Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
05


__ADS_3

Hari terus berganti menjadi Minggu, Minggu terlewati menjadi bulan dan inilah saatnya bulan dimana keberangkatan Salsabila dan neneknya yang hanya tinggal menghitung hari, kedua nya sudah mempersiapkan segalanya dengan sangat baik, mereka juga sudah mengatakan pada para tetangga, kerabat dan tak lupa para sahabat Salsabila bahwa keduanya akan menjalani ibadah puasa dan merayakan lebaran di kota Jakarta


Hubungan Salsabila dan Abrar terbilang cukup baik, keduanya selalu memberikan kabar walaupun sekali dalam seminggu dan hanya dengan berbalas chat saja, keduanya memang tidak pernah melakukan panggilan atau video call,selain karena rasa malu juga karena keduanya tidak ingin membantah pesan Umi Salamah yang mengatakan bahwa pacaran itu tidak baik


Keduanya memutuskan berkomunikasi selayaknya teman,dan itu juga terjadi pada Haikal yang juga meminta agar Salsabila mau menjadi salah satu teman nya di dunia Maya, dan Salsabila menerima dengan tangan terbuka,ia memang termasuk gadis yang supel dan gampang berteman dengan siapa pun, selama ia merasa dirinya pantas untuk menjadi teman orang tersebut dan begitu pula sebaliknya


Salsabila juga menceritakan tentang keberangkatan nya ke Jakarta pada kedua pemuda tampan tersebut, sayang nya keduanya sudah lebih dulu berangkat ke negara tujuan masing-masing untuk melanjutkan pendidikan mereka, sehingga tidak memungkinkan mereka untuk bersilaturahmi, tapi Salsabila mungkin akan meluangkan waktunya untuk mengunjungi keluarga Abrar, karena itu adalah salah satu pesan dari umi Salamah karena ia juga sudah lumayan mengenal ibunya Abrar yang tak lain adalah putri dari umi Salamah dan Abah guru


Akhirnya hari keberangkatan nya pun tiba, Salsabila dan sang nenek sudah siap dan sedang menunggu jemputan,sebuah taksi yang mereka pesan yang akan mengantarkan mereka ke sebuah bandara di kota xxxxx,butuh waktu hampir 5 jam untuk mereka sampai di bandara kota tersebut,maka itu pagi-pagi sekali keduanya sudah harus berangkat, karena jadwal penerbangan mereka sekitar pukul tiga siang


Salsabila tampil cantik dengan dress sederhana nya , yang dipadukan dengan hijab instan dan sebuah tas sandang ukuran sedang yang ia pakai untuk mengisi ponsel dan dompet milik nya, layaknya remaja lain ia termasuk gadis yang selalu menjaga penampilan nya, baginya walaupun ia bukan terlahir dari keluarga kaya, tapi bukan berarti ia tidak boleh menjaga penampilan nya, walaupun tidak semewah orang lain, yang utama adalah selalu tampil sopan



Salsabila mengambil foto dirinya dengan sedikit menutup wajahnya,ia mengaploud dan sedikit bercerita tentang perjalanan nya di status sosial media miliknya,ia memang terbilang cukup aktif di sosial media dan juga memiliki banyak teman, tapi ia tidak pernah menunjukkan wajah aslinya secara terang-terangan di akun sosmed miliknya


Banyak dari teman sosmed nya menanggapi unggahan yang remaja cantik itu tampilkan, termasuk Abrar dan juga Haikal, bahkan ada beberapa teman sosmed nya yang tinggal di Jakarta mengajak Salsabila untuk sekedar bertemu agar bisa saling kenal secara langsung


Salsabila hanya tersenyum melihat komentar dari para teman-teman nya, termasuk teman-teman nya yang didesa tersebut,dan tentunya Abrar dan Haikal yang paling semangat mengomentari status remaja cantik tersebut, jika Abrar memang tertarik pada Salsabila karena sudah pernah bertemu dengan gadis cantik tersebut, beda halnya dengan Haikal yang merasa bahwa Salsabila adalah gadis yang cerdas dan humble, entah mengapa ia merasa sangat senang jika berbalas chat dengan Salsabila


" Umi.. dan yang lainnya..kami berangkat ya, mohon doanya semoga kami sehat dan selamat sampai tujuan,titip gubuk kami ya" ucap nenek dari Salsabila


" Ia hati-hati ya..kami doakan yang terbaik untuk nenek dan Billa, jangan lupa kasi kabar kalau udah sampai ya..dan salam untuk ayah kamu ya Bill " ucap mereka kompak


" Insyaallah umi .. yang lain, Billa akan kasih kabar dan akan sampaikan salam nya ke ayah " jawab Salsabila sopan


" Dan Billa jangan lupa untuk singgah ke rumah ummah Aisyah ya, nanti akan umi kasih no ponsel kamu ke mereka " ucap Umi Salamah mengingatkan Salsabila


" Ia umi insyaallah Billa akan singgah " jawab Salsabila mengangguk patuh


Akhirnya mobil yang mereka tunggu sampai dengan beberapa orang penumpang yang sudah ada di dalam nya, yang mungkin bertujuan sama dengan Salsabila dan neneknya, yang jelas mereka akan menuju kota yang sama dengan taksi tersebut


Salsabila dan sang nenek meninggalkan desa tersebut setelah berpamitan pada beberapa orang yang turut mengantarkan mereka ke persimpangan jalan tempat biasa warga menunggu angkutan umum atau taksi yang khusus mereka pesan

__ADS_1


Tanpa terasa mobil yang mereka tumpangi telah membawa mereka ke tempat tujuan masing-masing, sedikit obrolan yang terjadi dalam mobil tersebut membuat mereka para penumpang menikmati perjalanan yang lumayan lama tersebut, setelah mengantarkan beberapa penumpang lain ke tempat tujuan mereka,kini giliran sang supir mengantarkan Salsabila dan sang nenek serta dua orang penumpang lainnya menuju bandara kota tersebut


Sesampainya di bandara dan setelah menurunkan barang mereka, Salsabila meminta agar nenek nya duduk di kursi tunggu, sedangkan dirinya akan melakukan boarding pass terlebih dahulu, walaupun jadwal keberangkatan mereka masih sekitar dua jam lagi, tapi ia dan sang nenek juga harus melaksanakan Shalat Dzuhur terlebih dahulu, mengingat mereka sampai tepat di waktu tersebut


Selesai dengan semua prosedur dan menyerahkan barang nya ke bagasi, Salsabila mengajak sang nenek menuju tempat ibadah yang terdapat di dalam bandara tersebut, baru setelahnya mereka akan melanjutkan menunggu di kursi tunggu keberangkatan


Setelah selesai dengan semua nya, keduanya langsung menuju area tunggu yang memang sudah disediakan, mereka menunggu jadwal penerbangan mereka yang hanya tinggal beberapa menit lagi jika memang tidak terjadi sesuatu atau pengunduran jadwal penerbangan


Tak berselang lama terdengar suara dari petugas bandara yang menyerukan no penerbangan yang Salsabila dan neneknya tumpangi,seruan yang memberitahukan kepada seluruh calon penumpang untuk segera menuju pesawat mereka karena penerbangan akan segera dilakukan


Salsabila dan sang nenek melangkah menuju jalur penerbangan tersebut, keduanya meninggalkan bandara xxxxx dan menuju pesawat yang akan membawa mereka ke lain kota,entah mengapa Salsabila merasakan hatinya seakan sangat berat untuk melakukan perjalanan ini, tidak seperti biasanya yang sangat semangat jika akan bertemu dengan ayahnya


Beberapa kali remaja cantik yang menginjak usia 15 tahun itu melihat ke arah belakang, seakan ia tidak akan pernah bisa kembali lagi ke kota tersebut, seakan -akan ia akan pergi untuk selamanya dari kota penuh kenangan tersebut, padahal ia tau mereka hanya satu bulan meninggalkan kota tersebut, bahkan ayahnya sudah memesan tiket dan menentukan tanggal mereka kembali ke kota tersebut, tapi hati kecilnya seakan menyangkal semua itu


Pesawat take off... meninggalkan bandara xxxxx menuju bandara internasional Soekarno-Hatta Jakarta, Salsabila menyandarkan kepalanya di sandaran kursi yang ia duduki,sekilas melirik wajah sang nenek yang malah terlihat sangat bahagia, mungkin karena akan bertemu dengan sang putra, Salsabila melirik jam yang melingkar di tangannya, penerbangan mereka sekitar satu jam,ia mencoba memejamkan matanya,membuang rasa gelisah yang entah mengapa tiba-tiba menderanya


Tak terasa..kini mereka kembali mendengarkan pemberitahuan bahwa pesawat yang mereka tumpangi akan segera landing...


Salsabila menarik nafasnya dalam dan menghembuskan nya secara perlahan,tak lupa ia mengucapkan Hamdalah sebagai rasa syukur nya atas keselamatan perjalanan mereka,ia dan sang nenek bersiap dan ikut turun bersamaan dengan penumpang lainnya


" Ayah..." seru remaja cantik tersebut saat sudah dekat dengan sang ayah,ia langsung menghambur ke dalam pelukan hangat yang selalu ia rindukan,sosok pria kebanggaan nya dan cinta pertamanya


" Anak ayah..." ucap sang ayah seraya membalas pelukan sang putri yang sangat ia rindukan, mengusap lembut punggung remaja cantik tersebut,binar kebahagiaan jelas terlihat diwajah pria paruh baya tersebut


" Ibuk..." ucap ayah dari Salsabila meraih dan mencium punggung tangan wanita tua yang melahirkannya, membesarkan nya dan kini juga harus menjaga dan membesarkan putri semata wayangnya


" Kamu sehat nak" tanya wanita tua itu seraya mengusap lembut punggung putranya


" Alhamdulillah...buk.. seperti yang ibuk lihat, ibuk sedikit kurusan?" jawab nya seraya bertanya dan menelisik sang ibu yang menurutnya terlihat lebih kurus


" Ia ayah.. akhir - akhir ini nenek memang sering kurang sehat,tapi kata nenek jangan bilang-bilang ke ayah.." jawab Salsabila mengadukan pada sang ayah


" Tapi sekarang udah jauh lebih baik...kamu ga perlu khawatir " jawab wanita tua itu menenangkan putranya dan Salsabila juga ikut mengangguk tanda membenarkan, membuat sang ayah lega

__ADS_1


Ketiga orang tersebut keluar dari bandara menuju taksi online yang memang sudah dipesan oleh ayahnya Salsabila, mereka langsung memasuki taksi dan duduk dengan tenang,sang supir mulai menjalankan taksinya meninggalkan bandara dan menuju alamat yang sudah di berikan oleh penumpang nya


Diperjalanan mereka asyik mengobrol beberapa hal, membuat suasana perjalanan menjadi semakin asyik dan nyaman, sampai mereka tidak menyadari bahwa mereka telah tiba di depan sebuah rumah sederhana,rumah peninggalan ibunya Billa...


Salsabila menghela nafasnya menatap rumah tersebut,tidak ada yang berubah.. masih sama saat ia berkunjung beberapa tahun lalu, rumah yang katanya meninggalkan banyak kenangan indah tentang sang ibu , sehingga membuat sang ayah tidak pernah mau meninggalkan rumah sederhana tersebut


Ketiga nya melangkah memasuki rumah tersebut, Salsabila tersenyum melihat keadaan ruangan yang masih sama seperti yang ia tata setahun yang lalu sebelum ia dan sang nenek kembali ke desa, sedangkan supir taksi sudah meninggalkan mereka setelah menurunkan barang sang penumpang


" Kamu bersihkan diri dulu dan langsung Shalat Ashar ya, setelah itu baru istirahat, ayah sudah shalat tadi di bandara sebelum kalian tiba dan hari ini ayah ga jualan" ucap sang ayah yang langsung di angguki oleh Salsabila


Begitu juga dengan sang nenek yang juga menuju kamar yang sama dengan cucu cantik nya,rumah sederhana tersebut hanya memiliki dua kamar tidur, sehingga Salsabila dan sang nenek akan berbagi kamar jika mereka di rumah tersebut, karena kamar satunya adalah kamar sang ayah


Selesai dengan semua nya, Salsabila benar-benar istirahat,ia tertidur pulas, sedangkan sang nenek memilih untuk mengobrol dengan putranya di kebun kecil yang terdapat di belakang rumah sederhana tersebut


Ayah Salsabila memang sangat hobi berkebun,baik itu bunga atau sayuran, dirumahnya yang sederhana tersebut terdapat kebun bunga kecil di halaman dan sebuah pohon mangga, sedangkan di belakang ia menanam beberapa jenis sayuran danjuga terdapat beberapa pohon jambu dan logan, karena hobinya tersebutlah membuat ia sangat mencintai pekerjaannya sebagai tukang kebun di salah satu sekolah Elit dan rumah sakit elite milik seorang pengusaha yang sangat terkenal dan disegani di negara tersebut dan bahkan di beberapa negara lain


" Kamu gak capek nak kerja terus?" tanya nenek Soimah pada Ahmad sang putra


" Ini itu hobi buk...jadi ga akan pernah capek,malah kita akan merasa bahagia saat melihat hasilnya esok" jawab Ahmad meyakinkan


" Ibuk tau..tapi tubuh kamu itu juga butuh istirahat... Billa pasti akan sangat khawatir kalau kamu sampai sakit" nasehat sang ibu


" Insyaallah aku selalu jaga kesehatan kok buk,aku juga ga mau kalau Billa susah karena aku buk" jawab sang putra


" Bagaimana dia buk..? apakah ibuk kesulitan mengawasi dan mengajarinya..? maaf kalau aku sudah membebani ibuk dengan menitipkan dia ke ibuk...ibuk pasti lelah merawat putri ku" ucap aad sendu


" kamu itu ngomong apa sih...? wanita tua ini ibuk mu dan Billa itu cucu ibuk... justru dengan kehadiran dia hidup ibuk jadi lebih bersemangat dan membuat ibuk ingin hidup lebih lama lagi agar bisa melihat ia dewasa dan menikah" jawab nenek Soimah haru


" Terimakasih buk.. terimakasih atas semua yang ibuk kasih ke aku dan Putri ku, pengorbanan ibuk terlalu besar dan ga mungkin aku sanggup membalasnya dengan apapun itu " ucap Ahmad menitikkan air matanya


" Ibuk tidak pernah berharap atau meminta kamu untuk membalasnya nak... cukup doakan ibuk dan ingat..saat ibuk sudah tiada esok..ibuk cuma minta dari kamu,.. tolong jaga Billa dengan baik,ibu sangat khawatir padanya, terlebih jika ia tinggal di kota seperti ini,ibu khawatir ia salah bergaul atau tergoda dengan kehidupan duniawi saja, walaupun selama ini ia tidak pernah aneh - aneh " ucap nenek Soimah dengan wajah khawatir


" Ibuk akan selalu bersamanya... sampai ia dewasa dan memiliki keluarga sendiri " jawab tuan Ahmad

__ADS_1


" Amin nak..umur kita tidak akan ada yang tau... yasudah ibuk masuk dulu ya,mau nyiapin makanan untuk kita berbuka nanti,kamu sudah belanja kan?" tanya nenek Soimah pada sang putra, karena sudah biasa tuan Ahmad akan mengisi kulkasnya jika ada mereka


" Ia buk..tapi jangan terlalu di paksain, kalau capek ibuk istirahat aja,sebentar lagi aku selesai,biar nanti aku yang siapin semuanya " jawab tuan Ahmad dan di jawab dengan anggukan kepala oleh nenek Soimah


__ADS_2