Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
66


__ADS_3

Satu Minggu telah berlalu tanpa terasa setelah Billa menjadi dokter yang melakukan pemeriksaan terhadap istri dari seorang penguasa negara tersebut, dan tanpa diduga wanita yang sudah berusia lebih dari setengah abad itu meminta pada pihak rumah sakit agar merekomendasikan Billa untuk bertugas di klinik dalam istana atau sebagai asisten dokter pribadi mereka, dengan senang hati hitto langsung menyetujui usulan dari sang Oma


Dan Billa baru saja selesai melakukan rapat bersama rekan lainnya,ia terpilih menjadi salah satu dokter yang akan bertugas di klinik dalam istana,ketiga sahabat nya juga ikut serta, walaupun sedikit berat tapi Billa tetap harus menerima keputusan dari pihak rumah sakit,berbeda dengan ketiga sahabat nya yang sangat bahagia dan bangga karena diberikan kesempatan dipercaya menjadi salah satu tenaga medis dan klinik dalam istana


" Wow...gue beneran ga nyangka banget kita bisa masuk ke dalam istana dan bertemu langsung dengan orang-orang penting negara ini" ucap Mona antusias


" Lo bener Mon... ga nyangka banget ya kita yang bukan warga negara di negara ini tapi mendapatkan kesempatan untuk jumpa dengan orang seperti mereka" timpal Kiki tak kalah semangat nya


" Jangankan kalian yang tamu di negara ini,aku yang warga negara di sini aja bangga banget bisa keluar masuk istana, terlebih bisa menjadi salah satu dokter di klinik pribadi keluarga mereka, walaupun sejak dulu aku pernah beberapa kali masuk ke istana,tapi tetap aja memiliki kebanggaan tersendiri, padahal uncle aku menikah dengan putri keluarga mereka" tambah Mo yang juga terlihat sangat bahagia


Berbeda dengan Salsabila,ia biasa saja dan entah mengapa hati kecilnya seakan mengatakan akan terjadi sesuatu entah itu padanya atau pada ketiga sahabat nya, yang jelas ia merasakan kegelisahan yang sangat nyata dan semua itu tidak luput dari perhatian ketiga sahabat nya


" Lo kenapa bill..?"


" kamu kenapa Bill..?"


Tanya ketiga sahabat nya serentak, membuat Billa langsung tersadar dari rasa gelisah nya, dengan secepat kilat ia menggeleng dan tersenyum lembut pada ketiga sahabat nya


" ga pa pa kok,cuma aku ngerasa sedikit ga enak badan aja" jawab Billa dengan tersenyum lembut,berusaha menutupi kegelisahan yang tengah ia rasakan


" Kamu sakit?


" Lo sakit?"


Lagi-lagi ketiga sahabat nya kompak bertanya, mereka merasa khawatir akan kesehatan gadis cantik itu,sebab mereka tau setiap kali Billa sakit maka ia akan bermimpi buruk atau menggigau dengan linangan air mata,entah apa yang masih dirahasiakan oleh sahabat cantik mereka yang satu ini, yang jelas mereka akan sangat iba saat melihat Billa sakit


" Ga..aku baik-baik aja kok,cuma sedikit ngantuk, mungkin efek kurang tidur" jawab Billa mencoba untuk meyakinkan ketiga sahabat nya,Billa ga mau membuat ketiga sahabat cantik nya mengkhawatirkan dirinya yang tiba-tiba merasa gelisah tanpa tau penyebabnya


" Yakin..?"


Tanya Mo,Kiki dan mona bersamaan, ketiganya saling pandang dan tidak lupa menatap penuh selidik wajah cantik Billa, membuat Billa langsung tersenyum canggung,dan hal itu membuat ketiga sahabat nya merasa sangat gemas melihat wajah cantik Billa yang seperti anak kecil


Ketiganya saling tertawa kecil dan kembali melanjutkan langkah mereka menuju parkiran, dimana tempat Mo memarkirkan mobilnya,dan rencana nya mereka akan nonton bareng di bioskop yang terdapat di salah satu mall besar di negara tersebut, karena memang seharusnya hari ini mereka libur, tapi dikarenakan ada rapat dadakan maka mereka harus hadir,dan sukurnya rapat dadakan itu sudah selesai


" Kita jadi nonton kan?" tanya Mo pada Billa dan yang lainnya

__ADS_1


" Jadi dong" jawab Mona dan Kiki bersamaan, sedangkan Billa hanya mengangguk, tapi saat melewati lobby langkah mereka terhenti oleh suara seseorang


" Dokter Salsabila Aulia..bisa kita bicara sebentar?" tanya hitto yang tiba-tiba muncul di belakang mereka, membuat keempat gadis cantik itu sedikit terkejut, terlebih Billa


" Ya tuan... apakah ada sesuatu yang bisa saya bantu?" tanya Billa sopan dengan wajah menunduk


" Ada yang ingin saya bicarakan dengan kamu, boleh minta waktunya sebentar?" tanya hitto dengan senyuman ramah, membuat terkejut beberapa orang yang melihat hal itu, karena yang mereka kenal, pria tampan salah satu anggota keluarga kerajaan itu bersifat dingin, walaupun tidak sedingin sang pewaris tahta


" Bo- boleh tuan,tapi dimana?" tanya Billa terdengar sedikit gugup, membuat hitto semakin mengagumi sosok Salsabila


" Terserah kamu, dimana saya yang bisa membuat kamu nyaman aja" jawab hitto yakin, membuat Billa sedikit mengangkat wajahnya dan menatap wajah tampan hitto sesaat,ia hanya ingin memastikan apakah hitto serius dengan ucapannya barusan


" Di situ aja boleh..? maaf karena dalam keyakinan kami, tidak diperbolehkan untuk pria dan wanita yang tidak memiliki hubungan atau ikatan halal berbicara atau berada di suatu tempat hanya berdua saja " jawab Billa sopan dan menunjuk ke arah sofa tunggu yang terdapat di lobby seraya sedikit menjelaskan alasannya memilih tempat itu, karena menurut Billa tempat itu yang paling tepat, mengingat tempat tersebut ramai oleh orang yang berlalu lalang


Hitto melihat arah tangan Billa menunjuk,ada sedikit rasa kecewa dalam hati nya, tapi ia bisa terima karena Billa sudah sedikit memberinya penjelasan


" Baik..disitu juga boleh,tidak terlalu buruk" jawab hitto dengan senyuman tipis,ia tetap berusaha untuk menghormati keputusan Billa, terlebih gadis cantik itu sudah memberikan alasan yang kuat dengan mengatakan aturan yang berlaku dalam keyakinannya


Billa langsung mengangguk dan melangkah menuju tempat yang ia tunjukkan pada hitto, setelah sebelumnya ia sudah meminta izin pada ketiga sahabat nya untuk memberikan dia waktu sebentar ,dan sudah di pastikan hal yang mustahil jika ketiga sahabat nya akan menolak atau tidak menginginkan dirinya


" Apa yang ingin tuan bicarakan dengan saya?" tanya Billa sopan dengan suara lembut nya, setelah beberapa menit ia menunggu hitto memulai bicara, tapi pemuda tampan tersebut belum memulai, membuat Billa memutuskan untuk ia yang memulai karena ia tidak mau ketiga sahabat nya lama menunggu


" Apakah kamu bersedia jika saya ingin mengajak kamu dinner atau lunch mungkin..? jujur jika kamu mengizinkan saya ingin mengenal kamu lebih dekat lagi" ucap hitto serius


Deg


Jantung Billa berdetak,ia sangat terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar dari mulut pria tampan yang duduk tak jauh dari nya itu,Billa masih terdiam seraya menundukkan kepalanya semakin dalam


"I'm sorry.." aku...-ucapan Billa langsung terpotong oleh suara bariton hitto


" Stop..I can never accept rejection (berhenti...Aku tidak pernah bisa menerima penolakan)" ucap hitto serius dengan menatap Billa


" Tapi saya berhak untuk menolak... karena itu masalah pribadi dan tidak ada sangkut pautnya dengan rumah sakit ini " jawab Billa tegas, membuat hitto sedikit terkejut,ia tidak menyangka wanita cantik yang terlihat sangat lemah lembut itu ternyata tidak mudah di taklukkan


" Apa alasan kamu menolak permintaan saya? saya kira tidak berlebihan, hanya makan siang atau makan malam tidak lebih,saya bukan ingin mengajak kamu berkencan atau semacamnya, hanya makan saja, karena saya serius ingin mengenal kamu lebih dekat lagi " jawab hitto serius

__ADS_1


" Sangat tidak berlebihan memang, hanya makan bersama... tapi mungkin bagi tuan dan tidak bagi saya, karena tidak baik hanya berdua saja bagi pria dan wanita yang bukan muhrim atau mahramnya, akan banyak menimbulkan fitnah" jawab Billa sopan


" Lantas bagaimana caranya agar saya bisa mengenal kamu lebih dekat lagi? jika hanya makan bersama saja dilarang?" tanya hitto


" Jika dalam keyakinan kami ada yang namanya Ta'aruf atau seperti perjodohan, tapi kita berbeda keyakinan dan maaf ...tidak ada yang spesial dari saya untuk tuan " jawab Billa pasti


" Dan dalam keluarga saya tidak melarang jika kami ingin pindah keyakinan, karena uncle saya juga pindah keyakinan saat akan menikah dengan aunty, jadi mari kita melakukan yang kamu bilang tadi " jawab hitto serius


" Yang mana?" tanya Billa


" Perjodohan " jawab hitto serius


" Hah...?Ta'aruf maksud tuan..? Anda serius..?" tanya Billa terdengar sedikit terkejut


" Apa wajah saya terlihat sedang bercanda? saya belum pernah seserius ini dalam mengambil keputusan untuk hubungan dengan seorang wanita " jawab hitto jujur


" Sekali lagi MAAF...saya belum bisa atau mungkin tidak akan bisa, banyak hal yang menjadi perbedaan antara saya dan tuan, banyak hal yang anda terima dari saya, sungguh saya wanita yang sangat banyak memiliki kekurangan, saya tidak mau anda harus terpaksa menerima semua kekurangan saya,masa lalu saya dan banyak lagi yang lainnya,anda seorang pria tampan, mapan dan dari keluarga terpandang..maka carilah wanita yang sesuai dengan anda dan keluarga anda, masih sangat banyak wanita yang memiliki lebih segalanya dari saya dan saya yakin Anda akan mendapatkan salah satu dari mereka " jawab Billa sopan


Hitto diam membisu,ia tidak menyangka apa yang Brayen ceritakan tentang Billa benar adanya, wanita cantik yang masih sangat muda itu sangat pandai dalam berbicara, pendiriannya kuat dan sangat berkomitmen, tapi hitto yakin dari setiap kata yang Billa ucapkan terselip ketakutan, kesedihan dan tidak percaya diri yang terpendam dalam diri gadis cantik itu,entah apa alasannya tapi hitto yakin itu


" Apakah tidak ada sedikitpun kesempatan untuk saya membuktikan bahwa saya serius dan siap menerima segala kekurangan kamu? apakah tidak ada sedikitpun rasa tertarik mu pada saya?" tanya hitto tiba-tiba


Billa langsung mengangkat wajahnya, menatap sesaat wajah tampan hitto seraya tersenyum lembut,membuat jantung hitto berdetak tak karuan" Saya percaya anda serius,tidak mungkin pria terhormat dan seorang direktur utama di rumah sakit terbesar di negara ini bercanda dengan hal pribadi,jadi tidak perlu anda meminta waktu untuk memberikan saya bukti,dan satu lagi.. bohong jika saya tidak tertarik dengan pria tampan terlebih mapan seperti Anda, tapi bukan berarti saya harus bermimpi untuk memiliki Anda,ada banyak hal yang harus saya pertimbangkan dan maaf saya belum bisa cerita pada siapapun " jawab Billa bijak


Hitto sedikit menyunggingkan senyumnya saat Billa mengatakan bahwa ia juga tertarik pada nya, tapi saat itu juga perasaan hitto langsung hancur saat Billa mengatakan bahwa ia tidak menginginkan nya, sungguh sebuah penolakan yang sangat halus,tapi mampu menusuk langsung ke seluruh relung hati nya


Hitto diam,ia tidak ingin percaya bahwa dirinya baru saja ditolak oleh seorang wanita, dirinya yang notabenenya menjadi salah satu incaran para kaum hawa,selain dua sepupu tampannya,tapi hari ini....? dengan nyata tanpa cacat seorang wanita yang bahkan masih sangat muda mampu menolaknya dengan sangat tegas, ingin rasanya ia tidak mempercayai kenyataan hari ini, andai saja bisa ingin ia menghilangkan hari ini,agar ia tidak pernah merasakan sakitnya ditolak oleh seseorang yang bahkan tidak memberinya kesempatan sedikitpun


Lamunan hitto buyar saat suara lembut Salsabila terdengar di telinga nya


" Maaf apakah tidak ada lagi yang ingin Anda bicarakan? saya rasa sudah selesai dan sekali lagi MAAF saya ada janji dengan teman-teman saya, sangat tidak etis jika mereka harus menunggu saya terlalu lama" tanya Billa sopan


" Y-ya saya rasa cukup, maaf telah mengganggu waktu mu dan tolong pikir kan lagi,saya masih sangat berharap ada kesempatan untuk saya dan jika kamu berubah pikiran maka please... katakan pada saya" ucap hitto serius dengan wajah sendu dan billa dapat merasakan ketulusan dari ucapan pria tampan tersebut,tapi apa boleh buat..? hati Billa belum siap menerima nama lain memasukinya atau bahkan mungkin tidak akan pernah bisa menerima nama lain


" MAAF... jangan pernah berharap apapun pada manusia, karena sejatinya manusia itu tempatnya khilaf,berharap dan memohonlah pada Tuhan sang pencipta karena hanya Tuhanlah yang bisa mengabulkan permohonan Umat Nya karena percayalah Tuhan sangat mencintai Umat Nya dan jangan pernah berfikir untuk berpindah keyakinan jika hanya karena seseorang, tapi lakukan itu semua karena hati yang menginginkan" nasehat Billa bijak

__ADS_1


__ADS_2