Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
06


__ADS_3

Sudah satu Minggu Salsabila berada di kota Jakarta,ia sudah mulai merasakan kebosanan karena hanya berdiam diri di rumah dan hanya melakukan kegiatan di area rumah saja, sesekali ia ikut sang ayah belanja ke pasar untuk keperluan dagangan sang ayah dan juga untuk kebutuhan mereka sehari-hari


Sang Ayah tidak pernah mengizinkan nya keluar rumah sendirian, walaupun hanya sekedar berjalan-jalan di sekitar tempat tinggal mereka,tuan Ahmad hanya mengizinkan putri nya melakukan aktivitas sebatas pagar rumah mereka, karena beliau khawatir pada putrinya, mengingat sang putri yang jarang berada di kota tersebut dan juga daerah tersebut sering terjadi tawuran atau balapan liar antar para anak muda yang kebanyakan berasal dari keluarga terpandang


Sore ini Salsabila akan menyusul sang ayah ketempatnya mangkal dan akan membantunya,itupun setelah melalui proses permohonan yang cukup panjang, dengan berat hati akhirnya sang ayah memberikan izin remaja cantik tersebut menyusulnya ke lapak dagangan


Sang Ayah berangkat seperti biasanya setelah ashar dan akan kembali sekitar pukul sepuluh malam, tergantung pada keadaan dan terkadang beliau akan pulang lebih awal jika dagangan nya laris manis


Sedangkan Salsabila menyusul setelah selesai membereskan rumah dan membantu sang nenek menyiapkan beberapa menu untuk mereka berbuka puasa dan mulai sore ini Salsabila akan berbuka bersama sang ayah di lapak dagangan, sedangkan sang nenek sangat mendukung keputusan Salsabila


memakai dress sederhana dan hijab, Salsabila mulai menyusuri jalanan yang terlihat mulai ramai dengan kendaraan orang pulang kerja dan orang - orang yang berburu menu berbuka puasa, dengan menenteng paper bag yang berisikan menu berbuka puasa untuk nya dan sang ayah, Salsabila tampak menikmati perjalanan nya


Sesekali ia tersenyum pada orang yang menyapa dan juga tersenyum padanya,tak terlalu jauh memang jalan yang harus ia tempuh sekitar 20 menit dengan berjalan kaki menyusuri trotoar, rumah mereka yang terletak di pinggiran kota dan bukan kawasan elit, sehingga membuat daerah tersebut sering digunakan untuk arena balap liar dan tempat tongkrongan para anak muda yang kebanyakan berasal dari keluarga kaya raya, sehingga membuat masyarakat sekitar tidak pernah berani menegor para anak muda tersebut


Sesampainya di lapak sang ayah Salsabila langsung ikut membantu ayahnya yang terlihat sedikit kerepotan karena ada beberapa pengunjung yang kebanyakan anak-anak dan remaja, dengan cekatan dan senyuman Salsabila menyapa para pembeli dan melayani mereka


" Wahh... udah pake karyawan ya pak...?" tanya salah seorang pelanggan paruh baya


" hehehe..bisa aja..ini anak saya buk" jawab pak Ahmad ramah dengan senyuman yang tak pernah luntur dari wajah nya


" Emang biasanya dimana pak..? kok ga pernah keliatan?" tanya lagi wanita paruh baya tersebut


" Di kampung buk... dengan nenek nya" jawab pak Ahmad lagi


" sekolah kelas berapa nak?" tanya wanita itu lagi,ia sedikit penasaran karena melihat indahnya mata Salsabila dengan bola mata yang bewarna sedikit kebiruan, karena Salsabila menggunakan masker


"kelas 8 dan akan naik kelas 9 Tante" jawab Salsabila lembut dan ramah,ia terlihat tersenyum dibalik masker yang menutupi hampir seluruh wajah nya


" Tante kirain udah SMU, habis badan nya tinggi banget" ucap wanita tersebut seraya mengagumi dalam hati tentang sosok Salsabila


" Hehehe belum tante " jawab Salsabila lembut seraya menyerahkan beberapa bungkus nasi goreng pesanan wanita tersebut


" Kembalian nya buat kamu aja ya cantik.." ucap wanita tersebut saat menyerahkan selembar uang kertas berwarna merah pada Salsabila


" Eh...ga usah Tante... kembalian nya masih banyak loh..." ucap Salsabila merasa sangat tidak enak pada wanita paruh baya tersebut


" Ga apa sayang... untuk beli takjil..Tante ikhlas kok..kamu pasti cantik..Tante suka banget liat mata kamu, ya udah Tante pamit ya.. terimakasih.." ucap wanita paruh baya tersebut dengan senyuman mengambang seraya mengusap lembut lengan Salsabila


" Tante bisa aja... terimakasih banyak ya Tante.." jawab Salsabila lembut seraya tersipu malu


Wanita paruh baya tersebut mengangguk sambil tersenyum dan melangkah meninggalkan gerobak dagangan tuan Ahmad,ia menuju mobilnya yang terparkir di sebrang jalan, Salsabila tersenyum dan mengangguk saat wanita paruh baya tersebut melambaikan tangannya dari dalam mobil


" Baik dan ramah banget ya yah ibuk tadi" ucap Salsabila pada sang ayah saat keadaan sudah mulai sedikit sepi, karena memang waktu berbuka puasa sudah semakin dekat, hanya menunggu beberapa menit lagi


" Ia..beliau memang baik dan sangat pemurah, sudah hampir setahun ini menjadi langganan ayah, biasanya malem sehabis Maghrib gitu, sepertinya beliau sekalian mengawasi para anak muda yang suka nongkrong di persimpangan depan, mungkin salah satunya ada anak nya" ucap tuan Ahmad menceritakan


" Pasti orang kaya , mobilnya aja bagus banget.. kayak di luar negeri dan di TV" komentar Salsabila seraya sedikit tertawa


" Ia sepertinya begitu..kamu ga mau beli takjil nak?" tanya sang ayah pada putrinya

__ADS_1


" Ngak deh yah... Billa belinya nanti malam aja, Billa mau beli bakso.. boleh kan yah" tanya Salsabila pada sang ayah


" Oh ya sudah terserah kamu aja, emang kamu ga tarawih...? ayah tarawih di masjid dekat persimpangan jalan itu" tanya tuan Ahmad seraya menunjuk ke sebuah masjid yang tampak dari tempat mereka jualan


" Billa juga Shalat di situ aja yah.. biar bisa lanjut bantuin ayah" jawab Salsabila


Tak berselang lama terdengar suara dari masjid terdekat, yang menandakan waktu berbuka puasa telah tiba , kedua ayah dan putri nya itu langsung membacakan doa dan berbuka bersama, keduanya tampak hikmat menikmati menu sederhana mereka, walaupun sesekali masih ada pembeli yang datang untuk membeli nasi goreng mereka


Selesai berbuka dan beristirahat sejenak,dan merapikan dagangan serta menutup nya, keduanya langsung menuju masjid terdekat untuk melaksanakan Shalat Maghrib dan langsung menunggu waktu Shalat Isya dan tarawih,baru setelahnya mereka akan kembali melanjutkan berjualan


Selesai Shalat Salsabila menunggu sang ayah di teras masjid,dan keduanya langsung menuju tempat dagangan mereka dan melanjutkan berjualan untuk beberapa saat lagi


Dari kejauhan Salsabila dapat melihat tak jauh dari lapak dagangan mereka tampak segerombolan anak muda pria dan wanita yang sedang nongkrong dengan motor dan mobil sport mewah Meraka dengan berbagai merek dan tipe


Salsabila dan sang ayah terus melangkah mendekati gerobak dagangan mereka dan melewati para muda-mudi tersebut, beberapa dari mereka tampak melihat kearah Salsabila dan ayah nya, Salsabila hanya menunduk dan tak berani melihat kearah mereka,ia belum terbiasa dengan lingkungan seperti itu


" Nah ni dia si bapak...baru nongol..lama banget sih pak,di tungguin juga dari tadi.." ucap salah satu dari mereka yang memang terkenal paling somplak


" Namanya juga Shalat tarawih den.. pasti lebih lama... mau bapak buatin nasi goreng nya?" tanya pak Ahmad sopan seraya tersenyum ramah


" Ia dong pak.. cepetan ya pak..ga pake lama .. udah laper banget nih pak" jawab pemuda yang dikenal dengan nama panggilan Jo itu


" Ok.. berapa porsi dan pake apa?" tanya pak Ahmad masih dengan wajah tersenyum,pak Ahmad memang selalu bahagia saat melayani mereka, karena walaupun terlihat sering balapan liar dan terkesan anak nakal, tapi mereka tidak pernah mengganggu pedagang sekitar,malah terkadang mereka sering memberikan tips


" Delapan aja dulu deh pak,para ciwi-ciwi ga mau makan malam takut gendut katanya pak, padahal gendut itu kan seksi ya pak,pake udang plus telur ceplok,dan tolong sekalian pesenin minum di sebelah bapak..2 orange juice,3 coffee latte dingin,dan 3 air mineral aja, ok itu aja dulu pak" jawab Jo ramah


" Ah ya...satu lagi pak.. pesan no handphone dan salam kenal sama si cantik yang bareng bapak tadi " ucap nya dengan wajah memelas, membuat pak Ahmad tertawa geli dan menggeleng dengan tingkah konyol Jo,begitu pula dengan para teman nya yang lain, sedangkan Salsabila memang sudah lebih dulu menuju gerobak dagangan mereka,ia langsung membuka dagangan tersebut


" Ga bisa liat yang bening emang ya Lo" ledek salah satu dari mereka yang juga di angguki oleh yang lain


" Kalau beningnya kayak gitu.. siapa juga yang sanggup cuek..,kecuali tuh dua balok Es.noh liat aja... kayak bidadari dari surga..." ucap Jo seraya melihat ke arah Salsabila setelah melirik dua dari temannya yang asyik dengan game di ponsel mereka


Ucapan Jo membuat dua orang yang tadi ia sindir menjadi merasa sedang dibicarakan dan keduanya kompak mengangkat wajah mereka melihat ke arah Jo, sedangkan Jo hanya memasang wajah watados nya


" Jangan liatin gue..ntar naksir Lo pada..noh liat di gerobak nasi goreng... pemandangan nya indah banget.... kayak ngeliat taman seribu bunga" ucap Jo dramatis


" Norak Lo..." ucap Dave salah satu pemuda yang Jo sebut balik es, sedangkan yang satunya matanya mengikuti arah mata Jo, dan tak lama Dave juga melakukan hal yang sama


Sesaat keduanya tertegun, Erick tersenyum Smirk, sedangkan Dave terlihat meneguk kasar liurnya, keduanya memiliki pemikiran masing-masing saat melihat gadis cantik berhijab tersebut, dan keduanya mengakui kecantikan gadis tersebut, termasuk para temen wanita mereka yang juga ikut melihat Salsabila


Di gerobak Salsabila yang merasa ada yang memperhatikan nya,ia langsung kembali menutup sebagian wajahnya dengan masker, karena ia merasa tidak nyaman,dan hal tersebut membuat Jo dan para sahabatnya mendesah kecewa


" Yah ditutup deh.." ucap Jo lemas


Huuuuuuu


Sorak yang lain, membuat Jo tertawa terbahak-bahak, tapi semuanya langsung terdiam saat melihat pak Ahmad dan Salsabila berjalan menuju tempat mereka sedang beberapa piring ditangan, yang artinya pesanan sudah siap


" Hust....hust... Doi kesini tuh.." ucap salah satu teman mereka

__ADS_1


" Sikat Jo.. kalau ga mau gue tikung" ucap Amar teman Jo dan langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh Jo


" Ini den nasi goreng nya,coba dilihat udah sesuai dengan pesanan blom..nak taruh situ nasi nya.." ucap pak Ahmad pada mereka dan pada putrinya


Salsabila mengangguk patuh seraya meletakkan piring yang berisi nasi goreng di tangan nya dan ia langsung mundur setelah selesai meletakkan piring tersebut di atas salah satu kap mobil sesuai dengan perintah mereka


" Makasih ya cantik" ucap jo seraya tersenyum semanis madu


" Ia kak sama-sama" jawab Salsabila sopan dengan suara lembut nya


" Jus nya nyusul ya den" ucap pak Ahmad dan di angguki oleh para pemuda tampan tersebut


" Pak kami pesan minuman botol xxxxx ya " ucap para wanita cantik


" Ia non.. berarti 5 ya?" tanya pak Ahmad dan di angguki oleh mereka


" Sebentar ya biar anak bapak nanti yang akan antar" jawab pak Ahmad dan kembali mereka mengangguk setuju


Salsabila dan sang ayah kembali ke gerobak mereka, tuan Ahmad melanjutkan menyiapkan beberapa pesanan nasi goreng dari pengunjung yang masih menunggu, sedangkan Salsabila menuju salah satu kios yang menjual berbagai minuman kemasan dan cemilan serta rokok,ia menyampaikan pesanan para anak Sultan tersebut


Akhirnya Salsabila lah yang mengantarkan minuman pesanan mereka, karena ia tidak tega melihat yang menjaga kios yang sudah tua,putri dari pemilik kios tersebut sedang pulang sebentar mengantarkan anaknya,ya pemilik kios tersebut adalah seorang janda paruh baya dengan tiga orang anak


" Makasih ya nak..udah nolong kakek.." ucap pria tua tersebut pada Salsabila


" Ia kek..santai aja..cuma nganterin aja kok" jawab Salsabila dengan senyuman ceria


Salsabila melangkah menuju para anak muda tersebut seraya membawa beberapa botol minuman sesuai dengan yang mereka pesan, sesampainya di hadapan mereka ia langsung menyerahkan minuman tersebut pada salah satu wanita cantik yang terlihat tersenyum ramah padanya


" Ini mbak pesanan nya,coba diperiksa dulu udah lengkap belum" ucap Salsabila sopan,ia masih berdiri menunggu jawaban wanita cantik tersebut


" Oh ok.. sebentar ya gue cek dulu..." jawab gadis cantik tersebut


" Silahkan mbak" jawab Salsabila sopan


" Ok bener semua..kok Lo yang nganterin...? si ibuk nya kemana..?" tanya gadis cantik tersebut


" Oh ibuk itu sedang pulang ke rumah nya,dan yang jaga kios nya kakek- kakek, kasian aja sama kakek itu" jawab Salsabila sopan


" Ternyata lo ga cuma cantik ya..tapi juga baik..Erick minta no ponsel lo.. naksir katanya,tuh orangnya yang dingin kayak kulkas" ucap Amar meledek temannya, sedangkan Erick hanya cuek,berbeda dengan Jo yang langsung melotot ga terima karena dari awal dia yang naksir


" Kakak bisa aja.. pesanan nya udah semua kan? terimakasih saya permisi" jawab Salsabila sopan,ia tidak menanggapi ucapan Amar barusan, baginya itu hanya gombalan anak muda seperti biasa sama seperti dirinya dan teman- temannya saat sedang kumpul bareng


Salsabila berbalik dan melangkah meninggalkan mereka, tapi seketika langkah nya terhenti karena ucapan seseorang dan Salsabila kembali memutar tubuhnya menghadap ke arah mereka


" Kok gak di jawab? ga boleh kenalan ya? " tanya Amar lagi


" Boleh kok kak..nama saya salsa..no ponsel nya ...maaf saya lupa baru ganti no baru..lain waktu ya kalau kita ketemu lagi.. Insyaallah " jawab Salsabila bijak,ia terlihat tersenyum dibalik masker nya dan meninggalkan mereka,ia memang selalu berusaha sopan pada setiap orang, karena ia takut jika dikatakan sombong


Amar dan Jo melongo mendengar jawaban Salsabila,begitu pula yang lain nya, Dave menatap serius remaja cantik tersebut, sedangkan Erick kembali tersenyum penuh arti dan bergumam" Menarik" gumam Erick dalam hati, entah apa yang ada dalam pikiran pemuda tampan tersebut

__ADS_1


__ADS_2