Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
82


__ADS_3

Selesai makan keempat gadis cantik itu memutuskan untuk langsung menuju unit gawat darurat agar bisa bergantian istirahat dengan teman mereka yang lainnya dan kini mereka kembali melanjutkan tugas mereka seperti biasanya


" Dokter Aulia di cari dokter Brayen tuh" ucap salah satu perawat saat menghampiri Billa yang sedang menangani salah satu pasien yang baru saja datang karena kecelakaan


" Tolong katakan sebentar lagi ya,saya sedang ada pasien,ga lama kok ini juga udah hampir selesai" jawab Billa sopan seraya sedikit tersenyum dan masih terus melanjutkan pekerjaannya


" Tapi dok-" ucapan perawat itu langsung terhenti saat ia melihat salah satu cucu orang nomor satu negara tersebut berjalan mendekatinya dan Billa, terlebih lagi orang itu datang bersama sang direktur utama rumah sakit tersebut, sedangkan Billa ia terlihat tidak perduli dan masih terus asyik dengan tugas nya


" Dokter Aulia... boleh minta waktunya sebentar?" tanya Hitto lembut saat sudah berdiri tepat di belakang Billa


" Sebentar tuan muda...Mo tolong lanjutkan ini ya..maaf merepotkan kamu" ucap Billa menjawab pertanyaan hitto dan berbicara pada Mo


Mo langsung mengangguk setuju dan langsung melanjutkan apa yang Billa kerjakan barusan,sementara Billa langsung melepas sarung tangan karet nya dan mencuci tangan nya di westafel yang kebetulan terletak di samping ia berdiri,baru setelahnya ia langsung membalikkan badannya menghadap orang yang tadi meminta waktu nya


DEG


" Ada....ya-yang bisa saya bantu tuan?" tanya Billa gugup dengan jantung yang berdetak kencang seakan ingin keluar dari tempatnya


Sementara Aby tampak menatapnya intens,Zidan menatap Billa dengan sedikit tersenyum dan canggung, sedangkan hitto dan Brayen merasa sedikit heran dengan ekspresi ketiga orang tersebut


" Mami minta agar aku bawa kamu untuk bertemu mami" jawab Aby santai dengan suara yang terdengar jelas bahkan oleh beberapa orang disekitar mereka


" Ta-tapi untuk apa?" tanya Billa gugup seraya meremas ujung bajunya, pasalnya beberapa mata dan telinga sedang melihat dan mendengar pembicaraan mereka dan ia belum siap jika orang-orang tau bahwa ia pernah memiliki hubungan dengan Aby, walaupun hubungan mereka terbilang tidak baik


" Memang butuh alasan bagi seorang mertua untuk menemui menantu kesayangan nya? terlebih menantu yang tega meninggalkan nya begitu saja tanpa ada kabar apapun dan izin" jawab Aby dingin,Aby sengaja mengatakan hal tersebut bahkan dengan suara lantang agar Billa tidak lagi bisa menghindari nya


Billa hanya menggeleng lemah saat Aby mengatakan hal tersebut, mengatakan fakta tentang hubungan mereka,sedangkan Aby merasa sangat puas saat melihat wajah pias Brayen dan hitto yang ia tau kedua pria tampan dan mapan itu sedang mengagumi sosok Salsabila sang istri,mana mungkin Aby membiarkan wanitanya didekati pria lain


" Maa-maaf saya masih dalam tugas dan mohon pengertiannya" jawab Billa sopan dan sedikit gugup,sekuat tenaga Billa menormalkan debaran jantungnya yang terasa begitu menggila,entah mengapa pikiran Billa langsung kembali mengingat kejadian kemaren saat Aby mendatangi apartemen nya, sehingga membuat pikiran Billa seakan blank


" Salsabila Aulia Abiyasa Alexander....detik ini juga aku bisa menutup rumah sakit ini,jadi kalau kamu masih memiliki rasa Empati pada para pasien dan para pekerja di sini....maka patuhilah ucapan ku...aku suami mu...apa belum puas kamu bermain-main selama dua tahun lebih?" ucap Aby tegas


Golek....

__ADS_1


Salsabila langsung mengangkat wajahnya,menelan salivanya dan menatap intens wajah tampan Aby dengan mata melotot sempurna, sedangkan Aby terlihat sangat santai dengan wajah dingin nya " Tuan Earl Abiyasa Alexander yang terhormat...saya sangat tau bahwa anda adalah orang yang sangat berkuasa dan bisa melakukan apapun dengan mudah,tapi apakah pernah sebentar saja anda berfikir untuk menghargai orang lain? dan apakah anda juga sudah mengatakan pada kedua orang tua anda bahwa wanita yang menjadi menantu mereka hanyalah seorang wanita taruhan " tanya Billa terdengar sangat menohok hati Aby dan ucapan Billa membuat hampir semua orang yang mendengar perdebatan mereka menganga


Mereka seakan tak percaya seorang Earl Abiyasa Alexander berdebat dengan seorang wanita yang mereka tau berkebangsaan asing dan wanita yang terlihat tidak sedikitpun menunjukkan rasa takut atau tertarik pada sang pewaris tahta kerajaan negara tersebut


" Aku melakukan ijab qobul bukan pura-pura Salsabila Aulia Abiyasa Alexander... kedua tangan ayahmu yang langsung menyerahkan kamu ke aku" ucap Aby sedikit emosi


" Dan aku hanya berusaha untuk memenuhi permintaan terakhir pria yang paling aku sayangi,pria yang tidak pernah membuat ku kecewa,pria tangguh yang tidak pernah membuat ku menangis terlebih merendahkan ku, bukan pria pecundang seperti Anda" jawab Billa emosi dengan dada naik turun dan tubuh terlihat bergetar serta air matanya yang sudah meluncur membasahi pipinya


Zidan, hitto dan Brayen sangat terkejut dan shock dengan ucapan Billa untuk Aby, mereka sampai melotot sempurna,hal yang sama juga terjadi pada semua orang yang ada di ruangan unit gawat darurat tersebut termasuk ketiga sahabat Billa, pasalnya selama ini belum pernah ada orang yang seberani Salsabila berbicara begitu lantang dengan keluarga orang nomor satu di negara tersebut, sedangkan Aby terlihat diam dengan wajah yang terus menatap intens wajah cantik Billa yang terlihat sangat merah karena menahan emosi


Greb....


Dengan gerakan yang sangat cepat sebelah tangan kekar Aby sudah melingkar indah di pinggang ramping Salsabila, menarik tubuh indah Billa hingga membuat tubuh mereka menempel tanpa jarak sedikitpun, sedangkan tangan Aby yang sebelahnya terangkat mengusap lembut pipi mulus Billa yang terlihat dipenuhi oleh air mata


" Tatap mata aku dan katakan bahwa kamu tidak mencintai aku" ucap Aby lembut dengan tatapan mata yang terlihat sangat khawatir, bagaimana tidak khawatir karena jauh di lubuk hati nya ia tidak siap untuk mendengar penolakan dari wanita cantik tersebut


Plakk...


" Aku benci sama kakak" ucap Billa lirih dengan wajah sendu dan dengan segera menundukkan wajahnya, kedua tangannya berada di dada bidang milik Aby,meremas kuat jas milik pria tampan yang sesungguhnya telah mencuri seluruh hati Salsabila dan pemilik kehormatan nya, sehingga membuat ia seakan terpenjara oleh sang pewaris


Bukan nya marah,Aby malah terlihat mengulum senyumnya, walaupun bukan itu jawaban yang ia harapkan dan malah mendapatkan tamparan di wajah tampannya,Aby ga perduli ia menganggap itu pantas untuk nya karena saat mereka masih bersama ia tidak pernah memberikan perhatian pada sang istri, walaupun ia sangat memperhatikan Billa dan memberikan segala fasilitas untuk sang istri


Cup


" Semakin kamu membenci aku...maka semakin aku tidak akan melepaskan kamu...mari kita lihat seberapa besar dan sampai kapan kamu akan sanggup membenci ku,pemilik kehormatan mu" ucap Aby tegas serta beberapa kali mengecup dalam puncak kepala Salsabila yang terbungkus hijab


Billa terdiam tanpa mengucapkan sepatah katapun,ia menatap Aby dengan tatapan yang sangat sulit diartikan,sesuai dengan perasaannya yang sedang gundah antara ia membenci Aby atau merindukan pria tampan tersebut


" Ambil tas mu...aku tunggu di sini,kita akan menemui papi dan mami serta keluarga ku yang lainnya, ingat kalau kamu berani membantah maka detik ini juga semua tentang identitas kamu sebagai istri ku akan tersebar di seluruh negara ini bahkan mungkin akan menjadi trending topik di beberapa negara lainnya " ucap Aby tegas


" Hitto...Zidan... katakan pada semua yang ada di sini dan melihat serta mengetahui kejadian ini untuk tutup mulut mereka, periksa semua handphone mereka jangan ada yang merekam kejadian ini,kalau ada maka hapus dan jika ada yang berani membantah maka aku tidak akan mengampuni mereka " perintah Aby tegas


" Baik Bos" jawab Zidan cepat, sedangkan hitto hanya mengangguk seraya langsung memberikan kode pada beberapa anak buahnya yang siaga di sekeliling mereka untuk segera melakukan perintah aby

__ADS_1


Brayen tampak menundukkan kepalanya, bagaimana pun ia sangat mengagumi Salsabila yang ternyata adalah istri dari Aby yang notabenenya adalah sahabat nya walaupun usia mereka terpaut beberapa tahun ,tak jauh berbeda dengan Hitto yang juga merasakan hal yang sama dengan Brayen, sungguh ini adalah hari patah hati untuk kedua pria tampan dan mapan tersebut


Sedangkan Mo sebisa mungkin ia menutupi rasa sakitnya melihat pria yang sangat ia kagumi sejak beberapa tahun lalu sedang memeluk erat tubuh wanita yang notabenenya adalah sahabat nya dan juga wanita yang ia tau sangat dikagumi oleh sang kakak laki-laki satu-satunya


"Bill ini tas Lo" ucap Kiki seraya menyerahkan sebuah tas sandang pada Billa saat ia melihat Billa akan berbalik untuk mengambil tasnya


" Thanks Ki.." jawab Billa lirih


" Your welcome.... ingat jangan pernah lari dari masalah, selesaikan sebaik mungkin dan jangan menggunakan emosi terlebih ego untuk menyelesaikan masalahmu, jangan bohongi hati kamu, belajarlah untuk melupakan masa lalu jika itu mungkin dan tidak menyakiti kamu atau orang lain, ingat hubungan kalian bukan pacaran yang hanya melibatkan kalian berdua saja tanpa ikut campur keluarga, tapi hubungan kalian adalah hubungan suci yang melibatkan keluarga" nasehat Kiki bijak


" Ia akan aku coba" jawab Billa singkat


" Jangan cuma dicoba Billa...Lo lupa kalau kata orang tua.. buat anak itu jangan coba-coba" Ledek Kiki santai membuat Billa langsung melotot sempurna


" kenapa...? apasih kurangnya suami Lo..? Tampan nya maksimal,tajir nya tak terhingga,paket komplit banget tau ngak" bisik Kiki ditelinga Billa membuat gadis cantik itu sangat geram


"Zidan sterilkan sepanjang jalan menuju parkir,aku ga mau ada wartawan yang meliput dan akan mengancam keselamatan istri ku" perintah Aby tegas


" Sudah semua Bos" jawab Zidan cepat, karena ia memang sudah memberikan perintah pada ketua bodyguard untuk melakukan sterilisasi sepanjang jalan yang akan dilalui oleh Aby


Tanpa menjawab Aby langsung menrik lembut tangan Billa dan menautkan jari-jari tangan mereka, membuat Billa langsung menunduk mengikuti langkah tegap Aby


" Billa.. nanti malam kami tidak pulang ke apartemen..jadi kamu juga jangan pulang ya" ucap Mona sedikit meledek Salsabila, membuat Billa langsung melihat kebelakang dengan mata melotot sempurna, sedangkan ketiga sahabatnya langsung tertawa terbahak-bahak seraya menjulurkan lidah mereka


" Ehemmmm... sepertinya kalian sangat bahagia?" ucap suara bariton seseorang dengan wajah serius


" Ia dong Dok...secara selama dua tahun lebih Salsabila yang biasanya selalu ceria walaupun sebenarnya ia sedang dalam masalah, berubah menjadi pendiam sejak ia meninggalkan Indonesia dan kami yakin ga lama lagi wajah cerianya akan kembali lagi, karena memang sebenarnya mereka udah saling mencintai, terlebih kak Earl yang memang sejak pertama mereka ketemu terlihat tertarik sama Billa " jawab Mona dan Kiki yakin


" Mereka bener Dok... terlihat jelas gimana sabarnya kak Aby menghadapi keras kepala Billa, sedangkan kita tau jelas gimana kak Aby menghadapi orang lain, terlebih para wanita yang dulu sering mendekatinya " timpal Mo meyakinkan


" Semoga saja Billa juga merasakan hal yang sama dengan apa yang Aby rasakan " jawab Hitto singkat


" Pasti" jawab ketiga gadis cantik itu kompak, mereka sangat yakin karena hampir tiap tengah malam saat terbangun Mo selalu mendapati Billa yang sedang melakukan Shalat malam dan akan dilanjutkan dengan membaca Doa termasuk mendoakan Aby dan keluarganya

__ADS_1


__ADS_2