Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
83


__ADS_3

Dalam sebuah mobil sport mewah... sepasang suami istri yang duduk di bangku penumpang masih sama-sama terdiam,tak satupun dari mereka memulai pembicaraan,entah ga ada bahan yang mau dibicarakan atau mungkin ga ada niat untuk saling bicara, yang jelas keduanya kini tampak canggung dan saling fokus pada handphone masing-masing, membuat sang supir dan sang asisten pribadi Aby yang tak lain adalah Zidan sesekali melirik kearah belakang dari kaca spion dalam mobil, sedikit heran pada pasangan muda tersebut yang saat di hadapan orang selalu berdebat dan berbanding terbalik saat hanya tinggal berdua saja


"Sekali lagi Lo liat kebelakang gue congkel tu mata Lo" ucap Aby tegas pada Zidan yang membuat Billa sangat terkejut dengan suara bariton disebelah nya


" Sorry Bos...cuma mau mastiin aja" jawab Zidan santai dengan tersenyum smirk


" Apa yang mau Lo pastiin? mau gue ngapain aja itu juga sah-sah aja,kami pasangan halal ya bukan pacaran " jawab Aby santai tanpa melihat lawan bicaranya dan juga wajah cengo Billa yang merasa sedikit malu dengan ucapan pria tampan yang berstatus suaminya tersebut


Sedangkan Zidan langsung tersenyum geli sekaligus canggung saat melihat wajah cantik Billa yang terlihat sedang melotot melihat kearah Aby,Zidan merasa bahwa gadis cantik yang mereka kagumi berjamaah beberapa tahun lalu itu tampak sedikit berubah,dulu gadis cantik itu terlihat sangat lemah lembut dan polos, berbeda dengan sekarang yang terlihat lebih anggun,dewasa dan juga sedikit judes dan parahnya semakin cantik, membuat Zidan sedikit menggeleng untuk menyadarkan dirinya bahwa wanita yang sedang ia puji tersebut adalah istri dari Bos sekaligus sahabat nya


" Jaga mata Lo Zidan!!! atau Lo mau mengundurkan diri sekarang juga?" bentak Aby geram dengan nada penuh emosi melihat sang asisten plus sahabat nya itu sedang memperhatikan istrinya


"Astaghfirullah.... kakak apaan sih bentak-bentak? kaget tau" omel Billa spontan bersamaan handphone yang ada di tangannya terjatuh tepat di bawah kakinya


" Si- si- Siap Bos" jawab Zidan gugup dengan sedikit senyuman mengejek karena Aby kena semprot oleh Billa


Tanpa menjawab Aby langsung saja menarik tirai pembatas antara kursi penumpang bagian belakang dengan bagian depan,membuat Zidan ingin tertawa, sedangkan Billa langsung melotot sempurna menatap Aby


" I-itu kenapa di tutup?" tanya Billa gugup menatap wajah tampan Aby


" Husst... apa kamu sangat suka dipandangi oleh pria lain...hemm?" tanya Aby dingin dengan wajah tegasnya


Dan entah mengapa Billa seakan sangat patuh sehingga langsung menggeleng seraya menundukkan wajahnya,hal itu membuat Aby sangat gemas melihat sang istri yang bak anak kucing yang terlihat sangat menggemaskan


" Good girl" ucap Aby lembut seraya mengusap lembut kepala Billa yang tertutup hijab, sedangkan yang bersangkutan terdiam seakan membeku saat mendapatkan perlakuan lembut dan manis dari pria yang ia anggap dingin dan datar bak kenebo kering itu


"Mulai besok kamu akan kembali praktek di klinik kerajaan jangan coba-coba berdebat atau membantah ....dan satu lagi....maaf setelah wisuda nanti kamu boleh saja melanjutkan pendidikan kamu dengan syarat..." ucap Aby terpotong oleh suara lembut Billa


" Apa ..? tanya Billa spontan


" Home schooling...kamu boleh pilih universitas manapun di dunia ini,jika di negara ini atau Indonesia kamu boleh seminggu sekali untuk jenguk keluarga atau bertemu dengan teman-teman kamu yang bar-bar itu" ucap Aby tegas


" Tapi .." jawab Billa ingin membantah


" Tidak ada bantahan...kamu ga aku izinkan bekerja di luar rumah atau luar istana,kamu cukup belajar merawat aku dan anak-anak kita nanti, tidak perlu merawat orang lain" ucap Aby tegas tak terbantahkan


" Huffff... sia-sia dong kuliah aku dan beasiswa ku" lirih Billa dengan wajah cemberut


" Ga akan ada yang sia-sia Salsabila....apa menurut kamu merawat suami dan anak-anak itu suatu pekerjaan yang sia-sia dan ga ada artinya? bukankah kamu sudah sangat paham apa kewajiban seorang istri pada suaminya? dan pada anak-anak nya saat seorang wanita sudah menjadi seorang ibu?,atau mungkin kamu ga mau ngerawat anak-anak? ok aku akan Carikan pengasuh untuk anak kita,satu yang paling penting adalah...." ucapan Aby terhenti saat Billa kembali memotong ucapan nya

__ADS_1


" Apa?" tanya Billa penasaran


" Yang paling penting itu kamu harus mengandung dan melahirkan anak-anak kita, karena hanya kamu yang aku inginkan menjadi ibu dari anak-anakku" jawab Aby santai


" Oh jadi itu sebabnya kakak mau kita balikan lagi? kenapa ga minta kekasih kakak itu yang menjadi ibu dari anak-anak kakak? kenapa harus aku?" tanya Billa terdengar sedikit emosi


" Karena kamu wanita yang aku nikahi,salah kalau aku menginginkan keturunan dari istri ku sendiri?" jawab Aby tegas seraya bertanya


" Tidak akan salah jika itu untuk pasangan suami istri yang normal seperti pasangan lainnya dan itu sangat jauh berbeda dengan kita" jawab Billa lirih diakhir kalimatnya


" Maka dari itu mulai hari ini kita akan sama-sama belajar untuk menjadi seperti pasangan suami istri pada umumnya,atau mungkin kamu mau lebih dari mereka? aku sih sangat setuju dan tidak akan merasa keberatan sedikitpun " jawab Aby pasti dengan sedikit menggoda Billa pada akhir perkataan nya


" Trus kalau kakak udah bosan maka Kaka akan campakkan aku dan kembali ke pacar-pacar kakak atau mungkin akan cari pacar lagi?" tanya Billa terdengar sedikit emosi


Greb


Tanpa menjawab Aby langsung menarik Billa sehingga membuat gadis cantik itu nyaris terduduk di atas pangkuan nya dan dengan gerakan yang sangat cepat Aby sudah menyatukan bibir mereka seraya melxxx lembut bibir indah Billa,membuat gadis cantik itu terpaku dengan jantung yang berdetak kencang seakan sedang berada di atas roller coaster


Tangan Billa yang berada tepat di dada bidang milik Aby secara spontan meremas kuat jas yang menutupi tubuh atletis Aby... " pfffff..." Billa sedikit memberontak dan sekuat tenaga menolak dada bidang milik Aby


Aby melepaskan pangutannya saat merasa pasokan oksigen di paru-paru mereka menipis,ia mengusap lembut bibir basah Billa yang terlihat memerah dan sedikit membengkak, sehingga membuat Billa semakin terlihat seksi dan hal itu sungguh membuat Aby sangat menikmati pemandangan indah itu


Singkat Aby mengecup bibir indah Billa,baru setelahnya ia melepaskan kedua tangannya yang merangkul erat pinggang ramping Salsabila,membuat gadis cantik itu langsung menunduk seraya sedikit memundurkan tubuhnya dari Aby,melihat itu Aby sedikit menyungging senyum nya


" Mulai sekarang kamu harus terbiasa dekat-dekat dengan ku dan melakukan hal seperti barusan bahkan lebih dari itu, karena aku mau kita lebih dari pasangan lain" ucap Aby santai seakan tanpa rasa malu


Sedangkan Billa langsung menatap wajah tampan Aby dengan tatapan horornya, yang ditanggapi dengan wajah biasa saja oleh Aby seraya tangan nya kembali mengusap lembut kepala Billa dan kembali merangkul posesif pinggang ramping Salsabila


Keduanya langsung turun saat mobil berhenti dan pintu mobil tersebut sudah di bukakan oleh sang supir,dan hal tersebut membuat jantung Billa langsung bedetak tak karuan, walaupun ia sudah beberapa kali datang ke tempat itu dan bertemu dengan para penghuni gedung mewah tersebut,tapi kedatangan nya kini terasa sangat berbeda dan sungguh sangat mendebarkan


" Ayo...mami sudah sejak semalam gelisah nunggu menantu kesayangan nya" ucap Aby santai seraya meraih pergelangan tangan Billa agar langsung keluar dari dalam mobil


" Ta-tapi..." jawab Billa ragu dengan wajah yang terlihat sedikit pucat dan gugup


" Percaya sama aku.. semuanya akan baik-baik saja atau kamu mau dijemput oleh mami ?" ucap Aby yakin seraya bertanya pada Billa,membuat Billa langsung menggeleng cepat


" Ayok ..kakak jalan duluan di depan" ucap Billa lirih dengan wajah yang seakan ingin menangis,melihat hal tersebut membuat Aby sangat geram dengan tingkah Billa yang justru sangat menggemaskan bak anak kecil yang berbuat kesalahan sehingga takut untuk pulang ke rumah


Aby tidak menjawab atau membantah,ia langsung berjalan dengan langkah tegap dan penuh wibawa, beberapa pengawal kerajaan langsung memberikan tanda hormat saat pasangan muda itu mulai memasuki pintu utama,Aby langsung melangkah menuju tempat keluarganya biasa menghabiskan waktu bersama saat ada kesempatan dan Billa masih sangat setia mengikuti langkah Aby dari belakang dengan wajah menunduk

__ADS_1


Brugh


" Auch...rintih Billa saat keningnya sedikit sakit karena menabrak punggung Aby yang tiba-tiba berhenti


" Oma,mami,mom" sapa Aby bersamaan membuat ketiga wanita cantik beda generasi yang masih terlihat sangat cantik itu langsung menatap ke arah suara


" Sayang kamu sudah pulang?" tanya mami Tamara ceria dan matanya sedikit memicing saat melihat Aby datang bersama seorang wanita,beliau masih belum yakin ucapan putranya yang mengatakan akan membawa menantu kesayangan nya, yang ada dalam pikiran nya yaitu sang putra mungkin sudah jatuh cinta pada perempuan lain


Aby tidak menjawab pertanyaan sang mami,ia malah melihat kebelakang dan langsung menarik tangan Billa " Itu mami" ucap Aby pada Billa, membuat Billa semakin menundukkan wajahnya


" Sa-sa -sayang...ini beneran kamu nak? putri mami? " tanya nyonya Tamara dengan wajah terkejut sehingga membuat beliau berbicara gugup


Billa tidak menjawab sepatah katapun, ia langsung berjongkok di kaki nyonya Tamara dengan linangan air mata yang terus membasahi pipinya


" Ma-maafin Billa mi... maafkan Billa pergi tanpa permisi sama mami dan papi...maaf" mohon Billa lirih membuat nyonya Tamara dan yang lainnya sangat terkejut dan terharu melihat Billa yang terlihat sangat merasa bersalah


" Sayang jangan seperti ini,sini sayang bangun nak..kamu ga kangen mami Hem..? ga pengen peluk mami? " tanya nyonya Tamara lembut dan dengan segera Billa langsung berdiri seraya mengangguk dan langsung memeluk erat tubuh wanita paruh baya itu,Billa menelusupkan wajahnya di ceruk leher sang mertua, menikmati hangatnya pelukan wanita yang sudah ia anggap sebagai ibunya, wanita yang memberikan pelukan hangat seorang ibu, sebuah pelukan yang belum pernah Billa rasakan sebelum ia bertemu dengan wanita paruh baya tersebut


" Billa kangen mi... kangen banget sama mami...maaf" ucap Billa lirih dalam dekapan hangat sang mertua


" kamu ga perlu minta maaf sayang...mami tau kamu ga salah... yang salah itu putra mami dan kami yang telah memaksa kamu untuk menikah dengan putra kami,mami akan setuju dengan keputusan yang akan kamu ambil sayang... apapun itu.. yang terpenting jangan pernah berfikir untuk meninggalkan mami lagi,mami mohon...mami sangat menyayangi kamu" ucap nyonya Tamara sendu


" InsyaAllah Billa janji ga akan pernah tinggalin mami lagi,Billa juga sayang banget sama mami" jawab Billa tulus, keduanya hanyut dalam melepas rindu,sampai melupakan ada orang lain yang sedang menatap horor keduanya


" Oh jadi ini cucu mantu keluarga Alexander" ucap tegas sang nyonya Ratu, membuat Billa kembali tegang, sedangkan nyonya Tamara langsung tersenyum dan menatap wajah sang mertua


" O-oma... Ratu" ucap Billa gugup seraya meraih tangan wanita renta itu dan mencium punggung tangan tersebut, seperti biasanya saat mereka bertemu,lalu Billa beralih ke wanita paruh baya yang tak lain adalah mommy dari hitto,baru setelahnya Billa menuju tiga pria dewasa yang sejak tadi sedikit heran seraya menampilkan sedikit senyum tipis,sangat tipis


Billa duduk di kursi diantara mereka yang masih serius menatap wajah canggung dan pucat milik Billa, sedangkan Aby ia terlihat sangat santai seraya asyik dengan handphone miliknya


"Oma benar-benar ga nyangka ternyata kamu istri dari cucu Oma? Untung saja kamu menolak tawaran Oma tentang hitto,andai saja kamu menerimanya maka akan dipastikan akan ada perang besar di dalam keluarga ini" ucap Oma Ratu tiba-tiba memulai pembicaraan


" Maaf O-oma...Billa ga tau kalau papi berasal dari negara ini dan ternyata putra Oma" jawab Billa dengan suara lirih dan sedikit gugup


" Dan sekarang kamu sudah tau kan? itu tandanya kamu juga sudah tau siapa dan apa posisi suami kamu di negara ini dan itu juga berlaku untuk kamu" ucap pria sang pria penguasa negara tersebut dengan suara tegasnya


Gluk


Billa langsung menelan kasar salivanya seraya mengangguk kaku" Su-Sudah O-Opa..." jawab Billa gugup

__ADS_1


__ADS_2