Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
21


__ADS_3

Pagi menjelang, mentari bersinar cerah menyinari bumi mengiringi awal aktifitas makhluk bumi,sama halnya dengan Salsabila yang akan memulai hidup baru nya tanpa sang ayah, melanjutkan hidupnya sebatang kara dengan status baru sebagai seorang istri dari putra tunggal keluarga Alexander, tapi ia bagaikan istri yang tidak pernah diharapkan


Orang yang turut mengantarkan jenazah tuan Ahmad ke pembaringan terakhir nya sudah tampak mulai meninggalkan tempat tersebut satu persatu, tapi Billa masih terduduk di samping pusara sang ayah dengan wajah menunduk dalam,tak terdengar suara tangis dan tak terlihat ada air mata di pipi mulusnya


Tepat di belakang nya berdiri sosok tampan sang suami dan kedua orang tuanya,di sisi kanannya berdiri kedua sahabatnya yang setia menemani nya, kedua sahabatnya sedikit heran dan bertanya-tanya mengapa ada Aby si pria tampan sang idola di AHS saat mereka masih menjadi junior di sekolah tersebut


Dalam hati kedua sahabat Billa bertanya ada hubungan apa antara Billa dan lelaki tampan itu, yang mereka tau bersifat sangat dingin dan arogan, tapi sayang semua itu seakan tertutupi oleh ketampanan nya, sehingga membuat banyak wanita yang sangat mengagumi nya


" ki kok ada si balok es tampan?" tanya Mona penasaran


"mana gue tau,bukannya yang di belakangnya juga bokap ma nyokap nya ya? kira-kira ada hubungan apa ya Billa sama mereka?" jawab Kiki seraya balik bertanya


" Sayang..kita pulang yuk, sepertinya akan turun hujan.." ucap nyonya Tamara seraya merangkul pundak Billa dan memapahnya agar bangun dari duduknya, Billa hanya mengangguk tanpa berkata apapun


Akhirnya mereka bersama meninggalkan pemakaman tersebut, Billa melangkah Gontai, Billa dan kedua sahabatnya memasuki mobil nyonya Tamara yang di kemudian oleh supir pribadi keluarga Alexander, sedangkan tuan Lincoln memilih dengan mobil Bugatti sang putra,ada beberapa hal yang ingin ia bicarakan dengan sang putra, pembicaraan antar lelaki


Hanya sepuluh menit mereka sudah berada di halaman rumah sederhana milik Billa, semuanya memasuki rumah yang masih terlihat beberapa tetangga sedang menyiapkan segala sesuatunya untuk acara tahlilan malam nanti


" Semuanya maaf bukan tidak menghargai tenaga saudara semuanya, untuk jamuan malam nanti kami sudah melakukan pemesanan dan akan segera diantar menjelang sore nanti" ucap nyonya Tamara memberitahukan kepada para tetangga Billa


Mereka semua mengangguk mengerti,bagi mereka itu bukanlah sesuatu yang harus di permasalahkan karena mereka juga tau bahwa saat ini Billa hidup sebatang kara di usianya yang masih sangat muda


" Baik nyonya..kami akan mengurus tempatnya saja" jawab mereka kompak di balas dengan senyuman ramah nyonya Tamara


Billa dan kedua sahabatnya sedang berada di dalam kamar sederhana milik nya, sedangkan Aby terlihat duduk santai di ruang tamu sederhana rumah Billa,ia lebih tertarik dengan handphone mahalnya dibandingkan dengan lingkungan disekitarnya saat ini,sibuk dengan email yang dikirimkan oleh asisten pribadi nya dan berita tentang perkembangan bisnis atau harga mata uang


Nyonya Tamara hanya menggeleng melihat tingkah putra nya,beliau melangkah mendekati pintu kamar Billa dan mengetuk nya tanda meminta izin untuk masuk


Tok tok tok


"Billa sayang... boleh mami masuk..? ada yang ingin mami bicarakan dengan kamu" ucap nyonya Tamara meminta izin untuk masuk


" Masuk aja mi..maaf Billa di kamar karena mau ganti baju" ucap Billa tak enak


" No problem honey.... janjang cuma ganti baju,kamu juga harus istirahat sayang...ingat kesehatan kamu,ga usah pikirkan tentang acara nanti malam, semuanya sudah mami delivery dan akan di antar sore nanti" jelas nyonya Tamara


" Ia mi.. terimakasih banyak,maaf kalau merepotkan mami" ucap Billa tulus


" Gak sayang...ini adalah tugas mami sebagai orang tua kamu " jawab nyonya Tamara dengan senyuman manis nya


" Sayang kamu ga pa pa kan kalau mami sama papi pulang sebentar, kebetulan papi ada kepentingan sebentar" tanya nyonya Tamara lembut


" Ia mi ga pa pa kok, Billa baik-baik aja, mami gak perlu khawatir, lagian ada mereka juga yang akan nemenin Billa" jawab Billa dengan tersenyum tipis


" Ok..kalian tolong temenin Billa ya,Tante harus dampingi om ke peresmian salah satu apartemen baru di bogor" Ucap mami Tamara terlihat sangat santai pada kedua sahabatnya Billa


" Pasti....Tante tenang aja,kita berusaha agar selalu ada untuk Billa " jawab Mona dan di angguki oleh Kiki

__ADS_1


" Makasih banyak ya " ucap nyonya Tamara tulus


Nyonya Tamara keluar dari kamar sederhana milik Billa,ia menghampiri sang suami yang tampak sedang serius berbicars dengan sang putra, terlihat Aby yang beberapa kali mengangguk malas


"Ayok pi..Billa udah mami kasih tau barusan dan ia juga sangat tidak keberatan" ucap nyonya Tamara


" Boy.. ingat kamu harus jaga menantu mami,awas jangan macem-macem" perintah nyonya Tamara pada sang putra yang disertai dengan ancaman


" Hemm" jawab Aby singkat tanpa melihat wajah cantik sang mami yang sudah dengan wajah masam dan garang nya


Sedangkan di dalam kamar Salsabila sedang di interogasi oleh kedua sahabatnya yang sudah sangat penasaran tentang hubungan Billa dan keluarga Alexander


" Eh bill sorry ni ya...kami penasaran banget kenapa sibalok Es tampan itu dan kedua orang tuanya ikut di pemakaman bokap Lo? kepo nih kita" tanya Mona to the point


DEG


* Duh apa yang harus aku jawab ya Allah...? haruskah aku jujur..? tapi bahkan pernikahan kami aja masih sangat di rahasiakan, haruskah aku ber bohong? * batin Billa galau


"Oh i- itu karena mereka pemilik Alexander High school, kalian Lupa ?.. Ayah aku kan kerja di yayasan milik keluarga mereka? makanya mereka hadir,ya itu karena itu"* ya Allah ampunilah aku telah membohongi mereka,aku terpaksa ya Allah,demi kebaikan bersama* batin Billa merasa sangat bersalah


" Tapi nyokap nya kok kayak udah Deket banget sama Lo" tambah Kiki


" Itu karena sebelum meninggal ayah nitipin aku ke mami dan papi, karena memang mereka tidak punya anak perempuan,makanya mereka anggap aku anak dan minta di panggil mami dan papi " Jawab Billa tidak sepenuhnya berbohong untuk meyakinkan kedua sahabatnya


" Oh pantes aja keliatan sayang banget sama loe, lagian siapa juga yang sanggup nolak dikasih anak secantik Lo, udah gadis lagi, tapi hati-hati loh sama si es balok tampan yang udah jadi Abang Lo..." ucap Mona ambigu


" Karena katanya cowok dingin kayak gitu...hot banget waktu di ran-ja-ng" ucap Mona dengan wajah mesum nya


" Trus apa hubungannya dengan aku? " tanya Billa, gadis cantik tersebut lupa tentang status nya, tapi setelah beberapa saat ia baru sadar siapa Aby untuk nya saat ini, membuat jantung nya berdebar kencang karena gugup dan takut apakah kedua sahabatnya sudah tau tentang fakta nya?


" Ya kita cuma ngingetin aja siapa tau awalnya Abang angkat tapi akhirnya jadi Abang sahyang,dan kalau sampai itu terjadi Lo ga bakal kaget lagi saat berduaan dengan dia.. Haha" tambah Kiki membuat Billa sedikit lega karena kedua sahabatnya itu tidak tau apa yang sebenarnya


"Dan satu lagi ni ya..Lo jangan pernah nunjukin diri loe tanpa hijab di depan nya,apalagi berpakaian seperti biasa Lo mau tidur, bisa-bisa khilaf dan abis di lahap Lo sama si babang tamvan itu,tapi kalau gue sih ikhlas pake banget malah kalau dia mau ngelahap gue,dicium doang juga udah anugerah banget " tambah Kiki lagi, membuat mata Billa melotot sempurna


" Ga je deh kamu" jawab Billa seraya bergidik, membuat kedua sahabatnya tertawa terbahak-bahak saat melihat kepolosan Billa


Ketiga gadis cantik itu saling meledek di dalam kamar sederhana milik Billa, kedua sahabatnya menghiburnya agar tidak terlalu larut dalam kesedihannya, sedangkan Billa ia males keluar dari kamar karena ia masih enggan untuk bertemu dengan Aby


Di ruang tamu Aby yang sudah merasa jenuh dan kebetulan kedua orang tuanya sudah pergi ia pun memutuskan meninggalkan rumah tersebut,ia menghubungi para sahabatnya dan mereka langsung meminta ia datang ke salah satu cafe yang biasa mereka jadikan tempat nongkrong sewaktu sekolah dulu, tanpa berpamitan pada Billa ia langsung meninggalkan rumah sederhana milik Billa


Aby memarkirkan mobilnya di salah satu cafe mewah dan cukup ternama di Jakarta,cafenya para anak Sultan, karena dipenuhi oleh para anak pengusaha dan pejabat serta para pengusaha muda


Kedatangan Aby langsung menjadi pusat perhatian para pengunjung khusus nya pengunjung wanita yang pada umumnya dari kalangan atas tersebut,mata mereka berbinar melihat wajah blasteran Aby bagaikan pemburu yang melihat mangsanya


Sedangkan yang menjadi pusat perhatian terlihat tidak perduli apalagi berminat pada mereka,Aby langsung menuju salah satu meja yang menunjukkan para sahabatnya yang sudah menunggunya sambil mengobrol seru


" Hai bro... akhirnya balik juga Lo ke indo,kita kira ga bakal balik lagi Lo,secara di sana udah makin sukses" ucap elang saat Aby di meja mereka

__ADS_1


" Gue pasti balik lagi ke indo, banyak banget yang masih tertinggal di sini" jawab nya terdengar ambigu


" Ya ia lah banyak... taruhan nya dengan Erick dulu aja belum ada kejelasan " ucap Amar sahabat Erick dan juga teman Aby, sedangkan Aby langsung terdiam saat Amar mengatakan hal itu, membuat nya mengingat kembali tentang penolakan Billa saat mereka bicara


" Emang masih berlaku? udah lama banget juga dan gue tau kalau Erick udah naksir beneran sama salsa" ucap elang


" Bukannya Lo juga sama ya El..?" tanya Jo spontan membuat wajah elang merah karena malu,ia tersenyum canggung dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


Aby tidak menjawab ia hanya memperhatikan dan mendengar pembicaraan mereka yang ia tau tertuju pada seorang wanita yang tak lain adalah salsa, wanita yang kini telah menjadi istrinya yang baru ia tau masih menjadi wanita incaran para sahabatnya dan temannya


" Apasih lebih nya tu cewek? cantik sih ia, tapi diluar sana juga banyak banget cewek cantik,malah ada yang seksi banget lagi dan dari kalangan orang terpandang " tanya Aby spontan


" Banyak banget kelebihan dia,sehari aja Lo ngikutin kegiatan dia,Lo bakal tau apa aja kelebihan nya,Lo bener di luar sana banyak yang cantik bahkan mungkin lebih dari dia, tapi cantik dia itu beda,Alami dan luar dalam, mungkin seandainya kita liat dia tanpa hijab dan berpakaian mini,gue yakin jiwa lelaki kita ga akan bisa tenang " jawab Elang dengan sangat yakin


" Seyakin itu Lo" ucap Aby sedikit terkejut dan ada rasa tidak nyaman dalam hati nya, saat mendengar ucapan memuja pria lain pada istrinya


" Ia..malah pake banget dan gue yakin pasti salsa itu cewek ber segel" ungkap elang jelas bahwa ia sangat mengagumi semua yang ada pada Salsabila


" Sayang banget orang tuanya meninggal dunia kemaren dan pasti dia lagi sedih banget,andai gue tau ini akan terjadi,gue pastiin gue bakal langsung datangin bokapnya buat minta dia secara langsung " ucap Jo seraya tersenyum simpul


Aby terdiam sesaat mendengar ucapan mereka,sudah tiga tahun berlalu sejak pertama kali mereka melihat gadis cantik itu dan menjadikan nya sebagai bahan taruhan,dan sejak saat itu juga pikiran mereka semua seakan tidak pernah tenang akan bayangan seorang Salsabila Aulia dan apa jadinya kalau mereka tau Billa malah sudah menikah dan itu dengan nya


Derttt dertttt dertttt


Handphone Aby berdering dalam saku celananya,ia meraihnya dan melihat siapa yang menghubungi nya dan ternyata sesil sang kekasih, dengan perlahan Aby menggeser keatas tanda hijau di layar ponselnya


" Sayang....kamu kemana aja sih..? sesibuk apa sih kamu dengan orang tua mu di indo sampai ga ada waktu buat sekedar telfon aku?tanya sesil manja saat Aby mengangkat panggilan dari nya


" Aku sibuk banget " jawab Aby santai tanpa rasa bersalah


" Tapi aku kangen yang... kangen banget tau gak sih sama kamu dan kamu tau aku punya kejutan untuk kamu?" ucap sesil dengan suara yang awalnya sendu kini berubah jadi ceria


" Apa?" tanya Aby


" Aku mendapatkan penawaran kerjasama dengan agenci yang akan melakukan pemotretan di indo,sekitar dua Minggu lagi aku akan ke indo dan kita akan ketemu lagi " cerita sesil antusias


" Hemm" jawab Aby singkat


" Kok Hemm sih? kamu ga seneng ya aku dapat job di indo? kamu ga macem-macem kan di situ yang..? " tanya sesil manja


" Maksudnya?" tanya Aby


" Kamu ga lagi selingkuhin aku kan yang..? aku itu sayang and cinta banget loh sama kamu, kalau aku udah tiba di Indonesia kenalin aku ya sama kedua orang tua kamu" ucap sesil


" kita lihat aja nanti,aku ga bisa langsung janji karena papi sama mami sangat selektif dalam memilih seseorang untuk aku" jawab Aby terus terang, membuat sesil geram dengan wajah ketus nya


" Kamu tenang aja,aku akan berusaha sebisa mungkin untuk menjadi yang terbaik agar kedua orang tua kamu bisa Nerima aku jadi nona muda Alexander" ucap sesil dengan sangat yakin

__ADS_1


" Hemm" jawab Aby singkat,ia memang selalu dingin pada semua wanita yang pernah jadi pacarnya,tapi walaupun begitu tidak satupun dari mereka yang merasa keberatan, semuanya tetap bisa menerima Aby, karena ketampanan dan kekayaan nya


__ADS_2