Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
79


__ADS_3

Cup


Aby meluxxx lembut bibir indah Billa seraya menarik lembut pinggang ramping Salsabila sehingga membuat tubuh mereka tanpa jarak,Billa sekuat tenaga memberontak seraya memukul dada bidang Aby dengan kedua tangannya,air matanya menetes tanpa bisa ia hentikan


Aby melepaskan pangutannya saat merasa pasokan oksigen di paru-paru mereka menipis dan Aby juga merasakan pipinya basah oleh air mata Salsabila


" Saya mohon jangan seperti ini,saya tidak mau ada kesalah pahaman" ucap Billa lembut dengan wajah tertunduk


" Lalu seperti apa? dan salah paham apa? sampai detik ini kamu masih istri aku" ucap Aby tegas


" Istri taruhan maksud anda?" tanya Billa geram dengan suara sedikit meninggi


" Tidak ada istri taruhan atau apapun itu,makanya seharusnya kamu tunggu aku pulang dan tanyakan pada ku agar kamu tau jawabannya" ucap Aby pada Billa


" Tunggu anda pulang? sampai kapan aku harus menunggu seseorang yang bahkan aku ga tau pergi kemana dan kapan pulang? menunggu seorang pria yang nyata milik wanita lain ,dan menunggu seorang pria yang sedang pergi bersama wanita yang ia cintai ?" tanya Billa emosi


" Aku pergi karena urusan pekerjaan dan ga ada wanita lain dalam pernikahan kita,Salsabila Aulia Abiyasa Alexander...itu nama wanita yang menjadi nona muda di keluarga Lincoln Alexander kalau kamu lupa" ucap Aby tegas


" Stop...aku Salsabila Aulia Ahmad...putri dari seorang tukang kebun yang sekarang hanya seorang yatim piatu dan menjadi janda di usia bahkan belum delapan belas tahun " jawab Billa histeris


Aby terdiam mendengar ucapan yang keluar dari bibir indah Salsabila,wanita yang telah memporak-porandakan hidup dan hati nya,Aby menarik tengkuk Billa berniat ingin menyatukan bibir mereka,tapi semua itu terhenti saat ia merasakan pipinya perih oleh sebuah tamparan


Plakkk


" Jangan pernah sentuh aku lagi...aku bukan barang yang bisa kalian jadikan sebagai bahan taruhan,aku bukan boneka yang bisa anda perlakuan sesuka hati anda dan aku bukan makanan yang bisa menjadi pemuas anda saat anda lapar,tapi aku adalah seorang wanita yang tidak memiliki apapun,jadi aku mohon biarkan aku menjaga harga diriku " ucap Billa lirih


Lagi-lagi Aby terdiam dengan ucapan Billa yang benar-benar menohok hati Aby, sedangkan Billa langsung melangkah menuju kamarnya


Ketiga sahabat Billa tidak ada yang berani berbicara, bahkan untuk sekedar bertanya tentang hubungan Billa dan Aby, rasanya mereka masih belum bisa percaya dengan apa yang mereka lihat barusan


Aby mengusap wajahnya kasar dan langsung melangkah mengikuti Billa ke dalam kamarnya,membuat Billa langsung terkejut dan dengan segera memakai gamis rumahan serta hijab,Aby terus melihat setiap pergerakan Billa membuat Billa sedikit salah tingkah karena malu


Billa langsung melangkah keluar dari kamar,ia merasa jantung nya tidak baik-baik saja setiap kali dekat dengan Aby, melihat Billa keluar Aby juga langsung bangun dari duduknya,ia mengikuti langkah Billa yang menuju pintu keluar


" Maaf saya sedang tidak menerima tamu dan saya sedang tidak ingin berdebat,jadi tolong.... tinggalkan tempat ini" ucap Billa tegas, tapi ia masih menundukkan wajahnya,ia seakan sangat enggan untuk menatap wajah Aby


Tanpa menjawab Aby langsung berjalan menuju pintu dimana Salsabila masih berdiri di depan pintu tersebut


Cup

__ADS_1


" Untuk hari ini aku akan menuruti perkataan kamu dan memberikan kamu waktu sampai besok, bersiaplah karena aku akan kembali untuk menjemput mu" ucap Aby tegas setelah mengecup singkat puncak kepala Salsabila dan mengusapnya lembut dengan tangan nya


" Dan kamu harus mengganti waktu ku selama dua tahun terus mencari mu dan menbuat hidupku hampir berantakan, membuat mami terus menerus marah,membuat papi menyerahkan tanggung jawab hampir semua perusahaan pada ku,dan kamu juga telah mengusik tidur malam ku serta masih banyak lagi yang lainnya,jadi bersiaplah untuk melunasi semuanya " ucap Aby santai sebelum benar-benar meninggalkan apartemen Billa


Billa tidak menjawab sepatah katapun,ia berdiri kaku bagaikan sebuah patung, yang ada dalam pikiran nya hanyalah ingin menangis sepuasnya, menumpahkan rasa terkejutnya dan marahnya


Aby benar-benar pergi meninggalkan apartemen tersebut,ia bahkan tidak melihat kebelakang walau sesaat pun,walau pada kenyataannya ia sangat merindukan istrinya dan sangat ingin langsung membawa Billa bersama nya


Brakkk


Billa langsung menutup pintu dengan keras dan ia langsung merosotkan tubuhnya di balik pintu,Billa langsung menangis dengan posisi terduduk di lantai dan menelungkup kan wajahnya di kedua lututnya


Hiks hiks hiks


" Ya Tuhan ampuni hamba telah berlaku dan berkata kasar padanya" ucap Billa lirih


di sela tangisnya


Ketiga sahabatnya langsung menghampiri Billa saat melihat punggung Billa yang bergetar, walaupun mereka sangat penasaran tapi mereka berusaha untuk tidak bertanya, dengan memeluknya mungkin bisa sedikit membantu membuat Billa lebih tenang


Walau pada kenyataannya ada hati lain lagi yang sangat terkejut dan sakit saat melihat pria yang sangat ia kagumi memeluk dan me n c I u m mesra seorang wanita dihadapan nya, sedangkan wanita itu adalah sahabatnya sendiri


" Maksud Lo dia ...kak Earl ...?" tanya Mona dan Kiki hampir bersamaan


" Ia dia..dia yang dulu menikahi aku...maaf aku belum pernah cerita ke kalian" ucap Billa lembut


Jdar....


Bak disambar petir ketiga sahabatnya,Mona dan Kiki ga pernah menyangka bahwa sahabat mereka memiliki hubungan sebegitu sakral nya dengan Earl Abiyasa Alexander pria yang mereka tau latar belakang keluarga nya, sedangkan Mo lebih terkejut sekaligus terluka,pria yang sangat ia kagumi ternyata orang yang sama yang membuat sahabatnya merasakan trauma terhadap laki-laki


" Kamu tenangin dulu diri kamu,ini minum dulu" ucap Mo menyerahkan segelas air putih pada Billa


Saat Mo mendengar kenyataan yang Billa ucapkan tentang Aby,Mo sangat terkejut sehingga ia langsung meninggalkan ketiga sahabat nya untuk menenangkan dirinya agar mereka tidak melihat wajah kesedihan nya, setelah ia memenangkan dirinya sendiri barulah ia membawakan segelas air putih untuk Billa


Biar bagaimanapun Mo harus bisa melupakan rasanya untuk Aby, terlebih sejak awal memang Aby tidak pernah tau atau mungkin bahkan tidak mengenal nya, terlebih sekarang mo sudah tau tentang status Aby yang sudah menikah bahkan dengan sahabatnya sendiri


Salsabila...wanita yang sangat Mo kagumi,wanita yang menurut Mo nyaris sempurna, sahabat yang menjadi penyemangat mo dan mengajari mo tentang indahnya berbagi dan tentang cara menghargai orang lain,hal itu semua belum pernah Mo dapatkan dari sahabat-sahabatnya yang lama,apalagi dengan kesibukan kedua orang tuanya sehingga membuat Mo sedikit merasakan kekurangan perhatian dan kasih sayang


Sedangkan di sebuah mobil sport mewah buatan Eropa,Aby masih setia dengan wajah datar dan diamnya, membuat Zidan yang duduk tepat di samping supir melirik sekilas ke arah sang sahabat sekaligus Bos nya itu

__ADS_1


Baru saja Zidan ingin membuka mulutnya untuk bertanya tentang keputusan apa yang akan Aby ambil,tapi terhenti karena William terkebih dahulu buka mulut


" Kita kemana tuan muda?" tanya William yang memang sedang menjadi supir hari ini


" Langsung ke kantor, bukankah kamu mengatakan ada beberapa berkas yang harus aku tandatangani?" jawab Aby singkat


" Baik Tuan muda" hanya jawaban itulah yang selalu William ucapkan pada sang tuan muda


Zidan menatap wajah dingin Aby dari spion dalam mobil, bagaimana pun ia tau mood dan pikiran Aby sedang tidak baik-baik saja,walau bagaimanapun Aby menyembunyikan nya dari Zidan,tapi sang sahabat nya itu tetap saja tau apa yang sedang Aby rasakan


Aby memejamkan matanya dan menyandarkan tubuh dan kepalanya pada sandaran kursi mobilnya, perlahan ia memijat pelipisnya yang terasa sedikit berdenyut


" Shiiit..." Umpat Aby tiba-tiba,ia merasa sangat frustasi dengan semua ucapan Billa padanya saat di apartemen Billa,ia seakan tak terima dengan keputusan dirinya sendiri yang menuruti perkataan wanita cantik tersebut untuk pergi dari apartemen dan meninggalkan dirinya


Zidan dan William menelan salivanya seraya saling pandang dengan wajah sedikit gelisah, mereka sangat yakin bahwa tidak akan ada ketenangan dalam pekerjaan mereka hari ini dan dapat dipastikan mereka akan menjadi sasaran empuk atas kegelisahan Aby


Zidan menggidikkan bahunya saat William melihat kearahnya dengan tatapan nanar, seakan ia berkata bagaimana ia akan menolong William jika dirinya saja juga dalam posisi terancam


Tak terlalu lama akhirnya mobil yang membawa mereka berhenti di depan lobby perusahaan EA group, perusahaan milik Aby pribadi dan yang Abi dirikan sendiri saat ia kuliah di negara kelahirannya dan negara asal sang papi


Tanpa berkata apapun Aby langsung turun dari mobil nya setelah salah satu satpam nya membukakan pintu mobil tersebut,Aby melangkah dengan gagahnya dan dengan tatapan lurus ke depan, jangan lupakan wajah datarnya yang mampu menghipnotis para lawan jenisnya


Zidan dan William setia berjalan di sisi kiri dan kanannya,ketiga pemuda tampan itu langsung menuju lift khusus petinggi perusahaan dan memasuki benda persegi itu setelah pintunya terbuka


Didalam lift Aby kembali memijit pelipisnya yang benar-benar terasa sangat pusing, Zidan dan William terus memperhatikan nya, tapi belum satupun dari kedua nya berani bertanya kepada sang Bos muda tersebut


Pintu lift terbuka membuat ketiganya kembali melanjutkan langkah mereka menuju ke ruangan sang CEO tentunya, karena Zidan dan William memang harus menjelaskan tentang beberapa berkas yang sudah berada di meja kerja Aby


" Tuan ini beberapa berkas yang harus anda tandatangani,sekilas sudah saya periksa tapi tolong anda periksa lagi" ucap William sopan,di jam kerja mereka memang berlaku profesionalisme yang tidak mencampurkan hubungan pribadi mereka yang tak lain adalah sahabat


" HM" jawab Aby singkat


" Jika tak ada lagi yang anda butuhkan saya permisi tuan" ucap William sopan seraya memundurkan tubuhnya, melangkah meninggalkan ruangan yang membuat mereka seakan tertekan


" Pesankan beberapa menu lunch yang spesial dan kirimkan ke alamat apartemen istri saya" perintah Aby tegas


" Baik tuan muda, apakah nona muda tidak memiliki riwayat alergi terhadap beberapa jenis makanan tuan? atau anda mau saya menelfon nona muda untuk sekedar bertanya " jawab William patuh


" Tidak perlu " jawab Aby tagas

__ADS_1


" Baiklah kalau begitu saya permisi ke ruangan saya tuan " jawab William sopan, sedangkan Zidan sejak tadi terus pokus mencari pertanyaan yang tepat tentang kejadia. Aby lagi...


__ADS_2