
Tanpa dirasa hari telah berlalu begitu saja, hari ini adalah hari kedelapan atas kepergian tuan Ahmad, Billa memutuskan untuk merapikan barang-barang sang ayah, beberapa pakaian yang menurutnya masih layak akan ia sumbangkan ke panti jompo, Billa harus segera merapikan semua nya karena nyonya Tamara sudah mengatakan setelah tujuh hari meninggalnya sang ayah maka Billa harus pindah ke rumah mereka
Billa tidak mungkin bisa menolak,ia mengingat status nya sekarang adalah menantu dari wanita paruh baya yang masih sangat cantik tersebut, walaupun Billa tau putra beliau sepertinya tidak bisa menerima kehadiran dirinya dalam kehidupan pria tampan tersebut, yang Billa harapkan hanya satu dari hubungan mereka saat ini ..yaitu jangan sampai ada yang menyakiti satu sama lain,baik itu fisik atau perasaan
Billa dan Aby belum pernah bicara walaupun sekedar ngobrol ringan, bahkan bertegur sapa pun belum pernah, keduanya saling menghindar saat bertemu, Billa tau Aby datang ke rumah nya hanya saat ada kedua orang tuanya dan dipastikan atas perintah mami nya,maka dari itu Billa tidak berani menyapa Aby lebih dulu,ia tidak ingin membuat Aby berfikir bahwa ia memanfaatkan keadaan, Billa akan menunggu Aby yang lebih dulu mengajaknya bicara,baru setelahnya Billa akan menawarkan pertemanan pada Aby agar hubungan mereka tidak di lalui dengan berat
Billa juga menyiapkan beberapa keperluan dirinya, walaupun nyonya Tamara mengatakan segala keperluan untuk nya sudah disediakan oleh beliau kecuali keperluan sekolah, Billa takut nanti nya ia kurang nyaman dengan pakaian yang sudah di siapkan tersebut yang ia yakini pasti bukan barang sembarangan
Selesai dengan beberes nya Billa memutuskan untuk mandi dan bersiap, rencana nya ia akan mengantarkan barang yang sudah ia packing kedalam beberapa kotak untuk ia bawa ke panti jompo
Tak butuh waktu lama bagi seorang Salsabila untuk mempersiapkan dirinya,ia memilih sebuah dress putih sederhana namun akan tetap terlihat cantik ditubuh indahnya, kulit nya yang putih bersih bak susu akan selalu memancarkan keindahan pada setiap pakaian yang ia pakai
Selesai mematut dirinya didepan cermin dan merasa sudah cukup, Billa langsung menuju ruang tamu dimana beberapa dus barang yang sudah ia susun, Billa memainkan ponselnya sambil menunggu taksi online pesanan nya
Tin tin tin
Terdengar suara klakson mobil membuat Billa langsung bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu yang memang sudah terbuka lebar, Billa mengira taksi yang ia pesan yang datang,ternyata dugaannya salah, melainkan salah satu dari sahabatnya lah yang datang
Dave keluar dari mobilnya dengan wajah tersenyum tipis,ia sungguh terpana melihat pemandangan dihadapan nya, seorang wanita cantik yang tengah berdiri di depan pintu seraya tersenyum lembut padanya
" Pagi cantik...lagi nungguin gue ya?" tanya Dave yang disertai dengan candaan nya
" Pagi juga tampan..tapi sayangnya dingin... kakak dari mana?" tanya Billa mengikuti candaan Dave
"Dari Apart.. tadinya mau kekampus tapi ga jadi karena dapat info dosen nya ga masuk,Lo mau kemana udah rapi banget?" tanya Dave
" Rencananya sih mau nganterin beberapa barang ini ke panti jompo xxxx, berhubung belum sekolah, karena Senin Billa udah mulai sekolah lagi" jawab Billa apa adanya dan Dave mengangguk paham
" Ya udah yok sama gue..mana barang nya biar gue aja yang angkat " ucap Dave mengajak Billa,Dave yang terkenal dingin selalu menjadi hangat saat bersama Billa dan kedua sahabatnya
__ADS_1
" Tapi aku udah pesan taksi online dan sebentar lagi nyampe.. gimana dong? " tanya Billa bingung
" Ya udah kita tunggu lima menit lagi ya, kalau belum nyampe kita langsung berangkat aja" usul Dave dan langsung di angguki tanda setuju oleh Salsabila
Benar saja tak berselang lama sebuah taksi yang berlambang hijau berhenti tepat di depan pintu pagar rumah Billa,baru saja Billa mau melangkah tapi di halangi oleh Dave, membuat Billa sedikit bingung,tapi setelah nya langsung terjawab saat Dave menuju taksi tersebut dan memberikan satu lembar uang lima puluh ribu seraya mengucapkan maaf dan membatalkan pemesanan
Dengan senyuman ramah sang supir taksi langsung kembali melaju meninggalkan area rumah Billa,kini tinggal Billa dan Dave
" Kok di suruh pergi sih kak?" tanya Billa terdengar manja, membuat Dave merasakan sensasi berbeda di hati nya,ada rasa bahagia tapi juga sendu karena ia belum berani mengatakan bahwa ia sangat mengagumi gadis cantik tersebut
" Biar gue yang nganterin Lo, biasanya juga hampir setiap ke panti kita bakalan bareng,atau Lo ga mau lagi Deket sama gue?" tanya Dave dengan wajah sendu
" Apaan sih kakak ?ga ada alasan bagi Billa untuk menjauh dari kakak,selama hubungan kita tidak melanggar aturan,kakak itu sahabat lelaki pertama yang Billa punya sampai saat ini" jawab Billa tulus
" Thanks Lo udah mau jadiin gue sahabat Lo, walaupun gue tau Lo ga mau dekat dengan laki-laki, tapi gue mohon apapun yang terjadi kedepannya tolong jangan pernah berubah dan menjauh dari gue" jawab Dave serius
Billa langsung mengangguk patuh dengan tersenyum tipis, walaupun baru dua tahun lebih ia mengenal Dave tapi dia yakin bahwa Dave adalah tipe laki-laki yang setia dan selalu berusaha untuk menepati janji,Dave juga laki-laki yang tegas dan bijaksana, membuat Billa terkadang merasa sangat nyaman Billa bersama pemuda tampan tersebut
Kedua anak muda tersebut langsung meninggalkan area rumah Billa dan akan menuju ke sebuah panti jompo yang sudah disebutkan oleh Billa,tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengawasi mereka sejak Dave datang ke rumah Billa
Aby melajukan mobilnya meninggalkan rumah Billa dan mengikuti mobil Dave, ya orang tersebut adalah Aby..ia diperintahkan oleh sang mami untuk menjemput Billa dan membawanya ke rumah megah keluarga Alexander
* Ada hubungan apa antara dia dan Dave? mereka kelihatan Deket banget,apa bener kalau Dave suka sama dia? tapi kenapa dia ga mau ikutan taruhan waktu itu?* berbagai pertanyaan timbul di benak Aby setelah melihat kedekatan antara Billa dan Dave
" Bill.. seandainya ada seseorang yang suka sama Lo gimana?"tanya Dave tiba-tiba
" Ya nggak gimana-gimana, emang Billa bisa apa? ngelarang orang buat ga suka sama kita juga ga mungkin kan? tapi ngebalas perasaan orang tersebut juga ga mudah .., hanya waktu yang bisa menjawab" jawab Billa tenang
" Tapi kalau seandainya orang tersebut jadiin Lo taruhan gimana?" tanya Dave penasaran dengan pendapat Billa tentang taruhan
" Itu juga terserah mereka, hanya saja kalau Billa tau perasaan orang itu ga tulus dan hanya sebuah taruhan, mungkin saat Billa tau maka saat itu pula Billa anggap Billa ga pernah kenal orang tersebut " jawab Billa pasti
__ADS_1
Dave mengangguk paham,ia sedikit menyunggingkan senyumnya, sangat tipis sampai tidak terlihat oleh Billa,Dave tau jawaban yang Billa ucapkan bukan hanya bualan semata, Dave tau Billa adalah sosok gadis yang sangat ber pendirian walaupun karakter nya sangat lembut
Asyik ngobrol membuat mereka tidak menyadari ternyata mereka sudah sampai di depan panti jompo tempat tujuan Billa,Dave memperlambat laju mobilnya dan mulai memasuki gerbang seraya menyapa sekuriti yang bertugas, kedatangan keduanya di sambut hangat oleh para penghuni panti
Billa dan Dave langsung menyerahkan apa yang mereka bawa pada pengurus panti agar membagikan barang tersebut pada yang membutuhkan, mereka berdua juga sedikit berinteraksi dengan para penghuni panti seraya bercanda ria,membuat Billa sedikit melupakan kehampaannya sesaat
Setelah selesai dengan semua nya Billa memutuskan untuk langsung pulang, diantarkan oleh Aby.. keduanya kembali ngobrol membahas tentang para anak-anak jalanan yang mereka berikan pembelajaran, karena sudah satu bulan Billa meliburkan mereka
" Kapan rencananya kamu akan kembali memulai mengajar adik-adik? udah satu bulan kamu meliburkan mereka,pasti mereka udah kangen banget sama kamu" tanya Dave sambil fokus mengemudi
" Rencananya Senin aku akan kembali mengajar di taman,ga cuma mereka yang kangen..aku juga udah kangen banget kak sama mereka,tawa mereka seakan menjadi teman setia ku,aku ingin mereka bisa belajar seperti anak-anak lain agar bisa mencari pekerjaan yang lebih layak daripada menjadi pengamen dan pemulung " ucap Billa mengungkapkan keinginan dan harapan nya terhadap para anak jalanan tersebut
" Lo benar-benar baik banget bill,gue salut sama Lo, dijaman sekarang sudah banget ada yang cara berfikir nya sebaik Lo dan diusia Lo yang masih muda benget Lo udah berbuat banyak untuk orang lain " puji Dave tulus untuk Billa
" kakak berlebihan muji nya,jadi Baper kan akunya, cuma sedikit ilmu yang aku punya maka itulah yang aku kasih ke mereka, karena aku bukan orang kaya yang bisa ngasih bantuan seperti kalian yang memiliki harta berlimpah, karena mungkin aku lebih beruntung dari mereka bisa mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu di sekolah bergengsi dengan jalur beasiswa,semoga bisa sampai ke perguruan tinggi " jawab Billa dengan tersenyum
" Tapi harta tidak akan menjamin seseorang bahagia, kebaikan dan ketulusan yang lo punya yang mampu membuat orang lain bahagia,andai gue diberikan jodoh wanita seperti lo... mungkin gue akan jadi salah satu pria paling beruntung di dunia ini " ucap Dave seraya melirik sekilas ke arah wajah Billa yang menunjukkan senyuman tipis
" Amiiiin....semoga kakak dapet jodoh yang terbaik dan lebih baik dari aku...tapi jangan minta dijodohkan dengan aku ya.... hehehe " jawab Billa dengan sedikit meledek pria tampan tersebut
" Emang kalau gue mintanya Lo yang bakal jadi jodoh gue kenapa? pasti Lo takut bakalan cinta banget sama gue.. atau mungkin Lo maunya sama Erick atau Elang " goda Dave
" Ga pa pa sih..tapi aku takut kalau cuma mimpi jadi Cinderella nya kakak..pas bangun pasti akan sakit banget...begitu juga kalau dengan kak Erick dan kak Elang... kalian itu terlalu tinggi untuk seorang Salsabila Aulia yang hanya anak dari tukang kebun dan yatim piatu" jawab Billa asal, Billa tersenyum walau dalam hatinya sedih saat menyadari bahwa dirinya kini hanya seorang gadis yatim piatu
" Dan akan lebih sakit gue... karena saat Lo terbangun Lo bakal ninggalin gue dengan seseorang yang lebih segalanya dari gue, karena katanya sakit banget kalau ditinggalin pas lagi cinta-cinta nya... hehehe" jawab Dave santai
" Hahaha..... ternyata kakak juga korban film ya" jawab Billa sambil tertawa terbahak-bahak
Melihat Billa yang tertawa membuat hati Dave hangat, ingin rasanya ia terus menjadi orang yang selalu membuat gadis cantik tersebut tertawa karena nya, nyaman....itu yang selalu Dave rasakan saat bersama Billa dan itupun yang Billa rasakan
* Lo benar-benar tambah cantik bill kalau lagi tertawa kayak gitu , egois ga ya kalau gue berharap cuma gue yang boleh liat Lo sedang kayak gini? apa mungkin gue bisa selalu liat Lo tertawa dan apa boleh kalau gue berharap gue orang yang selalu buat Lo bahagia ? Lo terlalu berarti bill buat gue, belum pernah gue ngerasain perasaan kayak sekarang sama seseorang " bisik Dave dalam hati seraya sesekali melirik kearah Billa yang masih tersenyum
__ADS_1
Kedua anak muda tersebut melakukan perjalanan dengan saling memberikan support dan bercanda, hingga akhirnya mobil Dave berhenti di sebuah restoran yang lumayan mewah,Dave mengajak Billa makan siang bersama dan Billa tidak menolak sama sekali, mereka memang terbilang sering makan bareng sehingga tidak ada lagi rasa canggung diantara mereka, walaupun pada kenyataannya Dave memiliki rasa yang lebih untuk Billa