
Malam berlalu seakan tanpa terasa oleh keempat gadis cantik itu, mereka terbangun karena mendengar teriakkan alarm di handphone dan jam weker mereka masing-masing,entah karena efek kelelahan atau mungkin karena rasa bahagia yang mereka lalui malam tadi, sehingga membuat mereka tidur dengan perasaan bahagia
" Morning All" sapa Salsabila saat ia keluar dari kamar nya dan ia melihat ketiga sahabat nya sudah duduk di meja makan minimalis salah satu fasilitas yang mereka dapatkan di unit apartemen tersebut,pagi ini Kiki memasak nasi goreng, untuk kegiatan memasak memang Kiki dan Mo yang paling berperan, karena Billa memang tidak pandai memasak, sedangkan Mona ia tidak hobi katanya
Itulah yang dikatakan dengan setiap ada kelebihan pasti akan ada kekurangan, seperti halnya Salsabila yang dikenal cantik,baik,lemah lembut dan pintar pastinya,tapi untuk urusan dapur ia lemah, beberapa kali ia mencoba belajar memasak,tapi yang terjadi ia malah terluka dan parah nya dapur menjadi kacau berantakan, oleh karena itu ketiga sahabat nya melarang nya dengan jika ingin memasak, kecuali jika hanya menyeduh air panas untuk membuat mie instan,teh,susu atau coklat panas
" Morning baby..wah cantik banget sih, sepertinya ada bau-bau orang lagi pe de ka te nih" Ledek Mo setelah mereka menjawab ucapan selamat pagi dari gadis cantik tersebut dan melihat penampilan nya
Billa menggunakan sebuah dress sederhana tapi terlihat sangat elegan dan pas di tubuh idealnya,Billa juga memoles tipis wajahnya dan menggunakan lipstik berwarna natural, Billa juga menggunakan hills senada dengan hijab dan jubah dokter nya, sungguh ia tampil beda di mata para sahabatnya
" Pede Kate dengan siapa coba? katanya disuruh moof on" ucap Billa menggerutu dengan Ledekan ketiga sahabat nya
Sedangkan ketiga sahabat nya hanya tersenyum seraya menggidikkan bahu mereka,biar bagaimanapun dalam hati mereka sangat bahagia dan bersyukur melihat perubahan Billa dan keputusan yang Billa ambil, mereka berharap Billa benar-benar akan melupakan semua kenangan tentang pernikahannya, pernikahan yang terjadi atas dasar keterpaksaan,demi menunjukkan baktinya kepada sang Ayah
Keempat gadis cantik itu langsung memulai sarapan mereka dengan sangat tenang, mereka harus cepat menuju rumah sakit, karena jika telat sedikit saja maka mereka akan terjebak macet dan dapat di pastikan mereka akan terlambat sampai di rumah sakit, terlebih hari ini adalah hari Senin maka seperti biasanya akan ada apel pagi yang akan dipimpin langsung oleh sang direktur utama rumah sakit tersebut
Dan disinilah keempat gadis cantik itu sekarang, dihalaman luas Alexander Hospital, setelah ber macet-macetan akhirnya mereka tiba di rumah sakit tepat waktu, Alexander Hospital adalah salah satu rumah sakit termewah di negara tersebut, mereka sedang mengikuti apel pagi seperti halnya para dokter, walaupun mereka hanya dokter magang tapi tugas mereka tetap sama seperti para rekan mereka lainnya yang memang sudah menjadi tenaga medis di RS tersebut
20 menit waktu yang dihabiskan untuk melakukan apel pagi, yang juga sekaligus sebagai tanda berakhirnya jam kerja untuk para tenaga medis yang bertugas di malam hari, setelah melakukan pergantian shift dan menjelaskan apa yang perlu di jelaskan pada teman lawan shift mereka,maka para tenaga medis yang bertugas pagi pun memulai tugas mereka
" Salsabila...bisa kita bicara sebentar..saya tunggu di ruangan saya sekarang" ucap Brayen pada Billa saat Billa baru keluar dari ruangan istirahat mereka
" Baik Dok" jawab Billa sopan,ia langsung mengikuti langkah tegap Brayen,Billa dengan penampilan nya yang sudah lengkap dengan jas putih nya dan masker putih serta sebuah sneling bertengger indah di lehernya, semua itu semakin membuat ia terlihat sangat anggun dan terkesan lebih dewasa, ditambah lagi hari ini ia sedikit memoles wajah nya dan juga menggunakan hills, sehingga membuat ia semakin menjadi pusat perhatian
" Silahkan masuk" ucap Brayen setelah ia memasuki ruangan nya dan lagi-lagi Billa mengangguk patuh mengikuti perintah Brayen
" Dear... boleh aku tau alasan kamu tidak mau lagi bertugas di klinik kerajaan dan sepertinya kamu ingin menghindari mereka,maaf bukan aku mau ikut campur, dan kamu boleh tidak menjawab jika tidak ingin menjawab,aku bertanya karena semalam saat mama berkunjung ke kediaman mereka,Oma ratu bertanya tentang kamu dan aku" tanya Brayen serius
" Maaf brother...jika keputusan ku membuat mu sulit,aku hanya merasa permintaan Oma ratu tidak sanggup untuk aku penuhi,hanya itu" jawab Billa sopan
" Permintaan apa? kalau boleh aku tau" tanya Brayen lagi
__ADS_1
" Oma ratu meminta agar aku menerima tawaran beliau untuk mendekatkan aku dengan cucu laki-laki beliau" jawab Billa lirih, membuat Brayen langsung melotot sempurna
" Hitto maksud kamu?" tanya Brayen lagi dengan wajah terkejut dan sedikit bernada tinggi
" I- ia ... karena cucu laki-laki beliau yang satu lagi katanya sudah menikah, tapi aku juga belum pernah melihat cucu beliau yang satunya lagi" jawab Billa polos
" Lalu kenapa kamu ga coba dulu mengenal hitto lebih baik,ga harus pacaran, berteman lebih dekat lagi mungkin atau mungkin ada yang tidak kamu suka dari dia?" saran Brayen
" Tidak ada, justru mereka terlihat nyaris sempurna dan itulah yang membuat Billa takut untuk mengenal mereka lebih, bagi Billa mereka itu terlalu tinggi untuk Billa gapai, untuk apa yang terlalu tinggi jika ada yang tidak setinggi mereka " jawab Billa pasti
" Baiklah aku hargai keputusan dan alasan kamu, tapi jika cucu Oma ratu yang satunya lagi datang ke rumah sakit dan ingin bertemu dengan mu,maka tolong temui pangeran dan jelaskan alasan yang masuk akal ke mereka " ucap Brayen memberikan nya saran dan sedikit nasehat
" Baik brother, aku akan tetap bersikap profesional dan maaf merepotkan " jawab Billa sopan dan hanya dijawab dengan anggukan kepala oleh Brayen
Billa akhirnya meninggalkan ruangan Brayen dan langsung melangkah menuju IGD dan secara tanpa sengaja ia bertemu dengan Hitto yang di sapa ramah oleh pemuda itu,begitu pula dengan Billa yang menjawab dengan ramah sapaan hitto seraya tersenyum di balik maskernya
Hari ini berlalu seakan begitu lambat bagi Billa dan yang lainnya,begitu pula yang dirasakan oleh Oma ratu,beliau sangat tidak sabar menunggu sang cucu yang berjanji akan datang ke istana nya siang ini untuk makan siang bersama, sedangkan putra dan menantu beliau sedang ada acara kantor di luar kota
" Siang son.. kenapa lama sekali?" tanya Oma Katie sedikit merajuk
" Ada sedikit pekerjaan di kantor dan sore nanti aku dan kak hitto ada undangan seminar di kampus sebagai pengisi acara,jadi aku sedikit membuat persiapan karena aku diminta menjadi Nara sumber" jawab Aby apa adanya
"Lalu kapan kamu akan ke rumah sakit untuk menemui Dokter muda itu? ingat son kamu sudah berjanji akan bawa dia pada Oma" tanya sang Oma serius
" Siang ini Oma... setelah makan siang aku akan ke rumah sakit,aku akan menemui dokter itu,dimana Opa?" jawab Aby seraya bertanya untuk mengalihkan pembicaraan
" Ok Oma tunggu,Opa kamu sedang ada rapat dengan para Mentri " jawab sang Oma lembut
" Baiklah ibu ratu..aku akan makan siang ya,demi Tuhan aku sangat lapar, by..." ucap Aby seraya melangkah menuju ruang makan, sedangkan sang Oma hanya mengangguk dan menatap kepergian nya,dalam hati sangat penasaran tentang pernikahan sang cucu,tapi melihat kesedihan diwajahnya setiap kali di tanya tentang sang istri membuat Oma ratu tidak tega untuk bertanya tentang masalah yang sebenarnya
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan pernikahan mu boy...pasti ada sesuatu yang membuat wanita itu pergi meninggalkan mu, seandainya kamu mau Oma sangat ingin mendekatkan mu dengan dokter muda itu,ia sangat pintar,cantik luar dalam sangat lembut, sungguh wujud nyata bidadari dunia" monolog Oma ratu
Dimeja makan Aby sedang menikmati makan siang nya yang dilayani oleh dua orang pelayan yang memang bertugas khusus untuk melayani setiap ada anggota keluarga kerajaan yang ingin makan dan ada beberapa orang lainnya lagi
__ADS_1
Selesai makan Aby langsung menuju kamar nya,ia ingin mandi dan mengganti pakaiannya,tak butuh waktu lama untuk Aby,tiga puluh menit kemudian ia a sudah siap dengan setelan jas resmi berwarna abu-abu, ditangan nya melingkar indah sebuah jam tangan dari merk ternama dunia
Aby keluar dari kamar nya,menuruni tangga dengan langkah sedikit tergesa, ia menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya yang menunjukkan waktu makan siang pasti sudah selesai bagi para pekerja
Aby langsung menuju mobilnya yang sudah siaga bersama sang supir, tanpa banyak bicara ia langsung memasuki mobil dan mengatakan kemana tujuannya,sang sopir mengangguk patuh dan mulai menjalankan mobil mewah buatan Eropa tersebut dan pastinya dikawal oleh beberapa mobil di depan dan belakang mereka, itulah yang membuat Aby tidak suka tinggal di istana
Tiga puluh menit kemudian mobil yang membawa Aby berhenti tepat di depan lobby rumah sakit, sedangkan mobil para pengawal diperintahkan untuk berjarak sedikit jauh dengan nya,Aby bosan jika kemanapun ia pergi akan menjadi pusat perhatian orang-orang, setelah sang supir membukakan nya pintu Aby langsung keluar dan di susul oleh Zidan yang tadi duduk di kursi depan samping supir
Kedatangan mereka sudah pasti menjadi pusat perhatian,tapi beberapa bodyguard siap menghalau siapa saja yang akan menghalangi sang pangeran,dan kehebohan itu tak luput dari pendengaran para pekerja rumah sakit tersebut, termasuk Billa dan yang lainnya,tapi mereka tidak mungkin melihat wujud sang pewaris tahta kerajaan,mengingat mereka berada di IGD dan sedikit memiliki jarak dengan lobby utama
Di IGD Billa dan yang lainnya sedang lumayan sibuk,ia tidak terlalu mendengar tentang kehebohan yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan di sekitarnya,Billa terus fokus dengan tugasnya,ia sedang menolong korban jatuh dari tangga yang mengalami robek di bagian kepala, sehingga Billa harus menjahitnya
" Tahan sebentar lagi ya tuan" ucap Billa lembut pada sang pasien yang sejak tadi terus menatap nya,ya pasiennya adalah seorang lelaki muda yang berusia sekitar lima tahun diatas nya atau mungkin lebih
Sedangkan di lorong menuju IGD sedikit terjadi kehebohan, bagaimana tidak empat pria tampan sedang jalan bersama menuju Unit Gawat Darurat, Brayen, hitto, Zidan dan Aby sedar berjalan sambil sesekali ngobrol,ya tadi saat datang Aby langsung menuju ruangan hitto dan meminta padanya agar mengantarkan nya untuk menemui dokter muda yang sang Oma inginkan dan saat bersamaan Brayen juga ada di ruangan hitto
" Untuk berbicara dengan dokter Aulia... Brayen lebih dekat dengan nya" ucap hitto memberitahukan
" Bukankah Lo juga ahlinya wanita? kenapa ga mendekati dokter itu juga? atau mungkin dia ga sesuai dengan kriteria kamu?" ledek Aby pada sang sepupu
" Bukan karena kriteria,tapi karena sikap cueknya yang bikin gue sedikit tertantang untuk mendekati dia dan selalu mendapat penolakan " jawab Hitto jujur
" Apalagi sekarang dia di kabarkan sedang dekat dengan seseorang yang bekerja di kedutaan besar negara ini " tambah Brayen
" Ternyata kalian berdua udah ga setangguh dulu lagi ya menjadi petualang wanita" Ledek Aby
"Lo nantang kami?" tanya Brayen dan hitto bersamaan yang di balas dengan gidikan bahu oleh Aby
" Ok...kita lihat ya apa Lo bisa dekati tuh dokter" ucap hitto geram
" Gue udah punya istri.. kalau kalian lupa" jawab Aby santai
__ADS_1