Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
54


__ADS_3

Aby sudah berbicara dengan Dave tentang Billa di kantor nya beberapa bulan lalu,ya Dave memenuhi undangan Aby yang memintanya untuk datang ke kantor nya dan berbicara tentang Billa, walaupun Aby belum berkata jujur tentang hubungan nya dengan Billa,tapi sedikit demi sedikit Dave mulai yakin kalau Aby tertarik pada Billa,tanpa Dave ketahui bahwa mereka sudah menikah


Setelah berbicara dengan Dave yang mengatakan bahwa Billa pergi ke Paris itu yang Dave tau, Billa pernah membalas chat nya di bulan pertama wanita cantik itu di Paris,tapi setelahnya Dave tidak pernah lagi menerima balasan chat dari Billa, bahkan setelah nya Dave sudah tidak lagi bisa menghubungi ponsel Billa, membuat Dave juga sangat khawatir, pernah ia datang ke negara tersebut dan langsung ke kampus Billa,tapi sayangnya gadis cantik tersebut dinyatakan sudah pindah kuliah ke negara lain atas dasar rekomendasi seseorang


Hari demi hari Aby semakin banyak menghabiskan waktunya di kantor, sikapnya semakin dingin, emosinya sering tidak terkontrol dan yang menjadi korbannya adalah Miko sang asisten pribadi serta sekretaris nya,Aby bahkan tidak segan-segan memecat karyawan nya jika sedikit saja melakukan kesalahan,ia bagaikan seseorang yang hidup dalam kesendirian,ia semakin jarang pulang ke mansion kedua orang tuanya,Aby lebih sering pulang ke apartemen yang biasanya dijadikan tempat tinggal Billa,membuat kedua orang tuanya menjadi semakin khawatir dengan keadaan Aby yang terlihat sangat tertutup


Sang papi juga sudah mengetahui tentang perubahan putra semata wayangnya dari max sang asisten pribadi,tapi tuan Lincoln mencoba untuk percaya pada putranya dan para asisten selama itu tidak merugikan orang lain, pribadi Aby hampir seluruhnya berubah sehingga para teman dan sahabatnya juga merasakan perubahan pria tampan tersebut


Seperti malam ini ia pulang ke apartemen yang ternyata sang mami dan papi nya sudah menunggunya di apartemen tersebut


" Kamu baru pulang boy?" tanya sang mami lembut, menutupi rasa khawatirnya


" Ia mi lagi banyak kerjaan" jawab Aby singkat


" Mami kapan datangnya? kalau ada perlu kenapa ga telfon Aby aja biar Aby yang ke mansion" tanya Aby pada sang mami


" Sore tadi mami sama papi datang, jadi kalau mami ga telfon maka kamu ga akan pulang lagi ke mansion? kamu kenapa boy..? apa salah mami sama papi sampai-sampai kamu menjauh dari kami?" tanya sang mami sendu,beliau sudah tidak sanggup lagi menahan diri


" Mana papi?" tanya Aby yang tidak ingin menjawab pertanyaan sang mami


" Kenapa boy...kenapa kamu ga jawab pertanyaan mami kamu?" tanya tuan Lincoln yang baru datang dari dapur


" Ga ada yang perlu di jawab Pi..Aby mau mandi dulu nanti kita lanjutin ngobrol nya " jawab Aby singkat dan langsung melangkah menaiki tangga menuju kamar nya


Sementara nyonya Tamara menatap sang putra dengan wajah sendu, putranya berubah 180 derajat,tuan Lincoln langsung memeluk tubuh nyonya Tamara dan mengusap lembut punggung sang istri


" Sabar mi.. mungkin dia sedang banyak pikiran " bujuk tuan Lincoln menenangkan sang istri

__ADS_1


Setelah beberapa menit Aby turun dengan pakaian santai, wajahnya terlihat lebih segar,ia menghampiri kedua orang tuanya yang sedang duduk di sofa ruang TV


" Mami sama papi udah makan? mau Aby pesankan sesuatu?" tanya Aby santai


" Kami udah makan tadi diluar sebelum kesini" jawab tuan Lincoln singkat


" O" jawab Aby lebih singkat lagi


" Boy.. kalau kamu mau nikah sama wanita pilihan mu sendiri ... silahkan, bawalah dia kehadapan kami agar kami bisa mengenal nya" Ucap nyonya Tamara tiba-tiba jua di angguki oleh sang papi


" Aby udah nikah mi..Pi...,apa kalian lupa kalau putra kalian sudah beristri" jawab Aby tegas


" Tapi kamu tidak bahagia dengan pernikahan mu boy.. maafkan kami karena telah memaksa kamu dan Billa untuk menikah, sehingga kami harus kehilangan gadis sebaik dan secantik Billa, seorang putri yang sangat mematuhi orang tuanya dan kami ga mau jika harus kehilangan kamu juga nak,kamu juga berhak bahagia sayang " bujuk sang mami lembut


" Berapa kali udah Aby bilang mi..Pi..Aby ga akan menikah lagi,Aby masih punya istri dan secepatnya Aby akan bawa kembali istri Aby,atau mami sama papi udah ga sayang lagi sama menantu kalian?" jawab Aby seraya bertanya


" Kamu yakin dia akan menerima kamu lagi saat kalian bertemu nanti dan apa kamu yakin gadis secantik dia belum dimiliki oleh pria lain yang mungkin lebih menyayangi dan mencintai dia? karena papi yakin selama kalian bersama kamu pasti tidak pernah kasi perhatian untuk nya dan mungkin kamu bahkan sering menyakiti hati dan perasaan nya" jawab tuan Lincoln santai dan sengaja membuat Aby gelisah agar putranya tersebut lebih fokus dalam mencari istrinya, sedangkan tuan Lincoln sudah mulai sedikit mendapatkan bayangan tentang kebenaran Billa tapi beliau sengaja merahasiakan hal tersebut dari istri dan putranya


" Bagaimana kamu bisa seyakin itu bilang kalau dia milik kamu? sedangkan kamu belum pernah menyentuh nya kan?" kedek sang papi lagi, yang lagi-lagi membuat Aby geram


" Salsabila Aulia Abiyasa Alexander itu sah istri Aby secara hukum agama dan negara dan Aby lah yang menjadi pemilik kehormatan dia..Aby pria pertama yang menyentuh nya dan akan terus seperti itu selamanya" jawab Aby yakin


Sedangkan nyonya Tamara hanya diam melihat perdebatan kedua pria beda generasi tersebut,dua pria tersayang yang sangat berarti dalam hidupnya, sesekali nyonya Tamara menggeleng melihat tingkah keduanya yang sama-sama keras kepala dan tidak akan pernah mau mengalah


" Udah stop debatnya...mami pusing tau gak sih dengar perdebatan kalian, bukan nya dapat solusi tapi malah jadi kacau, please mami minta bawa pulang menantu mami,udah hampir satu tahun dia pergi, untuk apa juga orang - orang suruhan papi kalau mereka ga bisa mendapatkan informasi apapun tentang menantu mami" omel nyonya Tamara dengan wajah sendu bercampur emosi


" Sabar mi..kita pasti akan menemukan menantu kita, mungkin saja dia berfikir untuk apa juga dia cepat-cepat kembali ke mansion ini, lebih baik dia selesaikan dulu pendidikan nya dan kembali sebagai putri kita bukan sebagai menantu lagi, itulah sebabnya ia memberikan kesempatan kepada putra kita agar menikah dengan wanita lain dan melepaskan nya " jawab tuan Lincoln menenangkan sang istri

__ADS_1


" Tapi itu semua tidak akan pernah terjadi Pi..Aby tidak akan pernah membiarkan dia dengan pria lain bahkan sekedar bermimpi pun tidak akan Aby izinkan,hanya Aby yang berhak ada dalam setiap denyutan jantung nya dan hembusan nafasnya" jawab Aby final tanpa bisa di bantah


" Kalau begitu cepat cari istri kamu, jangan sampai ada tangan lain yang menuntunnya menuju kebahagiaan dan bibir lain yang menjanjikan keindahan lebih dari kamu" ucap sang papi memprovokasi sang putra


Aby tidak menjawab, untuk sesaat ia terdiam dan akhirnya ia bangkit dari duduknya meninggalkan kedua orang tuanya" Ka


kalau papi sama mami mau nginap, langsung aja ke kamar utama,Aby tidur di kamar tamu" ucap Aby dingin dan dengan langkah sedikit gontai ia menaiki tangga menuju kamar yang ia katakan kamar tamu,kamar itu adalah kamar milik Billa saat gadis cantik tersebut tinggal di apartemen tersebut


Sedangkan pasangan paruh baya yang tak lain adalah kedua orang tua pemuda tampan tersebut hanya bisa menggeleng melihat tingkah sang putra yang terlihat jelas sangat terpukul dengan kepergian istri yang awalnya tidak ia terima


" Lihat tuh mi..putra kamu,waktu orang nya masih ada aja sok cuek dan jual mahal banget,udah pergi baru deh terasa sampai-sampai udah kayak mayat hidup dan ga tentu arah gitu" ucap tuan Lincoln pada sang istri, sedangkan nyonya Tamara masih terus fokus menatap punggung sang putra yang terlihat seakan sangat rapuh


" Tapi hati mami yakin Pi.. mereka pasti akan bertemu dan bersatu lagi,mami yakin mereka udah saling mencintai tapi masih sangat gengsi untuk mengakui nya, sehingga membuat mereka tersiksa dengan keegoisan mereka sendiri " ucap nyonya Tamara serius


" Mami benar dan papi juga setuju dengan perkataan mami,makanya papi memutuskan untuk tidak terlalu ikut campur dalam pencarian Billa,biar putra kita yang berusaha sendiri,agar kelak ia bisa menghargai istri nya" jawab tuan Lincoln


Walaupun dalam hati kecilnya ia sedikit keberatan dengan keputusan sang suami,tapi nyonya Tamara tetap berusaha untuk tetap tersenyum dan mendukung keputusan dari sang suami, karena rencana itu juga sangat tepat untuk membuat putra tunggal mereka menjadi lebih dewasa dan menghargai sebuah hubungan


Sedangkan Aby ia langsung merebahkan tubuhnya saat telah berada dalam kamar tujuan nya,ia tidur telentang memejamkan matanya dan tangan nya memutar-mutar jari manis nya yang terpasang cincin pernikahan nya dengan Billa* besok pagi aku harus datang ke rumah nya, mungkin akan ada sesuatu di sana,ya Tuhan kenapa dari kemaren - kemaren aku lupa dengan rumah itu* monolog Aby dalam hatinya dan tanpa terasa akhirnya ia tertidur pulas


Sedangkan kedua orang tuanya memutuskan untuk pulang ke mansion, sebenarnya kedatangan mereka hanya untuk mengontrol sang putra, jangan sampai ia membawa wanita lain ke pant house tersebut selain istrinya


Pagi menjelang,Aby terbangun mengerjabkan matanya secara perlahan menyesuaikan dengan cahaya matahari yang masuk melalui sela - sela gorden,ia langsung bangun dari tidurnya dan langsung menuju pintu keluar dari kamar tersebut,masuk ke kamar miliknya dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya,ia bangun lebih pagi karena berencana akan mengunjungi rumah Billa


Sekitar 15 menit Aby keluar dari kamar mandi dengan handuk yang hanya melilit di pinggang se batas lutut, wajahnya tampak lebih segar dengan rambut yang masih basah,Aby langsung menuju walk in closet untuk berpakaian, setelah selesai dengan pakaian formal lengkap dengan jam tangan yang melingkar elegan di pergelangan tangannya,merasa sudah cukup Aby melangkah keluar dari kamar setelah mengambil handphone dan tas kantor milik nya


Aby keluar dari pant house nya memasuki lift menuju lantai dasar,di lobby Sudak terlihat Miko sang asisten pribadi yang sudah siaga menunggunya untuk mengantarkan kemanapun sang tuan muda perintahkan, setelah memberikan tanda hormat pada sang tuan muda Miko langsung menuju mobil dan membukakan pintu mobil untuk tuan mudanya,Tanta berkata apapun Aby langsung memasuki mobil dan duduk di kursi penumpang

__ADS_1


" Kita ke jalan xxxxx dulu ya mik... setelah nya baru kita ke kantor" perintah Aby pada sang asisten pribadi yang duduk di kursi depan di samping sang supir


" Baik tuan muda" jawab Miko mengangguk patuh dan langsung memberikan perintah kepada sang supir yang juga di angguki patuh oleh pak Harto sang supir pribadi yang biasanya menjadi supir pribadi Billa, walaupun pak Harto sudah tau alamat yang di maksud adalah alamat rumah sang nona muda,tapi beliau tidak berani berkomentar apapun,berbeda lagi dengan Miko yang belum pernah mengetahui tentang Billa bahkan tentang sang tuan muda yang sudah menikah,Miko juga belum pernah melihat sosok Billa


__ADS_2