
" Mau ya Mo... please..kamu itu baik pake banget" rayu Billa agar mo mau mengantar dan menemaninya ke kediaman keluarga yang paling berkuasa di negara tersebut
" Huft..ya udah deh aku temenin" jawab Mo malas, dengan berat hati Mo mengiyakan permintaan Billa, bukan ia tak sempat atau tak suka berkunjung ke tempat tersebut, tapi ia a ragu apakah ia bisa menguasai dirinya saat bertemu dengan sang putra mahkota kerajaan tersebut
" Alhamdulillah...ya udah yuk" jawab Billa senang seraya menarik lembut lengan mo, sedangkan Kiki dan mona sudah langsung menuju klinik keluarga Brayen karena memang tugas mereka sudah selesai, walaupun berat akhirnya Mo melangkah mengikuti Billa
Billa dan Mo memulai perjalanan mereka, dengan Mo yang menjadi supir,waktu sudah menunjukkan bahwa hampir tiba untuk Billa melaksanakan kewajiban tiga rakaat nya membuat ia sedikit gelisah, mengingat sedikit sulit nya terdapat tempat ibadah untuk umat Muslim di negara tersebut,negara yang memang penduduknya mayoritas beragama non Muslim
" Mo bentar lagi waktu Shalat tiba, gimana ya? menurut kamu mungkin ngak kalau aku numpang Shalat di kediaman mereka?" tanya Billa sedikit sungkan, mengingat Mo juga Non muslim
" Why not...? mereka yang ngundang kamu ke kediaman mereka dan mereka juga tau kamu itu Muslim,ya seharusnya sih mereka bersedia menyiapkan tempat untuk kamu melakukan ibadah sesuai dengan keyakinan kamu dong, itusih kalau menurut aku" jawab Mo yakin
" Seharusnya sih gitu...tapi aku ga enak aja kalau harus merepotkan mereka nantinya" jawab Billa cemas
" Kamu lupa...? si tuan muda hitto itu kan pernah cerita kalau keluarga mamanya ada yang menikah dengan wanita muslim,dan mamanya itu kan putri tertua Oma Ratu " jawab Mo mengingatkan Billa
" Ia ya..aku lupa " jawab Billa dengan tersenyum tipis
" Emang semua tentang dia ga ada yang kamu ingat, tentang kak Brayen juga, yang ada dalam pikiran kamu itu cuma mantan kamu itu" jawab Mo santai seraya melirik sekilas ke arah Billa dengan ekor matanya
" Meninggalkan seseorang itu mungkin sangat mudah Mo...Tapi untuk melupakan seseorang dari dalam hati kita itu... sesuatu yang sulit banget Mo..dan semakin kita paksa maka akan semakin sakit Mo.. sampai-sampai terkadang aku merasa benci dengan diri aku sendiri yang belum bisa melupakan dia " ucap Billa lirih
" Fik...kamu itu udah jatuh cinta sama dia bill, seandainya benci kamu pasti akan emosi saat cerita tentang dia,tapi kamu malah sebaliknya,wajah kamu sendu setiap kali cerita atau ingat dia Bill " jawab Mo yakin
" Entahlah Mo...aku ngerasa hati aku terpenjara oleh bayangan dia,tapi untuk kembali ke dia hati aku belum siap Mo" jawab Billa sendu
" Seandainya Tuhan mempertemukan kalian lagi,gimana bill?" tanya Mo serius
" Untuk bertemu lagi itu pasti Mo,secara disengaja atau tidak, yang pasti aku harus bisa ikhlas dan ngelupain tentang kami,karena saat aku kembali ke Indonesia nanti,aku pasti akan mengunjungi papi sama mami, bagaimanapun aku ga mungkin ngelupain kebaikan mereka ke aku mo,kecuali merekanya yang memang ga mau ketemu lagi dengan aku" jawab Billa jujur
" Kamu yakin akan sanggup ketemu dia? apalagi kalau dia mungkin sudah menikah lagi,apa kamu kuat Billa liat dia bahagia dengan pasangan nya?" tanya Mo lagi
" kalau aku ikhlas pasti aku akan kuat mo, terlebih ga ada kenangan antara kami kecuali malam terakhir pertemuan kami itu" jawab Billa yakin
__ADS_1
" Kamu ga pernah penasaran pengen tau tentang dia sekarang? " tanya Mo penasaran
" Ga Mo... untuk apa? " jawab Billa singkat
" Ia juga sih,untuk apa ya...ga ada gunanya juga, yang ada kamu akan terus hidup dalam bayangan masa lalu, yang harus kamu pikirkan itu...masa depan" ucap Mo bijak
Billa langsung mengangguk setuju dengan ucapan Mo, sampai tak terasa akhirnya mobil mereka sudah sampai di depan gerbang megah nan menjulang tinggi, gerbang dengan lambang khas kerajaan negara tersebut
Beberapa penjaga langsung menghampiri mobil Mo saat melihat mobil tersebut menuju gerbang dan mereka langsung melakukan pemeriksaan sesuai dengan aturan yang berlaku, setelah semua prosedur selesai akhirnya mereka mengizinkan mobil mo memasuki kawasan istana yang berjarak sekitar satu kilometer lagi dari gerbang utama tersebut
Mo memarkirkan mobilnya tepat di tempat parkir yang menang sudah tersedia,tampak berjejer mobil mewah yang terparkir rapi di parkiran tersebut, beberapa pengawal langsung menghampiri mo dan Billa saat melihat kedua gadis cantik itu turun dari mobil,mo dan Billa langsung memberikan tanda hormat serta menunjukkan kartu identitas mereka sebagai dokter muda
" Nona boleh tunggu disini sebentar,saya akan memberikan laporan pada ibu ratu" ucap salah satu dari pengawal kerajaan di istana tersebut
" Baik tuan, terimakasih" jawab Billa sopan seraya melangkah menuju tempat yang ditujukan oleh pelayan istana tersebut
Entah mengapa Billa merasa sangat gelisah dan jantung nya berdetak tak karuan,ia meremas pelan jari-jari tangan Mo,membuat Mo sedikit terkejut dengan reaksi Billa
" Kamu kenapa Bill...? kok kelihatan gelisah gini?" tanya Mo cemas
" Ya Tuhan hamba mohon tenangkan lah hati hamba,hanya Engkau yang maha tau apa yang akan terjadi kedepannya,tapi hamba mohon tunjukkan jalan terbaik untuk hamba" Doa Billa dalam hati,ia mengusap lembut wajahnya dengan kedua telapak tangannya
Sepuluh menit kedua gadis cantik itu menunggu, akhirnya seorang pelayan istana datang menghampiri Billa dan Mo menyampaikan pesan dari sang Ratu
" Maaf Nona lama menunggu...ibu Ratu sudah menunggu di ruangan khusus tamu pribadi beliau,mari Nona saya antar" ucap pelayan tersebut sopan, sekilas ia melirik Billa dengan ekor matanya
" Baik buk.." jawab Billa sopan dengan senyuman manis di wajah teduhnya
Keduanya langsung bangun dari duduknya dan melangkah mengikuti pelayan paruh baya itu, walaupun sudah beberapa kali Billa dan Mo datang ke tempat tersebut,tapi rasa canggung tetap mereka rasakan, terlebih Billa yang memang seorang warga asing dan seorang Muslim, sehingga membuat perbedaan antara mereka sangat mencolok
Setelah berjalan beberapa menit, akhirnya mereka tiba di depan sebuah ruangan dengan pintu yang terlihat sangat mewah,sang pelayan mengetuk pintu itu dan mengatakan bahwa tamu dari sang Ratu sudah tiba,dan setelah mendapatkan izin,sang pelayan langsung memutar handle pintu tersebut dan membukanya lebar agar seraya mempersilahkan Billa dan Mo masuk
" Silahkan Nona...ibu Ratu sudah menunggu" ucap sang pelayan dengan sangat sopan
__ADS_1
" Terimakasih ya buk,maaf sudah merepotkan Anda" ucap Billa lembut seraya tersenyum cantik, sedangkan sang pelayan hanya mengangguk dengan tersenyum tipis,ia sangat mengagumi sosok Salsabila yang terlihat sangat sopan dan cantik pastinya
" Selamat sore Oma Ratu..." sapa Mo dan Billa seraya menunjukkan tanda hormat
" Selamat sore. ... Maaf jika saya Sudah mengganggu waktu kalian, terutama kamu dokter Aulia,saya yakin jadwal kamu pasti sangat padat, mari silahkan duduk"ucap istri dari sang penguasa negara tersebut
" Tidak sedikit pun mengganggu,hanya saja beberapa hari yang lalu ada sedikit kegiatan di kampus, sehingga membuat kami selesai saat sudah malam,maaf kalau Billa telat memenuhi undangan Oma Ratu" Jawab Billa sopan
" Tidak apa sayang..kamu sudah mau datang hari ini saja sudah membuat Oma cukup bahagia dan semoga kamu selalu bahagia " Ucap sang Oma ratu
Akhirnya Billa dan Mo mengobrol panjang lebar sambil sesekali bercanda dengan Oma Ratu, dan Billa juga melaksanakan kewajiban tiga rakaat nya di Istana negara tersebut yang ternyata di sambut baik oleh sang penguasa beserta sang istri, hingga pada akhirnya Billa dan Mo melakukan makan malam bersama di tempat nan megah tersebut
" Terimakasih ya Dokter Aulia da Dokter Mo..Oma sangat terhibur dan bahagia dengan kehadiran kalian " ucap Oma Ratu pada Billa dan Mo
" Kami yang seharusnya berterimakasih atas jamuan dari Oma" jawab Billa sopan
" Itu bukan apa-apa dibandingkan dengan kehadiran kalian,lain waktu sempatkanlah untuk mengunjungi wanita tua ini lagi" ucap Oma Ratu
" Pasti Oma...jika Tuhan mengizinkan kami pasti akan mengunjungi tempat indah ini,Oma sehat selalu ya supaya kita bisa bersama lagi " jawab Billa lembut
" Oma akan selalu berusaha untuk sehat sayang... apalagi jika kamu mau menerima cucu Oma, dan maaf sebenarnya Oma ingin mengenalkan kami dengan cucu laki-laki Oma yang satunya lagi,tapi sayangnya hari ini dia sedang berkunjung ke luar kota,tapi tidak apa.. lagi pula dia suda menikah, dan putra Oma juga sedang di negara ini tapi mereka sedang menghadiri acara Amal di luar kota" Ucap Oma Ratu dengan wajah sedikit menyesal
" Oma bisa saja,saya hanya warga negara asing di negara Oma ini dan juga bukan siapa-siapa,pasti banyak diluaran sana yang sangat cocok dengan cucu Oma dan sayang sekali ya kami belum diberi kesempatan untuk mengenal keluarga Oma yang lain,neks time pasti akan ketemu kok" Jawab Billa sopan
" Kami izin pulang ya Oma.. sekali lagi terimakasih banyak atas undangan dan jamuan Oma,kami merasa sangat terhormat " ucap Billa lembut seraya meraih dan mencium punggung tangan wanita renta itu
" Berhati-hatilah dalam perjalanan, Oma masih menunggu kedatangan kalian selanjutnya " ucap tulus Oma Ratu
Akhirnya Billa dan Mo memutuskan untuk langsung pulang ke apartemen mereka, dan setelah kepergian dua gadis cantik itu ternyata tuan Lincoln dan nyonya Tamara baru saja sampai yang tak lama kemudian di susul oleh sang putra
" Kalian telat beberapa menit saja,baru saja dokter Aulia pulang dari makan disini" ucap Nyonya Ratu dengan wajah terlihat sangat bahagia
" O ya.. sayang sekali" sesal putra dan menantu beliau dengan wajah sedikit kecewa, sedangkan Aby terlihat cuek seakan tidak ada niatan untuk mengomentari omongan para orang tua tersebut
__ADS_1
Tanpa bicara sepatah katapun Aby memutuskan langsung pergi ke kamarnya,hati nya sedang tidak baik-baik saja sudah beberapa hari ini,sejak Setelah bertemu dengan Billa, walaupun ia sudah mengambil keputusan tapi sayangnya ia masih sangat sibuk