Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
34


__ADS_3

Tanpa terasa hari yang lumayan melelahkan untuk Billa, kedua sahabatnya dan para adik didik mereka selesai juga, nyonya Dina memberikan para anak jalanan itu upah untuk mereka bawa pulang untuk keluarga mereka, sedangkan keuntungan dari penjualan rencananya besok semuanya akan mereka antarkan ke tempat tujuan awal


Billa dan kedua sahabatnya berpisah saat hari sudah sore dan menjelang malam, sementara para adik didik mereka sudah lebih dari pulang saat setelah selesai dengan tugas mereka, Billa di antar oleh kedua sahabatnya kerumah nya dan mereka langsung kembali ke rumah mereka masing-masing


" Thanks ya udah nganterin" ucap Billa tulus pada kedua sahabatnya saat mobil Mona sudah berhenti di depan pagar rumah sederhana milik Billa


" It's okay besty.. langsung istirahat ya..kami balik, sorry ga bisa singgah lagi, udah mau Maghrib dan badan udah gerah banget" ucap Mona dan Kiki pada Billa sahabat kesayangan mereka


" Ok.. kalian hati-hati ya dan jangan ngebut,Oya jangan lupa belajar Minggu depan kita tryout dan ujian kelulusan sudah semakin dekat" ucap Billa mengingatkan kedua sahabatnya


" Siap buk guru" jawab Mona dan Kiki kompak membuat Billa langsung menggelengkan kepalanya disertai dengan senyuman


" Kalian ini..ya udah pulang sana" ucap Billa geram dengan tingkah konyol kedua sahabatnya


" Siap cantik.. assalamualaikum" jawab Mona dan Kiki pada Billa dan dijawab dengan acungan jempol serta jawaban salam dari mereka oleh Billa, sehingga Mona langsung melajukan mobilnya meninggalkan rumah sederhana tersebut


Billa langsung membuka pintu rumahnya dengan kunci yang ada pada nya, sedangkan buk Susi bisa di pastikan sudah di tempat dagangan nya bersama sang putra juga, terlebih ini hari Minggu pastinya beliau akan memulai berjualan lebih cepat dari hari biasanya


Billa langsung menuju kamar nya, untuk membersihkan dirinya,ingin sekali ia merebahkan tubuhnya sesaat tapi tidak mungkin karena ia harus segera pulang ke apartemen sang suami, walaupun hubungan mereka sangat renggang dan Aby sangat jarang pulang ke apartemen tersebut, tapi Billa tidak pernah tidak pulang ke apartemen tersebut, ia akan tetap menginap di sana kecuali malam Minggu karena ia akan menginap di rumah utama sang mertua


Tak berselang lama Billa sudah selesai dengan urusan nya, ia memakai dress sederhana dan hijab instan nya,tak lupa Billa mengambil tas sandang dan handphone miliknya,ia langsung keluar saat mendengar suara deru sepeda motor yang dipastikan ojol pesanan nya sudah datang, Billa memasang lebih dulu memesan ojol sebelum melakukan ibadah shalat Maghrib nya tadi


Setelah mengingatkan kembali alamat tujuan nya, Billa langsung menaiki ojol tersebut dan mereka langsung menuju apartemen mewah tempat tinggal Billa hampir satu tahun ini dan akan berakhir dalam beberapa bulan lagi, mengingat hal itu entah mengapa hati kecilnya terasa nyeri,bukan ...bukan ia sudah mencintai Aby atau kemewahan yang Aby sugukan tapi ia sedih mengingat beberapa bulan lagi ia akan berstatus janda di usia nya yang masih sangat muda bahkan belum genap 18 tahun,sakit memang tapi ia tak punya pilihan,maka jalan satu-satunya adalah belajar ikhlas


20 menit perjalanan akhirnya Billa sampai di basement apartment sementara nya itu, Billa langsung turun dan memasuki lobby utama,ia sudah membayar ongkos ojol nya melalui aplikasi


" Malam pak" sapa Billa ramah pada satpam yang sudah lumayan mengenal nya, bagaimana mereka tidak mengenalinya, menurut para security Billa adalah wanita special sang putra tunggal pemilik apartemen tersebut dan Billa adalah sosok gadis cantik yang menempati penthouse apartment mewah tersebut, walaupun mereka tidak tau apa hubungan antara Billa dan Aby


" Malam mbak salsa, baru pulang?" jawab satpam tersebut seraya bertanya dengan nada hormat nya,diluaran orang-orang memang mengenal Billa dengan nama salsa


" Ia pak baru pulang nih,ada sedikit kegiatan diluar" jawab Billa sopan,ia memang terkenal sebagai penghuni paling sopan di apartemen tersebut, sangat jauh berbeda dengan para penghuni lainnya, termasuk Aby sang tuan muda yang hampir tidak pernah menyapa mereka, apartemen tersebut memang dihuni oleh para sultan,baik itu dari keluarga pejabat atau pengusaha,bahkan tak sedikit para CEO perusahaan yang menempati apartemen tersebut


" Tuan muda sudah pulang sejak tadi sore" ucap satpam tersebut mengingat tadi sore Aby datang bersama asisten nya,hal pertama yang satpam lihat, biasanya Aby selalu datang sendiri ke tempat tersebut


Deg..


Entah mengapa Billa merasa sedikit takut karena Aby sudah ada di apartemen tersebut, Billa juga heran,ga biasanya Aby datang sore ke apartemen itu, biasanya selalu tengah malam bahkan sering nya Billa tidak tau kapan lelaki tampan itu datang, Billa baru tau saat pagi karena ia melihat sepasang sepatu Aby di pintu masuk

__ADS_1


" Oh ia pak, terimakasih " jawab Billa sopan,ia langsung menuju lift dengan sedikit tergesa dan langsung menekan tombol meuju lantai paling atas, entah mengapa jantung nya berdebar tak menentu


Click


Bunyi pintu terbuka dan Billa langsung melangkah masuk,ia dapat melihat bahwa ruangan apartemen tersebut sudah terang karena semua lampunya sudah di nyalakan, tanpa bicara apapun Billa langsung menuju kamar nya, sedangkan Aby melihat sekilas saat Billa melewati ruang tengah meuju tangga


*Apakah setiap hari ia pulang ke apartemen saat sudah malam seperti ini? jadi selama ini ia hanya tidur saja disini? dan bajunya juga udah beda,huf pusing gue mikir nya* monolog Aby dalam hati


Tanpa berniat untuk bertanya Aby kembali fokus pada laptop miliknya untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan kantor karena ia juga harus mengerjakan tugas kampus nya


Setelah sampai di kamar nya dan menutup pintu, Billa langsung menyandarkan tubuhnya di balik pintu,ia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya pelan, Billa sampai memegang dadanya yang tadi berdebar tak menentu, akhirnya ia bisa bernafas lega karena Aby sama sekali tidak bertanya atau marah padanya


* Ngapain juga kamu ketakutan sendiri Salsabila Aulia? kak emang dia ga pernah perduli sama kamu.. atau kamu berharap dia bakalan peduli dan nanya kamu kemana,trus marah-marah kayak suami-istri pada umumnya? .. hehehe jangan mimpi kamu Billa* monolog Billa pada dirinya sendiri dan terkekeh kecil


Hufff


Setelah merasa jantungnya cukup tenang Billa langsung menuju kamar mandi untuk berwudhu, setelah selesai ia langsung melaksanakan kewajiban empat rakaat nya dan melanjutkan dengan membacakan beberapa bait ayat-ayat suci Al-Qur'an, selesai dengan semua nya seperti biasa Billa memakai perawatan pada wajah dan tubuh nya, baru setelah nya ia menuju ranjang untuk mengistirahatkan tubuh nya yang memang terasa cukup lelah karena kegiatan yang ia dan teman-temannya lakukan


Sebelum tidur Billa selalu menulis segala yang ia lalui dan rasakan dalam sebuah buku kecil miliknya, bagi Billa buku diary itu adalah teman nya yang paling setia dan ga akan pernah ninggalin dia,teman yang akan selalu siap menerima segala keluh kesah nya dan tidak akan pernah mengkhianati, meremehkan atau memandang rendah dirinya, sahabat yang akan selalu setia menjaga rahasia nya dan akan selalu ada untuk nya


Tanpa terasa akhirnya Billa tertidur pulas dengan masih memegang Diary miliknya, hari-hari yang dilalui oleh gadis cantik tersebut memang terlihat baik-baik saja,tanpa ada yang tau bahwa setiap saat batin nya menangis,ia hidup bagaikan gadis sebatang kara di kota metropolitan yang terkenal kejam, masalah apapun harus ia hadapi sendiri, ingin rasanya ia kembali ke kampung tempat ia dibesarkan,tapi ia tidak ingin meninggalkan rumah peninggalan orang tuanya, terlebih makam kedua orang tuanya dan sang nenek berada di kota tersebut


Aby melangkah menaiki tangga menuju kamar nya,sekilas ia menatap ke arah kamar Billa,tapi itu hanya sebentar, karena setelah nya Aby kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar nya,ia langsung merebahkan tubuhnya setelah selesai dengan rutinitas bebersih nya sebelum tidur


Entah mengapa ia merasa sedikit gelisah, hati kecilnya seakan mengatakan ia sangat ingin melihat Salsabila malam ini,tapi egonya menentang keras perasaan tersebut,sesaat ia kembali terbayang dengan ucapan Dave saat mereka di cafe tadi


Jika kamu tidak dapat menemukan apa yang kamu inginkan,maka jagalah apa yang sudah ada bersamamu, sekarang mungkin biasa saja, tapi saat ia sudah pergi atau tiada maka akan sangat berarti dan terasa menyesakkan dada


Hargai dan jagalah seatu yang sudah di genggaman mu apapun dan siapapun itu


Aby tidak tau dan tidak ingin tau untuk siapa Dave mengatakan itu, tapi entah mengapa Aby merasa ada yang beda dari Dave,pemuda tampan tersebut seperti mengetahui sesuatu tentang Aby dan Billa, ingin Aby menanyakan hal itu pada Billa tapi sayang gadis cantik tersebut tidak menampakkan diri nya setelah masuk ke dalam kamar


Setelah lelah dengan pikiran nya yang terasa aneh akhir -akhir ini, akhirnya pemuda tampan tersebut juga tertidur pulas,tubuh dan pikirannya benar-benar lelah memikirkan berbagai macam masalah kantor ditambah lagi dengan masalah pribadi nya yang sangat rumit


Billa terjaga saat jam menunjukkan pukul 02.30 dini hari, Billa langsung bangun dari tidurnya dan menuju kamar mandi untuk berwudhu,ia akan mengerjakan shalat malam dan itu selalu rutin ia lakukan saat masih bersama orang tuanya,bagi Billa shalat dan memba Al Qur'an dapat menjadi pemenang dan penyrjuk hat serta saatnya kita mengadu segala keluh kesah dan kebimbangan yang kita rasakan


Setelah selesai dengan shalat dan membaca Alqur'an Billa memutuskan untuk belajar, dan menunggu waktu subuh, setelah selesai dengan ibadah dua rakaat nya Billa kembali meraih sebuah kamus yang menyajikan berbagai bahasa asing, karena Billa ingin memperdalam beberapa bahasa asing yang sudah ia pelajari, Billa ingin melanjutkan pendidikan nya ke Paris,ia ingin menjadi seorang desainer agar bisa membuka peluang kerja untuk para wanita yang memiliki keahlian dalam bidang tekstil, dan ia ingin membuka usaha konfeksi di desanya dulu agar para wanita di desa tersebut tidak hanya menjadi buruh kasar di perkebunan atau sawah

__ADS_1


Berbeda dengan kedua sahabatnya,Kiki yang juga mendapatkan beasiswa ia memilih hansford university, dan mengambil jurusan bisnis di universitas terbaik di dunia tersebut, sedangkan Mona memilih Australia,ia ingin melanjutkan pendidikan nya di salah satu universitas kedokteran terbaik di dunia


Billa yang dulu bercita-cita ingin menjadi seorang dokter akhirnya ia memutuskan untuk melupakan semua itu,ia sangat ingin menjadi seperti Mama nya Mona yang memiliki butik sehingga bisa mempekerjakan orang dan akan mengurangi tingkat pengangguran


Keasyikan dengan bukunya Billa baru menyadari bahwa hari sudah pagi saat mentari bersinar memasuki kamarnya dari celah gorden yang masih tertutup


" Oh ya ampun ternyata udah jam 6, ya Allah hampir aja aku kesiangan" monolog gadis cantik itu saat tersadar bahwa dirinya sudah hampir kesiangan, dengan langkah tergesa ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya seperti biasanya


Dengan menggunakan kartu cepat akhirnya gadis cantik itu selesai lengkap dengan seragam sekolah beserta almamater miliknya, Billa langsung meraih tas punggung nya dan tidak lupa ponsel serta dompet nya


Billa keluar dari kamar nya dengan langkah tergesa dan ia tidak menyadari bahwa Aby juga baru keluar dari kamar nya, keduanya sama-sama malangkah meuju tangga,tapi fokus keduanya hanya pada handphone ditangan mereka, Billa sibuk memesan ojol sedangkan Aby sibuk menghubungi asisten pribadi nya


Bugh....prang...prang..


Auch....


Rintih Billa yang merasakan sakit pada keningnya karena tertabrak benda keras dan ia langsung memejamkan matanya bersiap untuk merasakan sakit karena ia yakin ia pasti akan jatuh dari tangga,tapi beberapa saat kemudian ia tidak merasakan apapun


" Ya Allah apa Billa udah mati karena jatuh dari tangga? " ucap Billa lirih dan hal itu tidak luput dari pandangan laki-laki tampan yang saat ini tengah mendekap erat tubuh indahnya,wajah mereka sangat dekat, bahkan Aby dapat merasakan hembusan nafas dari gadis cantik yang kini berada dalam dekapan nya, jantung Aby berdetak kencang saat matanya menatap wajah Billa


Perlahan Billa membuka matanya, masih belum menyadari bahwa dirinya berada dalam dekapan seseorang, perlahan ia melihat ke arah tangga dan betapa terkejutnya ia saat menyadari ia masih hidup dan berada di atas, dengan spontan Billa memalingkan wajahnya dan memeluk erat tubuh yang kini masih mendekap tubuhnya


" Aaaaaaa ....ya Allah tolong Billa.. Billa takut jatuh.." racau nya yang kembali memejamkan matanya dan tangan nya memeluk erat tubuh Aby


" Apa Lo mau meluk gue terus dan ga akan ke sekolah?" tanya suara dingin tepat di telinganya,membuat Billa langsung tersadar dan membuka matanya perlahan, dengan penuh kesadaran hidungnya mencium parfum limited edition milik Aby dan ia sangat mengenali aroma tersebut


Billa mendongakkan wajahnya dan betapa terkejutnya ia saat melihat wajah Aby yang hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya, terlebih Aby juga sedang menunduk menatap intens wajah nya, tubuh Billa seakan kaku, kedua tangannya langsung melepaskan pelukannya pada tubuh atletis Aby,ia langsung menundukkan wajahnya dan ingin mundur, tapi dengan cepat Abi menarik pinggang ramping Billa sehingga membuat tubuh keduanya menempel sempurna


" Lo mau jatuh? kalau mau bunuh diri jangan disini gue ga mau repot-repot berurusan dengan polisi " ucap Aby dingin dengan wajah jutek nya, siapa yang tau bahwa jantung nya berdebar kencang dan Aby sangat membenci itu, saat melihat bibir indah Billa hasrat nya muncul tiba-tiba, ingin rasanya ia meluxxx dan merasakan manisnya bibir gadis cantik tersebut


" Maaf.." ucap Billa lirih seraya menundukkan kepalanya, tangan indah nya tepat berada di dada bidang milik Aby,dapat Billa rasakan betapa kekar nya tubuh pria yang berstatus suami nya saat ini, Billa hampir saja berteriak saat secara tiba-tiba Aby mengangkat tubuh indah nya dan menurunkan nya ke lantai yang sedikit jauh dari tangga


Aby langsung menunduk mengambil handphone mahalnya yang sudah pecah dan diyakini sudah mati,ia menatap wajah Billa sekilas yang terlihat masih sangat terkejut bercampur sedih, seketika Aby tersenyum tipis dengan tingkah Billa yang menurutnya sangat menggemaskan


" Handphone Billa...ya Allah kenapa juga pake jatuh segala sih.. pasti rusak deh..." gerutunya terdengar lucu di telinga Aby


" Beli baru..pake kartu yang gue kasih" ucap Aby dingin seraya melangkah menuruni tangga, meninggalkan Billa yang masih bengong mendengar ucapan Aby, tapi setelahnya ia tersadar dan langsung ikut turun

__ADS_1


Billa melangkah cepat memasuki lift menekan tombol lantai dasar,ia yakin dirinya pasti akan terlambat sampai di sekolah,dan pasti akan kena hukuman


__ADS_2