Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
52


__ADS_3

Sedangkan di negara lain, Billa baru tersadar dari pingsannya,membuat Moana merasa lega setelah beberapa jam menjaga sang sahabat,Billa dan Moana memang belum terlalu lama saling mengenal,tapi mereka sudah sangat dekat, bahkan Billa sudah mengenalkan gadis cantik tersebut pada kedua sahabatnya melalui panggilan video


" Kamu sudah sadar bab? syukurlah...aku tuh khawatir banget liat kamu yang tiba-tiba pingsan di parkiran" ucap Moana mengungkapkan kekhawatirannya


" Aku dimana mo? apa yang terjadi?" tanya Billa yang baru tersadar dari pingsannya,ia menatap Moana dan melihat sekeliling yang ia yakini rumah sakit


" Kamu di rumah sakit bab,tadi saat di parkiran kamu tiba-tiba pingsan,untung bertepatan dengan kakak aku yang juga mau ambil mobil" jawab Moana menjelaskan, tapi matanya terus menatap lekat wajah Billa, membuat Billa sedikit merasa risih


" Kamu kenapa liatin aku gitu? ada yang aneh?" tanya Billa penasaran, membuat Moana langsung tersadar dan langsung mengalihkan pandangannya, walaupun ia sangat penasaran tapi ia tidak ingin bertanya sekarang, mengingat Billa yang kondisinya masih terlihat lemah dan Moana juga khawatir Billa akan sangat terpukul jika ia tau apa yang terjadi


" Ga ada..aku cuma khawatir aja sama kamu" jawab Moana berbohong,ia juga sudah meminta pada kakak nya serta dokter yang menangani Billa agar merahasiakan terlebih dahulu tentang apa yang terjadi pada gadis cantik tersebut,dan hal itu mudah untuk Moana karena ibunya adalah dokter yang menangani Moana sekaligus menjabat sebagai direktur rumah sakit tersebut,papanya adalah rektor kampus mereka belajar, kakak nya adalah seorang dosen muda di kampus mereka,juga berprofesi sebagai dokter bedah terbaik di rumah sakit tersebut


" Ya udah kamu istirahat aja lagi dan jangan terlalu banyak gerak dulu" ucap Moana sesuai dengan pesan dokter yang menangani Billa yang tak lain adalah Mama nya sendiri


" Aku kenapa mo dan kenapa perutku terasa sangat perih seperti diremas-remas?" tanya Billa bingung, membuat Moana merasa heran apakah Billa tidak mengetahui tentang keadaannya yang sebenarnya


" Siapa ayah dari bayi yang kamu kandung bill?" tanya Moana pada akhirnya,ia sudah sangat penasaran


DEG


Jantung Billa seakan keluar dari tempatnya,ia benar-benar sangat terkejut dan shock saat mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut sahabatnya


" Maksud kamu apa mo?" tanya Billa heran dengan ekspresi wajah yang sangat terkejut dan mata berkaca-kaca


" Kamu hamil Billa udah hampir delapan Minggu..tapi.." Moana tidak melanjutkan ucapannya,ia takut Billa semakin shock


" A-aku ha-hamil mo..? tanya Billa gugup dengan air mata yang sudah mengalir deras


" Ia bab..tapi maaf janinnya tidak bisa di selamatkan,kata mama aku sepertinya kamu sedang sangat stres dan lelah" jawab Moana apa adanya


" Maksudnya aku keguguran? " tanya Billa lagi, seakan tak percaya


" Ia bab, sorry aku ga bisa lebih cepat nolong calon baby kamu, apakah kamu mau menghubungi seseorang?" tanya Moana, tapi Billa tidak menjawab pertanyaan sang sahabat

__ADS_1


" Sayang.... maafkan mama karena ga tau tentang kehadiran kamu dan mama ga bisa pertahankan kamu,apa mungkin ini yang terbaik untuk kita nak, doakan mama agar bisa ikhlas atas kepergian mu..love you my baby " ucap Billa lirih,ia tidak langsung menjawab pertanyaan noana


" Thanks ya mo...kamu udah nolong aku lagi,aku ga tau kalau ada calon baby ku disini, mungkin dia tau mamanya hidup seorang diri sehingga membuat ia memutuskan untuk tidak hadir di dunia ini " ucap Billa sendu


" Siapa yang melakukan ini semua Billa? aku akan berusaha meminta agar dia bertanggung jawab telah menodai kamu,aku yakin kamu ga mungkin melakukan perbuatan seperti itu dengan sengaja" ucap Moana dengan nada emosi


" Kamu ga perlu lakukan itu, yang melakukan nya adalah orang yang berhak melakukan itu pada ku..dia tidak menodai aku..." jawab Billa dengan tersenyum tipis


" Maksud kamu apa bab? " tanya Moana bingung


" Sebenarnya aku...aku - sudah menikah, tapi pernikahan kami atas keinginan kedua orang tuanya, saat ayah ku kritis beliau menitipkan aku pada majikannya, tapi mereka malah meminta agar ayah ku menikahkan aku dengan putra mereka" jawab Billa lirih


" What....? kapan nikah nya? sedangkan kita baru lulus SMA,Trus sekarang suami kamu itu dimana? " tanya Moana terkejut


" Kami menikah saat aku kelas 12 akhir semester pertama,dia mungkin di negara ku,dia punya kekasih dari sebelum kami menikah, sehingga dia membuat kontrak dalam pernikahan kami, dia meminta agar aku meninggalkannya setelah satu tahun, tapi setelah kelulusan kemarin dan aku meminta izin untuk mempercepat mengakhiri hubungan kami,dia sangat marah " ucap Billa menceritakan


" Maksud kamu kalian sudah bercerai?" tanya Moana lagi


" Pernikahan kami tidak tercatat di negara, karena saat itu aku masih sekolah,dia belum mengucapkan kata cerai pada ku, karena malam itu dia sangat marah dan akhirnya ia meminta hak nya sebagai suami... aku-aku udah berusaha menolak tapi dia tidak perduli dengan permohonan ku..." jawab Billa dengan suara bergetar


" Itu yang pertama.. dan saat aku terbangun pagi dia udah pergi dan malam itu juga pertemuan terakhir kami,aku sempat nunggu dia di mansion kedua orang tuanya tapi dia ga pernah pulang,aku juga nunggu dia di apartemen yang dia sediakan untuk aku tempati selama kami menikah, tapi dia juga ga pernah datang, sampai akhirnya aku mutusin untuk kembali ke rumah peninggalan orang tuaku dua hari sebelum keberangkatan ku ke sini" cerita Billa lagi


" Kamu mencintai dia?" tanya Moana tiba-tiba, membuat Billa langsung menunduk dan menggeleng lemah


" Aku ga mau mencintai dia mo...dia pria yang menyakiti hati aku tiga tahun sebelum kami menikah dan ternyata dia melakukan itu lagi..aku benci sama dia mo" jawab Billa lirih seraya menundukkan kepalanya, membuat Moana tersenyum tipis


" maksud kamu kalian pernah menjalin hubungan sebelum nya?" tanya Moana terkejut


" Ga...kami pernah bertemu saat aku sering membantu ayah dagang,dia dan para sahabat nya sering nongkrong di dekat ayah jualan dan mereka menjadikan aku sebagai Taruhan,dan ternyata itu masih berlanjut sampai kami menikah,aku baru tau Setelah beberapa hari dia melakukan itu pada ku " jawab Billa apa adanya


" Kamu tau dari mana kalau dia dan teman-temannya menjadikan kamu taruhan mereka?" tanya Moana yang semakin penasaran


" Sebelumnya dia sendiri yang terus terang ke aku saat dia akan lulus SMA, dia minta agar aku pura-pura Nerima dia dengan imbalan hadiah dari taruhan itu ia berikan padaku, tapi aku menolak dan aku sangat terkejut karena kami hampir tidak pernah bicara, tapi setelah itu dia menghilang dan kami ga pernah ketemu sampai hari pernikahan itu terjadi " cerita Billa lagi

__ADS_1


" Selama menikah kalian tinggal bersama?" tanya Moana lagi,ia semakin penasaran dengan cerita Billa


" Dia menyediakan apartemen untuk aku, sesekali dia juga pulang ke apartemen itu, tapi kami ga sekamar,hanya saat pulang ke mansion kedua orang tuanya kami akan tidur sekamar, tapi aku selalu tidur di sofa,dia lebih sering pulang ke apartemen pribadinya, awalnya mami dan papi minta kami agar tinggal di mansion, tapi ia menolak dengan alasan ingin mandiri dan aku juga setuju karena kami bisa pisah kamar" jawab Billa


" Dia pernah kasar ke kamu ?" tanya Moana lagi


" Kasar ga sih... tapi dia dingin dan cuek banget,selama hampir satu tahun pernikahan kami sangat jarang bicara dan ga pernah ngobrol, tapi dia memenuhi tanggung jawabnya,dia kasih aku kartu tanpa batas walaupun aku tidak pernah pakai, karena dia juga rutin kasih uang cash setiap bulan, hanya uang itu yang aku pakai " jawab Billa


" Wow berarti dia orang tajir dong...trus MP kalian terjadinya dimana?" tanya Moana sedikit menggoda


" Di mansion utama keluarganya " jawab Billa lirih seraya menundukkan kepalanya karena malu


" Aku bingung... kalau dia ga suka sama kamu untuk apa dia marah saat kamu minta agar mempercepat mengakhiri hubungan kalian,dan heran nya lagi dia baik banget jadi cowok yang sanggup ga nyentuh kamu padahal kalian pernah tidur satu kamar,apa mungkin dia setia banget sama pacarnya..? kalau setia ga mungkin dia ngelakuin itu saat kamu minta izin pergi.." ucap Moana bingung sendiri


Billa terdiam tanpa kata, ia memejamkan matanya menahan agar air matanya tak lagi kekuar sehingga membuat ia tampak seperti wanita lemah dan menyedihkan, Walau pada kenyataannya hidupnya sungguh sangat ironis sejak ia tinggal di kota besar Jakarta dan setelah kepergian orang -orang yang sangat ia sayangi


Billa mengusap lembut perutnya yang masih rata, hatinya pilu menyesali mengapa ia tidak menyadari kehadiran malaikat kecil dalam rahimnya, sehingga membuat calon bayinya pergi untuk selamanya, seharusnya ia akan memiliki seseorang yang menjadi teman hidupnya sehingga tidak membuat ia hidup sebatang kara seperti sekarang


Moana terdiam melihat wajah cantik Billa yang sendu,walau sahabatnya itu tidak mengeluarkan air mata..tapi ia tau betapa sedihnya gadis cantik yang kini menjadi sahabatnya itu, gadis yang sejak awal ia kenal selalu ceria, mandiri dan sangat pintar,serta sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan, tapi hari ini Moana nyata melihatnya rapuh


" Kalau kamu mau nangis..maka menangislah jangan ditahan,ingat aku siap menjadi pendengar dan menjadi sandaran kamu jika kamu butuhkan, walaupun kita belum lama kenal tapi aku yakin kamu akan menjadi sahabat terbaik untuk aku, apakah Mona dan Kiki udah tau tentang fakta ini?" tanya Moana


" Mereka tidak pernah tau kalau aku sudah menikah,terlebih tentang kejadian ini dan please jangan kasih tau ke mereka,demi apapun aku benar-benar belum siap" jawab Billa lirih seraya menundukkan kepalanya dan menggeleng lemah


" Kenapa kamu ga bilang ke mereka?, bukankah kalian bersahabat sudah cukup lama?" tanya Moana yang sedikit terkejut dengan jawaban Billa


" Karena mereka kenal dia... bahkan jauh sebelum aku kenal dengan nya dan mereka,dan mereka juga tau siapa dia" jawab Billa apa adanya


Moana kembali terdiam setelah mendengar jawaban dan alasan yang Billa ucapkan,ia tidak pernah menyangka bahwa gadis yang sudah ia anggap sebagai sahabat nya ternyata memiliki masalah hidup yang terbilang cukup rumit,berbeda dengan dirinya yang pernah jatuh cinta pada seseorang yang menurutnya sangat mustahil untuk ia gapai, sehingga membuat ia tidak ingin bertemu dengan orang itu lagi, tapi sayangnya ia tidak benar-benar sukses melupakan seseorang itu


Dalam hati Moana sedikit tersenyum melihat Billa yang entah tidak bisa menyadari atau mungkin belum menyadari bahwa gadis cantik tersebut mungkin saja sudah jatuh cinta pada pria yang pernah berstatus sebagai suaminya tersebut,Moana dapat melihat rasa sakit ,kecewa sekaligus cinta dari dalam mata indah milik sahabatnya itu, sepolos itukah gadis cantik yang kini berada di hadapannya, sungguh rugi pria yang telah menolak gadis secantik dan sebaik sahabatnya itu


Kedua gadis cantik tersebut hanyut dalam pikiran mereka masing-masing,Billa yang sangat terpukul dan sedih dengan kepergian calon buah hati nya, apakah Tuhan benar-benar menjawab doa nya yang memohon agar ia tidak mengandung benih pria itu,tapi kini ia sangat menyesal dengan doa nya tersebut,jika waktu bisa di putar kembali ia ingin membatalkan ucapan nya yang tidak menginginkan dirinya mengandung benih pria yang sangat ingin ia benci tapi sayang pria tersebut memiliki wajah bak seorang dewa

__ADS_1


Sedangkan Moana kembali larut dan tenggelam dalam kubangan masa lalu, masa-masa pertama kali ia melihat seorang pria yang memiliki wajah nyaris sempurna sehingga membuat ia tidak mampu untuk sekedar berpaling dari menatap wajah itu,membuat hati dan jantung nya bergetar hebat setiap ia melihat makhluk Tuhan yang nyaris sempurna itu, sehingga membuat Billa memutuskan untuk pergi jauh dari negara tempat tinggal pujaan hatinya yang bahkan tidak sedikit pun tau bahwa Moana sangat mengagumi dan jatuh cinta pada nya


__ADS_2