
Salsabila dan Widia... kedua gadis remaja itu melangkah meninggalkan rumah sederhana tersebut dan langsung menuju beberapa tempat Billa menitip kue dan selanjutnya akan langsung menuju ponpes
Tiba di ponpes keduanya langsung menuju ke kantin ponpes tersebut dan menyerahkan kue yang mereka bawa,baru setelah nya Billa dan Widia menuju ke kompleks khusus wanita untuk memulai mengajinya
Sesampainya di kompleks khusus wanita keduanya langsung dibuat ternganga karena ulah teman mereka yang lain nya, bagaimana tidak semua para santri wanita sedang asyik membicarakan tentang kedatangan cucu dari pemilik ponpes tersebut, yang katanya memilik wajah yang sangat tampan dan juga sangat pintar dan usia nya juga tidak terlalu jauh dengan mereka
" Ada apa sih kok pada keliatan semangat banget?" tanya Widia yang memang agak sedikit kepo, sedangkan Billa yang memang lebih cuek terlihat tidak terlalu penasaran dengan apa yang terjadi di depannya, selama itu bukan yang berbahaya atau merugikan orang lain
"Itu cucunya Abah ...udah datang dan katanya wajahnya itu.... cakep banget..." jawab salah satu dari teman mereka yang bernama Tiwi
" Wah itumah hot news... jadi tambah semangat nih...." ucap Widia antusias
" Kalian ini.... bukannya serius sama ngajinya,kok malah heboh dengan cucunya Abah... jangan suka ngehalu deh,kita ini cuma gadis desa.... bukan tipenya banget yang udah biasa dengan gadis kota yang pastinya cantik-cantik,kita ini mah cuma remahan rengginang " ucap Billa menyadarkan teman-temannya
" Ia sih... tapi kalau dia ketemu kamu...aku yakin doi pasti langsung naksir, kamu itu lebih cantik dari gadis kota..." jawab Widia dan Tiwi kompak
" Apaan sih kalian itu lebay bin alay tau ngak...? udah yuk kita wudhu dah hampir Azan Maghrib nih" jawab Billa
" Kita itu bicara fakta Bill...kamu aja yang gak menyadari nya dan selalu aja merendahkan diri sendiri,kamu itu harus nya bersyukur Tuhan kasih kamu wajah sempurna,tubuh ideal dan cerdas plus baik lagi,bagi kami ...kamu itu paket komplit tau gak.." protes Tiwi pada Billa dan juga di angguki oleh yang lain
" MasyaAllah....kalian ini, bukan nya aku ga bersyukur dengan semua yang Allah kasih buat aku... seperti apapun aku dan keadaan ku..aku tetap bersyukur karena aku yakin Allah lebih tau apa yang terbaik untuk kita ...tapi apa kalian lupa..? di atas langit itu masih ada langit .. begitupun kita, sesempurna apapun kita ... pasti ada yang lebih sempurna dari kita... karena kita ini hanya manusia biasa dan aku takut jika aku menjadi seseorang yang tidak kalian sukai" jawab Billa haru
" Kami percaya....kamu memang terbaik...semoga suatu saat kamu akan lebih bahagia dari sekarang, impian mu bisa tercapai dan siapapun yang akan jadi pendamping mu pasti itu yang terbaik dan paling beruntung mendapatkan wanita seperti kamu.., Amin " jawab mereka haru dan kompak
" Amin...." jawab Billa dengan wajah yang sangat bahagia sekaligus terharu mendengar Doa dari para sahabatnya
" Udahan ngobrol nya yuk...ntar kita telat lagi jamaah nya, katanya mau gaet cucu Abah..." goda Billa pada yang lain membuat yang lain langsung bereaksi heboh dengan ucapan Billa
" Kamu ya Bill..." protes mereka kompak
Hahahaha
Tawa mereka kompak dan saling meledek dengan aneka macam kekonyolan khas anak remaja, mereka langsung menuju tempat wudhu yang memang terdapat di asrama khusus wanita tersebut, setelah selesai mereka bersamaan keluar asrama dan langsung melangkah menuju masjid yang terletak di tengah antara asrama putra dan putri, karena mereka akan melakukan Shalat Maghrib berjamaah di masjid tersebut yang selalu di imami oleh sang pemilik ponpes tersebut selama beliau dalam keadaan sehat
Selesai dengan Shalat berjamaah nya, seperti biasanya mereka akan mendengar sedikit tausiyah berupa nasehat untuk kehidupan sehari-hari, atau membacakan Yasin bersama sampai menjelang waktu Isya.. setelah melakukan Shalat Isya berjamaah barulah proses belajar mengajar dimulai dan bagi para santri mengambil tempat mereka masing-masing sesuai dengan tingkat mereka di pondok pesantren tersebut
Begitu juga dengan Billa dan teman yang lainnya, Billa yang memang sudah sangat dikenal oleh beberapa ustadz dan ustadzah serta sang pemilik ponpes tersebut bahwa ia salah satu santri yang memang memiliki kemampuan menjadi Tahfiz, sehingga ia lebih sering mendapatkan pelajaran khusus oleh para pengajar di ponpes tersebut, selama ini walaupun ponpes tersebut terletak di desa yang lumayan terpencil dan hanya sebuah ponpes kecil, tapi mereka lumayan terkenal karena sering mengikuti perlombaan keluar desa bahkan daerah, dan kemampuan para santri di pesantren tersebut juga sudah diakui banyak yang berkualitas
__ADS_1
"Billa kamu di panggil ummi tuh..." ucap salah satu dari santri yang diminta untuk memanggil remaja cantik tersebut
" Oh ia sebentar ya..." jawab Salsabila sopan
" Maaf ustazah... Billa ke umi dulu ya... mungkin umi ada perlu..." ucap Billa pada sang ustazah dan langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh ustazah nya
Billa melangkah turun dari pondok tempat ia belajar dan langsung melangkah menuju kediaman sederhana sang pemilik ponpes,ia memang sudah terbiasa memasuki rumah sederhana tersebut, karena istri dari Abah sang pemilik ponpes sering meminta tolong pada Billa dan beliau memang sangat menyukai remaja cantik tersebut
" Assalamualaikum...Umi..." ucap Billa sopan saat sudah berada di depan pintu masuk rumah sederhana tersebut, dari depan pintu Billa dapat melihat ada beberapa orang yang sedang duduk di sofa ruang tamu seraya mengobrol akrab, karena memang pintu rumah sederhana tersebut terbilang sangat jarang tertutup kecuali jika sudah larut malam
" Waalaikum salam...." jawab yang didalam rumah tersebut kompak dan mereka langsung melihat ke arah suara , kecuali seorang pemuda yang terlihat sedang asyik dengan ponselnya
" Oh...Billa ya...sini nak..." ucap Umi Salamah dengan wajah sumringah nya
" hehehe ia umi... tadi katanya umi panggil Billa...ada yang bisa Billa bantu mi...? maaf kalau mungkin Billa mengganggu..." ucap remaja cantik itu lembut dan sangat hati-hati, kesopanan dan kelembutan yang ia miliki itulah yang membuat umi Salamah dan Abah guru sangat menyukai remaja cantik tersebut dan disaat yang bersamaan juga pemuda yang tadi sibuk dengan gawai nya merasa sedikit tertarik dengan suara lembut dan kesopanan dari seorang wanita, sehingga ia langsung mendongak melihat Billa karena ia juga sedikit penasaran dengan wajah Billa
Deg. Deg deg
Tiba-tiba saja jantung nya berdetak cepat saat matanya melihat wajah cantik Billa yang sedang berbicara dengan umi Salamah yang tak lain adalah nenek dari pemuda tersebut, rasanya ia masih belum percaya di desa tempat kelahiran ibunya tersebut ada seorang wanita cantik yang nyaris sempurna seperti wanita yang kini tengah berdiri di depan umi Salamah
" Ya Tuhan.... sungguh indah dan sempurna nya ciptaan Mu... hamba seakan tengah bermimpi melihat bidadari... ampunilah hamba karena tidak sanggup menahan mata hamba untuk tidak melihat nya,... Astaghfirullah..."
Abrar benar-benar terhipnotis dengan kecantikan Billa...ia baru sadar saat sang Abah menegurnya dengan cara mengusap lembut pundaknya dan sedikit berbisik
" Jaga pandangan kamu ... ingat itu wanita bukan muhrim atau mahram mu..." bisik sang Abah menegurnya
" I- ia Bah maa-maaf " jawab Abrar gugup dan tertunduk malu, karena sudah ketahuan oleh sang kakek
" Dia memang lebih istimewa dari yang lain,makanya Umi sangat suka dengan nya.. kalau kamu merasa dia terbaik untuk kamu...maka cobalah belajar agar juga bisa menjadi yang terbaik untuk nya... kalian masih sangat muda dan masih banyak kesempatan untuk melakukan banyak hal,dia juga baru kelas 8 dan kamu juga baru kelas 12" ucap Abah guru menggoda sang cucu
Sedangkan yang digoda tidak menjawab, ia hanya tersenyum saja mendengar ucapan dari sang kakek yang memang sudah ia tau sedang menggoda sekaligus menasehati nya
Berbeda lagi dengan Billa dan umi Salamah, keduanya terlihat asyik mengobrol seraya menghitung oleh - oleh yang akan dibagikan untuk para santri wanita, oleh -oleh tersebut adalah titipan dari kedua orang tuanya Abrar yang tinggal di Jakarta yang tak lain adalah anak dan menantu dari Abah guru
Abrar pemuda tampan dan juga pintar,ia bersekolah di salah satu ponpes terpadu di Jakarta dan ia sering memenangkan berbagai lomba dibidang Agama dan akademi juga,ia baru saja pulang dari luar negeri dan menjadi salah satu pemenang putra sebagai Tahfiz perwakilan dari ponpes tempat ia menuntut ilmu, dan ia mendapatkan libur beberapa hari sehingga ia memutuskan untuk mengunjungi kakek dan neneknya di desa
Pemuda yang baru berusia 17 tahun tersebut terbilang cukup populer di pondok pesantren tempat ia menuntut ilmu agama dan umum,ia termasuk pelajar yang aktif hampir di setiap kegiatan yang menurutnya positif dan ada manfaatnya,ia memang termasuk anak yang patuh akan nasehat kedua orang tuanya, mungkin karena ia memang terlahir dari keluarga yang sama-sama religius
__ADS_1
Sang Ayah yang memang sebagai rektor di salah satu universitas ternama di Jakarta dan juga memiliki yayasan yang bergerak di bidang pendidikan Al-Qur'an untuk anak usia dini dan setara sekolah dasar, sedangkan sang ibu yang memiliki usaha sebagai owner salah satu koleksi busana muslim dan juga cukup terkenal di Jakarta, membuat putra dan putri mereka tidak kekurangan dalam segi ekonomi dan mereka juga tidak memberikan kebebasan kepada kedua anaknya
Abrar sejak kelas 7 sudah menetap di ponpes terpadu yang cukup terkenal di Jakarta, sedangkan sang adik perempuannya juga tak jauh berbeda dengan nya,kini adiknya juga sudah hampir setahun menjadi santri di pondok pesantren yang sama dengan Abrar
" Billa...ini semua tolong kamu bagikan untuk teman-teman mu ya..maaf kalau umi merepotkan kamu" ucap Umi Salamah lembut sambil tersenyum pada Salsabila
" Ia umi nanti akan Billa bagi langsung di dalam setelah selesai mengaji, ini biar Billa simpan dulu di kamar Billa..umi ga perlu minta maaf.. kalau bukan pada kami umi minta tolong..lalu pada siapa lagi..? kami disini semua anak dan cucu umi kan.." jawab Salsabila lembut dan tersenyum menatap wajah umi Salamah
" Kamu memang terbaik nak...umi bahagia punya kamu dan yang lainnya... kalian semua benar-benar anak dan cucu umi.. terimakasih ya nak" ucap Umi Salamah terharu dengan sikap bijaknya Salsabila
" Ia umi sama-sama..kami yang harus nya terimakasih...udah dikasih oleh - oleh...dan juga sampaikan terimakasih kami untuk Ummah Aisyah dan Abi Habib...semoga beliau semua selalu diberikan kesehatan dan keselamatan...." jawab Salsabila lembut dan di sertai dengan doa' yang tulus
" Amin...." jawab umi Salamah dan Abah guru kompak, membuat Salsabila baru menyadari bahwa di tempat tersebut ada orang lain, tidak hanya dirinya dan umi Salamah saja, membuat Billa mengarahkan pandangannya ke arah sofa dan tanpa disengaja pandangan nya bertemu dengan pandangan Abrar yang juga tengah menatapnya
Keduanya langsung menunduk dengan perasaan masing-masing,jika Abrar sangat terpesona dengan kecantikan Billa,berbeda lagi dengan remaja cantik tersebut,ia mersa sangat malu karena melupakan keberadaan Abah guru dan pria muda yang Billa yakin adalah cucu dari Abah guru yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan oleh para santri
"Ya udah deh mi... Billa langsung simpan ini dulu ya mi...dan Insyaallah sehabis ngaji nanti langsung Billa bagikan... Assalamualaikum" ucap Billa sopan dan menundukkan wajahnya
" Waalaikum salam... hati-hati ya nak... kalau kamu ga sanggup kamu minta tolong sama yang lainnya ya.." ucap Umi Salamah lembut sambil tersenyum simpul karena melihat tingkah kedua remaja tersebut,umi Salamah tau kalau sejak tadi sang cucu sudah beberapa kali mencuri pandang pada Billa,hanya saja remaja cantik tersebut sama sekali tidak merasakan bahwa ada yang tengah memperhatikan dirinya
Salsabila langsung melangkah keluar dari rumah sederhana tersebut seraya membawa dua kantong besar yang berisikan cemilan tersebut,ia langsung menuju ke asrama putri dan menyimpan oleh - oleh tersebut, selanjutnya ia kembali ke pondok tempat group nya belajar
Sedangkan dirumah sederhana sang Abah guru...umi Salamah langsung meledek sang cucu dengan gencarnya karena ketahuan mencuri pandang pada Billa
" Dosa loh bang .... mandangin lawan jenis yang bukan mahram atau muhrim dari kita.." ledek sang nenek pada Abrar
" Umi apaan sih...Abang kan cuma lihat aja mi... namanya juga Abang dengar suara orang lain dirumah kita,wajar dong mi kalau Abang lihat.." elak sang cucu dengan wajah yang sedikit memerah karena malu
" Kalau naksir juga ga apa kok...umi setuju kalau wanita yang kamu taksir Salsabila... udah lah cantik,baik, sopan dan pintar lagi... tapi ingat... ga boleh pacaran sebelum halal..." ledek sang nenek
" Yang umi kamu katakan benar bang... anak itu memang memiliki banyak kelebihan di mata kami dan orang-orang desa ini juga mengakuinya, walaupun ia tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu dan hanya di asuh oleh nenek nya, tapi ia tumbuh menjadi gadis yang sangat bermoral dan berbakti, terkadang kami salut dengan dia, ayah nya bekerja jauh di Jakarta, tapi ia tidak pernah terlihat murung " ungkap sang kakek pada Abrar
" Memang nya ibunya kemana..? " tanya Abrar menjadi sangat tertarik setelah mendengar sedikit cerita tentang Billa dari sang kakek
" Ibunya meninggal setelah beberapa bulan melahirkan nya, karena sebuah kecelakaan saat akan kepasar, dan ayah nya bekerja di Jakarta, ayah nya tidak mau meninggalkan Jakarta karena disana mereka memiliki rumah yang meninggalkan banyak kenangan tentang istri nya.. ibunya Billa...dan sampai sekarang ayah nya bahkan belum mau mencari pengganti ibunya Billa" cerita sang nenek
Abrar mendengarkan dengan seksama,ia semakin kagum pada wanita cantik tersebut,dan entah mengapa ia merasakan sangat ingin menjadi pelindung untuk remaja cantik tersebut,atau bahkan menjadi seseorang yang penting untuk Salsabila
__ADS_1