
Aby sedang asyik dengan laptop miliknya,ia sedang memeriksa beberapa pekerjaan yang belum rampung seratus persen, tadi setelah makan siang bersama Zidan keduanya langsung menuju kampus tempat mereka melanjutkan pendidikan Magister mereka
Perhatian Aby teralihkan saat mendengar suara bel di pintu apartemen miliknya,ia memang sedang menunggu seseorang,ya tadi Aby sengaja memerintahkan kepada supir pribadi nya untuk menjemput Billa di sekolah dan membawanya ke apartemennya
Aby juga sudah memerintahkan bik Atik mengirimkan beberapa barang milik Billa yang masih tertinggal di mansion utama keluarganya
"Masuk" ucap Aby dingin saat pintu sudah terbuka dan menampilkan Billa yang sedang berdiri di depan pintu apartemen mewah tersebut, Billa mengetahui unit apartemen Aby atas arahan dari sang supir
Tidak menjawab apapun Billa langsung memasuki apartemen yang terlihat sangat mewah, sesaat mata indah Billa melihat tiap sudut apartemen yang katanya akan menjadi tempat tinggalnya untuk satu tahun ini
Cantik, mewah dan elegan.. itulah yang terpikir dalam benak Billa saat memasuki ruangan utama apartemen tersebut, apartemen yang memiliki dua kamar tersebut Aby beli setelah beberapa hari pernikahan mereka
" kamar lo ada di lantai dua pintu warna putih.. bersihkan dirilo ada yang harus kita bicarakan " ucap Aby tegas seraya menyebutkan ciri-ciri kamar milik Billa, sedangkan kamar utama yang juga terletak di lantai dua menjadi kamar Aby,kamar mereka di pisahkan oleh ruang kerja milik Aby dan sebuah ruangan untuk Gym
Billa tidak menjawab, ia hanya mengangguk patuh, melangkah menuju tangga, menapaki secara perlahan dan mencari sebuah pintu seperti yang baru saja disebutkan oleh Aby,sebisa mungkin Billa tidak akan pernah melakukan kesalahan yang akan membuat pria tampan tersebut murka, perlahan Billa membuka pintu sesuai dengan ciri-ciri yang disebut oleh sang pemilik tempat,ia edarkan pandangan seraya melangkah memasuki kamar tersebut
Sebuah kamar yang cukup indah dan elegan, ber cat soft pink ,sebuah ranjang Quinn size yang dibalut dengan sepre berwarna senada dengan dinding nya dan juga dilengkapi dengan meja rias,sofa dan sebuah walk in closet mini, puas melihat semuanya Billa langsung memasukkan beberapa pakaian nya ke ruang ganti dan ia mengambil sepasang piama tidur bergambar bulan bintang
Billa menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya,ia melihat kamar mandi yang lumayan mewah, segera Billa mandi dan berwudhu karena ia harus melaksanakan kewajiban tiga rakaat nya, Billa keluar dari kamar mandi lengkap dengan piama tidur berwarna biru langit,ia langsung melaksanakan Shalat
Billa menuruni tangga satu persatu,suara langkah kaki nya mengusik konsentrasi Aby, sekilas ia melihat ke arah tangga, dapat dengan jelas ia melihat Billa dengan piama dan hijab instan nya, benar-benar terlihat bak seorang gadis kecil yang masih berusia 13 tahun
" Ngapain aja Lo lama banget,gue gak punya banyak waktu buat nunggu Lo" omel Aby yang sejak tadi sudah tidak sabar menunggu Billa turun
" Maaf tadi aku Shalat Maghrib dulu" jawab Billa singkat memberitahukan alasan mengapa ia lama
" Baca itu dan tanda tangani, kalau Lo punya permintaan atau Syarat tulis aja di beberapa points yang kosong" ucap Aby dingin seraya meletakkan sebuah amplop coklat diatas meja dihadapan Billa
__ADS_1
Tanpa bertanya atau membantah Billa langsung meraih amplop tersebut, membukanya secara perlahan dan mengeluarkan selembar kertas yang bertuliskan kontrak pernikahan, Billa mulai membaca satu persatu poin yang Aby tulis
- Pernikahan akan berjalan selama satu tahun dan harus dirahasiakan dari siapapun
- Pihak pertama yaitu Earl Abiyasa A.. memfasilitasi tempat tinggal dan memenuhi segala kebutuhan pihak kedua yaitu Salsabila Aulia selama masih menjadi istri pihak pertama
- Tidak ada yang boleh mencampuri urusan pribadi masing-masing
Setelah selesai membacanya Billa sedikit mengangkat wajahnya melihat Aby yang fokus dengan handphonenya, Billa menuliskan satu poin syarat dan langsung menandatangani kontrak pernikahan tersebut dan meletakkan nya kembali di atas meja semula
Aby yang melihat Billa sudah selesai langsung meraih kertas tersebut dan melihat nya, dahinya mengernyit saat melihat hanya satu poin yang Billa tambah, padahal ia sengaja menyediakan untuk tiga poin agar sama dengan poin yang sudah ia tulis dan dia juga sedikit terkejut saat membaca tulisan tangan Billa, tulisan yang terlihat sangat rapi dengan kata-kata yang sangat jelas merangkum semua nya
- Tidak ada sentuhan fisik
Hanya kata itu yang Billa tulis dan sebuah tanda tangan ia torehkan diatas kertas tersebut, membuat Aby sedikit tak percaya jika ada wanita yang tidak mau ia sentuh, sementara di luaran sana begitu banyak wanita yang dengan senang hati menyerahkan diri padanya bahkan mereka meminta untuk ia sentuh
" Hanya ini syarat dan permintaan dari Lo?" tanya Aby
" Lo yakin ga mau yang lain?" tanya nya lagi
" Ya.. karena disitu sudah tertulis dengan jelas kamu akan memberikan saya fasilitas dan memenuhi segala kebutuhan saya,lalu apalagi yang harus saya minta?" jawab Billa,ini pertama kalinya ia berbicara sedikit panjang pada Aby
" Oh ok..ini buat Lo, gunakan sesuka hati Lo asal jangan Lo ganggu gue dan bilang status kita pada siapa pun" ucap Aby seraya menyerahkan sebuah black card kartu tanpa batas pada Billa
Billa tidak menolak,ia meraih kartu tersebut dan langsung bangkit dari duduknya,tapi sebelum melangkah meninggalkan Aby ia melihat sekilas pada Aby
" Tolong jangan sediakan Art di sini" ucap Billa sopan
" Kenapa..? gue gak suka tempat yang kotor dan berantakan" tanya Aby sedikit heran
" Bukan kah kita harus merahasiakan kontrak kita barusan? untuk tempat ini biar aku yang membereskan nya dan untuk baju kamu masih bisa di bawa ke londry kan" jawab Billa jelas
__ADS_1
" Ok..no problem..gue setuju dengan ide Lo dan tenang aja Lo akan gue gaji secara cash setiap bulan nya karena bebersih apartemen ini,Lo boleh bersihin kamar pribadi gue dan ruang kerja,tapi jangan sentuh barang apapun di dua ruangan tersebut,di tempat yang lain Lo bebas mau ngapain aja " jelas Aby panjang lebar
" Ya" jawaban singkat dari Billa, keduanya mendapatkan kesepakatan, Billa kembali ke kamarnya,ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuk tersebut, Billa menatap langit-langit kamar nya, sekilas ia tersenyum tipis, membayangkan betapa mirisnya hidupnya setelah sang ayah pergi untuk selamanya, Billa tidak pernah menduga nasibnya akan seperti ini
Memang ia akan hidup dengan baik dan sangat layak, bahkan mungkin akan merasakan hidup mewah, tapi ia miris dengan statusnya saat ini dan setahun kedepannya ia akan menyandang status janda diusianya yang baru 18 tahun,usia yang masih sangat muda untuk menyandang status tersebut
" Janda tapi perawan....not bad.." gumamnya pelan seraya tersenyum tipis membayangkan apa yang cocok disematkan untuk gelar dirinya, tapi kemudian ia kembali mengambil keputusan untuk tidak peduli dengan semua itu, yang perlu ia pikirkan adalah kemana ia akan melanjutkan pendidikan nya dan akan mengambil jurusan apa
" Sabar Billa semua pasti akan ada hikmahnya.. Tuhan lebih tau mana yg terbaik untuk mu dan yakinlah bahwa Tuhan tidak akan pernah memberikan ujian melebihi batas kemampuan Umat Nya" monolog gadis cantik tersebut menasehati dan menguatkan hati nya sendiri
Ia bangun menuju meja riasnya dan membuka lacinya mengambil sebuah buku kecil yang selalu ia jadikan teman paling setia nya, tempat nya mencurahkan segala rasa dalam hati nya, dan segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan nya
Gadis cantik tersebut akhirnya tertidur pulas setelah mencurahkan isi hatinya dalam buku Diary miliknya dan lelah bergelut dengan hati dan pikiran nya yang harus sanggup bersandiwara menunjukkan bahwa dirinya baik-baik saja di hadapan semua orang,walau pada kenyataannya ia selalu menangis di setiap kesendiriannya
Sedangkan di lain tempat Aby sedang asyik ngobrol dan nongkrong bareng temen - temennya juga sesil yang mulai ikutan dekat dengan mereka dan disambut baik oleh mereka, karena sesil terbilang cukup ramah dan gampang berteman,ia juga berasal dari keluarga yang lumayan terpandang karena orang tuanya memiliki beberapa hotel di Bali dan Lombok, sedangkan ibunya seorang desainer yang cukup ternama di kalangan atas
Aby langsung meninggalkan apartemen mewah dengan penjagaan super ketat yang kini di tempati oleh Billa yang juga salah satu aset milik keluarga Alexander, hanya keluarganya dan para Art yang tau tentang keberadaan Billa di tempat tersebut , karena Aby merahasiakan nya dari publik termasuk pada teman dan sahabatnya
Tak lupa sebelum meninggalkan apartemen tersebut ia sudah menuliskan password nya disebuah kertas dan menempelkan nya di pintu, karena ia sudah berencana akan pulang ke apartemen pribadinya yang terdapat di sebuah apartemen eksklusif milik keluarga nya juga, apartemen yang sudah menjadi rumah kedua nya sejak ia masih remaja dulu yang sudah di ketahui oleh para sahabatnya
Aby memasuki apartemen nya, setelah tadi mengantarkan sesil ke apartemennya, beberapa hari terakhir Aby memang jarang pulang ke mansion kedua orang tuanya,ia lebih sering pulang ke apartemennya,ia masih merasa kecewa dengan keputusan kedua orang tuanya yang menjodohkan dirinya dengan Billa, sedangkan ia merasa dirinya belum siap untuk menikah, terlebih dengan wanita yang menurutnya masih sangat muda, masih sekolah dan juga mereka tidak saling mengenal
Walau pada kenyataannya mereka pernah bertemu sebelumnya bahkan pernah berbicara beberapa kali dan yang terakhir saat Aby menawarkan kesepakatan pada Billa,tapi yang membuat Aby heran karena Billa tidak mengenal nya, seakan mereka belum pernah bertemu, apakah Billa benar-benar lupa padanya atau mungkin hanya pura-pura lupa?
Aby merebahkan tubuhnya di atas ranjang king size miliknya setelah ia membersihkan dirinya dan berganti pakaian menggunakan pakaian yang biasa ia pakai untuk tidur,Aby menatap langit-langit kamar nya ia kembali mengingat kontrak pernikahan nya dengan Billa, gadis itu hanya menuliskan satu syarat dan syarat tersebut benar-benar diluar ekspektasi nya
" Tanpa sentuhan fisik.... ternyata Lo cukup pinter juga ya" monolog Aby dengan tersenyum tipis,ia mengakui kecantikan Billa dan sikap tenang Billa sejak pertama melihat gadis cantik tersebut beberapa tahun lalu, dan kini ia juga mengakui bahwa gadis cantik tersebut juga sangat pintar* MENARIK* satu kata itu lagi ia akui untuk wanita yang kini berstatus sebagai istrinya tersebut
Tanpa terasa akhirnya Aby tertidur pulas dengan begitu banyak beban dalam pikirannya, bagaimana tidak ia harus berfikir tentang perusahaan,ia juga harus melanjutkan pendidikan Magister nya dan sekarang bertambah lagi dengan harus memikirkan alasan dan cara apa yang akan ia berikan pada kedua orang tuanya setahun kedepan agar mereka bisa bebas dari ikatan pernikahan tersebut
Aby merasakan seakan-akan kehidupannya nya benar-benar kacau,ia sangat ingin merasakan kembali kesenangan dan ketenangan seperti saat ia berada di negara sang papi walaupun ia juga sedikit malas karena disana ia benar-benar harus menjaga image keluarga yang selalu menjadi sorotan publik, tapi setidaknya ia tidak terikat dengan seorang wanita terlebih dengan status pernikahan, status yang sama sekali belum terpikirkan oleh nya dan juga belum ia inginkan sekarang
__ADS_1