Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
64


__ADS_3

Mentari pagi bersinar begitu cerah, menghangatkan bumi dan memberikan semangat pada semua penduduk bumi dalam mengawali aktivitas mereka setelah semalam beristirahat dengan keluarga atau teman,dan mentari pagi juga sesuatu yang sangat di nantikan bagi para penduduk bumi yang memiliki aktivitas di malam hari dan akan selesai saat pagi menjelang, itulah yang kini juga di rasakan oleh Billa and friends


Ya pagi ini tepat satu bulan sudah para dokter muda itu menjalani praktek sebagai dokter koas di rumah sakit Alexander Hospital dan ini adalah hari terakhir keempatnya mendapat jadwal dinas malam setelah satu Minggu penuh,maka hari ini mereka akan mendapatkan izin libur dan akan kembali bertugas dua hari kemudian dengan jadwal dinas pagi


Huffff


" Sumpah ini sungguh MELELAHKAN" Ucap Mo lemah,ia mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi di depan loker tempat penyimpanan barang-barang pribadi mereka yang terdapat di dalam ruangan istirahat untuk para perawat atau dokter koas,berbeda dengan dokter praktek yang disediakan ruangan pribadi di rumah sakit tersebut


" Rasanya semua tulang - tulang gue remuk dan mata gue itu serasa seperti panda tau ga" jawab Mona dan juga di angguki oleh Kiki, sedangkan Billa hanya tersenyum tipis melihat dan mendengar keluhan ketiga sahabat nya itu,ia seakan tidak perduli dengan tampilannya saat ini, karena ia memang terlahir dengan wajah dan tubuh yang nyaris sempurna, yang ia pikirkan hanyalah berusaha untuk dapat menyelesaikan pendidikan nya Secepat mungkin agar ia bisa mencari pekerjaan ke negara lain atau pun jika mungkin ia akan mencoba untuk kembali ke Indonesia, walaupun tidak di Jakarta, mungkin ke desa tempat ia dibesarkan misalnya


" Ni anak malah senyum lagi dengerin keluhan kita, emang nya ...kamu itu ga pernah ngerasain capek ya? atau mungkin ga cuma perasaan aja yang udah beku, tapi juga udah mati rasa ya?" ledek Mo geram karena melihat Billa yang masih bisa tersenyum cantik saat melihat ketiga sahabat nya yang mengeluh


" Trus aku harus gimana...? nangis..? ini tuh pilihan kita, jadi ya.... nikmati aja proses nya, gampang kan" jawab Billa santai


" Kayaknya Lo bener Mo...ni anak udah mati rasa" ucap Kiki seraya menggeleng


" Rasa apa dulu...? rasa yang pernah ada di antara kita atau rasa makanan...?" ledek Billa santai


" Rasa yang ada di hati Lo... kalau lidah Lo masih berfungsi dengan baik, tapi kalau hati Lo gue ragu" Ledek Mona mendukung Kiki


"Haha... kalian semua tenang aja,hati aku, perasaan aku dan fisik aku ....is okay...jadi santai aja...ok" jawab Billa dengan tersenyum tipis


" Kalau yang Lo bilang beneran... kenapa Lo ga mau kasi kesempatan untuk mereka yang serius ke Lo, bahkan siap nikahin Lo kalau alasan Lo ga mau pacaran?" tanya Mona spontan


" Belum saatnya....ya udah yok kita pulang, katanya mau singgah di market" jawab Billa singkat dan langsung mengalihkan pembicaraan mereka


Ketiga sahabatnya yang paham akan perasaan Billa,tidak lagi melanjutkan pembicaraan mereka dan langsung melangkah bersama meninggalkan ruangan itu dan menuju parkiran tempat Mo memarkirkan mobilnya, karena memang Mo tidak pernah mengizinkan ketiga sahabat nya pulang dengan angkutan umum jika dia bersama mereka, kecuali jika urgent


" Pagi dok .." sapa salah seorang dokter muda pada Billa dan yang lainnya


" Pagi... Dokter,baru datang dok" jawab Mona ramah dan di angguki oleh dokter muda tersebut, sedangkan Billa hanya tersenyum tipis dan mengangguk sopan,Kiki dan Mo ikut tersenyum


" Pagi tuan muda..." sapa Mo dan Kiki ramah dan hal yang sama juga dilakukan oleh Mona,saat mereka berpapasan langsung dengan hitto sang Dirut, sedangkan Billa lagi-lagi hanya mengangguk sopan


" Pagi.." jawab hitto ramah walaupun terkesan sedikit cuek

__ADS_1


Dan saat bersamaan ternyata Brayen juga muncul dan menghampiri mereka, membuat mereka terlibat sedikit perbincangan


" Pagi semua...wah ada tuan muda juga ternyata" sapa Brayen ramah dengan senyuman tampan milik nya


" Pagi.." Jawab semuanya kompak, termasuk hitto, walaupun dengan wajah yang sedikit jutek


" Kamu pulang ke mana Mo?" tanya Brayen pada Moana sang adik semata wayangnya


" Apartemen, kenapa kak?" jawab Mo seraya bertanya, sedangkan Brayen hanya mengangguk tanpa menjawab pertanyaan sang adik


" Kami langsung jalan ya dok..tuan muda" ucap Mona meminta izin pada Brayen dan hitto, karena Billa sudah memberikan isyarat pada nya


" Oh ya silahkan..." jawab Brayen singkat, sedangkan hitto hanya mengangguk


Keempat gadis cantik itu langsung melangkah meninggalkan dua pria tampan yang sama-sama menatap kepergian mereka,tapi langkah mereka tiba-tiba berhenti karena suara bariton Brayen


" Dear..... Minggu depan akan ada seminar di kampus untuk semua universitas, usahakan datang ya dan yang lainnya juga" ucap Brayen memberikan informasi


" Yes brother...akan aku usahakan dan yang lainnya juga " jawab Billa sopan dengan wajah yang tertunduk


Billa dan friends kembali melanjutkan langkah mereka, jangan lupakan puluhan bahkan mungkin ratusan pasang mata yang terus memperhatikan nya, seakan sangat sulit untuk berpaling dari menatap gadis cantik tersebut,hal yang sama juga terjadi pada Brayen dan hitto yang seakan sulit untuk tidak memandang nya


" Dia kekasih barumu" tanya hitto tiba-tiba sesaat setelah punggung Billa dan ketiga sahabat nya menghilang di belokan lorong koridor


" Bukan...dia sahabat adikku Mo... kenapa Lo nanya gitu? " Tanya Brayen tanpa melihat wajah hitto, karena matanya masih memandang ke arah Billa dan yang lainnya menghilang


" Sejak kapan Lo jadi sedekat itu dengan sahabat Mo? bukan seperti Lo yang biasa gue kenal? atau ada yang gue ga tau sejak Lo di Paris beberapa tahun lalu?" tanya hitto dengan senyuman tengil nya


" Sejak Mo kenalin dia ke gue, sejak itu pula gue percaya Kalau masih ada wanita yang ga tertarik bahkan bisa nolak gue dan sejak itu pula gue tau ternyata ditolak itu sakit, walaupun dengan cara selembut apapun, bahkan gue belum menyatakan tentang perasaan gue, tapi dia seakan tau apa yang ada di hati gue untuk dia, sehingga dia seakan membangun tembok yang sangat tinggi dan kokoh, walaupun gue belum tau apakah tembok itu hanya untuk gue atau mungkin juga untuk semua pria,ya ..Lo bener di Paris gue berusaha untuk tak lagi sebrengxxx dulu, tepatnya setelah gue kenal dia " jawab Brayen yakin


" Maksud Lo... dia?" tanya hitto yang seakan ga percaya bahwa sahabat tampan dan jenius nya itu tidak sanggup menarik perhatian seorang wanita


" Ya dia... Salsabila Aulia Ahmad..usia baru akan memasuki 20 tahun,asal Indonesia,salah satu negara di Asia, Jenius,cantik,baik, lemah lembut, sangat penyayang,penyabar dan seorang Muslim yang sangat menjaga pergaulan dan penampilan nya, gambaran wanita yang nyaris sempurna bukan...? tapi sayang entah mengapa ia seakan tak tertarik menjalin hubungan dengan seseorang " Jawab Brayen seakan putus asa


" Tapi kalian terlihat sangat dekat...? bahkan gue liat dia patuh banget sama Lo dan juga deket banget sama nyokap Lo?" tanya hitto yang seakan semakin penasaran dengan jawaban Brayen

__ADS_1


" Dimata orang kami memang deket banget,ya bisa dibilang gitu...dan ya...Lo hampir bener, selama gue kenal dan memutuskan untuk mendekati dia,gue akui dia termasuk wanita yang sangat patuh,tapi dia juga wanita yang sangat tegas dalam mengambil keputusan,dia memang deket banget sama semua keluarga gue,ga cuma sama mama,Mo atau gue, tapi juga sama papa dan kak Angel, suami dan putrinya " jawab Brayen jelas, kedua pria tampan itu ngobrol sambil berjalan


" Tapi.... tunggu.. tumben banget Lo mau tau sejauh ini tentang wanita, terlebih tentang hubungan gue dengan wanita? atau Lo ...?" tanya Brayen serius dengan wajah penuh selidik


" Ya...gue tertarik sama dia sejak pertama kali gue liat dia,gue kura dia pacar Lo, tapi setiap ada kesempatan gue selalu memperhatikan dia,tapi Persis seperti yang lo bilang...dia seakan ga perduli atau mungkin juga ga tau kalau ada seseorang yang mengawasi dia, yang gue liat dia selalu menghindar dari setiap laki-laki dan dia juga selalu menundukkan wajahnya setiap berbicara dengan lawan jenisnya, dan gue juga ga pernah liat Lo Deket dengan wanita lain walaupun kita sedang ke club" jawab hitto jujur


" Jujur sejak gue liat dia...mata dan hati gue seakan ga tertarik lagi untuk liat wanita lain, tapi Lo tenang aja gue ga akan ngelarang Lo atau siapapun buat dekati dia, selama ga berniat ngerusak atau nyakitin dia,gue udah anggap dia seperti adik gue,jika memang Tuhan menciptakan dia untuk gue maka dia akan tetap jadi milik gue " ucap Brayen yakin


" Ok...gue pegang ucapan Lo barusan, jujur gue tertarik banget sama dia dan gue akan coba untuk dekati dia,dan sebisa mungkin gue janji ga akan nyakitin dia, karena sepertinya yang Lo rasakan juga gue rasakan " jawab hitto jujur


" Hahaha.....hebat ya tuh cewek kecil..bisa buat Casanova kayak Lo tobat" Ledek Brayen pada hitto, membuat hitto memutar matanya jengah, mungkin Brayen lupa siapa dirinya saat dua tahun lalu


" Lo lupa siapa Lo..? PLAYER BRENGXXX dan lo juga tobat karena dia,dan mari kita bersaing secara sehat dan ga boleh ada yang curang" ucap hitto


" Ok ...gue setuju dengan saran Lo dan gue janji ga akan curang" jawab Brayen yakin


" Ok . Deal...." jawab Brayen tegas


" Deal..." timpal hitto sama tegasnya


Kedua pria tampan tersebut saling menjabat tangan sebagai tanda mereka sudah memutuskan sebuah kesepakatan


" Oh ya..gue denger si pangeran play boy mau datang ya? heran gue sama keputusan dia menetap di negara Mami nya,apa mungkin disana dia udah berubah jadi player " ucap Brayen tiba-tiba saja teringat seseorang yang tak lain adalah sahabat mereka, walaupun usianya dibawah mereka


" Ya... mungkin bulan depan dia udah berada di negara ini, banyak banget alasan dia memutuskan untuk menetap di negara Aunty..salah satunya mungkin karena dia udah nikah dengan gadis asli negara itu, jadi jauh kemungkinan dia jadi player, karena dari kabarnya istrinya itu cantik banget " jawab hitto apa adanya


" Dia udah nikah...? si tuan muda play boy...?gue yang salah dengar atau Lo yang salah ngomong?" tanya Brayen dengan wajah terkejutnya


" Ga ada yang salah... semuanya beneran,gue serius dia udah nikah, tapi katanya karena permintaan Uncle dan aunty, selebihnya gue ga tau banyak " jawab hitto serius


" Gue beneran shock, udah berapa lama?" tanya Brayen serius


" Tepat hari pertama dia nyampe ke negara itu saat aunty dan uncle mengalami kecelakaan beberapa tahun lalu,kita liat bulan depan, istrinya ikut atau ga, yang pasti kemungkinan istrinya masih kuliah, karena mereka nikah saat tu cewek masih sekolah menengah atas kelas 12 " jawab hitto menceritakan


" What...???? ya Tuhan.. masih bocil banget dong bini nya" Ucap Brayn shock, sedangkan hitto hanya mengangguk dan tertawa geli, seakan sedang meledek sang sepupu yang menjadi topik pembicaraan mereka, keduanya terus mengobrol sambil berjalan menyusuri koridor rumah sakit dan berpisah saat akan menuju lantai tempat ruangan mereka masing-masing

__ADS_1


__ADS_2