Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
25


__ADS_3

"Ok... akan mami minta pada bik Atik untuk menyiapkan satu kamar tamu yang di lantai dasar untuk kamu" jawab nyonya Tamara menenangkan hati Billa


" Ia mi.. terimakasih banyak, sekali lagi MAAF..." ucap Billa lembut dengan wajah tertunduk dalam


" Tidak perlu minta maaf sayang...mami paham kegelisahan kamu, semoga kalian bisa cepat dekat, pengantin baru yang menikah karena saling cinta aja merasa canggung saat berduaan di kamar, apalagi kalian yang menikah tanpa pernah kenal terlebih dahulu " jawab mami Tamara bijak


" Terimakasih mi..." jawab Billa tersenyum haru,ia terharu dengan sikap keibuan dan kelembutan sang mertua, sayang nya wanita cantik nan lembut itu hanya satu tahun menjadi mertua untuk nya dan Billa berharap hubungan mereka tetap seperti sekarang walaupun ia tak lagi berstatus sebagai istrinya Aby


" Sama-sama sayang.... tapi ingat ini tidak boleh lama,mami kasih waktu sampai kamu selesai ujian semester pertama, selanjutnya kalian harus satu kamar dan segera berikan kami cucu" ucap nyonya Tamara dengan senyuman jahilnya


Billa tidak menjawab, ia hanya tersenyum canggung mendengar ucapan nyonya Tamara ,pipi mulusnya merona merah bak kepiting rebus, membuat Billa terlihat semakin cantik dan imut, terlebih wajahnya yang tanpa polesan dan hanya menggunakan hijab instan,dan itu semua tak luput dari perhatian Aby


* Mungkin Dave sangat mencintai dia sehingga selalu memberikan yang terbaik untuk nya,Dave pasti membawanya ke salon terbaik sehingga membuat wajahnya terlihat begitu putih dan segar walaupun tanpa makeup* Batin Aby saat menatap wajah Billa yang memang terlihat jelas tanpa menggunakan makeup


"Boy kamu antar Billa ke kamar nya" perintah nyonya Tamara pada sang putra


Aby tidak menjawab ia hanya mengangguk dan melihat pada Billa sekilas,lalu melangkah menuju salah satu kamar tamu yang terdapat di lantai dasar kediaman keluarga Alexander


" Billa ke kamar dulu ya mi" ucap Billa lembut meminta izin untuk kekamarnya


" Ia sayang silahkan,ingat kamu harus istirahat ya,mami nggak mau kamu capek, karena Senin kamu sudah mulai kembali sekolah " nasehat nyonya Tamara pada Billa sang menantu


" Ia mi.. terimakasih " jawab Billa dengan tersenyum dan melangkah meninggalkan sang mertua, mengikuti langkah Aby menuju kamar yang akan ia tempati selama tinggal di kediaman keluarga Alexander, Billa sangat bersyukur karena sang mertua mengabulkan permintaan nya untuk tidak sekamar dengan Aby, rasanya Billa belum ikhlas kalau sampai Aby melihat beberapa bagian dari tubuhnya yang biasa ia tutupi dari pandangan laki-laki atau orang asing, terlebih Aby tidak menganggap nya sebagai seorang istri


Aby berdiri di depan salah satu pintu kamar, salah satu tangan nya ia masukkan ke dalam saku celananya


" Silahkan pilih kamar yang Lo mau.. yang itu kamar mami" ucap Aby dingin dengan menunjukkan salah satu pintu kamar berwarna putih yang terlihat beda dengan dua pintu yang berada di depan mereka,tak berselang lama keluar seorang Art dari salah satu kamar tersebut dengan membawa perlengkapan pembersih dan memegang sebuah seprai


" Tuan muda..nona kamarnya sudah selesai di bersihkan dan seprai nya juga sudah di ganti, apakah ada lagi yang bisa saya bantu? atau mungkin nona membutuhkan sesuatu?" tanya art tersebut, matanya terus menatap kagum pada sosok cantik yang berada di hadapannya dengan tanda tanya besar di kepalanya tentang siapa Billa dan apa status nya di kediaman sang majikan, jika dibilang kekasih sang tuan muda tapi wajah Aby tak sedikitpun menunjukkan kebahagiaan atas kehadiran Billa di samping nya,namun mereka tau Billa datang bersama Aby, karena di dapur juga sedikit heboh tentang kedatangan Billa


" Terimakasih banyak ya bik.. untuk sekarang saya belum butuh apapun, nanti kalau saya butuh sesuatu akan saya katakan" jawab Billa dengan sangat sopan dan lembut,tak lupa sebuah senyuman ia tunjukkan pada sang art, sedangkan Aby sama sekali tidak menjawab dan langsung melangkah meninggalkan tempat tersebut


Billa melihat sesaat punggung tegap Aby, dengan tatapan nanar yang sulit untuk di artikan


* Sebegitu rendah nya kah aku di mata kamu? sampai untuk sekedar menjadi teman pun kamu ga Sudi,atau mungkin kamu sangat membenciku? maaf jika kehadiran ku mengacaukan hidup mu, jujur aku juga ga pernah ingin seperti ini.. terikat dengan seseorang yang tidak menginginkan ku, maaf.. maafkan aku dan almarhum ayah ku,aku janji jika sudah waktunya aku akan pergi sejauh mungkin dari kehidupan kamu dan keluarga ini,agar kamu tidak akan pernah merasa terganggu oleh kehadiran ku" batin Billa pilu saat melihat ada seseorang yang tidak nyaman karena dirinya


Sedangkan sang Art yang masih berdiri di depan nya terus menatap Billa dan Aby secara bergantian, melihat tingkah cuek dan dingin Aby terhadap Billa sehingga semakin menimbulkan tanda tanya besar

__ADS_1


* Siapa sebenarnya nona cantik ini? kenapa tuan muda terlihat sangat tidak bersahabat dengan nya, apakah nona cantik ini putri dari salah satu rekan bisnis tuan besar dan akan di jodohkan dengan tuan muda? sepertinya dia sangat baik dan sopan, sungguh beruntung jika tuan muda mendapatkan istri seperti ini* batin art tersebut yang masih belum mengalihkan pandangannya dari Billa


"Maaf bik saya masuk ya.." ucap Billa lembut meminta izin untuk masuk ke kamar tersebut


" Oh .. silahkan nona...bibik kebelakang dulu..mari nona" ucap art tersebut yang baru sadar dari lamunannya


Billa langsung memasuki kamar di depan nya setelah melihat kepergian sang art yang tadi membersihkan kamar yang akan di tempati oleh nya, saat sudah berada di dalam kamar Billa menutup pintu kamar tersebut, sesaat Billa menatap kamar yang terlihat mewah di mata Billa,jauh dari kamar milik nya di rumah sang ayah



Billa melangkahkan kakinya mendekati ranjang yang tampak sangat empuk, mengusapnya perlahan, hati kecilnya tidak merasakan kenyamanan seperti saat berada di kamar sederhana di rumah nya, tapi Billa tetap mencoba tersenyum dan belajar untuk melakukan penyesuaian diri dengan apa yang kini ada di hadapannya, Billa membuka lemari pakaian yang berada tak jauh dari ranjang tersebut dan langsung memasukkan beberapa pakaian milik nya serta semua perlengkapan sekolah nya, membuka tirai jendela dan Billa tersenyum tipis saat melihat sebuah taman yang ditanami berbagai jenis bunga di balik jendela tersebut


Setelah merasa cukup rapi Billa memutuskan untuk melaksanakan Shalat Ashar terlebih dahulu, baru setelah nya ia memutuskan untuk istirahat sejenak, sekedar untuk mengurangi rasa lelah yang tidak hanya mendera tubuh nya tapi juga hati dan pikiran nya


Billa langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan berwudhu,tak butuh waktu lama akhirnya ia selesai dengan urusan kamar mandi nya, Billa langsung memakai dress rumahan miliknya,ia mulai melaksanakan Shalat nya hingga selesai setelah beberapa menit


Billa merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang terasa sangat empuk, akan tetapi ia sama sekali tidak merasakan kenyamanan,matanya terpejam sesaat dan kembali terbuka menatap langit-langit kamar yang ia huni sekarang,ingin Billa tertidur sesaat tapi seakan matanya enggan untuk terpejam walaupun sesaat , terlebih ini tempat baru untuk nya


Untuk menghilangkan rasa jenuh nya Billa meraih handphone nya dan membuka beberapa galeri dan Bila melihat ada beberapa chat dari beberapa orang, tapi fokus nya teralih pada satu chat yaitu dari Abrar, pria yang mengakui mengaguminya dan akan kembali untuk nya,sudah lama pria tampan itu tidak mengirimkan pesan pada nya


✉️- * Assalamualaikum Ukhti.... Afwan... sedikit mengganggu..



Semoga Allah selalu melindungi mu, melimpahkan kebahagiaan di setiap nafas mu, menjadikan mu wanita shalihah, wanita yang kuat dan selalu terhormat Dimata Nya dan Dimata dunia


" Maaf jarang mengirimkan pesan...aku sedikit sibuk mempersiapkan persiapan untuk pengajuan lanjutan ke program Magister ku, sebelum aku kembali ke Indonesia untuk menjemput ukhti beberapa bulan lagi"


Itulah isi pesan dari Abrar membuat Billa tak mampu berkata apapun, setahun terakhir Abrar terlihat lebih terbuka dengan perasaan nya pada Billa dan sering menunjukkan perhatiannya tanpa ia sembunyikan,setitik bening mengalir tanpa izin dari mata indah nya,ia masih belum tau jawaban dan alasan apa yang akan ia berikan kepada Abrar dengan status baru nya sekarang


Billa terlalu takut menghadapi kekecewaan Abrar, tapi ia juga merasa sangat tidak pantas untuk seseorang yang sangat hebat seperti Abrar, kekayaan keluarga Abrar mungkin tidak sebanding dengan keluarga Aby...tapi kelembutan hati Abrar , sikap hangat yang ia tunjukkan dapat memberikan rasa nyaman untuk Billa


✉️- " AMIIIIN.. semoga Allah kabulkan semuanya dan semoga Akhi juga selalu dalam lindungan Nya, Terimakasih atas Doa tulus nya"🙏🙏🙏🙏


Balas Billa singkat, ingin Billa berkata jujur tentang kebenaran nya, tapi ini tak mungkin karena hubungannya juga rumit, Billa harus berbicara secara langsung pada Abrar, untuk jujur siapa yang menjadi suami nya sekarang pun Billa takut,takut akan mencemarkan nama baik keluarga Aby, karena Aby sudah mengingatkan nya agar merahasiakan hubungan mereka


Hari ini tepat hari ulang tahun Billa, bukan hanya Abrar yang mengirimkan nya ucapan selamat, akan tetapi ketiga sahabat nya dan yang lainnya juga mengirimkan kata selamat dan begitu banyak doa yang mereka ucapkan untuk Billa

__ADS_1


Tapi nyatanya tidak membuat nya merasakan kebahagiaan seperti tahun-tahun sebelumnya, walaupun demikian ia tetap berusaha tersenyum dan menutup lukanya dari semua orang, termasuk kedua sahabatnya Mona dan Kiki serta Dave satu-satunya sahabat lelakinya, Billa ga mau membuat mereka khawatir atau iba pada keadaan nya saat ini


Tak disadari ternyata Billa tertidur sesaat dan terbangun saat mendengarkan suara azan berkumandang, menandakan waktu Maghrib telah tiba, Billa tersentak dan sangat terkejut, dengan yergesa ia langsung menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan berwudhu, setelah selesai Billa langsung melaksanakan Shalat nya, setelah beberapa menit Billa mengucapkan salam tanda shalat nya sudah selesai


Tak berselang lama terdengar suara pintu diketuk dari luar, menandakan ada yang datang, Billa memasang hijab instan nya dan dengan segera Billa melangkah menuju ke arah pintu dan membukanya secara pelan,tampak seorang art berdiri sedikit


menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat nya pada tamu sang majikan


" Maaf non.. dipanggil untuk makan malam.." ucap bik Atik sopan


" Oh ia bik....ok saya akan langsung ke sana, makasih ya bik" jawab Billa sopan dengan senyuman ramah dan diangguki oleh bik Atik


Billa berjalan dibelakang bik Atik,ia berjalan seraya melihat sekeliling, Billa merasa sangat terpukau dengan ruang makan mansion mewah tersebut



Billa melangkah mendekati meja makan yang sudah tampak kedua mertuanya yang telah menunggunya di meja makan


"Assalamualaikum Pi..mi...maaf nunggu lama" ucap Billa sopan dan sedikit canggung


" Waalaikum salam...." Jawab keduanya kompak


" Duduk sayang.... belum lama kok,kita langsung makan aja ya..Aby sedang ada sedikit kepentingan diluar, jadi ga perlu kita tunggu " ucap nyonya Tamara dengan sangat lembut dan berusaha tersenyum seakan beliau baik-baik saja, dalam hati beliau sangat merasa bersalah pada sang menantu dan juga geram pada aby..mengingat sang putra yang pergi ke luar dan belum kembali sehingga tidak ikut makan malam bersama, padahal ini yang pertama untuk Billa


" Ia mi.. terimakasih..." jawab Billa sopan dengan senyuman manis,ia duduk di salah satu kursi yang sudah di tarik oleh seorang art, kursi yang seharusnya bersebelahan dengan Aby..itu semua atas perintah nyonya besar mansion tersebut


Billa langsung duduk dan memulai makan nya,ia sama sekali tidak bertanya tentang keberadaan aby dan kenapa ga ikut makan bersama, Billa dapat melihat wajah sendu sang mertua, Billa berusaha sebisa mungkin untuk tidak masuk terlalu jauh dalam keluarga terpandang itu, Billa hanya akan berusaha untuk menjadi menantu baik tanpa harus terlibat dalam masalah yang ada dalam keluarga mereka


Biarlah ia menjalankan hari-harinya bak seorang tamu di mansion mewah keluarga tersebut,agar hatinya tidak terlalu berat untuk meninggalkan mereka jika waktu yang ia janjikan pada Aby sudah tiba,ia ingin melangkah lebih ringan saat meninggalkan semua nya, ibarat seorang tamu yang akan kembali ke rumah nya, itulah peran yang akan Billa lakoni mulai sekarang sampai beberapa bulan kedepannya


Semua makan dengan tenang dan hening, hanya dentingan sendok yang beradu dengan piring sesekali terdengar di ruang makan nan megah tersebut


" Makan yang banyak ya sayang... jangan sungkan-sungkan, mulai sekarang ini adalah rumah mu juga, tempat kamu pulang dan tinggal " ucap nyonya Tamara


" Ia mi.. Billa ngerti " jawab Billa sopan dengan senyuman ramah


Tuan Lincoln tersenyum hangat melihat wajah bahagia sang istri yang sejak lama mengharapkan kehadiran seorang putri di kediaman mereka,hadirnya Billa seakan jawaban dari Doa -doa yang selalu ia panjatkan sejak dulu, walaupun terlambat terkabul tapi beliau tetap sangat bahagia karena kehadiran seorang gadis cantik dalam keluarga mereka

__ADS_1


Sedangkan Billa walaupun masih sangat canggung tapi ia tetap berusaha untuk terlihat biasa saja


__ADS_2