ruangan tersebut


Aby memarkirkan mobilnya di depan pintu utama dan menyerahkan kunci pada salah satu security agar memindahkan mobilnya tersebut ke garasi, perlahan ia mulai melangkah masuk, tubuh dan hati nya benar-benar terasa sangat lelah,Aby memijat pelipisnya mengingat bagaimana ia harus bersandiwara di depan sesil seakan - akan ia sangat mencintai wanita cantik nan seksi tersebut,agar ia mudah untuk mengakhiri pernikahan nya dengan Salsabila


Kaki nya melangkah menuju dapur,Aby ingin mengambil segelas air putih untuk ia bawa ke kamar nya, tapi langkah nya terhenti saat ia melihat seorang gadis cantik yang sedang mengisi air putih dalam sebuah gelas,Aby dapat melihat dengan jelas wajah cantik tersebut dibawah temaram lampu dapur


Tak...


Aby menghidupkan lampu, membuat Billa terlonjak kaget karena melihat seseorang yang berdiri tegak tak jauh dari tempat nya berdiri


"Astaghfirullah... ucap Billa spontan dan mengelus pelan dadanya yang seakan berhenti berdetak karena terlalu terkejut dengan hidupnya lampu secara tiba-tiba ditambah dengan kehadiran Aby yang tengah menatapnya dengan tatapan mata elang miliknya , sesaat mata mereka beradu pandang,mata biru aby menatap manik mata coklat Billa, dan dengan segera Billa menundukkan kepalanya


Billa tidak mengatakan satu patah kata pun, perlahan ia melangkah melewati Aby, meninggalkan dapur dan pria tampan yang masih terus menatap nya, tapi langkah nya terhenti saat mendengar ucapan Aby


" Besok saya akan mengatakan pada mami dan papi bahwa kita akan tinggal di apartemen,dan mulai besok kamu akan tinggal di sana " ucap Aby dingin seraya menatap punggung wanita cantik yang kini berstatus sebagai istrinya


" Ya " jawab Billa singkat seraya menganggukkan kepalanya,tanpa membalikkan badannya atau melihat wajah lawan bicaranya, Billa tidak ingin tau apakah Aby melihat Anggukan kepala nya atau tidak, yang ingin ia lakukan untuk saat ini hanya mengikuti semua skenario yang Aby buat walaupun sedikit bertentangan dengan hati nurani nya, tapi selama tidak bertentangan dengan Ajaran agama maka ia akan mencoba untuk mengikuti, walaupun sebenarnya sulit


Billa berdiri beberapa menit menunggu apakah Aby akan berbicara lagi, setelah merasa cukup dengan beberapa menit akhirnya Billa kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar tamu yang ia tempati sejak siang tadi, tanpa ia sadari bahwa lawan bicaranya sedang sangat tersinggung dengan sikap nya yang terkesan sangat cuek dan terlihat sama sekali tidak tertarik pada pria tampan tersebut


Aby mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras saat melihat sikap cuek wanita cantik tersebut, respon Billa diluar ekspektasi nya, Billa seakan tidak melihat kehadiran nya, sangat berbeda dengan wanita-wanita lain yang selalu histeris dan seakan terhipnotis setiap melihat wajah tampan nya,tak terkecuali para model, selebriti atau anak pejabat dan pengusaha, tapi kenapa Billa yang hanya gadis dari kalangan biasa saja malah terlihat sangat tidak perduli dengan semua yang ada pada nya


Billa langsung memasuki kamar yang sangat megah di matanya, tapi sayang tidak mampu memberikan rasa nyaman untuk nya, Billa meletakkan gelas nya di atas nakas disamping ranjang nya,ia melangkah menuju jendela, menyingkap sedikit gorden kamar tersebut, sehingga membuat nya bisa melihat cahaya rembulan dan indah nya langit malam yang ditaburi oleh bintang, billa juga dapat melihat keindahan taman belakang mansion mewah tersebut yang dihiasi dengan kemerlip lampu taman yang berwarna warni


Billa mengambil handphone miliknya, melihat beberapa akun sosmed teman-temannya,ia tersenyum tipis saat membaca postingan para teman sekolah nya yang kebanyakan berasal dari keluarga terpandang,ada yang mengungkapkan kegalauan nya tentang kekasih, teman dan keluarga,ada juga yang mengungkapkan kebahagiaan mereka,serta ada yang mengungkapkan kegalauan mereka tentang sekolah, dan semua itu mampu mengalihkan perhatian Billa, untuk sesaat hatinya merasa terhibur dan senyuman manis terbit di wajah cantiknya



Billa mengunggah sebuah gambar yang menunjukkan jari indah miliknya yang terlihat menggunakan dua cincin dan salah satunya adalah pemberian dari Abrar, kenang-kenangan yang ia kirim dari negara tempat ia menuntut ilmu, Billa juga menambahkan kata-kata bijak agar mengurangi rasa galau teman - temannya, walaupun kebanyakan dari teman sosmed nya tidak mengenal nya dan ia juga tidak mengenal mereka ,tapi bagi Billa berbagi hal yang positif itu tidak harus memilih pada siapa kita ingin berbagi kebaikan


Tak perlu menunggu waktu lama, berbagai tanggapan masuk di kolom komentar miliknya, para teman sekolah nya dan sahabatnya serta beberapa orang lainnya yang mengetahui tentang akun sosmed milik nya langsung berkomentar berbagai macam,ada yang iseng godain, menanggapi positif dan tak jarang pula yang membantah atau mencibir nya

__ADS_1


Merasakan matanya yang semakin berat akhirnya Billa memutuskan untuk tidur,ia langsung menuju ranjang nya setelah kembali menutup gorden kamar nya,dan mengunci jendela yang tadi sempat ia buka untuk menikmati dinginnya angin malam, akhirnya Billa tertidur pulas menuju alam mimpi,ia berharap esok ia akan terbangun dengan keadaan yang lebih baik, tubuh yang sehat dan bugar,terlebih hatinya


Berbeda lagi dengan sitampan Aby.. setelah meletakkan gelas air putih miliknya di nakas disamping ranjang nya ia kembali keluar dari kamar nya dan langsung menuju lift menekan angka tiga lantai terakhir mansion mewah tersebut


Aby masuk kesebuah ruangan yang menyediakan berbagai macam jenis alat kebugaran,ia langsung memakai sarung tinju dan menuju samsak,Aby meninju benda yang tergantung itu dengan sangat brutal, meluapkan emosi nya yang seakan membakar seluruh akal sehat nya, entah alasan apa ia merasa sangat tersinggung dengan sikap cuek dan dingin nya Billa terhadapnya


Keringat bercucuran membasahi seluruh wajah tampan juga tubuh atletis nya,Aby menghentikan kegilaannya tersebut setelah merasakan tubuhnya lelah dan hatinya sedikit lega,ia keluar dari ruangan tersebut, turun ke lantai dua dimana kamar utama miliknya berada,Aby masuk ke kamar mandi dan berendam dengan air hangat untuk merilekskan otot-otot serta pikiran nya


Merasa lebih baik dan segar Aby keluar dari kamar mandi mewah milik nya dengan hanya menggunakan handuk sebatas pusat sampai lutut, wajah tampan nya terlihat lebih segar dengan rambutnya yang sedikit basah, bahkan beberapa tetes air masih menetes ke wajah putih mulusnya , menambah kadar ketampanan seorang Earl Abiyasa Alexander, dapat di pastikan para wanita akan berteriak histeris bila melihat dirinya dengan penampilan seksi saat itu,tapi itu semua entah berlaku atau tidak untuk seorang gadis cantik bernama Salsabila Aulia, wanita yang ia nikahi hampir sepuluh hari yang lalu


Setelah memakai baju kaos putih dan bokser nya,Aby membaringkan tubuhnya di atas ranjang king size miliknya, matanya terpejam sesaat kemudian kembali terbuka menatap langit-langit kamar nya,ia membayangkan bagaimana reaksi kedua orang tuanya saat mengetahui tentang rencana nya yang ingin mengajukan pernikahan kontrak dengan Billa yang notabenenya adalah gadis pilihan kedua orang tuanya


Aby menghela nafasnya yang terasa sangat berat dan menghembuskan nya secara perlahan,ia meraih handphonenya dan melihat ada beberapa notifikasi yang masuk ke handphone mahal dengan lambang apel tergigit tersebut,ia melihat satu demi satu pesan-pesan yang masuk ke beranda milik nya,dan beberapa email dari asisten pribadi nya yang ia tugaskan untuk mengawasi perusahaan yang berada dibawah tanggung jawab nya , perusahaan yang berada di negara kelahiran sang papi


Tapi perhatian nya sedikit teralihkan oleh satu pesan dari Zidan salah satu sahabatnya yang mengatakan bahwa Erick dan teman-temannya yang lain ingin mereka kembali melanjutkan tentang taruhan yang pernah mereka buat tiga tahun yang lalu dan Zidan juga mengirimkan nama akun sosmed milik Billa


Perlahan Aby mencari dan menyusuri akun sosmed yang sahabatnya kirimkan, begitu banyak kata-kata bijak yang terdapat di sana, membuat Aby sedikit tertarik dan menekan save akun milik sang istri, namun ada yang janggal menurut Aby dan sedikit timbul pertanyaan mengapa Billa tidak pernah mengunggah foto dirinya di akun sosmed milik nya,* se privasi itukah identitas dirinya? * tanya Aby dalam hati



Akhirnya Aby tertidur saat matanya benar-benar tidak lagi mampu untuk terus terjaga,Aby tertidur dengan pulas menuju alam mimpi


Tak terasa pagi menjelang, menyapa setiap insan di bumi untuk memulai aktivitas mereka, sepasang bola mata indah yang dihiasi bulu-bulu lentik dengan netra coklat nya mulai mengerjab,ia terperanjat saat melihat jam yang menunjukkan hampir pukul enam pagi yang sudah di pastikan ia telat untuk melakukan kewajiban dua rakaat nya


Dengan segera Billa menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan berwudhu,ia langsung melakukan kewajibannya walaupun telat, setelah selesai Billa langsung mengganti pakaiannya dengan seragam sekolah milik nya, merasa sudah beres semua dan tak lupa Billa menggunakan almamater miliknya,menyambar handphone dan tas punggungnya, Billa keluar dari kamar meuju ruang makan


Dilihat nya sang ibu mertua yang sedang menata beberapa menu breakfast di atas meja makan yang super mewah tersebut, Billa langsung melangkah mendekat,tak lupa senyuman semanis mungkin ia tunjukkan pada wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik meskipun sudah berusia hampir setengah abad tersebut


" Assalamualaikum.... pagi mami.." sapa Billa ramah dengan suara lembut dan senyuman cerah, secerah mentari pagi itu


" Waalaikum salam... pagi sayang..." jawab nyonya Tamara tak kalah bersemangat nya

__ADS_1


Cup cup cup


Beberapa kecupan lembut mendarat di wajah cantik Billa, membuat gadis cantik tersebut merasakan hatinya sejuk seakan tersiram air Es, Billa dapat merasakan kehangatan seorang ibu secara nyata*ya Allah sanggup kah aku meninggalkan wanita sebaik dan sehangat mami?* tanya Billa dalam hati, bibir nya memang tersenyum tapi hatinya teramat sakit, Billa merasakan hatinya seakan luka tapi lukanya tak berdarah


"Cepet banget bersiap nya sayang?" tanya nyonya Tamara pada sang menantu, seraya mengusap lembut pipi halus Billa


" Ia mi ..ini hari Senin dan hari pertama Billa kembali sekolah setelah libur hampir dua puluh hari" jawab Billa sopan dengan memberikan alasan yang cukup masuk akal, walaupun pada kenyataannya ia ingin menghindar agar tidak bertemu dengan Aby


" Ya udah kemu duduk aja dulu kita tunggu yang lain sebentar " perintah lembut dari wanita paruh baya tersebut


Billa langsung mengangguk patuh,ia menarik kursi yang semalam ia duduk,para Art yang berada di dapur sedikit heran dan tercengang, menurut mereka Billa sangat cantik bagaikan wujud bidadari,tapi hati mereka juga bertanya - tanya tentang status Billa yang belum mereka ketahui bahwa gadis cantik tersebut adalah nona muda di mansion mewah tempat mereka bekerja


Tak berselang lama terdengar suara langkah sepatu pantofel mahal menuju ke arah meja makan, tampak wajah tampan sang ayah mertua, wajah yang sangat jelas bukan berkebangsaan Indonesia dengan netra birunya


" Pagi papi.." ucap kompak kedua wanita cantik beda generasi tersebut


" Pagi" jawab tuan Lincoln seraya langsung mendudukkan tubuhnya di kursi yang memang sudah biasa ia duduki dan kursi yang menunjukkan bahwa ia adalah seorang kepala keluarga dalam rumah mewah nan megah tersebut


Selang beberapa menit kembali terdengar suara langkah kaki yang menuju tempat mereka duduk untuk sarapan,Aby melangkah menuju ketiga orang yang terlihat sudah siap untuk sarapan,ia mengenakan jas mahal yang pas di tubuh atletisnya dan sepatu pantofel yang terlihat sangat mengkilap dan dari mereka ternama yang dipastikan memiliki harga fantastis,tak lupa sebuah jam tangan mahal melingkar di tangannya


" Morning All...." sapa Aby dengan wajah datarnya


" Morning boy.." jawab kedua orang tuanya, sementara Billa hanya mengangguk sopan


Aby langsung mendudukkan dirinya di kursi tepat di samping Billa, kursi yang memang selalu menjadi tempat nya, Billa sedikit merasa tegang karena keberadaan aby begitu dekat dengan nya,dan Aby bisa merasakan hal itu, membuat ia menyunggingkan senyuman smirk nya


Para art langsung bergerak melakukan tugas mereka melayani sang majikan yang akan sarapan, memberikan apa yang mereka inginkan dan menuangkan minuman yang biasa mereka minum dikala sarapan


" Maaf nona ingin minum apa?" tanya bik Atik sopan pada Billa


" Coklat panas aja bik" jawab Billa yang langsung di angguki oleh bik Atik

__ADS_1


Billa meraih satu lembar roti tawar, mengoleskan selai coklat dan memakan rotinya dengan perlahan,Aby melirik nya sekilas dan ia juga memakan sandwich miliknya, begitu pula dengan yang lain.semua sarapan dengan tenang


__ADS_2