
Sampai menjelang Maghrib Billa masih terduduk di balik pintu,ia memeluk erat kedua lututnya dan menenggelamkan wajahnya di antara lutut dan dadanya,air matanya terus mengalir, tanpa suara Billa masih menangis tersedu, bahunya bergetar, ia merasakan sakit yang luar biasa, tubuhnya terasa bagaikan jelly sehingga untuk berdiri pun rasanya terlalu sulit
" Ya Allah mengapa seperti ini..? apa yang harus hamba lakukan? ampunilah hamba yang sudah mengeluh dengan semua ini, rasanya hamba ga kuat ya Allah,hamba mohon tunjukkan jalan mana yang harus hamba ambil?" ucap Billa lirih dalam tangisnya
Billa benar-benar merasa hancur, dengan tangan bergetar perlahan ia membuka map yang Erick serahkan padanya tadi, dan ia semakin sakit saat melihat isi map tersebut yang sesuai dengan apa yang dikatakan oleh sesil, Billa merasakan dunianya seakan runtuh di atas tubuhnya,ini lebih sakit dari kejadian yang menimpanya beberapa malam lalu bersama Aby, mengingat itu Billa seakan memiliki kekuatan yang entah darimana datangnya
Dengan yakin ia menghapus air matanya, perlahan ia berdiri dan melangkah kekamarnya, Billa menuju kamar mandi untuk membersihkan wajah nya dan berwudhu, setelah selesai ia langsung melaksanakan kewajiban tiga rakaat nya yang ia sambung dengan membacakan ayat suci Al-Qur'an,tak lupa ia mendoakan orang -orang yang ia sayangi dan juga mendoakan dirinya sendiri agar lebih kuat menghadapi semua kenyataan hidupnya
Suara azan Isya berkumandang, Billa melanjutkan dengan shalat isya,ia sudah sedikit lebih tenang dan ia juga sudah memutuskan apa yang akan ia lakukan kedepannya, Billa mengambil keputusan sesuai dengan yang disarankan oleh kepala sekolah nya saat di sekolah kemarin, tapi ia sedikit merubah proses nya, setelah membereskan perlengkapan Shalat nya, Billa melangkah menuju ranjang nya, ia meraih handphonenya dan menghubungi kedua sahabatnya
Tuuuuuut
📱-" Ya ada apa bab?" tanya Mona saat menerima panggilan Billa
📱-" Apa cantik?" suara Kiki di seberang, Billa melakukan panggilan telepon di grup mereka
📱-" Assalamualaikum All" ucap Billa lembut mengingatkan kedua sahabatnya untuk mengucapkan salam terlebih dahulu
📱-" Waalaikum salam buk ustazah... sorry" ucap Mona dan Kiki bersamaan, membuat Billa langsung tersenyum, hanya mereka yang bisa membuat Billa tersenyum untuk saat ini, oleh karena itu Billa merasa hanya mereka yang Billa punya saat ini, hanya saja Billa belum siap untuk menceritakan tentang kebenaran yang sekarang harus ia hadapi
📱-" Besok kalian ada waktu? aku mau bicara penting" tanya Billa to the point
📱-" Buat orang cantik pasti ada dong" jawab kompak Mona dan Kiki
📱-" Ok aku tunggu besok jam 11.00 di dekat danau yang biasa kita datang, setelah dari situ besok sekalian kita pamitan sama adik-adik di taman" ucap Billa memutuskan
📱-" Tumben Lo ngajakin kesana? udah lama kita nggak ketempat itu,Lo ada masalah?" tanya Mona
📱-" ia tumben say?" tambah Kiki
📱-" kangen aja sama tempat itu, udah ya .. jangan lupa aku tunggu besok dan jangan sampai telat, Assalamualaikum " ucap Billa mengakhiri panggilan nya setelah mendengar jawaban salam dari kedua sahabatnya
Setelah nya Billa beranjak dari tempat tidur nya,ia meraih tas punggung nya dan mulai merapikan barang-barang pribadi miliknya, menyusunnya dalam tas tersebut, setelah selesai Billa memutuskan untuk langsung tidur,ia sudah tidak ingin lagi mengeluh atau menangisi keadaan nya saat ini, tekadnya sudah bulat,ia sudah menuliskan sepucuk surat untuk Aby dan akan ia letakkan di kamar Aby
Di negara Eropa Aby baru saja selesai melakukan pengecekan di lokasi proyek nya,ia dan asisten pribadi sekaligus sahabat nya itu langsung menuju apartemen nya,ia sedikit terburu-buru karena harus menghadiri acara pelelangan perhiasan dari beberapa brand ternama yang dipastikan akan memamerkan berbagai macam perhiasan terbaik mereka yang dihiasi dengan berbagai jenis permata
Aby sudah selesai dengan stylish nya,ia langsung keluar dari apartemen nya karena sang asisten sudah menunggunya, menempuh perjalanan sekitar 20 menit mobil mewah Aby memasuki gerbang hotel berbintang, tempat acara pelelangan di gelar, asisten Aby langsung memarkirkan mobil tersebut di parkiran yang memang sudah ditentukan
__ADS_1
Acara berlangsung sangat meriah dan beberapa perhiasan yang bertahta berlian,Ruby,mutiara dan beberapa jenis yang lainnya sudah hampir habis terjual,Aby tidak tertarik sama sekali dengan semua itu, ia hadir hanya untuk memenuhi undangan dari rekan bisnisnya yang menawarkan kerjasama,tapi matanya langsung terfokus dan konsentrasinya buyar saat panitia menampilkan sebuah kalung dengan liontin berwarna biru,membuat Aby langsung mengikuti beberapa penawaran
" xxxxxxx Us dollar ada yang minat?" tanya salah satu panitia dan langsung di sambut histeris oleh para tamu wanita,dan lagi-lagi Aby yang menyebutkan harga tertinggi
Akhirnya Aby yang memenangi pelelangan tersebut,Aby memandangi sebuah liontin indah yang berada di tangan nya, liontin dengan harga fantastis bahkan bisa ditukar dengan tiga mobil mewah buatan Eropa, beberapa orang merasa tidak percaya saat melihat Aby berani menyambut penawaran yang sangat fantastis dari panitia dan bertanya siapa wanita yang sangat beruntung yang akan Aby berikan perhiasan yang hanya ada satu di dunia tersebut, melihat Aby yang masih sangat muda mereka yakin Aby masih single, terlebih belum ada berita yang menayangkan tentang wanita yang berada dalam kehidupan pribadi aby
" Untuk siapa Lo beli liontin semahal itu ?" tanya William sang sahabat sekaligus asisten pribadi
" Ga tau.." jawab Aby jujur, karena ia memang belum merasa mendapatkan seseorang yang benar-benar memenuhi hatinya
" Makanya cari istri, minimal calon lah yang beneran ada di hati Lo,tapi ya kalo Lo ikhlas mau kasi buat para wanita penghibur Lo sih up to you" ucap William sang sahabat plus asisten pribadi
" Gue udah punya istri" jawab Aby santai,tanpa ia sadari bahwa dirinya sudah mengakui pernikahan nya dengan Billa
" Hahaha halu Lo kelewatan bro" jawab William menertawakan Aby sang Sahabat plus Bos
Aby tidak menjawab ia hanya tersenyum seraya menggeleng dan menggidikkan bahunya seakan tidak terprovokasi dengan ucapan Willi,ia menyimpan kotak berudu yang berbentuk persegi panjang tersebut kedalam saku jasnya dan kembali fokus pada layar handphone pintar miliknya,Aby memeriksa beberapa email dari asisten pribadi nya yang di Indonesia
" Berapa lama lagi kira-kira gue harus disini?" tanya Aby pada William
" Sekitar satu Minggu mungkin atau sepuluh hari,apa ada masalah dengan perusahaan bokap Lo di Indonesia?" tanya William pada sang Bos,ia sedikit heran Aby yang nampak gelisah sejak ia tiba di negara tersebut
" Dengan siapa? sesil? gue denger dari Zidan kalian putus,ada masalah apa? gue kira dia pilihan terakhir Lo,secara dia cewek paling lama Lo pacari,ternyata Lo putusin juga" tanya William yang kembali fokus dengan kemudinya
" Bukan, selama gue jalan sama dia gue ga ada rasa lebih,sama dengan yang lain" jawab Aby santai
" Maksud Lo dia cuma buat ngisi kekosongan Lo doang? kejam memang Lo,udah Lo apaain aja tu anak orang? Trus masalah dengan siapa? lawan bisnis Lo? tanya William yang semakin penasaran
" Lo pikir gue player yang suka tebar benih? masalah gue ga ada hubungannya dengan kerjaan,kalo gue bilang gue udah punya istri Lo percaya?" jawab Aby santai tanpa membuka matanya
" Hahaha...Lo kesambet setan apaan sih? ngehalu Lo aneh tau ngak? ngehalu kok punya istri, boleh sih tapi Lo masih muda man, udah ga tahan Lo? sabar beberapa tahun lagi,bahkan gue lebih tua dari Lo" jawab William yang disertai dengan tawa terbahak-bahak
" Brengsek Lo " jawab Aby seraya meninju lengan William yang semakin terbahak-bahak mendengar ucapan Aby
Tak butuh waktu terlalu lama akhirnya Aby tiba di apartemen pribadinya yang biasa ia tinggali saat kuliah di negara tersebut,ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya agar nyaman saat beristirahat, karena waktu sudah lumayan larut, sedangkan Willi juga langsung menuju unit apartemen miliknya,ia juga sangat lelah dan ingin langsung beristirahat
Di Eropa Aby baru saja tertidur malam, sedangkan di Jakarta Billa baru selesai dengan Shalat dua rakaat nya,ia melanjutkan mengemasi barang-barang pribadi miliknya,dan mengisinya dalam tas, Billa meletakkan tas tersebut di depan pintu kamar miliknya,ia kembali ke kamarnya mengambil tas sandang miliknya dan handphone,serta amplop dari Erick dan selembar surat yang sudah ia siapkan semalam
__ADS_1
Billa memasuki kamar Aby, seperti biasanya aroma maskulin khas parfum limited edition milik pria itu selalu yang pertama tercium oleh Indra penciuman nya,BIlla memindai seluruh sudut kamar tersebut,kamar yang biasa ia bersihkan selama beberapa bulan ini, sudah hampir satu Minggu ia tidak membersihkan kamar tersebut dan mungkin untuk selamanya
Billa meletakkan amplop dari Erick di atas nakas, bersamaan dengan sepucuk surat yang sudah ia siapkan, Billa juga meletakkan black card yang Aby berikan padanya saat pertama kali Aby mengantar nya ke apartemen tersebut, setelah nya Billa langsung meninggalkan kamar tersebut, sebelum benar-benar keluar sesaat ia menghirup dalam aroma maskulin khas Aby,merasa nya lamat-lamat dengan mata terpejam, entah untuk apa... bahkan Billa tidak memiliki alasan, hatinya yang menginginkan hal itu
" Tuhan bantu aku untuk melupakan semua nya dan ampuni aku mengambil keputusan ini tanpa izin suami.. hati ku terlalu sakit jika harus bertemu dengan nya,bahkan mendengar namanya saja membuat hati ku terasa nyeri" ucap Billa lirih seraya menutup kembali pintu kamar Aby,kamar yang sangat jarang ditempati oleh pemiliknya, karena Aby lebih sering pulang ke apartemen pribadinya
Aby benar-benar sukses menorehkan luka yang cukup besar untuk seorang Salsabila Aulia,luka yang tak berdarah,luka yang tak kasat mata,tapi cukup membuat seorang gadis muda merasa seakan dunianya hancur tak bersisa, mungkin jika tidak takut dengan Dosa... mengakhiri hidupnya adalah jalan pertama yang akan ia pilih
Billa melangkahkan kakinya perlahan menuruni tangga,sebuah tas punggung di tangan nya,tidak terlalu besar karena memang Billa tidak membawa semua barang nya ke apartemen Aby,ia hanya membawa perlengkapan Shalat, sekolah dan beberapa helai baju, karena ia tau hari ini akan tiba, sehingga ia memutuskan untuk membawa yang penting saja
Sampai di ruang tamu Billa mengedarkan pandangannya sesaat mengingat kembali saat pertama ia datang ke tempat tersebut dan hari-hari yang dilalui seorang diri ditempat itu hingga beberapa bulan,dapur yang sesekali ia gunakan untuk membuat sarapan untuk dirinya sendiri,atau membuat seporsi mie saat tengah malam ia merasa lapar, atau sekedar datang untuk mengambil minum dan makanan yang ia simpan dalam lemari pendingin, semuanya kembali terekam dalam ingatannya, bagaikan kaset yang berputar menampilkan cerita yang ada di dalam nya
Menghela nafas panjang Billa langsung melangkah menuju pintu,menarik handle nya, Billa melangkah keluar dan menutup pintu itu kembali, mengucapkan Basmalah akhirnya Billa memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat yang cukup mewah bagi nya, tempat yang Aby sediakan untuk nya selama beberapa bulan berstatus sebagai istri dari seorang Earl Abiyasa Alexander, pengusaha muda, sang pewaris tunggal keluarga Alexander
Kemewahan yang Aby berikan untuk Billa nyata dapat Billa rasakan, seakan ia adalah seorang istri yang Aby inginkan, selayaknya seorang suami yang memberikan kemewahan untuk membahagiakan sang istri,tak pernah sekalipun Billa merasakan kekurangan saat menyandang status sebagai nyonya muda keluarga Alexander, walaupun status nya di rahasiakan
Billa langsung menuju lift, tapi langkah nya terhenti saat bodyguard yang selalu berjaga di lantai tersebut bertanya padanya
" Maaf nona muda.. kalau boleh tau nona akan pergi kemana?" tanya salah satu bodyguard pada Billa karena melihat Billa yang menenteng tas punggung yang lumayan besar
" Apa saya harus melapor pada kalian kemanapun saya ingin pergi? " tanya Billa terdengar sangat tenang
" Bukan begitu tapi tuan muda yang memerintahkan untuk mengawasi nona" jawab sang bodyguard
" Oh Tuan muda kalian yang menyuruhnya? lalu saya siapa? tahanan kalian atau tahanan tuan muda kalian?" tanya Billa dengan wajah judesnya
" Anda nona muda kami" jawab bodyguard itu lagi
" Lalu kalau saya nona muda kalian apa hanya perintah tuan muda kalian saja yang harus kalian patuhi? perintah ku tidak?"tanya Billa lagi
" Tidak nona...perintah nona juga harus kami patuhi" jawab bodyguard itu takut
" Kalau begitu,diam disini dan pastikan keamanannya, jangan pernah ikut campur dengan urusan pribadi saya.. karena saya bukan tahanan disini, jalankan perintah saya kalau tidak mau saya pecat sekarang juga " jawab Billa tegas
" Ba-baik nona muda, tapi tolong jangan pecat kami" jawab sang bodyguard yang ketakutan dengan ancaman sang nona muda
" Bagus" jawab Billa santai dan ia kembali melanjutkan langkahnya memasuki lift menuju lantai dasar,ia tidak mau lama-lama karena taksi online pesanan nya sudah menunggu nya di lobby
__ADS_1
Sedangkan para bodyguard nya langsung saling berpandangan setelah Billa benar-benar pergi, mereka mengusap dada karena terkejut,ini pertama kalinya mereka melihat Billa yang judes, karena biasanya gadis cantik tersebut selalu bersikap ramah dan sangat bersahabat dengan mereka
" Ternyata kalau mood nya sedang tidak bagus nona muda lebih garang dari tuan muda" ucap sang bodyguard pada temannya yang langsung di angguki oleh yang lain