
Sedangkan di Indonesia tepatnya di Bandara internasional Soekarno Hatta, pesawat pribadi milik kedua orang tua Aby baru saja mendarat dengan sempurna, pasangan paruh baya itu langsung turun dari pesawat dan menuju jalur khusus, karena para bodyguard dan supir sudah menunggu kedatangan mereka, sedangkan Aby diperkirakan sorenya ia juga akan tiba di tanah air
Tuan Lincoln dan nyonya Tamara langsung menaiki mobil yang menjemput mereka dengan pengawalan yang cukup ketat, keduanya langsung menuju mansion utama, nyonya Tamara cukup gelisah sejak hampir satu bulan belakangan ini, karena bik Atik mengatakan bahwa Billa tidak pernah lagi menginap di mansion sejak setelah ia menginap beberapa hari sekitar satu bulan yang lalu
Menempuh perjalanan sekitar 40 menit akhirnya mobil mewah tuan Lincoln dan sang istri memasuki gerbang megah mansion mereka, nyonya Tamara langsung turun dengan sedikit tergesa, terlebih nomor telepon Billa juga sudah satu bulan terakhir tidak bisa di hubungi, ingin mereka meminta pada para orang suruhannya untuk menanyakan tentang Billa pada buk Susi tapi mereka takut itu akan membuat Billa kesulitan karena akan menimbulkan kecurigaan dari orang lain tentang status Billa
" Selamat sore Tuan.. nyonya..." sapa bik Atik dan para Art lainnya sopan
" Sore.. bagaimana bik..apa Billa ada datang ?" tanya nyonya Tamara terlihat khawatir, sedangkan tuan Lincoln hanya mengangguk tanpa berkata apapun
" Maaf nyonya..nona muda belum ada datang, tapi satu Minggu setelah nona pulang dari mansion nona sempat mengirimkan beberapa toples cookies kesukaan nyonya dan sepucuk surat,kata gojek yang mengantarkan itu semua untuk nyonya pesan dari nona muda
" Mana bik..mana barang - barang itu.. pasti terjadi sesuatu pada nya " jawab nyonya Tamara tak sabar
" Sebentar nyonya akan saya ambilkan " jawab bik Atik dan langsung melangkah meninggalkan nyonya Tamara menuju ke dapur
" Baik bik saya tunggu di kamar" jawab nyonya Tamara seraya melangkah menuju arah kamar beliau berada,dan diikuti oleh tuan Lincoln di belakang beliau
" Mami jangan terlalu panik gini dong, istirahat aja dulu" ucap tuan Lincoln pada sang istri
" Bagaimana mami bisa istirahat Pi..anak perempuan kita enggak tau kabarnya" jawab nyonya Tamara pada sang suami, membuat tuan Lincoln menggeleng melihat tingkah laku sang istri
Keduanya menuju kamar, sampai di kamar tuan Lincoln langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya agar lebih segar dan nyaman untuk istirahat, sedangkan nyonya Tamara mondar-mandir menunggu bik Atik datang membawa bingkisan yang katanya dari Billa sudah satu bulan yang lalu
Tok tok tok tok
Terdengar suara ketukan pintu kamar, membuat nyonya Tamara langsung memerintahkan orang yang mengetuk pintu agar segera masuk
__ADS_1
" Nyonya ini bingkisan beserta suratnya" ucap bik Atik sopan seraya menyerahkan paper bag tersebut pada nyonya Tamara
Dengan tidak sabaran nyonya Tamara langsung duduk di ranjang dan memeriksa isi paper bag tersebut yang membuat beliau tersenyum saat melihat isinya adalah cookies kesukaan beliau
Tangan beliau langsung meraih sebuah amplop yang diyakini adalah sebuah surat dari Billa yang ditujukan untuk beliau
* Assalamualaikum mi...Pi...maaf kalau Billa terkesan sangat tidak sopan karena hanya dengan sepucuk surat Billa meminta izin.... seharusnya Billa langsung yang menemui Mami dan papi, tapi sayangnya waktu Billa sudah tidak memungkinkan untuk menunggu mami dan papi...
Mi...Pi... terimakasih atas semua nya selama beberapa bulan ini, terimakasih telah memilih Billa menjadi menantu mami dan papi... tapi maaf Billa ga bisa jadi menantu yang baik untuk mami dan papi,juga ga bisa jadi istri yang baik untuk putra kalian
Mi ..Pi... seandainya waktu bisa diputar kembali...Billa ingin menjadi Putri terbaik untuk kalian, bukan menjadi menantu... seperti sekarang, tapi Billa juga tidak pernah menyesal.. karena kehangatan yang kalian sugukan murni sebagai orang tua
Mi...Pi.. kepergian Billa bukan berarti billa ingin lari dari semuanya, tapi hanya untuk mengembalikan seseorang pada pemiliknya,Billa takut karena kehadiran Billa membuat banyak orang tersakiti...Billa takut menjadi wanita yang menghancurkan hati wanita lain dan Billa takut menjadi penjara hati dan hidup untuk orang lain
Maaf jika menurut mami dan papi Billa sangat egois atau mungkin tidak tau berterima kasih.... tapi seandainya boleh...Billa ingin terus menjadi Putri kalian,putri yang sangat mencintai dan selalu merindukan kalian...dan seandainya Tuhan mengizinkan.. Billa mohon saat Billa kembali nanti, izinkan Billa tetap memanggil kalian papi dan mami..
Nyonya Tamara mengusap air matanya yang membasahi pipinya, tubuhnya luruh di sofa kamarnya, tangan nya bergetar sehingga surat dari Billa terjatuh ke lantai,sungguh surat dari billa memberikan kejutan yang sempurna untuk nya
" Pi...putri mami pergi pi,kenapa pi..? kenapa Tuhan tidak mengijinkan mami memiliki seorang putri Pi.. kenapa Pi...kenapa? dulu putri kita pergi bahkan sebelum ia sempat mengenal kita dan sekarang lagi-lagi putri mami pergi ninggalin mami...Dosa apa yang pernah mami buat Pi...? sehingga Tuhan begitu marah pada mami..."Racau nyonya Tamara karena merasa sangat sedih
" Sabar mi... jangan seperti ini,menantu kita pergi pasti ada alasannya,papi janji besok papi akan lakukan penyelidikan,jadi mami tenang aja..papi yakin tidak terjadi sesuatu apapun padanya,dia akan tetap baik-baik saja dan papi akan membawanya kembali ke mansion ini" ucap tuan Lincoln membujuk sang istri
" Mami ragu dia masih mau kembali ke sini Pi...pasti terjadi sesuatu antara dia dan putra kita,mami bisa lihat dari kegelisahan Aby saat di Australia kemarin dan mami yakin pasti ada kesalah pahaman antara mereka, kalau ngak..gak mungkin Billa akan pergi tanpa menghubungi mami walaupun via telepon Pi...,mami tau seperti apa sifat anak itu walaupun mami baru beberapa bulan mengenal nya " jawab nyonya Tamara yakin
" Nanti kita tanya ke Aby .. bukan kah kabarnya sore ini dia akan tiba di Indonesia juga,apa mami yakin mereka sedang dalam masalah? tapi masalah apa mi..? bukankah sudah sekitar satu bulan mereka gak bersama?" tanya tuan Lincoln pada sang istri,beliau sedikit heran.. pasalnya setau beliau sang putra semata wayangnya sudah sekitar satu bulan berada di negara kelahiran nya, tepatnya di kerajaan sang ayah
" Justru itu.. mungkin Aby tidak pernah mengabari istrinya selama dia bersama ayahanda dan ibu ratu,papi tau sendiri bagaimana dingin dan cuek nya dia terhadap Billa " jawab nyonya Tamara yakin
__ADS_1
" Itu karena dia belum menyadari aja kalau dia udah memiliki rasa pada istrinya,coba kalau udah sadar pasti akan Bucin akut" jawab tuan Lincoln terlihat sangat santai, membuat sang istri sangat geram dengan tingkah santai sang suami
" Papi...mami serius...,papi masih bisa SE santai ini? ingat Pi selain menantu dia juga amanah yang harus kita jaga, almarhum ayah nya menitipkan tanggung jawabnya ke kita, ya Tuhan apa yang harus aku lakukan????" racau nyonya Tamara gelisah
" Bukan santai honey...papi juga serius tapi sebisa mungkin papi ga panik,papi juga sangat menyayangi dia mi,dia gadis yang spesial dan sangat banyak memiliki kelebihan,papi yakin siapapun akan tertarik pada nya,maka itu kuatkan diri mami....kita cari jalan keluarnya dan cari dia bersama-sama" bujuk tuan Lincoln sabar dengan Omelan sang istri
" Lihat saja mami akan hajar putra mu jika benar putri mami pergi karena kelakuan dia" omel nyonya Tamara membuat sang suami tersenyum geli, memang nya apa yang bisa sang istri Lakukan pada putra mereka..? mengingat betapa sayangnya sang istri pada putra semata wayang mereka
" Putra kita mami...mami lupa kalau mami yang mengandung dan melahirkan dia? dan mami juga yang ikut membantu papi dalam berusaha ..." jawab tuan Lincoln terdengar ambigu
" Papi...." teriak nyonya Tamara geram pada sang suami,ia sangat ingin marah tapi sayang ia sangat mencintai suaminya tersebut
" Ia honey... jangan marah-marah sebaiknya mami mandi agar bisa lebih tenang dan kita tunggu putra kita pulang" bujuk tuan Lincoln dengan wajah memelas nya karena melihat wajah cantik sang istri yang sudah berubah menjadi sangat marah
Tanpa menjawab perkataan sang suami, nyonya Tamara langsung bangun dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi,beliau sangat ingin berendam untuk menenangkan hati dan pikiran yang benar-benar sangat terkejut dengan surat dari sang menantu kesayangan nya
Sedangkan di Bandara internasional Soekarno-Hatta seorang pria tampan baru saja turun dari pesawat pribadi milik nya,Aby berjalan dengan langkah tegap nya,tubuh sispax dan wajah tampannya sungguh menyedot perhatian orang-orang khususnya para lawan jenis,sebuah kacamata hitam yang bertengger indah di hidung mancung nya, sungguh bak jelmaan dewa ,entah apa yang akan terjadi jika orang-orang tau bahwa pria yang tengah mereka kagumi itu adalah seorang calon pewaris tahta kerajaan sang Opa dan seorang putra tunggal dari keluarga terpandang dan keluarga berkuasa di negara asal kelahirannya serta suami dari seorang gadis cantik yang rela meninggalkan nya demi menghargai sebuah kata yang namanya cinta,cinta seorang wanita pada suaminya
Ya Salsabila memang tidak ingin membuat Aby merasa terikat hingga tertekan dengan pernikahan dadakan mereka, walaupun ia belum pernah tau seperti apa rasanya cinta atau jatuh cinta pada pasangan, yang ia tau hanya jatuh cinta pada sang ayah,tapi Billa bisa sedik membayangkan betapa sakitnya jika orang yang kita cintai di miliki oleh orang lain,atau saat orang yang saling mencintai tapi tidak bisa bersama
Untuk itu membuat tekat Billa semakin kuat untuk meninggalkan Aby,ia ga mau membuat hati Aby seakan terpenjara karena status nya, walaupun Billa tau ikatan yang terjalin antara mereka bedua adalah sebuah ikatan suci, tapi sayang nya ikatan suci itu terjadi karena keadaan yang memaksa mereka dan hanya karena sebuah komitmen untuk menghargai kedua orang tua mereka, untuk menunjukkan bakti seorang anak pada orang tua
Aby melangkah melalui jalur khusus menuju lobby bandara,sesuai dengan arahan dari para bodyguard AXE group,rasanya ia sudah tidak sabar lagi untuk segera sampai di mansion kedua orang tuanya, terlebih setelah tadi sang papi menelpon dirinya dan mengatakan agar setibanya di Jakarta ia harus segera ke mansion, sehingga membuat hati Aby semakin gelisah
Aby memang sudah tidak lagi meminta para orang suruhannya untuk mengawasi Billa setelah mereka mengatakan bahwa Billa sudah kembali ke apartemen dan tidak tampak keluar dari tempat itu sudah beberapa hari, yang terlihat hanya kurir yang mengantarkan makanan ke apartemen dan para bodyguard yang selalu terlihat mengambil pesanan tersebut ke lobby
Tanpa Aby tau bahwa Billa telah pergi dan membuktikan bahwa ia tidak ingin mengingkari ucapan nya serta kontrak yang Aby ajukan yang telah mereka sepakati bersama,Aby mengira Billa mengurung diri di apartemen,kepergian Billa sungguh tak disadari oleh para bodyguard keluarga Alexander dan orang suruhan Aby, yang Aby tau hanya para sahabatnya pernah datang ke panthouse apartemen tersebut untuk menyerahkan sesuatu pada Billa dan hal tersebut sudah di ketahui oleh Aby dari para bodyguard AXE group karena sebelum mereka masuk para pengawal tempat tersebut terlebih dahulu menanyakan izin pada asisten pribadi Aby
__ADS_1
Aby langsung memasuki mobil yang sudah menunggunya di lobby bandara bersama sang asisten pribadi yang duduk di samping supir,mobil melaju meninggalkan Bandara menuju mansion utama keluarga Alexander sesuai seperti apa yang sang tuan muda perintahkan