
Pergantian hari, Minggu, bahkan tahun memang sering tidak kita rasakan, seakan masih kemarin kita melakukan ini itu di atas muka bumi ini,waktu bergulir begitu cepat , sehingga usia bertambah tanpa kita rasakan,begitu pula yang terjadi dengan kehidupan Salsabila dan yang lainnya
Tanpa terasa Salsabila sudah menjadi siswa kelas 12, usianya menginjak 18 tahun, dari gadis remaja menuju dewasa, prestasi yang ia ukir di Alexander High school membuatnya semakin bersinar di mata guru, teman -teman nya,dan Dimata orang yang sudah mengenalnya, semua itu tidak mudah untuk nya,ia benar-benar harus berusaha keras untuk mencapai semua itu
Dan esok adalah hari keberangkatan nya kesebuah negara yang terkenal dengan negara penghasil minyak terbesar di dunia, Turki..negara itulah yang akan ia tuju esok bersama beberapa orang temannya dan seorang guru pendamping
Salsabila dan beberapa orang temannya dari daerah lain akan menjadi perwakilan Indonesia mengikuti perlombaan Tahfiz Qur'an,sebuah ajang bergengsi yang akan dilihat oleh seluruh dunia,ini bukanlah yang pertama untuk Salsabila mengikuti perlombaan, sebelumnya ia juga sangat sering mengikuti berbagai perlombaan lainnya dan dinegara lain juga
Salsabila yang memiliki otak yang cerdas,membuat ia mampu menguasai beberapa bahasa asing,ahli dalam menghafal Al-Qur'an dan juga unggul dibidang akademik, hanya saja ia lemah dibidang olahraga,itu dikarenakan fisiknya yang sangat sensitif
" Nak kamu sudah menyiapkan segala keperluan untuk keberangkatan kami besok?" tanya tuan Ahmad saat keduanya baru selesai makan malam,setahun terakhir ini ayah Billa memang sudah tidak lagi berjualan nasi goreng sendiri,ia mempekerjakan seorang wanita janda yang memiliki satu orang anak laki-laki yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, Billa tidak mengizinkan lagi ayah berjualan karena tidak ingin ayah terlalu lelah di usia nya yang semakin tua
" Udah yah.. insyaallah udah lengkap semuanya kok,besok pagi tinggal berangkat aja" jawab Salsabila seraya membereskan meja dan mencuci piring bekas ia dan ayah nya makan
" Besok kamu ke sekolah dulu atau langsung ke Bandara seperti biasanya?" tanya lagi sang ayah
" Seperti biasanya yah.. langsung ke bandara , tapi katanya besok akan ada jemputan yang akan nganterin kami ke bandara, mungkin supaya nyampenya bareng, jadi ga akan ada yang telat kayak yang sudah-sudah" jawab Billa
"Syukur deh kalau ada yang jemput ke rumah dan nganterin kamu ke Bandara, ayah juga lebih tenang,maaf ya nak besok ayah ga bisa ikutan anter kamu ke Bandara,ayah harus cepat ke sekolah, karena beberapa hari lagi akan ada perayaan ulang tahun sekolah dan
akan ada pengecekan kebersihan, apalagi perayaan tahun ini akan dihadiri langsung oleh pemilik yayasan,ga seperti biasanya yang diwakili oleh asisten pribadi keluarga mereka" jelas sang ayah
" Ia ayah..ga apa, Billa ngerti kok ayah pasti lebih sibuk, lagian kan udah ada jemputan jadi ayah ga perlu khawatir" jawab Billa dengan tersenyum
" Kamu hati-hati ya nak,jaga sikap dan bicara pada siapapun dan dimana pun, terlebih lagi itu di negara orang, berusahalah menjadi pribadi yang baik dan tunjukkan yang terbaik pada orang, belajarlah ikhlas dan cukup dengan apa yang kita dapatkan, kecuali dalam menuntut ilmu kamu jangan pernah merasa sudah hebat atau puas, karena sejatinya kita diminta untuk terus belajar sampai akhir usia " nasehat sang ayah
__ADS_1
" Ia ayah.. Billa akan selalu ingat nasehat ayah.. Billa minta Doa terbaik dari ayah kemanapun kaki Billa melangkah dan dimana pun Billa berada,tanpa Doa dan Restu dari ayah Billa bukan siapa-siapa,semua yang Billa raih sekarang berkat Doa dan dukungan ayah dan nenek, dan Billa harap ibu di sana juga bahagia dan bangga telah melahirkan Billa kedunia ini, walaupun sebagai seorang anak belum ada apapun yang bisa Billa persembahkan untuk Ayah,ibu juga nenek dan Billa sadar Billa bukan lah anak yang sempurna untuk kalian" ucap Billa sendu
" Kamu salah nak..kamu adalah putri terbaik ayah, untuk ayah kamu adalah anak yang sempurna..jika suatu saat ayah sudah tidak lagi bisa bersamamu ayah mohon jaga diri kamu baik-baik, jangan pernah lalai akan perintah_Nya dan jadilah pribadi yang dibutuhkan oleh orang lain " pinta sang ayah
" Insyaallah yah.. Billa akan selalu berusaha untuk menjadi lebih baik " jawab Salsabila
" Amiiiin...Ayah percaya itu.." jawab sang ayah dengan kepala mengangguk
Keduanya langsung menuju kamar masing-masing setelah obrolan yang sarat akan nasehat tersebut,tuan Ahmad pribadi yang sangat baik dan lembut pada sang putri, baginya hidupnya hanya untuk mematuhi perintah Allah dan untuk putri nya, impiannya adalah bisa melihat putrinya tumbuh menjadi gadis dewasa dan menikah,memiliki pendamping yang menyayangi dan melindungi nya,serta menjadi imam yang baik untuk rumah tangga nya kelak
Pagi menjelang,Sura kicauan burung mulai samar terdengar,Kokok ayam jantan juga sudah mulai terdengar, mentari sudah mulai menampakkan sinarnya, menghangatkan bumi, menandakan aktivitas penduduk bumi sudah akan kembali dimulai,begitu pula dengan sepasang bola mata indah seorang wanita cantik yang sudah mulai mengerjabkan matanya, merasakan pantulan cahaya matahari dari sudut jendela kamar sederhana milik nya
Salsabila membuka matanya dan melihat sekitar yang ternyata sudah pagi,ia merentangkan kedua tangannya dan merenggangkan otot nya,ia sedang kedatangan tamu bulanan nya sehingga membuat ia bangun sedikit telat, sebenarnya tidak telat karena waktu baru menunjukkan pukul 6 pagi,tapi ini sudah siang baginya yang biasa bangun subuh
Setelah mencuci muka Billa langsung keluar dari kamar nya,ternyata sang ayah sudah siap dengan seragam kerjanya sebagai tukang kebun dan sudah selesai sarapan
" Kamu sudah bangun ? sarapan kamu di meja ya..ayah harus berangkat sekarang,kamu ga apa kan sarapan sendirian? dan ingat setelah sarapan langsung bersiap jam 7,30 jemputan kamu akan datang, jangan sampai telat dan orang yang akan menunggu kamu, penerbangan kalian jam 9" ucap sang ayah mengingatkan
" Ia yah.. terimakasih sarapannya..ayah hati-hati di jalan ya dan ingat jaga kesehatan selama Billa ga ada" jawab Salsabila seraya meraih dan mencium punggung tangan ayah nya
" Siap Tuan putri.. jangan lupa langsung kabari ayah kalau kamu sudah sampai, hati-hati dan jaga kesehatan dan diri kamu baik-baik " ucap pak Ahmad dan langsung di angguki oleh Salsabila
" Assalamualaikum" ucap tuan Ahmad melangkah menuju pintu keluar
" Waalaikum salam" jawab Salsabila menatap kepergian sang ayah
__ADS_1
Salsabila menuju meja makan dan langsung memulai sarapan pagi nya seorang diri, setelah selesai ia langsung kembali ke kamar nya untuk mandi dan bersiap, karena sebentar lagi jemputan nya akan datang,ia ga mau bila orang yang akan menunggu nya karena keterlambatan nya
Salsabila adalah gadis yang sangat menghargai waktu, terlebih waktu orang lain,ia selalu berusaha untuk tidak membuat orang lain menunggu dirinya sehingga membuat orang akan merasa waktunya terbuang karena menunggu nya, lebih baik ia yang menunggu orang dari pada orang yang menunggu dirinya
Salsabila memilih memakai sebuah dress sederhana dan yang pastinya sopan di pandang mata dan nyaman untuk nya,merasa cukup dengan penampilan nya,ia kembali memeriksa segala sesuatu nya termasuk berkas-berkas yang harus ia lengkapi, termasuk pasport dan kartu identitas lainnya
Tak berselang lama terdengar suara klakson mobil dari luar rumah nya yang menandakan jembatan yang di tunggu sudah datang, dengan segera Salsabila langsung membuka pintu dan menyerahkan koper kecil miliknya pada supir yang sudah menunggunya di pinggir mobil untuk menyimpan barang para penumpangnya ke dalam bagasi, setelah mengunci pintu Salsabila langsung menuju mobil tersebut yang sudah tampak beberapa pelajar lain didalamnya
Salsabila langsung duduk di kursi yang kosong dan sang supir mulai melakukan mobilnya setelah memastikan semua nya sudah siap,mobil mulai meninggalkan rumah Billa dan langsung menuju Bandara, karena memang Billa yang terakhir di jemput mengingat jalan tol menuju ke Bandara akan melewati rumah Billa
Perjalanan sekitar 40 menit menuju Bandara,kini rombongan mereka telah berada di lobby bandara,tampak sang guru pendamping sudah tiba lebih dulu dan sudah melakukan proses boarding pass untuk rombongan mereka,di sela-sela menunggu waktu keberangkatan sang pendamping juga kembali memberikan beberapa pengetahuan tentang negara yang akan mereka tuju dan memberikan sedikit nasehat tentang cara berprilaku saat berada di negara orang
Para peserta mendengarkan dengan seksama dan mengangguk patuh atas apa yang di sampaikan oleh sang pendamping, walaupun bagi beberapa dari mereka ini bukan yang pertama mengikuti lomba ke luar negeri tapi tetap saja mereka harus mengikuti semua yang dikatakan oleh sang pendamping, terlebih ini pertama kali mereka ke negara tersebut
Sekitar satu jam kemudian panggilan pemberitahuan keberangkatan pun terdengar,semua yang melakukan perjalanan dengan penerbangan tersebut pun langsung bersiap menuju pesawat yang akan membawa mereka ke negara tujuan, begitupun dengan rombongan Salsabila, mereka melakukan penerbangan dengan kelas Ekonomi dan akan memakan waktu sekitar hampir 25 jam mereka baru tiba di Bandara Istanbul Attaturk
Disekolah tempat nya mengais rezeki tuan Ahmad dan dua orang rekannya sedang sangat sibuk membersihkan dan merawat taman, mereka harus merapikan semua tanaman dan rumput yang terdapat di taman dan lapangan sepakbola milik sekolah tersebut,mengecat beberapa tempat yang cat nya sudah tampak sedikit memudar, membersihkan kolam renang dan memeriksa perlengkapan olahraga lainnya, seperti ring basket atau net badminton dan tenis
Alexander High school adalah sekolah swasta yang berstandar internasional dengan empat lantai, mereka memiliki fasilitas yang sangat lengkap,baik itu fasilitas olahraga, perpustakaan sampai lift dan tangga yang terjamin keamanannya untuk para siswa menuju ke lantai atas
Kedua rekan kerja pak Ahmad juga bekerja di rumah sakit sama seperti psk Ahmad, mereka bertiga mendapatkan shift sore sebagai tukang kebun dan bersih-bersih bagian luar rumah sakit
Kedua rekan kerja pak Ahmad tinggal di rumah yang disediakan oleh pihak sekolah yang terletak di belakang gedung sekolah dan masih dalam satu lingkungan dengan sekolah
__ADS_1
anak-anak mereka juga bisa sekolah di sekolah tersebut walaupun mereka tidak berprestasi dan mereka juga tidak di pungut biaya apapun, hanya saja mereka tidak akan mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi secara gratis jika tidak berprestasi