
Hari yang melelahkan dan cukup mendebarkan untuk keempat gadis cantik itu, khususnya untuk Salsabila, akhirnya selesai juga,kini mereka sudah berada di apartemen mereka, sedang asyik nonton drama Korea kesukaan mereka sambil ngemil makanan ringan, keempatnya memilih ruang tamu yang hanya terdapat sebuah karpet bulu dengan ukuran lumayan lebar, ruang tamu mereka sengaja tidak menyediakan sofa, karena mereka merasa lebih nyaman memakai karpet dan mereka juga sangat jarang menerima tamu,jika pun ada hanya teman wanita
" Kalian kenal ya sama salah satu narasumber di seminar tadi?" tanya Mo penasaran
" Cuma dokter Brayen,sama satu lagi tadi kak Earl Abiyasa... kebetulan dia itu senior kami di High school Indonesia, tapi mungkin dia ga kenal sama kami,secara dia itukan temenannya dengan yang setara dengan mereka" jawab Mona apa adanya
" Kenapa?" tanya Mona lagi
" Ga sengaja tadi dengar kalian ngomongin tentang dia dan asisten nya" jawab Mo jujur
" Oh.. hehehe..dia itu most wanted nya para senior kami dan termasuk para junior juga,cuma Billa aja sih kayaknya yang ga pernah perduli atau terlibat skandal dengan dia" jawab Kiki semangat
" kok aku?" tanya Billa langsung saat mendengar ucapan Kiki
" Kan emang ia Lo ga pernah Mandang atau muji dia" jawab Kiki jujur
Billa tidak menjawab ia hanya menggidikkan bahunya cuek, kepalanya cukup pusing dan jantung nya hari ini terasa sangat lelah, bukan karena ia punya riwayat sakit jantung, tapi karena ia belum siap untuk kembali bertemu dengan Aby, waktu dua tahun rasanya belum cukup baginya untuk melupakan pria yang berstatus suami itu, mengingat kata suami... apakah mereka masih berstatus suami istri? batin Billa, mungkin saja pria tampan itu sudah menikah dengan kekasihnya
Lelah ngobrol dan nonton yang dibarengi dengan canda tawa, walaupun sedikit tapi itu cukup membuat hati Billa yang sedang kacau jadi jauh lebih baik, akhirnya mereka memutuskan untuk menyudahi nonton bareng dan langsung tidur setelah sedikit merapikan ruang tamu yang tadinya sedikit berantakan karena ulah mereka yang membuang asal kemasan cemilan yang mereka makan
Tak terasa pagi menjelang, menyapa penduduk bumi, mentari mulai menampakkan sinarnya menggantikan sang rembulan,Billa dan ketiga sahabatnya baru saja selesai dengan rutinitas pagi mereka dan bersiap untuk sarapan sebelum menuju ke rumah sakit
Billa tampil begitu anggun dan cantik pastinya,ia memakai dress simple tapi elegan,tak lupa hijab dan hils serta sedikit menyapukan makeup flowless ke wajahnya,Billa keluar dari kamar lengkap dengan sebuah tas sandang miliknya dan sebelah tangan nya memegang jas putih khas dokter,dan hari ini mereka akan ke kampus setelah makan siang, kampus akan mengadakan acara sosial dan rencananya mereka akan ikut
" Huh ... kayaknya ada yang makin hari makin cantik aja deh ya, udah mirip seperti dokter beneran deh" Ledek Mo saat melihat Billa keluar dari kamar dan menuju meja makan
" Emang cantik dari lahir...kali" jawab Billa santai dan mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi di meja makan, jawaban nya yang terkesan cuek membuat ketiga sahabat nya gemas
" Percaya diri sekali Anda???" ledek Mona seraya memakan nasi goreng milik nya
" Kan kalian yang selalu bilang....ayo dong Salsabila Aulia moof on, nikmati hidup dan masa muda Lo,belajar merias diri biar keliatan lebih dewasa ga kayak anak kecil" jawab Salsabila seraya menirukan ucapan ketiga sahabatnya jika mereka sedang geram melihat Billa yang terkesan diam
Sedangkan ketiga sahabat nya hanya nyengir kuda menampilkan gigi putih mereka seraya menggaruk tengkuk yang tidak gatal " Ya Tuhan... terimakasih telah membuat sahabat cantik hamba ini moof on dari mantan" Ucap Kiki tiba-tiba membuat yang lain langsung tersenyum, sedangkan Billa langsung melotot sempurna
" Iiihhh mana ada mantan...aku sama dia itu fatner kerja ,ya kami itu fatner kerja" ucap Billa dengan wajah santai,ia bertekad untuk berusaha melupakan Aby,melihat Aby yang menampilkan ekspresi biasa saja saat pertemuan pertama mereka
" Hahaha..... mana ada fatner kerja main hati, yang ada fatner 18+ " ledek Mo bersemangat, sedangkan Kiki dan mona masih tertawa terbahak-bahak
" Apaan sih..ga je banget" jawab Billa dengan wajah merah
Hal itu membuat ketiga sahabat Billa kembali tertawa terbahak-bahak melihat wajah cantik Billa yang berubah merah karena menahan malu oleh Ledekan mereka
" Aku tinggal ya, udah hampir telat nih" ucap Billa seraya meneguk susu hangat miliknya,ia baru selesai menghabiskan rotinya,hal yang sama juga dilakukan oleh ketiga sahabatnya, mereka langsung meminum air putih Mereke setelah nasi goreng dipiring mereka habis
" Yok.." ajak Mo yang langsung berdiri seraya menyerahkan kunci mobilnya pada Mona agar gadis itu yang menyetir dan mona tidak pernah merasa keberatan
Keempat gadis cantik itu langsung keluar dari apartemen mereka, melangkah menuju lift untuk turun ke lantai dasar, keempat nya asyik ngobrol saat di dalam lift yang juga terdapat beberapa orang lainnya dengan tujuan yang sama yaitu lantai dasar
Lift berhenti menandakan lantai tujuan mereka sudah sampai, semuanya keluar saat pintu dari benda persegi itu terbuka, semuanya melangkah menuju tujuan masing-masing,begitu pula dengan Billa dan ketiga sahabatnya, mereka menyusuri lobby apartemen dan langsung menuju basement tempat mobil Mo terparkir
__ADS_1
" udah siap semua?" tanya Mona saat ia sudah memasang seal Beat nya dan sekilas melihat ke samping dan kursi penumpang bagian belakang dari kaca spion yang terdapat di dalam mobil
" Udah yok..keburu telat nanti" jawab Mo yang duduk di kursi belakang bersama Billa, sedangkan Kiki duduk di kursi tepat di samping Mona yang menjadi supir
" Ok..." jawab Mona singkat setelah mengucapkan doa pendek dalam hati nya untuk keselamatan mereka dalam perjalanan,Mona mulai menjalankan mobil tersebut secara perlahan dengan kecepatan sedang, sesekali mereka ngobrol membahas beberapa hal yang terjadi di rumah sakit atau di kampus saat seminar kemarin
Hanya sekitar 30 menit akhirnya mobil yang membawa mereka sampai di parkiran Alexander Hospital, setelah memastikan mobil terparkir dengan baik dan benar, keempat nya langsung keluar dari mobil dan meninggalkan parkiran setelah yakin mobil sudah terkunci
Keempatnya berjalan menuju lobby utama rumah sakit dengan langkah anggun, wajah cantik mereka selalu menjadi pusat perhatian para pekerja lainnya dan beberapa pengunjung yang berpapasan dengan mereka, sebagian pekerja yang sudah sering melihat Billa sedikit terkejut saat melihat gadis cantik yang biasanya terlihat sangat alami tanpa polesan kini menjelma bak bidadari, mereka mengagumi perubahan pada Billa walaupun sangat sedikit, karena memang Billa memakai makeup flowless yang sangat natural
" *Dokter koas itu benar-benar sangat cantik ya"
" Ia bagaikan tidak disukai oleh dokter Brayen dan juga tuan muda hitto"
" Aku yang wanita saja tidak pernah puas melihat wajah cantik nya"
" tapi kelihatannya dia selalu menghindar setiap tuan muda hitto mendekatinya"
" Mungkin dia udah ada hubungan khusus dengan dokter Brayen"
Begitulah kira-kira obrolan para pekerja di Alexander Hospital saat Billa dan ketiga sahabatnya melewati mereka atau berpapasan dengan mereka*
Sejujurnya Billa sangat merasa tidak nyaman setiap kali dirinya menjadi pusat perhatian, bukannya makin percaya diri,Billa justru menjadi sangat tidak nyaman,ia lebih suka saat orang-orang terlihat cuek bahkan tidak terlalu memperhatikan nya
" Kayaknya makin hari kita makin jadi pusat perhatian mereka deh" ucap Mona yang juga di angguki setuju oleh yang lain nya
" Aku jadi merasa ga nyaman banget tau gak" jawab Billa apa adanya
" Apalagi yang jadi pusat perhatian utama mereka itu kamu bill" ucap Mo , Salsabila yang mendengar ucapan Mo langsung menatap wajah sahabatnya itu dengan mata melotot tanda protes
Keempatnya sudah berada di ruangan khusus tempat mereka menyimpan barang-barang pribadi dan tempat mereka untuk sekedar istirahat dan para rekan mereka lainnya
" Pagi dokter" sapa beberapa perawat saat melihat mereka memasuki ruangan tersebut
" Pagi..." Jawab mereka serentak
" Wah dokter Aulia semakin hari semakin cantik ya" puji salah satu perawat
" Bisa aja bercandanya mbak" jawab Billa sopan dengan senyuman manis nya
" Ga becanda kok Dok,semua yang di rumah sakit ini juga mengakui itu kok" jawab perawat satunya lagi
Billa hanya menanggapi nya dengan senyuman manis, bukan merasa bangga,tapi ia malah merasa semakin tidak nyaman,dan merasa pergerakan nya menjadi pusat perhatian dan dia sangat tidak menyukai itu
Semuanya bubar saat jam menunjukkan waktunya mereka untuk bertugas menggantikan teman mereka yang bertugas di malam hari,begitu pula dengan Billa dan ketiga sahabatnya, mereka langsung menuju UGD tempat mereka untuk melakukan tugas sesuai dengan perintah konsulen mereka
" kira-kira hari ini rame ngak ya...?" ucap Mo saat mereka duduk di meja yang dikhususkan untuk para dokter yang bertugas di IGD
" Semoga ga terlalu rame...sumpah yang kemaren aja lelahnya belum hilang " jawab Kiki serius, sedangkan Billa hanya tersenyum tipis seraya menggidikkan bahunya
" Nikmati aja kali,mana ada pekerjaan yang ga cape,makan aja cape" jawab Mona santai
__ADS_1
"Bener tuh" jawab Billa singkat
" Apalagi kerjaan di atas ranjang...ia kan bill??" ledek Mo dengan senyuman mesum nya
" Apaan sih " ucap Billa dengan wajah memerah dan mata melotot sempurna
" Hahaha" Tawa Mo,Mona dan Kiki bersamaan melihat wajah cantik Billa yang memerah karena malu
" Dokter Aulia... ditunggu dokter Brayen di ruangan beliau" ucap salah satu perawat di depan meja mereka, membuat ketiga sahabat Billa langsung menghentikan tawanya
" Oh ia sus.. saya akan segera kesana, terimakasih ya sus" jawab Billa sopan
" Ia dok sama-sama" jawab perawat tersebut seraya tersenyum ramah
Billa langsung bangkit dari duduknya dan menyerahkan buku yang tadi ia pegang sekedar melihat pasien yang masuk malam tadi
" Aku ke dokter Brayen dulu ya" pamit Billa pada ketiga sahabatnya dan beberapa rekan lainnya
" Ok... hati-hati dimakan ya,masih pagi ini " Ledek Mo saat Billa mulai melangkah meninggalkan mereka,membuat Billa langsung menghentikan langkahnya dan berbalik menatap mereka
" Emang aku roti " jawab Billa singkat dan kembali melanjutkan langkahnya menuju ruang Brayen
Walaupun sedikit penasaran tapi Billa tetap berpikir positif,ga biasanya Brayen meminta perawat yang memanggilnya saat dokter tampan itu membutuhkan dirinya atau ingin menyampaikan sesuatu padanya,ya dokter Brayen memang lebih sering memanggilnya langsung tanpa memerintahkan pada yang lain
Entah mengapa ada sedikit rasa kecewa di hati Billa,ia merasa seakan Brayen membuat jarak diantara mereka,apa itu permintaan dari hitto?, mengingat bahwa hitto adalah cucu dari pemilik Alexander Hospital, yang artinya rumah sakit tempatnya magang sekarang adalah milik hitto juga
" Astaghfirullah...positif thinking Billa" gumam Salsabila dalam langkahnya, beberapa kali ia mengucapkan istighfar agar tidak ada pikiran buruk untuk orang lain
Tok tok tok
Tangan Billa mengetuk sebuah pintu berwarna putih khas rumah sakit,ia menunggu jawaban dari dalam untuk mengizinkan dan memerintahkan ia masuk
" Masuk" suara bariton seseorang dari dalam mengizinkan dan memerintahkan ia untuk masuk
Dengan sangat lembut Billa memegang dan memutar handle pintu, mendorongnya pelan dan mulai melangkah memasuki ruangan yang tak lain adalah ruangan Bryan
" Dokter panggil saya?" tanya Billa sopan dan formal,biar bagaimanapun ini dirumah sakit dan masih dijam kerja
" Duduk Dear" jawab Brayen singkat dengan suara bariton miliknya,Billa langsung mengangguk patuh dan melangkah ke arah kursi yang terletak di depan meja kerja Brayen
" Kapan kamu bisa mengunjungi Ratu ?, tadi malam putri beliau menghubungi ku, tolong luangkan waktu kamu sebentar saja" tanya Brayen to the point
" Nanti sore setelah selesai di rumah sakit aku akan meminta pada Mo Untuk menemaniku mengunjungi beliau " Jawab Billa pasti
" Baiklah terimakasih" jawab Brayen singkat seraya mengangguk
" Kalau begitu boleh aku kembali ke tugas ku?" tanya Billa sopan dan dijawab dengan anggukan kepala oleh Brayen,membuat Billa langsung bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu keluar, tapi langkahnya terhenti saat mendengar suara Brayen
" Apakah kamu mengenal Tuan Aby?" tanya Brayen serius,ia memang sangat jarang menyebutkan nama panjang aby karena memang mereka teman
" Sepertinya ti- tidak dok" jawab Billa sedikit gugup, karena Aby bertanya secara dadakan
__ADS_1
" HM... berhati-hati lah padanya,dia itu playboy kelas Dunia" ucap Brayen santai
" Ya terimakasih atas infonya,saya permisi" jawab Billa singkat dan kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan meja Brayen,membuka pintu ruangan tersebut dan melangkah meninggalkan ruangan itu, sedangkan Brayen menatap kepergian Billa masih dengan ribuan tanda tanya di benaknya