Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
27


__ADS_3

Suasana meja makan masih sangat tenang dan tidak terdengar suara obrolan,Aby mengelap mulut dan tangannya menandakan bahwa dirinya sudah selesai dengan sarapan pagi nya


" Maaf Pi..mi.. hari ini Aby akan mengajak Billa untuk tinggal di apartemen Aby.." ucap Aby pelan namun masih sangat jelas terdengar oleh kedua orang tuanya


" Kenapa harus tinggal di apartemen boy..? kenapa ga tinggal di sini? " tanya nyonya Tamara dengan wajah sendunya


" Biar lebih dekat dengan sekolah Billa juga kampus dan kantor dan juga biar kami bisa belajar mandiri " jawab Aby beralasan


" Ya sudah deh, yang penting kalian berdua tetap baik-baik aja, gimana nyaman nya kalian aja" jawab nyonya Tamara sendu


Sedangkan tuan Lincoln tidak ikut campur sama sekali, baginya putranya sudah dewasa, jadi sudah pastinya ia tahu mana yang terbaik untuk nya dan orang lain


" Maaf Pi..mi..Billa langsung berangkat ya.." ucap Billa lembut seraya bangkit dari duduknya,ia langsung meraih tangan ayah,aby dan ibu mertua nya,menyium punggung tangan mereka dan mengucapkan salam


" Kamu pergi dengan suami kamu kan sayang...?" tanya nyonya Tamara


" Billa naik ta-.." ucapan nya langsung terpotong oleh Aby


" Ia mi kami berangkat bareng, kebetulan Aby juga ada keperluan sebentar sebelum ke kantor " ucap Aby menyela ucapan Billa


" Ya sudah kalau begitu kalian hati-hati ya... dan kamu boy jangan ngebut-ngebutan" ucap nyonya Tamara mengingatkan


Pasangan muda tersebut langsung melangkah meninggalkan meja makan menuju pintu keluar, sesampainya di teras Billa melihat mobil Bugatti edisi khusus sebuah mobil sport mewah sudah terparkir rapi dan dipastikan mobil itu milik Aby


Aby langsung menuju mobilnya dan duduk di bangku kemudi,ia melihat Billa yang masih berdiri di dekat mobilnya dan terlihat tidak berniat untuk masuk ke mobil tersebut, lagi-lagi Aby dibuat geram oleh gadis cantik tersebut


" masuk" perintah Aby dingin pada Billa


Tanpa menjawab Billa langsung memasuki mobil mewah tersebut,ia duduk di samping Aby, memasang sealbet dan memeluk tas punggungnya, tidak sedikitpun menunjukkan bahwa dirinya akan berbicara dengan pria tampan disebelahnya


Aby melajukan mobilnya meninggalkan mansion mewah keluarga nya menuju sekolah Billa, sekolah milik keluarga nya dan ia juga alumni sekolah tersebut, keduanya diam tanpa kata, Billa memilih mengotak-atik handphone nya sedangkan Aby fokus pada jalanan


Saat tiba di sebuah persimpangan Aby menghentikan mobilnya di depan sebuah halte bus, Billa masih diam tanpa menanyakan apapun


" Turun" perintah Aby dingin, tanpa berkomentar apapun Billa langsung membuka sealbet nya dan membuka pintu mobil, tapi sebelum turun ia mengungkapkan terimakasih pada Aby

__ADS_1


" Terimakasih" ucap Billa singkat tanpa melihat ke arah Aby, Billa langsung turun dari mobil tersebut dan memakai tas punggung nya, berjalan pelan menuju halte untuk menunggu bus atau angkutan umum yang lewat menuju arah sekolah nya


Sedangkan Aby kembali melanjutkan perjalanan nya,ia menuju apartemen sesil sang kekasih yang sejak pagi-pagi sekali sudah menghubungi nya minta untuk mengantarkan dirinya ke perusahaan agenci yang mengontraknya, sebenarnya sesil juga berdarah campuran Indonesia, tapi kedua orang tuanya menetap di Bali,ia satu universitas dengan Aby di negara xxxxx, ibunya yang berasal dari negara yang sama dengan tuan Lincoln dan keluarganya sangat tau siapa Aby sebenarnya, itulah yang membuat sesil sangat berambisi untuk memiliki Aby selain karena memang Aby memiliki wajah yang nyaris sempurna


Diperjalanan sesaat Aby sedikit terusik mengingat sikap Billa yang terkesan sangat patuh pada nya,* apakah dia separuh itu Juga dengan setiap orang?* batin Aby sedikit penasaran,tapi lagi-lagi Aby mengalihkan pikirannya dari memikirkan Billa,sesaat ia tersenyum simpul memikirkan satu hal karena Sepertinya tidak susah untuk bekerja sama dengan Billa agar mereka bisa cepat mengakhiri hubungan mereka


Setelah beberapa puluh menit akhirnya Aby memarkirkan mobilnya di parkiran sebuah apartemen yang lumayan mewah,ia merogoh saku celananya mengambil handphone dan menghubungi sesil mengatakan pada gadis cantik tersebut bahwa dirinya sudah berada di bawah


Tanpa menunggu lama gadis cantik yang ia tunggu menghampiri mobilnya dan langsung masuk ke dalam mobil tersebut,sesil melihat Aby yang masih terlihat serius dengan benda pipih miliknya


Cup..


" Morning Darling.." ucap sesil seraya memberikan satu kecupan mesra di pipi kiri Aby


" Morning.." Jawab Aby singkat masih serius dengan benda di tangan nya


" Apakah benda itu lebih menarik dibandingkan aku..?" tanya sesil terdengar manja dan meraih wajah Aby agar menatap wajah nya serta mendekatkan wajah mereka


" Stop.. berapa kali gue bilang..no kissing" ucap Aby tegas menolak sesil yang ingin mengecup bibir Aby, perkataan Aby membuat sesil sedikit cemberut


" Ok.. I'm sorry.." jawab sesil dengan sedikit memaksakan senyuman, tanpa menjawab Aby langsung melajukan mobilnya menuju perusahaan yang ingin sesil kunjungi


Sedangkan Aby ia menyadari bahwa dirinya adalah pria normal dan ia takut tidak mampu menahan hasratnya untuk melakukan lebih dari itu, dan ia ga mau itu terjadi, karena ia hanya ingin melakukan hal tersebut dengan wanita yang sudah sah menjadi istrinya,Aby selalu ingat ia berasal dari keluarga yang seperti apa, sehingga membuat ia benar-benar harus menjaga dirinya agar tidak melakukan kesalahan-kesalahan fatal dengan menabur benih pada sembarang wanita


Mengingat kata istri membuat Aby sedikit menarik bibirnya, mengingat kini ia sudah memiliki seorang istri apakah ia akan melakukan hal tersebut dengan istrinya? Oh no...Billa terlalu bocil dimatanya dan juga bukan dari kalangan terpandang, walaupun Aby akui gadis itu memiliki wajah yang nyaris sempurna dan memiliki daya tarik yang cukup besar,tapi lagi-lagi Aby menggeleng membantah semua itu


Sedangkan di lain tempat,tepat nya di Alexander High school..Billa baru saja turun dari salah satu angkutan umum,ia langsung memasuki gerbang mewah sekolah nya, sekolah yang beberapa bulan lagi akan ia tinggalkan, cukup bangga memang menjadi salah satu alumni sekolah bergengsi tersebut, Billa langsung disambut histeris oleh kedua sahabatnya, sedangkan para pelajar yang lain hanya mengagumi nya dari dalam hati, mereka mengucapkan selamat atas kemenangan yang Billa raih saat di Turki dan mereka juga mengungkapkan turut berbelasungkawa atas kepergian ayah gadis cantik tersebut


" Duh beb akhirnya setelah sekian purnama...Lo sekolah juga... kangen banget sayang..." ucap Mona mendramatisir


" Gue juga kangen banget sama sicantik nya gue ini" tambah Kiki dan kedua sahabatnya tersebut langsung menghambur memeluk tubuh indah Billa, membuat gadis cantik tersebut sedikit terhuyung ke belakang


" Aku juga kangen banget sama kalian" jawab Billa bersungguh sungguh, kedekatan mereka memang bak keluarga yang saling melengkapi


Billa tersenyum bahagia dan terharu saat teman-teman sekolahnya mengucapkan selamat sekaligus prihatin padanya, mereka memberikan support agar Billa tidak larut dalam kesedihan atas kepergian sang ayah dan Billa menanggapi nya dengan senyuman hangat,ia bersyukur memiliki teman dan sahabat yang baik, walaupun tidak sedikit juga yang tidak suka pada nya dan merasa ia adalah saingan mereka, tapi Billa tidak menanggapi hal tersebut dengan serius,ia berfikir positif bahwa dalam kehidupan pasti akan ada persaingan selama itu masih wajar Billa akan selalu merespon dengan baik

__ADS_1


Billa dan para pelajar yang lainnya mengikuti upacara seperti biasanya setiap hari Senin, setelah kepala sekolah dan para guru mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih oleh Billa serta ucapan belasungkawa mereka berikan pada Billa, semua nya kembali melanjutkan proses belajar mengajar seperti biasanya


Saat jam terakhir Billa di panggil oleh guru atas perintah kepala sekolah, Billa diberikan sebuah amplop yang berisi sumbangan dari para murid dan guru atas kepergian orang tua nya, dan kepala sekolah juga memberikan kabar baik bahwa ada beberapa universitas dalam dan luar negeri yang menawarkan beasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi untuk Billa


" Kamu sudah bisa mulai mempertimbangkan di universitas dan negara mana yang akan kamu pilih untuk melanjutkan pendidikan mu, dan ingat kamu juga bisa memilih fakultas apa yang akan kamu pilih,saran saya pilih lah universitas yang menurut kamu akan menemukan kenyamanan dan pilihlah fakultas yang kamu impikan, soal negara mana itu tidak lah terlalu berpengaruh karena selama kamu menguasai bahasa Inggris maka kamu akan merasakan nyaman " ucap sang kepala sekolah memberikan beberapa saran pada Billa


" Ia pak akan saya pikirkan dan akan segera saya berikan jawaban, terimakasih atas saran dan masukan serta nasehat dari bapak,sebisa mungkin saya akan selalu mengingatnya,saya mohon doa tulus dari bapak" jawab Billa sopan dan sangat hati-hati


Kepala sekolah tersebut memang sangat mengagumi sosok Salsabila Aulia,bagi nya Billa adalah sosok gadis yang tidak hanya cerdas dan smart,tapi Billa juga gadis cantik yang sangat sopan dan bijaksana,serta sangat berhati-hati dalam mengambil setiap keputusan, gadis yang beberapa hari yang lalu baru genap berusia tujuh belas tahun itu memang selalu mampu mengalihkan perhatian orang-orang yang melihatnya


Sedangkan di sebuah gedung pencakar langit, seorang pemuda tampan sedang melihat hasil sebuah isi dari surat perjanjian yang baru selesai ia buat, tepatnya sebuah perjanjian kontrak,Aby membacanya berulang-ulang kali agar tidak terjadi kesalahan walau sedikit pun


Aby langsung memasukkan surat tersebut dalam sebuah map berwarna coklat dan menyimpan nya ke dalam tas kerja nya saat mendengar suara ketukan pintu pertanda ada yang ingin menemui nya


" Masuk" ucap nya dingin dari dalam ruangan nya, sehingga tidak menunggu lama langsung terlihat seseorang memasuki ruangan nya,Aby sedikit mengernyitkan dahinya saat melihat siapa yang datang ke kantor nya


" Tumben...ada angin apa Lo datang ke kantor gue? dan ga nelfon dulu" tanya Aby pada sang tamu


" Gue cuma mau bahas yang semalam gue bilang ke Lo, gimana apa udah Lo pertimbangkan dan udah ada keputusan? kali ini tawarannya lebih gede, satu unit apartemen dan mobil Lamborghini Aventador, dan waktu nya juga panjang satu tahun, gimana?" tanya Zidan serius


" Gue jadi penasaran sebenarnya apasih yang buat mereka semua terobsesi banget dengan taruhan itu? gue gak minat" jawab Aby singkat


" Karena mereka semua masih penasaran banget sama tuh cewek, sudah tiga tahun ini mereka ngikutin kegiatan dia, tapi belum pernah mereka lihat dia ada cowok, cuma Dave yang sering bareng dia" jawab Zidan menjelaskan


" Ya bisa jadi mereka pacaran" jawab Aby santai


" Ngak by..Dave sendiri pernah bilang mereka deket cuma sebagai sahabat dan bahkan ni ya Erick pernah ditolak walaupun secara halus dan satu lagi yang gue yakin Elang suka sama tuh cewek " cerita Zidan, membuat hati Aby sedikit terusik


" Kasih gue waktu dua bulan untuk mikir, dan Lo tau kalau sesil ada di Indonesia" jawab Aby


" Sejak kapan Lo jadi takut sama cewek Lo? dan sejak kapan juga Lo bertahan lebih dari tiga bulan sama satu cewek?" tanya Zidan meledek


" ****** Lo.. ngatain gue, gini-gini gue ga pernah ya ngelakuin hal yang negatif ke mereka, mereka aja yang dengan suka rela nyerahin diri ke gue" jawab Aby santai


Kedua sahabat tersebut terlibat pembicaraan yang lumayan lama, sampai pada akhirnya keduanya memutuskan untuk makan siang bersama, karena memang sudah siang

__ADS_1


Kedua pemuda tampan tersebut keluar dari lift saat sudah berada di lantai dasar, keduanya langsung menjadi pusat perhatian para karyawan, ketampanan keduanya memang sudah tidak perlu di ragukan sehingga membuat histeris para kaum hawa


Aby tidak perduli dengan nasib Zidan yang harus beramah-tamah pada para karyawan Aby yang perempuan, karena Zidan memang terbilang sangat over protective


__ADS_2